alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5988fe919478682a3e8b456a/saksi-novanto-komisaris-softorb-technology-tak-penuhi-panggilan-kpk
Saksi Novanto, Komisaris Softorb Technology Tak Penuhi Panggilan KPK
Saksi Novanto, Komisaris Softorb Technology Tak Penuhi Panggilan KPK

Jakarta, GATRAnews - Komisaris PT Softorb Technology Indonesia, Mudji Rachmat Kurniawan, tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan memeriksanya sebagai saksi untuk kasus korupsi e-KTP yang membelit Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Senin (7/8), mengatakan, Mudji tidak memenuhi panggilan penyidik karena mengaku belum menerima surat panggilan. Begitupun Maman Budiman, dosen Institut Tekhnologi Bandung (ITB) juga tidak hadir memenuhi panggilan dengan alasan yang sama.Sedangkan Dian Hasanah, Staf Subdit Monitor Evaluasi dan Pengawasan Kependudukan Direktorat Perkembangan Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, tidak hadir tanpa keterangan.Adapun tiga orang saksi lainnya memenuhi panggilan penyidik, yakni Mahmud selaku mantan Kepala Seksi Sistem Kelembagaan Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.Dua saksi lainnya yakni pejabat di Ditjen Dukcapil Kemendagri, Kurniawan Prasetya Atmaja dan Arie Pujianto selaku pengacara. "‎Untuk saksi Arie Pujianto, penyidik mengklarifikasi barang bukti elektronik yang disita saat penggeledahan rumah saksi Irvanto [keponakan Setya Novanto] sebelumnya‎," ujar Febri.Untuk mengusut kasus tersangka Setya Novanto, penyidik KPK telah memeriksa sejumlah saksi di antaranya pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, kakak Andi Narogong bernama Dedi Prijono, dan keponakan Setya Novanto bernama Irvanto Hendra Pambudi. Selanjutnya, mantan Ketua DPR RI, Ade Komarudin; pejabat Ditjen Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan hingga Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh. Namun KPK belum memeriksa Novanto usai menetapkannya sebagai tersangka.KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka karena diduga mengatur proyek e-KTP mulai dari proses perencanaan dan pembasan anggaran hingga pengondisian pemenang lelang di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun anggaran 2011-2012.Novanto melakukan pengaturan tersebut melalui pengusaha rekanan Kemendagri, Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi terkait jabatannya.Akibat ulah Novanto dan pihak-pihak lainnya yang terlibat, negara mengalami kerugian keuangan atau perekonomian setidak-tidanya Rp 2,3 trilyun dari proyek senilai Rp 5,9 trilyun karena pembayaran barang-barang untuk e-KTP di luar harga wajar.Adapun rincian akibat kemahalan itu yakni total pembayaran ke konsorsium PNRI Rp 4,9 trilyun dari 21 Oktober 2011 sampai dengan 30 Desember 2013. "Harga wajar (riil) e-KTP tersebut diperkirakan Rp 2,6 trilyun," katanya.Atas perbuatan tersebut KPK menyangka Setya Novanto melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Reporter: Iwan Sutiawan

Sumber : http://www.gatra.com/hukum/278991-sa...-panggilan-kpk

---


- Saksi Novanto, Komisaris Softorb Technology Tak Penuhi Panggilan KPK KPK Periksa Andi Narogong Saksi Tersangka Novanto