alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Utang Pemerintah Masih Aman dan Terkelola dengan Baik untuk Mendanai Pembangunan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/597b0d541a99756c6e8b4568/utang-pemerintah-masih-aman-dan-terkelola-dengan-baik-untuk-mendanai-pembangunan

Utang Pemerintah Masih Aman dan Terkelola dengan Baik untuk Mendanai Pembangunan

Pada hari Kamis lalu (27/07), di Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang berlokasi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan tentang mengapa negara berutang dan untuk siapa utang negara. Ia menjelaskan selama ini masyarakat menganggap utang sebagai stigma, sebagai suatu hal yang menakutkan. Padahal, utang itu dipilih negara sebagai cara untuk membangun infrastruktur, pembangunan sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Utang Pemerintah Masih Aman dan Terkelola dengan Baik untuk Mendanai Pembangunan

Foto: KASKUS

Dalam rangka menyelaraskan momentum dan mengakselerasi ekonomi, pembangunan manusia maupun infrastruktur di Indonesia sudah tidak dapat ditunda lagi. Karena itu, alokasi belanja pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur mengalami kenaikan signifikan selama lima tahun terakhir.

Peningkatan belanja pendidikan dan kesehatan bertujuan untuk membangun manusia-manusia Indonesia yang berkualitas dan siap berkompetisi secara global. Sedangkan pembangunan infrastruktur penting untuk meningkatkan konektivitas serta menekan biaya distribusi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan rakyat.

Lonjakan kebutuhan belanja sebagai bentuk investasi untuk generasi mendatang dengan rasio pajak yang masih berkutat di bawah 11%, berakibat pada perlunya pembiayaan berupa utang.

Hingga saat ini, untuk rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih aman yaitu berada di bawah 30 persen dan defisit APBN pada kisaran 2,5 persen. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan negara G-20 lainnya.

Hal di atas mengemukakan dalam Diskusi Media yang diadakan oleh Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang dimotori oleh Kementerian Kominfo yang bertema “Utang: Untuk Apa dan Untuk Siapa?” (Kupas Tuntas APBN-P 2017) pada hari Kamis, 27 Juli 2017 di kantor Kemkominfo, Jakarta Pusat. Dalam acara ini tampil tiga narasumber penting yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Menjaga Kebijakan Fiskal

Menkeu memaparkan bahwa pemerintah akan terus menjaga kebijakan fiskal dan defisit anggaran sesuai aturan perundangan serta dilakukan secara hati-hati dan profesional, sehingga Indonesia dapat terus maju dan sejahtera, namun tetap terjaga risiko keuangan dan utangnya.

Menurutnya, APBN 2017 masih dapat dikelola dengan baik dan terjaga stabilitasnya. Beberapa capaian dapat dilaksanakan lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016. Pendapatan negara (pendapatan dalam negeri dan hibah) tercatat sebesar 41,0% terhadap APBN yang meningkat dari 35,5% dari semester I tahun 2016.

Ia menambahkan bahwa realisasi penerimaan pajak dan bea cukai tumbuh sebesar 9,6 persen dengan nilai nominal 571,9 triliun dibanding dengan tahun 2016 yang hanya sebesar 522 triliun atau mengalami kenaikan 2,4 persen dari tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar dalam pertumbuhan penerimaan pajak dan beacukai berasal dari PPh Migas yang tumbuh 69 persen dan dari PPN non migas yang tumbuh 13,5 persen, melonjak tajam bila dibandingkan tahun lalu yang minus 3,1. Dari kepabeanan, bea keluar tumbuh 31,6 persen, dimana tahun lalu minus 33 persen.

Selanjutnya Menkeu Sri Mulyani memaparkan dari data tersebut dapat terlihat bahwa geliat ekonomi sudah mulai tumbuh seiring dengan membaiknya harga minyak dan meningkatnya ekspor.

Dari segi belanja, terdapat perbaikan kualitas belanja APBN khususnya belanja pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan penurunan subsidi energi.

Selanjutnya, dengan meningkatnya realisasi pendapatan negara dan juga terjadinya konsumsi domestik, harga komoditas, serta meningkatnya permintaan ekspor; defisit anggaran terhadap PDB di semester I hanya sebesar 1,29 persen.

Artinya, defisit dapat dikendalikan dengan baik. Sebagai dampak positifnya, realisasi pembiayaan melalui pembiayaan SBN neto semester I tahun 2017 juga turun sebesar 23,3 persen. Jauh lebih baik dari semester I tahun lalu yang meningkat 34 persen.

Menkeu Sri Mulyani menegaskan pelaksanaan semester I APBN menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016 dan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menggambarkan upaya pemerintah untuk menjaga APBN sebagai instrumen fiskal yang efektif dan kredibel telah berjalan baik demi tercapainya masyarakat adil, makmur, dan bermartabat.

Posisi Utang Pemerintah Pusat

Hingga Juni 2017, posisi utang pemerintah pusat sebesar Rp 3.706,52 triliun. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, jumlah utang pemerintah tersebut terakumulasi sebesar Rp 1.097,74 triliun jika dibandingkan posisi di akhir Mei 2014 sebesar Rp 2.608,78 triliun. Tambahan utang tersebut sebagian besar dimanfaatkan untuk belanja infrastruktur, kesehatan, perlindungan sosial, sert untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, dan Dana Desa.

Menkeu mengungkapkan keinginannya menekan utang pemerintah yang terus mengalami peningkatan. Upaya ini dilakukan dengan reformasi sistem perpajakan serta memantau potensi penerimaan dari berbagai aktivitas perekonomian. Salah satu bentuk reformasi perpajakan adalah bergabungnya Indonesia bersama dengan negara-negara lainnya dalam pertukaran data perbankan untuk kepentingan perpajakan.

Perppu mengenai hal dimaksud telah disetujui oleh DPR dan akan diproses lebih lanjut untuk menjadi undang-undang. Lalu, pemerintah juga akan menerapkan pengalokasian belanja secara baik-baik dan hati-hati. Baik dari jenis belanjanya maupun dari efisiensi belanjanya. Dengan adanya keseimbangan di penerimaan dan strategi belanja, diharapkan defisit akan terus menerus bisa ditekan.

Utang Pemerintah Masih Aman dan Terkelola dengan Baik untuk Mendanai Pembangunan

Gubernur BI, Agus Martowardojo (Foto: KASKUS)

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mendukung upaya Menkeu menekan utang pemerintah untuk membiayai APBN, meskipun bunga atas utang yang ditertibkan bisa lebih rendah pasca gelar investment grade dinobatkan oleh Standard and Poor’s (S&P’s).

Gubernur BI, Agus Martowardojo, berharap penarikan utang bisa dikurangi secara bertahap pada rasio utang yang sehat, di mana tahap selanjutnya negara akan berusaha maksimal agar sumber pembiayaan APBN berasal dari pendapatan pajak.

Realisasi Investasi Meningkat

Sedangkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) triwulan kedua (periode April-Juni) tahun 2017 yang menembus angka sebesar Rp 170,9 triliun. Angka ini meningkat 12,7% dari periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 151,6 triliun.

Realisasi investasi tersebut menyerap 345 ribu tenaga kerja. Kepala BKPM, Thomas Lembong menyampaikan bahwa capaian realisasi investasi triwulan kedua tersebut memberikan harapan untuk dapat mencapai target realisasi investasi tahun 2017 yang ditetapkan sebesar Rp 678,8 triliun.

Seperti diketahui, dalam rangka mempercepat realisasi investasi proyek-proyek PMA/PMDN, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan ekonomi. Berbagai kebijakan deregulasi ekonomi ini diharapkan implementasinya akan semakin memberi kemudahan bagi kalangan dunia usaha. Selain percepatan dan kepastian perizinan investasi, tak kalah pentingnya juga soal percepatan penyelesaian permasalahan investasi yang dihadapai oleh kalangan dunia usaha. Lebih jauh harapannya seluruh kebijakan deregulasi ini pada akhirnya akan semakin dapat meningkatkan realisasi nilai investasi di Indonesia.

Selama Triwulan II tahun 2017, realisasi PMDN sebesar Rp 61,0 triliun, naik 16,9% dari Rp 552,2 triliun pada periode yang sama tahun 2016. Sementara, PMA tercatat nilai investasi sebesar Rp 109,9 triliun, naik 10,6% dari Rp 99,4 triliun pada periode yang sama tahun 2016.

Sumber: Siaran Pers FMB9, Kemkominfo

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di