alexa-tracking

Secercah Cahaya Islam Di Antara Sosialis Komunis Vietnam

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5988f777a2c06e83428b4567/secercah-cahaya-islam-di-antara-sosialis-komunis-vietnam
Cool 
Secercah Cahaya Islam Di Antara Sosialis Komunis Vietnam
Secercah Cahaya Islam Di Antara Sosialis Komunis Vietnam
Kumandang adzan, Jumat (14/7) siang itu tak begitu terdengar, namun tetap mampu menggiring ratusan Muslim untuk melangkahkan kakinya menuju Masjid Jamia Al Muslimin, Kota Ho Chi Minh, Vietnam.

Barisan jamaah memenuhi hingga teras luar masjid terbesar di Kota Ho Chi Minh itu, termasuk jamaah wanita yang turut mengikuti ibadah Shalat Jumat.

Suasana teduh usai hujan siang itu menambah hikmat ibadah yang diikuti oleh berbagai suku bangsa, termasuk Indonesia.

Salah satu jamaah Indonesia, Fharis Romanda, juga merasakan nafas Islam di negara yang kuat akan paham komunis dan sosialisnya itu.

Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Universitas Islam Madinah itu sempat menunaikan Shalat Jumat bersama jamaah lainnya.

"Saya tersentuh karena masih ada secercah cahaya di negeri yang sosialis komunis ini," katanya.

Masjid Jamia Al Muslimin terletak di pusat kota Ho Chi Minh atau dulu dikenal dengan nama Saigon, tepatnya di 66 Dong Du Street, tak jauh dari Gedung Opera House.

Masjid yang juga dikenal dengan Saigon Central Mosque dan didirikan oleh Muslim asal India pada 1935 itu merupakan salah satu dari 12 masjid yang tersebar di Kota Ho Chi Minh.

Didominasi dengan warna cat hijau muda, masjid tersebut memberikan ketenangan tersendiri di tengah hiruk-pikuk kota Ho Chi Minh yang sibuk.

Bangunannya yang luas, memberikan ruang bagi siapa saja yang hendak mengunjungi tanpa menganggu para jamaah yang sedang beribadah.

Tak heran, Masjid Jamia Al Muslimin selalu menempati urutan atas dalam wisata yang direkomendasikan di kota yang dulunya sempat menjadi Ibu Kota Vietnam Selatan itu.

Di sebelah masjid pun turut didirikan Madrasah Noorul Iman Arabic School dan diresmikan pada 1968 oleh Asisten Pejabat Tinggi Saigon Doan-Van-Bich. Sayangnya, bangunan tiga lantai itu kini kurang begitu terawat.

Fharis juga sempat bercengkerama dengan salah satu jamaah asal Vietnam bernama Muhammad (51).

Muhammad selalu berdiri di gerbang masjid untuk menyapa jamaah dan mengajak jamaah untuk menunaikan ibadah Shalat Jumat.

"Beliau yang membuat saya terharu," ujarnya.

Selain itu, yang membuat pria asal Batang, Jawa Tengah itu berdecak kagum, yakni jamaah Masjid Jamia Al Muslimin ketika Shalat Jumat selalu penuh, meskipun bukan semuanya warga asli Vietnam, bercampur dengan warga negara asing dan para turis Muslim.

Ini merupakan kali pertama bagi Fharis menjejakan kakinya di negeri minoritas Muslim, biasanya dia melancong ke negara yang rata-rata mayoritas Muslim, seperti Arab Saudi, Mesir, Abudhabi dan Malaysia.

Namun, dia merasa terkesan dengan nuansa Islam di negeri yang populasi Muslimnya hanya dua persen dari total jumlah 91,7 juta juta orang, menurut data Bank Dunia 2015.

Hanya saja, Fharis terkendala dan memiliki waktu cukup terbatas untuk menunaikan shalat berjamaah di masjid tersebut, mengingat kunjungannya ke Vietnam dalam rangka menghadiri undangan konferensi internasional pertukaran pemuda negara-negara ASEAN dalam bidang pendidikan, ASEAN Youth Exchange on Education 2017.

Beruntung dia tidak sendiri dalam mengadiri acara tersebut sehingga masih bisa menunaikan ibadah shalat berjamaah bersama teman-temannya asal Indonesia.

Fharis juga sempat berkenalan dengan seorang Muslim dari Aljazair yang sudah bekerja di Kota Ho Chi Minh dan berbincang tentang banyak hal.

Hidangan Halal

Secercah Cahaya Islam Di Antara Sosialis Komunis Vietnam
Bagi para pelancong Muslim, tidak sulit mencari hidangan halal di pusat Kota Ho Chi Minh, salah satunya sangat dekat sekali dengan lokasi Masjid Jamia Al Muslimin.

Tepat di seberang masjid tersebut terdapat restoran halal, yaitu Halal Saigon.

Cita rasanya pun tidak jauh berbeda dengan masakan Indonesia pada umumnya karena restoran tersebut menyajikan kuliner khas Melayu dan Malaysia.

Di samping masjid juga terdapat restoran halal lainnya, yaitu Restoran DNyonya yang menyajikan menu "buffet" atau prasmanan pada Hari Jumat yang tentunya lebih murah pagi para pelancong "backpacker".

Selain itu Kawasan Pasar Ben Thanh juga banyak berjajar restoran halal dan toko pakaian muslim.

Salah satu pelancong Muslim asal Filippina, Merra Musa, mengaku rumah ibadah serta restoran bagi muslim sangat mudah diakses di Kota Ho Chi Minh.

"Masjid dengan restoran halalnya berdekatan, tentunya ini memudahkan bagi turis Muslim seperti saya," ujarnya.

Secercah Cahaya Islam Di Antara Sosialis Komunis Vietnam

Ia tidak kesulitan bertemu dengan komunitas Islam, terutama dari Indonesia.

"Saya menganggapnya keluarga di sini," kata mahasiswi yang kini menempuh pendidikan di Jurusan Psikologi Far Eastern University, Filippina.

Merra berharap fasilitas untuk beribadah bisa lebih banyak dan lebih mudah lagi diakses untuk warga Muslim di Ho Chi Minh.

Selain itu, dia menambahkan, warga atau turis Muslim bisa hidup berdampingan dengan damai tanpa diskriminasi meskipun sebagai minoritas seperti di negaranya.

http://www.antaranews.com/berita/640...omunis-vietnam
Nastaik triggered incoming
Siapin tempat dulu buat komen klo ntar udah rame
NASAKOM
dalam pikiran nasbunger, pasti ini negeri komunis abal2 emoticon-Ngakak
di negara komunis china dan vietnam berdiri dan tersebar ratusan mesjid..

tapi di negara arab saudi, somalia, iran yg berlandaskan islam, sebatang rumah ibadah minoritas agama non islam saja tidak boleh berdiri..
bahkan sekedar mengenakan lambang keagaman non islam saja dilarang


tapi umat paok goblok islam dari seluruh dunia masih teriak islamphobia..

ini otaknya dimana? yg phobia orang lain atau mereka?
Hidup di negara komunis! Sholatnya Gak barokah!
Ayo Hijrah ke tanah Khilafah! Pahala Sholat Jadi 4X lipat
Goodnews
emoticon-Traveller
Quote:


teriak "orang lain anti islam"
padahal dianya sendiri yg terlalu buta dan fanatik akan islam

makanya jgn heran islam akan selalu berkonplik dimanapun mereka tinggal bahkan dgn sesamanya sendiri
Quote:


uclim gitu loh
Biar dogma primitif merata tersebar di seluruh dunia sehingga tiada kesenjangan teknologi lg. Peradaban dan alam pemikiran serta hudaya Manusia tidak akan maju lg. Sama2 mundur memuja nilai2 abad 7. Tidak ada emosi dan rasa sirik dengki liat bangsa2 sekuler menciptakan teknologi2 terbaru yg di jual ke negara dogma yg hny jd konsumen belaka. Tapi ketika penduduk trus bertambah seiring pertambahan kebutuhan barang jasa maka kekacauan , kerusuhan dan penderitaan hebat akan terjdi akibat dari manusia tidak produktif, kreatif, inovatif krn alam pikir dan rasanya sudah tak bebas berkembang positif.
Masih ada yg teriak islamphobia? emoticon-Leh Uga
Quote:


bahkan kalo islam tinggal atau dikirim keplanet laen pasti akan bentrok juga dgn alien
emoticon-Ngakak

aliennya terpaksa cari planet laennya lagi
Awas hati2 vietnam itu lambangnya palu arit, itu pasti akal2an komunis utk merekayasa umat muslim emoticon-Marah
Secercah cahaya kegelapan,
Ntr lg klw udh byk jg ribut emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Ironis nya, di sistem Komunisme yang di gembor2kan anti-agama, atau menindas umat agama "ono".. nyata nya tuh, Mesjid aja bertebaran dimana2 disana emoticon-Ngakak

Sebalik nya, di sistem berdasarkan Agama yang digembor2kan toleran, nyata nya umat Agama lain dipersulit / dilarang berkembang sama sekali emoticon-Ngakak
Quote:


islam = kebodohan

simpel emoticon-Cool
berati tinggal tunggu waktu. bakal ada yang tereak2 uu syariah.. sama penjualan panci tiba2 meningkat..
Quote:


adanya orang2 uclim pada phobia, phobia yang di bikin sendiri..emoticon-Om Telolet Om!