alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59890a49902cfea1588b4576/penyuap-patrialis-akbar-tertekan-kerap-mendapat-cibiran-sebagai-pemuka-agama
Penyuap Patrialis Akbar Tertekan, Kerap Mendapat Cibiran sebagai Pemuka Agama
Penyuap Patrialis Akbar Tertekan, Kerap Mendapat Cibiran sebagai Pemuka Agama


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basuki Hariman mengaku keluarganya kerap mendapat cibiran atas statusnya sebagai pemuka agama tertentu. Apalagi kini DIA menyandang status tersangka yang menyebabkan Direktur CV Sumber Laut Perkasa ini tertekan.

"Tidak jarang mendapat cibiran mengingat saya juga pelayan Tuhan di gereja," kata Basuki Hariman saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Basuki Hariman mengakui kondisi tersebut menyebabkan kadang dia tidak bisa fokus menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Basuki mengatakan selalu memikirkan nasib istri dan kedua anak-anaknya yang masih membutuhkan didikan dan biaya.

"Hingga saat ini setiap saya menjalani sidang, saya merasa begitu tertekan karena harus terima kenyataan saya telah disangka telah menyuap Pak Patrialis Akbar seorang hakim MK," kata Dia.

Meski begitu, Basuki mengaku selalu bersikap koperatif sejak perkara tersebut ditangani penyidik KPK.

Baca: Miryam Tak Masalah Majelis Hakim Tolak Eksepsinya

Sebelumnya, Basuki Hariman dituntut pidana penjara 11 tahun oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selain pidana penjara, Basuki juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Basuki dinilai terbukti memberikan uang sebesar 5.000 dollar AS, dan Rp 4 juta dan menjanjikan uang sebesar Rp 2 miliar kepada Patrialis Akbar.

Suap tersebut terkait judicial review atau uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan.Basuki inilai terbukti melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur ancaman pidana menyuap hakim paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 750 juta.

Dalam pembelaannya, Basuki juga mengungkapkan, berkepentingan dalam uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Meski demikian, menurut Basuki, komunikasinya dengan Patrialis hanya sebatas untuk mengetahui jadwal putusan uji materi.

"Sebagai importir daging, regulasi pemerintah sangat terkait bagi kami. Salah satunya JR (judicial review) yang diajukan asosiasi peternak," ujar Basuki.

Dalam pleidoinya, Basuki mengatakan bahwa kepentingannya mencari tahu jadwal putusan, yakni agar dapat menentukan strategi bisnis perusahannya ke depan.

Menurut dia, putusan uji materi itu dapat dijadikan informasi untuk menilai kecenderungan perubahan regulasi.

"Saat dikenalkan dengan Patrialis Akbar, saya sambut baik, karena berarti bisa dapat informasi yang valid. Banyak rumor, karena cukup lama JR tidak diputus oleh MK," kata Basuki.

Basuki kemudian membantah dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Basuki tetap tidak mengakui menyuap Patrialis Akbar, yang saat itu masih menjabat sebagai Hakim Konstitusi.

"Tuntutan 11 tahun penjara sangat berat untuk anak saya, istri dan keluarga. Mereka butuh sosok ayah yang merawat dan memenuhi kebutuhan mereka," ujar Basuki.

Basuki menilai, dirinya telah bersikap kooperatif selama menjalani proses hukum, baik saat penyidikan maupun dalam persidangan di pengadilan.

"Kepada majelis, semoga diberikan hikmat, petunjuk dan kebijaksanaan. Saya serahkan kepada majelis, saya percaya putusan hakim merupakan kehendak Tuhan," kata Basuki. (tribun/eri/kcm)

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...i-pemuka-agama

---

Baca Juga :

- Kamaluddin Akui Berikan Uang 10 Ribu Dolar AS Kepada Patrialis Akbar

- Dituntut 10,5 Tahun, Ng Fenny: Masa Depan Tiga Anak Saya Terancam Hancur

- Domisili di Pondok Indah, Terdakwa Minta Ditahan di LP Tangerang