alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Perjalanan Kisah Mahasiswi Somplak di Kota Semarang (sedih, senang, horor)
4.8 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59852f2b947868a43f8b456c/perjalanan-kisah-mahasiswi-somplak-di-kota-semarang-sedih-senang-horor

Kisah Perjalanan Mahasiswi Somplak di Kota Semarang (sedih, senang, horor)

Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 7
Quote:


wah...bisa sawan dong, takut gan, mending nongkrong sama Yongki lebih asoy.hehehe

Quote:


menohok amat jawabannya.hehehe

Quote:


Ngoahahahaemoticon-Ngakak (S)

Si yongki demennye sama playboy sis,gademen sama enteemoticon-Hammer (S)emoticon-Ngakak (S)

Edited
===============

Kesian si irna,selalu di kucilkanemoticon-Berduka (S)
Diubah oleh 3n0y5x
Quote:


maap kalo salah.. emoticon-Ngakak (S)
yuk dilanjutke mbak emoticon-Hammer

Part 13 Perpisahan

Pagi itu Irna sedang mengemasi barang-barangnya. Aku memasuki kamarnya dan membantunya berkemas. Tidak lama Maria dan Cahaya pun masuk dan membantu kami. Tak ada suara yang keluar dari kami. Semua terbenam dalam pikiran masing-masing. Mungkin hanya dengan menemani dan membantunya berkemas sebelum keluar dari kos ini dapat menjadikan motivasi bahwa masih ada yang peduli dengannya. Saat tak ada suara yang keluar dari kami, Irna mencoba menyairkan suasana yang beku.

Irna : Kok diam semua sih Mbak? Saya nggak apa-apa kok kalian tidak usah sedih dan merasa bersalah seperti itu.

Aku : Kamu itu sebenarnya orang baik Ir, aku malu dengan sikapku tadi malam.
Irna : Sudahlah Mbak, aku ngerti kok. Ini semua hanya salah paham. Lagian tanpa ada masalah kayak gini pun mungkin saya tetap akan keluar dari sini.

Maria : Ir, kami memang tidak dekat denganmu, tapi percayalah kami bukan seperti orang yang kau kira.

Cahaya : Iya, Ir. Sekali lagi kami minta maaf atas perlakuan yang tidak menyenangkan selama kamu kos di sini.

Irna : Mbak, kalian itu orang baik. Hanya kalian yang peduli denganku selama ini. Aku mengerti betul posisi kalian tadi malam. Jadi, tidak perlu minta maaf kepadaku karena kalian tidak salah.

Aku : Ir, seandainya kemarin kamu tidak melarangku untuk mengatakan keadaanmu kepada yang lainnya, mungkin tidak akan seperti ini.

Irna : Mbak, saya bukanlah orang yang perlu dikasihani. Biarlah mereka seperti itu denganku yang penting saya tidak mengganggu siapa pun. Kalau saya mau mengungkap yang sebenarnya saya bisa mbak, tapi saya tidak sejahat itu. Lebih baik diam daripada menyakiti orang lain dan lebih baik sendiri daripada menyusahkan orang lain. Orang yang memfitnahku nanti juga mendapatkan balasan sendiri. Cepat atau lambat apa yang diucapkannya berbalik kepada dirinya.

Aku : Sebenarnya ada apa sih Ir? Apa kamu mengetahui sesuatu yang tidak kami ketahui?

Cahaya : Iya , Ir. Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dari kami.

Maria : Cerita dong Ir, biar masalah kamu selesai dan kami bisa membersihkan namamu.

Irna : Mbak, nama itu tidak bisa dibersihkan. Biarlah mereka mengenalku dengan orang yang aneh dan trouble maker, belum nikah hamil pula. Yang terpenting bagiku itu bertahan hidup. Saya bisa hidup sampai saat ini saja bersyukur. Dan lebih baik jika suatu saat nanti saya tidak ada di dunia orang akan lebih mudah melupakanku daripada mengingatku. Karena bagiku orang yang akan mengingatku ketika saya sudah tiada justru akan meninggalkan kesedihan bagi yang lainnya dan dosaku semakin bertambah.

Aku : Apa yang kamu bicarakan memang betul Ir, tapi bisakah kamu memberikan sedikit informasi yang kamu ketahui itu?

Irna : Mbak, sudah kubilang keburukan seseorang tidak perlu diungkap ke semua orang. Itu hanya akan menambah dosa iya kalau itu benar kalau tidak apa tidak menyakitkan? Sudahlah sebentar lagi juga kan terungkap sendiri.

Kami semua terdiam mendengarkan ucapan Irna. Memng betul, perlakuan buruk tidak harud dibalas dengan keburukan meskipun itu benar karena akan banyak orang yang tersakiti. Petuahmu memang bijak. Pola pikirmu juga dewasa. Tidak seperti kami yang kadangkala masih seperti bocah. Andai yang lainnya tahu bagaimana karaktermu pasti mereka akan menyukaimu.

Maria : Oh iya Ir, kamu tadi nggak berangkat kuliah ya?

Irna : Nggak mbak, hari ini bolos karena mau berkemas terlebih dahulu sekalian mau mencari tiket buat pulang ke Karimun.

Cahaya : La barang-barangmu nanti bagaimana apa sudah mendapatkan tempat baru?
Irna : Belum mbak, tapi saya rencananya mau pindah kuliah saja nanti. Kalau nggak kuliah UT ya tidak melanjutkan lagi, lihat sitkon saja lah.

Aku : Ya Allah sampai segitunya Ir,

Irna : Mbak, jangan berpikiran negatif ya, rencana ini memang sudah lama mbak. Jadi jangan merasa bersalah.

Kami pun tidak kuasa menahan air mata. Kami berpelukan secara bergantian. Mengucap maaf dan kata perpisahan. Tukang becak yang dipesan sudah datang. Kami membatu mengangkat barang-barangnya ke atas becak. Sekali lagi kami berpelukan dan mengucapkan selamat tinggal.
Quote:


yee, kalo nongkrong ma kita ya pasti mau lah, apalagi ngajak cowokemoticon-Ngakak

iya, kasihan diaemoticon-Sorry
Quote:


siap gan, bantu sundul dongemoticon-Rate 5 Star

Quote:


Siang2 apdet nyak,mantap kaliemoticon-Ngakak (S)

Btw si yongki masih demen ntn sinetron ga nyak?emoticon-Hammer (S)emoticon-Ngakak (S)
========

Irna oh irnaa, nasibmu malang sekaliemoticon-Berduka (S)
gosip slalu saja bgitu..getok tular..

dan pihak tergosip punya hak utk klarfikasi, tp knp irna g mw klarifikasi?? triman tenan dadi wong..

yasudah lah, moga ts berkenan memberi kabar trbaru dari irna..

Part 14 Korban Tragedi Tangga

Siang itu temanku Krista dan Alma bermain ke tempat kosku karena nanti sore ada kuliah pukul tiga sehingga dia memilih istirahat di tempatku daripada pulang ke rumah. Rumah Krista terletak di sebelah barat kota Semarang butuh waktu satu jam untuk ke kampus. Begitu pun dengan Alma meskipun satu kota dengan Krista tapi dia tinggal di kota Semarang bersama ibu angkatnya.

Oh iya sedikit cerita mengenai teman-temanku, Krista ini adalah gadis yang cantik dan manis, kulitnya kuning langsat, memakai jilbab. Dia ini anak paling pandai di kelasku. Selain itu pola pikirnya dewasa dan lemah lembut namun kalau sudah marah ngeri deh pokoknya. Di akhir-akhir semester dia juga menjadi asdos dekan progdi kami. Nah, sedangkan Alma adalah anak kyai dari kota Kendal. Kulitnya hitam manis, berjilbab, cerewet, supel tapi baik banget. Di akhir semester dia juga menjadi asdos salah satu dosen kami. Dosenkami yang menjabat kajur di progdi menyebut kami trio kwek-kwek karena kalau di kampus kemana-mana selalu bertiga dan ketika di kelasnya kami selalu aktif bertanya. Ok lanjut ke cerita.

Ketika asik mengobrol Krista tiba-tiba kebelet ingin buang air kecil. Sebelum ke kamar mandi, kuwanti-wanti agar hati-hati bukan karena apa. Kemarin sumur di kosan kami baru dibenahi karena pompa airnya rusak. Dan sumur itu ada di depan tangga persis. Memang sumurnya sudah ditutup kembali. Namun, keramiknya belum dipasang hanya ditempelkan dan itu juga ada pecahan keramik, takutnya nanti diinjek kan bisa berdarah.

Krista pun berlalu, namun tiba-tiba terdengar bunyi brakk...dari tangga. Haduh...baru saja dikasih tahu sudah kejadian. Kami berlari menuju ke bawah. Krista duduk memegangi kakinya. Kulihat darah keluar dari telapak kaki. Banyak banget. Aku pun segera mengambil kotak P3K di lemari ruang tamu. Kubersihkan lukanya namun darah keluar terus. Aku menjadi merinding. Ternyata kulitnya sobek. Makin meringis (padahal siapa yang jatuh kok jadi aku yang meringis). Kuberikan kapas dan perlengkapan lainnya ke Alma karena merinding melihat darah yang keluar terus dari kaki Krista. Akhirnya Alma yang mengobati luka Krista.

Aku : Gimana ta, masih perih?
Krista : Ya lumayan. Tapi sudah agak mending lah setelah dibalut.
Aku : Maaf ya ta, baru main ke sini malah sudah dapat apes.
Krista : Ya nggak apa-apa mungkin saya kurang hati-hati.

Alma : Lagian aneh juga sih tangga kamu itu, kemarin saya yang jatuh sekarang Krista. Mungkin ada apa-apanya kali tuh tangga.
Aku : Emang tadi kamu jatuhnya bagaimana ta?

Krista: Nggak tahu tiba-tiba ketika sudah mau nyampai bawah. Kakiku seperti tersandung, akhirnya jatuh deh. Padahal kan sudah hati-hati.

Aku : Kamu jatuhnya di tangga ke berapa?
Krista : Kayaknya sih tangga nomor tiga.
Alma : Aku dulu juga kayaknya jatuh di tangga nomor tiga. Kok bisa sama ya?

Aku : Besok-besok kalau disini lagi kalau mau naik atau turun tangga berdoa dulu saja. Lama-lama jadi kesel deh sama tuh tangga.

Alma : Kayaknya emang dijahilin tuh, yang penting banyak-banyak berdoa saja wi,
Krista : Iya banyakin doa deh. Biar nggak diganggu.

Aku : Kali ini aku sebel ta, ini keterlaluan banget tahu nggak. Baru sekarang nih yang jatuh sampai dibuat berdarah-darah gitu. Gedek banget aku.

Krista : Sudah tidak apa mungkin aku lagi apes kali.
Alma : Balik ke kamarmu yuk, tidur di sana saja. Kalau di ruang tamu nggak enak ah nanti kalau ada orang.

Aku : Kamu masih bisa jalan kan, Ta?
Krista : Bisa. Ayo, aku mau tidur siang dulu. Sakit semua ni badan.

Kami pun kembali ke kamarku. Sambil menaiki tangga aku berkacak pinggang dan berhenti ditangga ketiga dengan pose mengacungkan tangan ke depan dan seolah-olah membentak seseorang padahal tidak ada siapa pun selain kami bertiga.

Aku : Kamu jangan berani-beraninya mengganggu temanku, noh tuh berdarah dia tanggung jawab kamu jangan lempar batu sembunyi tangan. Dasar jahat...kalau berani maju sini.

Alma : Eh, Buwi, ngapain kayak orang sarap gitu. Ayo naik. Dilihatin baru tahu rasa kamu.

Aku pun hanya nyengir dan langsung mlipir ke kamar. Benar saja kata Alma apa aku berani kalau si ‘doi’ menunjukkan jati dirinya di depanku. Bisa-bisa pingsan nanti.emoticon-Hammer2
Quote:


sejak keluar dari kos nomornya sudah tidak aktif lagi gan,
Quote:


sejak agak salah jalan dia berubah dan menjauhi kamiemoticon-Sorry

Quote:


Walahhh salah jalan toh,tapi masih kontek2an nyak?


=========

Maen marah2 aje si nyak emoticon-Ngakak (S) di kasih unjuk "doi" baru tau rasa lu nyakemoticon-Hammer (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh 3n0y5x
Quote:


Udah nggak gan, nomornya juga diganti gara-gara ada sebab lainnya, ntar deh aku ceritain di part berikutnya. oia bantu emoticon-Sundul Up
dan kasihemoticon-Rate 5 Star
Quote:


Ohh gitu toh,okedeh nyak. Di tunggu ye nyakemoticon-Blue Guy Cendol (L)
Part 15 Telepon

Ritual menonton film kanjeng doso menjadi menu makanan setiap habis magrib. Aku, Nyak dan Yongki sudah di depan TV ruang tamu. Kos-kosan memang sepi hanya ada kami bertiga. Maria, Mutia dan Hilda ada acara di gereja. sedangkan yang lainnya keluar untuk malam. Ya beginilah kalau pacaran LDR kita jadi jomblo di kota orang.eit dah malah curhat.hehehe

Ketika asik mengobrol sambil nonton TV, tiba-tiba ada suara motor berhenti di depan kos. Ketika kutengok ternyata Iwan yang datang. Ampun deh, tiap malam minggu kaum jones pada ngumpul di tempat kami.

Iwan : Assalamualaikum...
Kita: Waalaikumsalam
Aku : Sini wan, masuk. jangan sungkan-sungkan nggak ada yang pacaran kok.hehehe

Iwan : Duh, omongannya menohok banget deh.

Iwan kemudian duduk di sebelahku. oia ruang tamu kos kami lesehan gansis, pakai kasur lantai. ada sih kursi cuma ditaruh di luar. Kukenalkan Iwan dengan Yongki. Kalian tahu bagaimana ekspresi Yongki? Matanya berbinar-binar gansis. Tangannya diulurkan ke iwan layaknya cewek yang baru kenalan dengan orang. Dengan kemayunya dan sok jaim dia memperkenalkan diri dengan Iwan. Dan kalian tahu? Iwan melongo gansis. Aku ingin ketawa tapi ku tahan.

Aku pun mengobrol dengan Iwan. Sambil sesekali melihat televisi.

Iwan : Ih...dasar cewek nontonnya sinetron mulu, ganti chanel sepak bola napa.

Yongki : Eh...jangan ini saja. jangan diganti (sambil merebut remot tv dari tanganku)

Cahaya : ki, ki itu kan iklan mbok ya diganti bentarlah.

Yongki : nggak mau ntar ketinggalan lagi.
Aku : Heleh...kayak anak perawan lagi dapet saja sih ki, siniin remotnya.

Yongki hanya geleng-geleng saja dan remotnya digenggam erat. Dih, ini anak minta dibawa ke ketok magic kayaknya biar jadi lempeng deh otaknya.

Aku : Kamu gak malam mingguan wan?
Iwan : nggak usah ngecengin gue napa?
Aku : Yee, tanya doang gitu saja ngambek.
Cahaya: Emang Iwan nggak punya pacar ya? kok malam minggu malah di sini?

Ini apa lagi nyak onengnya masih saja dipelihara. Tadi kan udah tak tanyain eh malah dia memperjelas.Lagi-lagi aku hanya bisa tepok jidat.

Kring...kring...tiba-tiba hpku berdering. Yee...ayank bebeb telpon.Duh...girangnya hatiku. Eh...bentar... bentar kok nomornya nggak dikenal ya, ah barangkali memang bebeb yang telpon.

Aku : Assalamualaikum...
........: Waalaikumsalam

suaranya kok beda ya bukan suara bebeb. Ah barangkali ada yang penting yang mau disampaikan sama orang ini. kutepiskan semua pikiran aneh-aneh siapa tahu yang nelpon saudara atau siapa.

Aku : Halo siapa ya?
.......: Nggak malam mingguan, mbak?
Aku : Maaf ini siapa ya, salah sambung kayaknya.
.......: kalau salah sambung ya disambungin saja.

Wah...sudah nggak bener nih. Lalu aku punya akal. HP aku serahkan ke Iwan biar dia nggak ganggu aku lagi. Akhirnya telpon dimatikan. Namun beberapa menit kemudian orang itu menelpon kembali. Kubiarkan sampai panggilan berhenti. Namun sepertinya orang itu pantang menyerah. Handphoneku berdering kembali. Aku pun mengangkatnya tanpa bicara sedikitpun ternyata orang yang berbeda yang berbicara sepertinya orang ini sedang iseng. Akhirnya, HPku kuserahkan kepada Yongki. Rasain loh biar makan pisang deh lo.wkwkwk

Yongki : Halo...siapa ya? (dengan suara kemayu)
............: (nggak tahu ngomong apa?
Yongki : Yee...emang situ siapa? ini HP gue tau,
........ : (kagak tau cincong apa)
Yongki: Oh....mau kenalan?kenalan sama saya saja.kan saya yang punya HP.

..............: (masih kagak tahu ngomong apa)
Yongki : Suaraku emang lagi agak rusak. tadi malam habis manggung.

Setelah itu Yongki ngobrol agak lama dengan orang itu. Kagak nahan deh Yongki. Ngerjainnya habis-habisan banget. Makan deh tu pisang, salah sendiri iseng.

Iwan : Temenmu langka ya perlu dilestarikan.(sambil bisik-bisik ke telingaku)

Aku : Dari tadi kemana saja? dari awal kenalan sama kamu apa kamu nggak ngerasa?

Iwan : Ya agak sih,sempet berpikir gitu. Eh malah betulan.ngeri bray..

Aku : huss...gitu2 temenku loh.

kami pun tertawa.





Quote:


siappp😊

Quote:


Buset dah si yongki. Ngeliat iwan ampe begitunya emoticon-Ngakak (S)

Btw bebeb ente ga di kenalin nyakemoticon-Hammer (S)
ijin bangung apertmen gan emoticon-Cool
Part 16 Telepon Tengah Malam


Tengah malam ketika tidur, sayup-sayup aku mendengar ada seseorang yang sedang menelepon. Kudengarkan baik-baik suaranya lirih tidak begitu jelas. Lalu aku pun mencoba menempelkan telingaku di dinding. Aku yakin kalau itu bukan suara setan tapi memang ada seseorang yang sedang menelepon. Kulihat ke samping Cahaya dan Maria masih tidur.
Aku pun pura-pura batuk...suara itu hilang dan menyisakan keheningan. Beberapa saat kemudian aku mendengar lagi suara orang mengobrol.
Penelepon : Iya, mbak sudah tidur?
...................: ..............................
Penelepon : Iya, ini aku sudah keluar kamar kok. Posisiku ditengah-tengah tangga. Jadi, nggak akan mungkin ada orang yang mendengarkan obrolan kita.
.................. : ..........................
Penelepon : Oh...kangen apanya nih? Hehehe
................. : .....................
Penelepon : Kalau sepi mah saya mau. Takut terdengar teman-teman.
.................. : ...............................
Penelepon : Iya sih memang sudah pada tidur. Tapi kalau terdengar berisik nanti mereka pada bangun.
.................. : ........................
Penelepon : Eh...jangan mancing-mancing dong. Saya balas ciumanmu ya? Emmuah...

Dalam hatiku aku berpikir gila nih siapa yang malam-malam telpon-telponan vulgar kayak gini. Wah...nggak bener nih.

Penelepon : Mas, jangan kasar ya, pelan-pelan saja.

Apalagi ini? Wah gila nih orang (padahal ngarep ingin mendengarkan lanjutan obrolannya.wkwkwkw). Beberapa saat kemudian sudah tidak ada suara (Pendengar kecewa.xixixi). Tidak berapa lama kemudian terdengar lagi suara mengobrol.

Penelepon : Mas, jangan sampai mbak tahu ya, aku tidak mau menyakiti hatinya.

Wah...benar-benar gila tingkat nirwana nih orang. Ternyata dia telpon-telponan dengan suami orang. Siapa ya? Kok aku jadi penasaran begini. Kalau misal saya keluar ketahuan dong. Tapi tak apalah biar aku dengarkan saja dari bilik papan nirwana (ceileh..sok puitis ceritanya).
............... :............
Penelpon : Saya nggak pulang, mas. Nanti dimarahi orang rumah kalau sering pulang karena banyak ongkosnya. Mas saja yang ke sini.
............... : ..............
Penelepon : Oh, boleh. Pas banget saya lagi kehabisan uang. Tapi kan kalau lusa kamu kerja? Dan kalau misal hari minggu pasti mbak curiga.
...............: ...............

Penelepon : Iya, saya tunggu ya mas, nanti kita senang-senang deh.
............... : .........................
Penelepon : Mas, sudah dulu ya lengket semua nih badan. Aku mau mandi dulu.
................ : ........
Penelepon : Yee...biarin dingin yang penting bersih. Lagian kamu sih yang bikin aku mandi tengah malam begini.
.................. : ................
Penelepon : See U juga. Emmmuahhhh...

Obrolan pun berhenti. Dan terdengar suara langkah kaki yang masuk ke kamar sebelah dan keluar lagi menuruni tangga. Siapa ya, masak Yana, Indan atau Mulan ya? Aku menjadi penasaran siapa sih yang tadi bertelpon-telponan ria dan vulgar tengah malam kayak gini. Semakin ku memejamkan mata, semakin aku penasaran dengan orang tersebut. Rasa penasaranku membuat otakku memiliki ide cemerlang. Ku putuskan untuk pura-pura membuang air kecil. Aku pun turun ke bawah. Kulihat pintu kamar mandi tertutup dan ada suara orang yang sedang mandi. Lalu aku ketok pintu kamar mandi.

Aku : Ada orangkah di dalam?
Mulan : Iya, kamu Buwi kah?
Aku : Iya, aku nih lagi kebelet pipis.

Mulan pun keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang terbalut handuk. Oh...ternyata yang ada di dalam kamar mandi adalah Mulan. Berarti tadi yang asik menelpon adalah Mulan. Duh...Mulan, dia kok jadi begini amat ya, ada apa sih dengannya. Semua jadi serba misterius begini. Kenapa pula selalu saja aku yang mengetahui sifat-sifat misterius dan sikap aneh kalian kayak gini.

Mulan : Kenapa sih tiap kali aku di kamar mandi selalu ada yang gangguin. Padahal juga ini sudah tengah malam. Ngapain sih ke kamar mandi. Lagi PeWe malah digangguin.

Aku : Bodo amat ah ( Jawabku kesal)

Di kamar mandi aku pura-pura buang air kecil padahal cuma cuci tangan dan kaki. Setelah itu aku keluar. Mulan sedang duduk di tangga. Ini anak nggak ada takutnya sama sekali padahal di tangga ada penunggunya.

Aku : Cie....mandi besar cie...(Aku mengolok-olok Mulan sambil berlari ke atas)
Mulan : Apa sih? Dasar orang aneh, tengah malam gangguin orang saja.(sambil senyum-senyum kagak jelas)

What??? Aku dikira gangguin, hello...padahal kan dia yang gangguin aku. Gara-gara dengar dia sedang indehoy di telepon aku jadi terbangun. Dan lagipula dia lebih aneh masak mandi pas tengah malam. Duh Tuhan...kenapa kok aku selalu bersinggungan dengan orang-orang aneh. Kalau saya aneh jangan diambil hati Tuhan...karena manusia tidak ada yang sempurna. Masak saya sudah aneh diketemukan dengan orang aneh, aneh-aneh kan jadinya?
Halaman 5 dari 7


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di