alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/596c8a241854f73d238b4567/bocah-sd-digampar-polisi-gigi-hampir-copot-dikasih-uang-berobat-rp-700-ribu
Bocah SD Digampar Polisi Gigi Hampir Copot, Dikasih Uang Berobat Rp 700 Ribu
jpnn.com, KOTAWARINGIN BARAT - Peristiwa pemukulan yang dilakukan oknum polisi terhadap siswa kelas VI SDN 1 Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berinisial MAD, mendapat kecaman dari masyarakat luas.

MAD ditampar ASS, oknum polisi dari Satuan Sabhara Polres Kobar di SDN I Kumai Hilir, Jumat (14/7) pukul 10.30 WIB.

Akibatnya, bocah berusia 12 tahun itu mengalami luka lebam di bagian mata dan giginya hampir lepas.


Kasus ini memancing emosi masyarakat baik di dunia nyata maupun di dunia maya atau media sosial (Medsos).

Terbaru yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat dan pengguna medsos, adalah terkait uang dari oknum polisi ASS.

Uang berjumlah Rp700 ribu yang diberikan kepada keluarga korban tersebut sebagai ganti untuk berobat.

“Duit Rp700 ribu untuk mengganti trauma seumur hidup yang akan dialami bocah SD. Trauma pasti akan dialami di masa depan, ketakutan dengan polisi akan dialami korban,” kata Rudi warga Kelurahan Sidorejo, Pangkalan Bun, Minggu (16/7).


Dede, warga Kumai Hilir juga merasa bahwa apa yang dilakukan oleh oknum polisi itu tak pantas dilakukan oleh seseorang yang tugasnya menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Menurutnya, seharusnya apa yang dilakukan oleh pelaku itu menegur dan melerai anaknya yang bertengkar.

“Hal yang wajar anak SD seperti itu. Yang jadi masalah itu, kenapa polisi sebagai orang tua ikut-ikutan bahkan sampai memukul. Bisa saja damai, tapi proses hukum tetap lanjut. Apalagi di pemberitaan, ayah korban menyebut bahwa terpaksa damai karena ketakutan,” ujarnya kesal.


Menangapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kalteng H Samsul Hadi menyebut, pihaknya ikut prihatin dengan kejadian tersebut. Pihaknya meminta agar oknum tersebut diberi hukuman dan sanksi yang berat.

“Ada tiga hal pokok yang telah dilanggar oleh oknum polisi itu,” ucapnya.

Yang pertama, terangnya, oknum polisi itu tidak mengikuti semangat institusi polri yang telah siap mereformasi institusi polri yang melayani, melindungi dan mengayomi. Kedua, dia telah memberi contoh yang tidak benar dengan main hakim sendiri.

“Terakhir, secara tidak langsung dan tidak sadar apa yang dilakukannya itu menciptakan trauma yang mendalam pada anak-anak sekaligus menghambat perkembangan anak (korban) itu sendiri,” tulisnya dalam SMS kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), kemarin.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar Aida Lailawati menuturkan, sangat menyayangkan dan prihatin atas tindakan oknum aparat tersebut.

Karena baru minggu kemarin Pemkab dan DPRD Kobar mengesahkan Perda Kabupaten Layak Anak.

“Di satu sisi kita ingin melindungi hak anak, tapi di sisi lain masih ada kekerasan pada anak bahkan pelakunya adalah seorang aparat. Namun yang terjadi?” tanya balik.

Ia menambahkan, sangat mengkhawatirkan kondisi korban. Trauma akan dialaminya seumur hidup dan uang yang diberikan oleh pelaku kepada keluarga korban tidak akan ada artinya.

“Yang jelas uang tidak bisa menghilangkan trauma bagi korban. Jangankan anak-anak, bahkan guru di sekolahnya pun merasa trauma atas kejadian tersebut,” tukasnya. (vin/ uni/ram/c3/ala)

http://m.jpnn.com/news/bocah-sd-digampar-polisi-gigi-hampir-copot-dikasih-uang-berobat-rp-700-ribu

Jiaahhh cm modal 700rb tp nggampari anak kecilemoticon-Najis (S)
Kalo anak Lo digitukan mau ga emoticon-Gila
trauma itu pasti.




polkis sampah.
Quote:Original Posted By banyakmikir
jpnn.com, KOTAWARINGIN BARAT - Peristiwa pemukulan yang dilakukan oknum polisi terhadap siswa kelas VI SDN 1 Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berinisial MAD, mendapat kecaman dari masyarakat luas.

MAD ditampar ASS, oknum polisi dari Satuan Sabhara Polres Kobar di SDN I Kumai Hilir, Jumat (14/7) pukul 10.30 WIB.

Akibatnya, bocah berusia 12 tahun itu mengalami luka lebam di bagian mata dan giginya hampir lepas.


Kasus ini memancing emosi masyarakat baik di dunia nyata maupun di dunia maya atau media sosial (Medsos).

Terbaru yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat dan pengguna medsos, adalah terkait uang dari oknum polisi ASS.

Uang berjumlah Rp700 ribu yang diberikan kepada keluarga korban tersebut sebagai ganti untuk berobat.

“Duit Rp700 ribu untuk mengganti trauma seumur hidup yang akan dialami bocah SD. Trauma pasti akan dialami di masa depan, ketakutan dengan polisi akan dialami korban,” kata Rudi warga Kelurahan Sidorejo, Pangkalan Bun, Minggu (16/7).


Dede, warga Kumai Hilir juga merasa bahwa apa yang dilakukan oleh oknum polisi itu tak pantas dilakukan oleh seseorang yang tugasnya menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Menurutnya, seharusnya apa yang dilakukan oleh pelaku itu menegur dan melerai anaknya yang bertengkar.

“Hal yang wajar anak SD seperti itu. Yang jadi masalah itu, kenapa polisi sebagai orang tua ikut-ikutan bahkan sampai memukul. Bisa saja damai, tapi proses hukum tetap lanjut. Apalagi di pemberitaan, ayah korban menyebut bahwa terpaksa damai karena ketakutan,” ujarnya kesal.


Menangapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kalteng H Samsul Hadi menyebut, pihaknya ikut prihatin dengan kejadian tersebut. Pihaknya meminta agar oknum tersebut diberi hukuman dan sanksi yang berat.

“Ada tiga hal pokok yang telah dilanggar oleh oknum polisi itu,” ucapnya.

Yang pertama, terangnya, oknum polisi itu tidak mengikuti semangat institusi polri yang telah siap mereformasi institusi polri yang melayani, melindungi dan mengayomi. Kedua, dia telah memberi contoh yang tidak benar dengan main hakim sendiri.

“Terakhir, secara tidak langsung dan tidak sadar apa yang dilakukannya itu menciptakan trauma yang mendalam pada anak-anak sekaligus menghambat perkembangan anak (korban) itu sendiri,” tulisnya dalam SMS kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), kemarin.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar Aida Lailawati menuturkan, sangat menyayangkan dan prihatin atas tindakan oknum aparat tersebut.

Karena baru minggu kemarin Pemkab dan DPRD Kobar mengesahkan Perda Kabupaten Layak Anak.

“Di satu sisi kita ingin melindungi hak anak, tapi di sisi lain masih ada kekerasan pada anak bahkan pelakunya adalah seorang aparat. Namun yang terjadi?” tanya balik.

Ia menambahkan, sangat mengkhawatirkan kondisi korban. Trauma akan dialaminya seumur hidup dan uang yang diberikan oleh pelaku kepada keluarga korban tidak akan ada artinya.

“Yang jelas uang tidak bisa menghilangkan trauma bagi korban. Jangankan anak-anak, bahkan guru di sekolahnya pun merasa trauma atas kejadian tersebut,” tukasnya. (vin/ uni/ram/c3/ala)

http://m.jpnn.com/news/bocah-sd-digampar-polisi-gigi-hampir-copot-dikasih-uang-berobat-rp-700-ribu

Jiaahhh cm modal 700rb tp nggampari anak kecilemoticon-Najis (S)
Kali anak Lo digitukan mau ga emoticon-Gila


gw mau bayar 2 jt kalau si polkis kasih ijin ane gamparin anaknya dan ane tidak diperkarakan.
coba kalo anaknya si polkis ini yang digampar sm orang tua murid lain, apakah si polkis ini mau juga dikasih 700ribu?
Lu bilang ke polisi
Kalo polisi itu pelayan masyarakat
Kebanyakan Gondok pasti
Gamparin balik anak nya aja, balikin 700rb nya.
700rb buat gamparin anak 5x? Enak bener idup lo ya emoticon-Leh Uga Minimal 50juta bung. Itu trauma sampe tu anak gede bahkan sampe koit bisa2. emoticon-fuck
Quote:Original Posted By 5tar5


gw mau bayar 2 jt kalau si polkis kasih ijin ane gamparin anaknya dan ane tidak diperkarakan.


saya tambah 1 jt untuk supaya saya bisa lihat agan gampar anaknya..
Quote:Original Posted By aingbau


saya tambah 1 jt untuk supaya saya bisa lihat agan gampar anaknya..


wokeh gan. thx.
ntar ane kirim videonya.


eitsss... kalau ntar videonya nyebar, gantian ane yang dibully netizen.

emoticon-Wakaka
harusnya u coklat dikasih duit 700 trus tampolin de ampek copot giginya,coba mau ga
Sini pak pol terkait saya gamparin, nanti saya kasih 700 ribu.. Jempol kaki saya gencet kaki meja, nanti saya tambahin 300 ribu biar genep 1 juta... emoticon-Mad
Quote:Original Posted By kbeniadip
Sini pak pol terkait saya gamparin, nanti saya kasih 700 ribu.. Jempol kaki saya gencet kaki meja, nanti saya tambahin 300 ribu biar genep 1 juta... emoticon-Mad


agan minta jempol kaki nya digencet emoticon-Bingung (S)
enak bener gampar bocah cuma 700 ribu

efeknya lebih parah itu...

emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By nokidijan


agan minta jempol kaki nya digencet emoticon-Bingung (S)


maksudnya, jempol kaki (pak pol) saya gencet...
:emoticon-Hammer (S)
Quote:Original Posted By banyakmikir
jpnn.com, KOTAWARINGIN BARAT - Peristiwa pemukulan yang dilakukan oknum polisi terhadap siswa kelas VI SDN 1 Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berinisial MAD, mendapat kecaman dari masyarakat luas.

MAD ditampar ASS, oknum polisi dari Satuan Sabhara Polres Kobar di SDN I Kumai Hilir, Jumat (14/7) pukul 10.30 WIB.

Akibatnya, bocah berusia 12 tahun itu mengalami luka lebam di bagian mata dan giginya hampir lepas.


Kasus ini memancing emosi masyarakat baik di dunia nyata maupun di dunia maya atau media sosial (Medsos).

Terbaru yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat dan pengguna medsos, adalah terkait uang dari oknum polisi ASS.

Uang berjumlah Rp700 ribu yang diberikan kepada keluarga korban tersebut sebagai ganti untuk berobat.

“Duit Rp700 ribu untuk mengganti trauma seumur hidup yang akan dialami bocah SD. Trauma pasti akan dialami di masa depan, ketakutan dengan polisi akan dialami korban,” kata Rudi warga Kelurahan Sidorejo, Pangkalan Bun, Minggu (16/7).


Dede, warga Kumai Hilir juga merasa bahwa apa yang dilakukan oleh oknum polisi itu tak pantas dilakukan oleh seseorang yang tugasnya menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Menurutnya, seharusnya apa yang dilakukan oleh pelaku itu menegur dan melerai anaknya yang bertengkar.

“Hal yang wajar anak SD seperti itu. Yang jadi masalah itu, kenapa polisi sebagai orang tua ikut-ikutan bahkan sampai memukul. Bisa saja damai, tapi proses hukum tetap lanjut. Apalagi di pemberitaan, ayah korban menyebut bahwa terpaksa damai karena ketakutan,” ujarnya kesal.


Menangapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kalteng H Samsul Hadi menyebut, pihaknya ikut prihatin dengan kejadian tersebut. Pihaknya meminta agar oknum tersebut diberi hukuman dan sanksi yang berat.

“Ada tiga hal pokok yang telah dilanggar oleh oknum polisi itu,” ucapnya.

Yang pertama, terangnya, oknum polisi itu tidak mengikuti semangat institusi polri yang telah siap mereformasi institusi polri yang melayani, melindungi dan mengayomi. Kedua, dia telah memberi contoh yang tidak benar dengan main hakim sendiri.

“Terakhir, secara tidak langsung dan tidak sadar apa yang dilakukannya itu menciptakan trauma yang mendalam pada anak-anak sekaligus menghambat perkembangan anak (korban) itu sendiri,” tulisnya dalam SMS kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), kemarin.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar Aida Lailawati menuturkan, sangat menyayangkan dan prihatin atas tindakan oknum aparat tersebut.

Karena baru minggu kemarin Pemkab dan DPRD Kobar mengesahkan Perda Kabupaten Layak Anak.

“Di satu sisi kita ingin melindungi hak anak, tapi di sisi lain masih ada kekerasan pada anak bahkan pelakunya adalah seorang aparat. Namun yang terjadi?” tanya balik.

Ia menambahkan, sangat mengkhawatirkan kondisi korban. Trauma akan dialaminya seumur hidup dan uang yang diberikan oleh pelaku kepada keluarga korban tidak akan ada artinya.

“Yang jelas uang tidak bisa menghilangkan trauma bagi korban. Jangankan anak-anak, bahkan guru di sekolahnya pun merasa trauma atas kejadian tersebut,” tukasnya. (vin/ uni/ram/c3/ala)

http://m.jpnn.com/news/bocah-sd-diga...at-rp-700-ribu

Jiaahhh cm modal 700rb tp nggampari anak kecilemoticon-Najis (S)
Kalo anak Lo digitukan mau ga emoticon-Gila


kan ceritanya anaknya digamparin tuh bocah bre.
dia ga terima anaknya digamparin, makanya dia gamparin tuh bocah.emoticon-Nohope
Quote:Original Posted By kbeniadip
maksudnya, jempol kaki (pak pol) saya gencet...
:emoticon-Hammer (S)


oouh begetu toh emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By 5tar5


gw mau bayar 2 jt kalau si polkis kasih ijin ane gamparin anaknya dan ane tidak diperkarakan.


Dua juta plus power bank bekas, biar ane yang nampolin polkisnyah....
emoticon-Hansip
Gw mau si digampar....

















asal dikasi 40 juta emoticon-Big Grin
mana suara kpai ????
jd kentut pemerintah kah?
Quote:Original Posted By vackerzgodan


kan ceritanya anaknya digamparin tuh bocah bre.
dia ga terima anaknya digamparin, makanya dia gamparin tuh bocah.emoticon-Nohope


Baca2 dulu deh, gmn kejadiannya, biar komen Lo keliatan pinteremoticon-Leh Uga