alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5989139ddbd7708e0b8b4577/kecewanya-pelaku-pasar-saham-melihat-ekonomi-ri
Kecewanya Pelaku Pasar Saham Melihat Ekonomi RI
Jakarta - Pasar saham merespons negatif data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2017 yang tumbuh 5,01%. Angka tersebut tidak sesuai harapan dari pelaku pasar modal.

Respons negatif dari pelaku pasar modal terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot secara tiba-tiba. Pada sesi I perdagangan kemarin, IHSG terus menguat bahkan menyentuh level tertinggi 5.812. Namun di pertengahan sesi II langsung merosot jauh ke zona merah dan berakhir melemah 28,19 poin atau 0,49% ke 5.749.

Menurut Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang, pergerakan IHSG tersebut menjadi gambaran kekecewaan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi Indonesia di kuartal II-2017. Seharusnya dengan adanya Lebaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih baik.

"Kami di pasar kecewa dengan pertumbuhan ekonomi yang flat dengan kuartal satu kemarin. Secara historis itu di kuartal II, PDB (Pendapatan Domestik Bruto) harusnya tumbuh apalagi ada hari raya (Lebaran)," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (8/8/2017).

Baca juga: Gubernur BI: Ekonomi Kuartal II-2017 Sedikit Lemah


Pelaku pasar sebenarnya berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2017 berada di level 5,08%-5,1%. Dengan begitu, masih ada kesempatan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah tahun ini sebesar 5,2%.

Kekecewaan pelaku pasar juga tercermin dari keluarnya dana asing di pasar saham. Kemarin, investor asing melakukan aksi jual dengan catatan net sell Rp 347 miliar.

"Itu jadi semakin confirm mereka (investor asing) keluar karena perlambatan pertumbuhan ekonomi. Enggak heran asing keluar hampir sekitar Rp 23 triliun selama 2 setengah bulan," tambah Edwin.

Baca juga: Benarkah Ekonomi RI Makin Lesu? Ini Data 7 Tahun Terakhir


Pelaku pasar juga kecewa dengan catatan laju konsumsi rumah tangga yang masih melambat. Pada kuartal II-2017, pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,95%, lebih rendah dibanding kuartal II-2016 sebesar 5,07%. Penurunan konsumsi rumah tangga pun seakan terasa terhadap kinerja keuangan para emiten ritel di semester I-2017 yang sebagian mengalami penurunan.

Sementara Analis First Asia Capital, David Sutyanto, menilai lesunya konsumsi masyarakat sebenarnya juga disebabkan oleh kebijakan dari pemerintah sendiri. Seperti semakin ketatnya kebijakan perpajakan.

"Apalagi barang mewah dinaikkan pajaknya, akhirnya kita kehilangan PDB. Memang ada berbagai situasi yang membuat masyarakat kelas menengah turun," ujarnya.

Baca juga: Pengusaha Bingung Lihat Ekonomi RI


Selain itu, menurut David, dengan didorongnya penggunaan jaminan kesehatan lewat BPJS Kesehatan kepada seluruh masyarakat, juga mempengaruhi konsumsi rumah tangga terhadap obat-obatan. Tidak hanya itu, dengan dicabutnya subsidi BBM juga turut mempengaruhi konsumsi rumah tangga.

"Memang di satu sisi baik bagi masyarakat karena tidak jadi konsumtif, tapi bagi pertumbuhan ekonomi kita menjadi melambat," imbuhnya.

Baca juga: IHSG Melempem ke 5.749 Saat Ekonomi RI Tumbuh 5,01%


Sedangkan Kepala Riset Reliance Securities, Robertus Yanuar Hardy, memandang bukan hanya konsumsi rumah tangga yang memprihatinkan, tapi juga konsumsi pemerintah yang justru minus 1,93%. Padahal di kuartal I-2017 tumbuh 2,68%.

"Komponen PDB paling besar itu dari government spending (konsumsi pemerintah) dan consumer spending (konsumsi masyarakat), dua-duanya masih kurang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Yang dapat mendorong di atas 5% itu dari posistifnya neraca perdagangan yang ditopang peningkatan harga komoditas," terangnya.

Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5,01%, BPS: Masih di Bawah Ekspektasi


Kendati begitu, Robertus masih yakin konsumsi pemerintah bisa membaik di semester kedua tahun ini. Hal itu seiring dengan siklus proyek infrastruktur yang tengah menjadi fokus pemerintah.

"Tren peningkatan government spending biasanya terjadi menjelang akhir tahun," tukasnya. (wdl/wdl)

Link mantap

Lumayan lah masih tumbuh, walau belum meroket..
pelaku pasarrr ... menmggerr ... cuman pade belatunggg ... emoticon-Blue Guy Bata (L)
pelaku pasar bakal dibully nastak di sini emoticon-Smilie
wkwk ekonomi meroket
Bulan depan udah September. Nanti juga bakal meningg lagi. Jor2an pemerintah bayar pelunasan sisa tender yg selesai di akhir tahun. Tp spending konsumsi masyarakat yg stag atau tetap melemah.
Pelaku pasar jelas anti kebhinekaan keberagaman dan pro khilafahemoticon-Mad
Kecewanya Pelaku Pasar Saham Melihat Ekonomi RI
Tritnya cepet banget
Emang kelesuaan ekonomi gak bisa dibantah lagi😂
Moga2 pemerintah gak buat kebijakan blunder lagi deh, kasian rakyatnya
Jakarta - Pasar saham merespons negatif data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2017 yang tumbuh 5,01%. Angka tersebut tidak sesuai harapan dari pelaku pasar modal.


tidak menurun akan tetapi karena tidak sesuai harapan pertumbuhan.

jaman Jokowi standarnya tinggi bgt.
Quote:Original Posted By bohrauger
Jakarta - Pasar saham merespons negatif data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2017 yang tumbuh 5,01%. Angka tersebut tidak sesuai harapan dari pelaku pasar modal.


tidak menurun akan tetapi karena tidak sesuai harapan pertumbuhan.

jaman Jokowi standarnya tinggi bgt.


janji meroket september tahun lalu 7-8 % emoticon-Ngakak
sampe diperagakan pakde jokowi lo cara meroketnya wkwkwk
Quote:Original Posted By bohrauger
Jakarta - Pasar saham merespons negatif data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2017 yang tumbuh 5,01%. Angka tersebut tidak sesuai harapan dari pelaku pasar modal.


tidak menurun akan tetapi karena tidak sesuai harapan pertumbuhan.

jaman Jokowi standarnya tinggi bgt.


Apanya yg tinggi? Asumsi APBN pertumbuhan cuma 5% sekian kok Tinggi? Kl yg 7% ITU cuma bualan karangan indah sewaktu pilpres.
bagaimana mau berembang, semua kebijakan salah di mata nasbung
Indikator ekonomi turun, gaji buzzer nastak telat dan cenderung mo dipotong !! 🤦🏻‍♀️
sebentar lagi krismon
Semoga kita bisa melewati fase ini
salah nasbung?

nastak kerja ga becus

Org2 kita sebagean emang naif klo ga mau dibilang bodoh.. ato tertipu
Termasuk gue...

Macem pa'dhe aja bisa dipilih buat mimpin 200'an juta kepala..
hnya krena penampilan ndesso… pencitraan dan bacot..


emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By Lights.
Semoga kita bisa melewati fase ini


Mmg dibutuhkan rezim seperti ini untuk melewati fase ini


Tp nanti 2019 pilih yg lain aja bro karena sudah saatnya move on ke fase berikutnya


Oh iya nastak sebagai pendukung rezim ini juga dibutuhkan dalam fase ini karena fase ini memang berat di lewati jadi butuh orang untuk disalahkan sebagai pelampiasan


Fase take off fase berikutnya
Tukang saham onlen ga sih?
Iya saham investasi kok naik turun sekali turun gak naek2 lagi emoticon-Frown semoga ekonomi cepat pulih
Ekonomi tambah berat, semuanya pada naik
×