alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5988ffbdc1d770be758b456a/komisi-yudisial-bersiap-jemput-bola
Komisi Yudisial Bersiap Jemput Bola
Komisi Yudisial Bersiap Jemput Bola


PROSES seleksi hakim agung tahun ini masih jauh dari kuantitas dan kualitas yang diharapkan. Kondisi tersebut cenderung terus terjadi di tiap perekrutan yang dilakukan Komisi Yudisial (KY).



Untuk mengatasinya, Komisioner KY ­Maradaman Harahap mengatakan pihaknya akan mulai melakukan aksi jemput bola demi menjaring lebih banyak calon-calon berkualitas. “Sebenarnya di daerah banyak yang bagus-bagus, kami sering ketemu saat melakukan kunjungan, tapi banyak yang enggan mendaftar,” ucap Maradaman saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.



Proses rekrutmen itu akan disertai sosialisasi yang gencar dari KY. Diharapkan, keyakinan para calon makin meninggi untuk mendaftar. Sebaliknya, KY berharap hakim yang kurang kompeten tidak ikut mendaftar proses seleksi.



Maradaman mengakui pola perekrutan yang diterapkan saat ini kurang mampu memenuhi kuota kebutuhan Mahkamah Agung. Selain karena proses yang ketat, Maradaman menyatakan tidak mungkin standar kualitas yang sudah ditentukan diturunkan, hanya karena tidak banyak calon pada saat proses seleksi.



“Kami tetap berpegang pada kualitas dan integritas seorang calon, jika dia tidak mengerti istilah umum dalam persidangan, tidak akan mungkin kita loloskan, bisa jadi bahan tertawaan,” ucapnya.



Saat ini, KY masih akan melakukan sidang pleno untuk membahas 14 calon hakim agung yang telah melewati proses wawancara akhir pekan lalu. Menuru Maradaman, kemungkinan besar kali ini pun KY tidak dapat memenuhi kebutuhan MA. “Belum lagi mereka akan kita berikan ke DPR, di sana juga akan dilakukan seleksi dan kemungkinan ada yang tidak lolos.”



Para calon yang lolos tahap wawancara yang juga merupakan tahap akhir seleksi di KY, akan diajukan ke DPR sebelum 18 Agustus mendatang. Mereka bakal mengikuti uji kelayakan dan kepatutan untuk mengisi enam posisi hakim agung.



Praktisi hukum dari Universitas Indonesia Chudry Sitompul menyarankan agar perekrutan calon hakim agung mendatang juga melibatkan pihak ketiga. “Pihak ketiga itu ibaratnya detektif. Mereka nantinya yang meng-interview para hakim, seperti mencari tahu rekam jejak dari pengacara, rekan sejawat, bagaimana putusan-putusannya selama menjadi hakim, dan lain-lain,” ujar Chudry ketika dihubungi kemarin.



Pihak ketiga bisa berasal dari para mantan hakim agung, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat yang dinilai objektif.



Tetap menarik

Lebih jauh, Chudry menilai sejauh ini posisi hakim agung tetap menarik. Minimnya pendaftar calon hakim agung diduga karena pihak yang akan mewawancarai menganggap dirinya lebih pintar dari hakim tersebut, seperti menyangkut persoalan teknis dalam peradilan.



“Padahal dalam hal teknis sudah tentu yang paham itu, ya hakim yang bersangkutan. Makanya, seleksi perlu melibatkan para mantan hakim agung atau orang yang pasti tahu ini putusan begini atau perkara begitu dengan putusan yang seperti itu,” tutup dia. (Gol/P-1)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/news/r...ola/2017-08-08

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Komisi Yudisial Bersiap Jemput Bola Rekrutmen Garis Keras Digagalkan

- Komisi Yudisial Bersiap Jemput Bola Penolakan Kerja Sama Perburuk Nasib Karyawan JICT

- Komisi Yudisial Bersiap Jemput Bola Petugas Jemaah di Masjid Nabawi Ditambah