alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/596c11bb162ec2f1148b456a/penistaan-agama-di-banyuwangi-siswi-kristen-dipaksa-berjilbab-oleh-sekolah-negeri
Penistaan Agama Di Banyuwangi, Siswi Kristen Dipaksa Berjilbab Oleh Sekolah Negeri
Quote:Ada Diskriminasi Terhadap Siswi Non Muslim di Banyuwangi, Bupati Anas Marah
KONTRIBUTOR BANYUWANGI, IRA RACHMAWATI
Kompas.com - 16/07/2017, 23:00 WIB

BANYUWANGI,KOMPAS.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas marah saat mengetahui adanya berita diskriminasi yang menimpa seorang pelajar perempuan calon peserta didik SMP di wilayahnya sehingga siswi tersebut memilih menarik berkas pendaftarannya.

Adalah NWA, seorang pelajar perempuan calon peserta didik SMP 3 Genteng Kabupaten Banyuwangi yang memilih menarik berkas pendaftarannya karena merasa ada diskriminasi di sekolah tersebut yakni menerapkan aturan menggunakan jilbab bagi siswinya, sedangkan NWA sendiri beragama non Islam.

Saat mengetahui hal itu, Bupati yang kerap disapa Anas itu, langsung meminta Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi untuk membatalkan aturan wajib berjilbab di SMPN 3 Genteng.

"Aturan yang diterapkan berdasarkan inisiatif pimpinan SMPN 3 Genteng. Saya sudah minta batalkan aturan itu. Batalkan detik ini juga. Terus terang saya kecewa. Kita ini pontang-panting jaga kerukunan umat, kok masih ada paradigma seperti ini," ucap Anas kepada Kompas.com, Minggu (16/7/2017).

"Kalau berjilbab untuk pelajar muslim kan tidak masalah, tapi ini diterapkan secara menggeneralisasi tanpa melihat latar belakang agama pelajarnya," tambah dia.

Ia menilai aturan yang diterapkan berpotensi mendiskriminasi pelajar beragama selain Islam.

Anas juga meminta agar Kepala Dinas Pendidikan untuk mengkaji pemberian peringatan dan sanksi kepada pimpinan sekolah yang menerapkan aturan itu.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono saat dihubungi Kompas.com menjelaskan pihaknya telah menginstruksikan kepala sekolah untuk menghapus aturan itu.

Ia menjelaskan NWA mendaftar melalui online dengan dua pilihan, yaitu SMPN 1 Genteng dan SMPN 3 Genteng. Siswa yang bersangkutan kemudian diterima di SMPN 3 Genteng, namun batal masuk karena adanya aturan wajib berjilbab. Akhirnya NWA mencoba melalui jalur minat, bakat, dan prestasi, sehingga diterima di SMPN 1 Genteng.

“Pelajar yang bersangkutan sudah diberi penjelasan tetap bisa diterima di SMPN 3 Genteng, karena aturan sudah dibatalkan atas perintah Pak Bupati. Tapi NWA tetap memilih SMPN 1 Genteng. Kami memohon maaf atas kejadian ini, dan saya pastikan tidak akan ada lagi permasalahan serupa terjadi di kemudian hari,” ucap Sulihtiyono.

Cerita sang ayah

Timotius Purno Ribowo, ayah NWA bercerita, dirinya mengambil keputusan menarik berkas pendaftaran tersebut setelah daftar ulang di SMPN 3 Genteng pada Jumat (7/7/2017) lalu.

Saat itu petugas pendaftaran langsung mengatakan kepadanya bahwa sekolah tersebut hanya menerima siswa yang beragama Islam dan tidak bisa menerima siswa non Islam.

"Mendengar pernyataan itu anak saya langsung nangis ditempat. Saya sempat debat dengan petugas dan akhirnya anak saya tetap diterima namun syaratnya harus menggunakan jilbab dan mengikuti kegiataan keagamaan," katanya saat dihubungi Kompas.com Minggu (16/7/2017).

Akhirnya sebut dia, dirinya menunda daftar ulang dan kembali ke sekolah hari Sabtu untuk bertemu langsung dengan kepala sekolah. Namun, kepala sekolah tidak ada di tempat dan hanya berkomunikasi lewat telepon.

"Saat itu kepala sekolah mengatakan bahwa sekolah SMP 3 Genteng tidak menerima siswa non muslim dan jika ingin tetap sekolah di SMP 3 harus mengikuti aturan yaitu menggunakan jilbab bagi perempuan dan mengikuti semua kegiatan keagamaan. Saat itu saat berusaha legowo dengan mencabut berkas pendaftaran anak saya," tambah dia.

Purno pun melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dan disarankan untuk mendaftar di SMPN 1 Genteng melalui jalur minat bakat dan prestasi dan dinyatakan diterima dengan peringkat 10 besar.

"Senin daftar dan Jumat dinyatakan lolos di SMPN 1 Genteng. Dia sudah mengikuti kegiatan di sekolahnya yang baru," kata dia.

Bantah

Sementara itu Ketua Komite SMPN 3 Genteng Syaifudin, membantah mengenai adanya aturan wajib menggunakan jilbab bagi siswa perempuan.

"Kami siap untuk bertemu untuk diklarifikasi dengan orang tua calon wali murid. Tidak benar pelarangan tersebut. Semua difasilitasi sama," kata Syaifudin dihubungi Kompas.com , Minggu (16/7/2017).

Ia membenarkan bahwa NWA adalah calon peserta didik yang mendaftar di SMPN 3 Genteng dan diterima di jalur reguler dengan nomor urut 24.

Saat orang tua NWA datang ke sekolah untuk daftar ulang, oleh petugas diberi informasi bahwa seragam bagi yang beragama Islam menggunakan jilbab dan yang non islam menyesuaikan.

"Wali murid kembali lagi ke sekolah pada hari Sabtu untuk koordinasi dengan pihak sekolah dan pada hari Senin 10 Juli orang tuanya mengatakan keberatan jika anaknya menggunakan jilbab padahal di sekolah kami sudah membebaskan. Orangtuanya legowo dan mengatakan tidak akan mempermasalahkan hal tersebut," katanya.

Ia menambahkan selama ini seluruh siswa yang bersekolah di SMPN 3 Genteng beragama Islam, dan NWA adalah siswa yang beragama non Islam yang pertama kali diterima di SMP 3 Genteng.

"Tidak ada siswa non Islam di sini. Kelas dua dan kelas tiga semuanya beragama Islam. Baru NWA yang beragama non Islam dan kami fasilitasi sama," katanya.

http://regional.kompas.com/read/2017...ati-anas-marah



seharusnya kepseknya dipecat dan dibawa ke ranah hukum, itu sekolah negeri yang dibiayai dari pajak rakyat seluruh rakyat Indonesia yang majemuk, bukan oleh satu golongan sajaemoticon-Marah
Good job buat pak Anas👍
Tinggal dari mendikbud nih gimana
Masa sekolah negeri cuma buat golongan tertentu, sara nih😡
sekalian menolak gaji guru yg berasal dari pajak non emoticon-Traveller
demooooo 313
Terus.kok kelojotan gitu emoticon-Bingung
Penistaan Agama Di Banyuwangi, Siswi Kristen Dipaksa Berjilbab Oleh Sekolah Negeri
kalo dilaporin, 1000% kepseknya kena pasal emoticon-Big Grin
Semua disuruh pake ?? Ga habis pikir dah kalo emang bener seperti itu yang terjadi emoticon-Cape d... (S)
Lah kan menyesuaikan?
Yg bener yg mana nih?

emoticon-Big Grin
denialnya khas sapi nih.. kenyataannya gimana hayo pak komiteemoticon-Big Grin
sekolah harusnya bersifat netral loh
Quote:Original Posted By tiannnn
Semua disuruh pake ?? Ga habis pikir dah kalo emang bener seperti itu yang terjadi emoticon-Cape d... (S)


ga semua koq, hanya yg perempuan ajaemoticon-Ngakak
Hemmm.. Liat konteksnya dolooooo
Klo ga suka aturan tsb ya pindah sekolah aja gitu aja kok repot.
Wah bantuan pemerintahnya harus di bekukan nih duit pajak yg bayar bukan cuman dari satu golongan jadi tempat sara gini ngak layak dapat dana yg berasal dari penerimaan pajak.....
Quote:Original Posted By spectre2015
Klo ga suka aturan tsb ya pindah sekolah aja gitu aja kok repot.



Itu sekolah dapat bantuan dana yg berasal dari pajak kaga? Klo dapet ngak boleh bikin kebijakan sara sara gitu tong
Cari jalan keluar yang terbaik ya..
NWA

Nigga With Attitude
Ia menambahkan selama ini seluruh siswa yang bersekolah di SMPN 3 Genteng beragama Islam, dan NWA adalah siswa yang beragama non Islam yang pertama kali diterima di SMP 3 Genteng.

kemungkinan cerita dari versi bapaknya murid bener ini...
sesuatu kalau dipaksakan pasti gak baik
cari jalan terbaik
ditunggu fatwa mui dehemoticon-Traveller