alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59606f7edad7707d738b4567/hawa-untuk-sang-adam-my-story--18
Love 
Hawa untuk Sang Adam [My Story ~ 18+ ]
Hawa untuk Sang Adam [My Story ~ 18+ ]

DRAMA PERJUANGAN MENCARI SOSOK SANG HAWA
Hawa untuk Sang Adam [My Story ~ 18+ ]
ATURAN-ATURAN
Untuk Para Hawa dan Adam

  • Tamu yang baik adalah tamu yang menyucapkan salam dengan cara menyapa penulis atau pembaca yang lain, untuk itu jadilah tamu yang baik
  • Diharapkan menggunakan kata-kata yang sopan dan santun agar tidak ada ketesinggungan antara kita
  • Diharapkan berkomentar sesuai dengan isi cerita jangan menjadi junker atau malah curhat masalah mantan
  • Bersedakah adalah hal yang mulia maka jangan lupa sedekahkan cendol kalian ke penulis yang masih newbie ini
  • Penulis menerima semua kritik dan saran dengan cara atau metode apapun karena penulis yakin tulisan ini masih jauh dari sempurna
  • Diperbolehkan bertanya apapun dengan syarat penulis juga diperolehkan untuk tidak menjawab kalau tidak ingin menjawab
  • Tulisan ini hanya untuk anda yang sudah dewasa karena dalam tulisan ini ada kata-kata yang kasar dan tindakankekerasan, untuk itu tolong diperhatikan
  • Peraturan sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemeritahuan


AKU MENGINGATKAN SEBELUM MENG-KLIK LINK DI BAWAH
KISAH INI PENUH DRAMA
BAGI YANG TIDAK KUAT SEGERA LAMBAIKAN TANGAN

Quote:DAFTAR ISI

TEASER
EPISODE 1 - JULI (WEEK 1)
EPISODE 2 - JULI (WEEK 1)
EPISODE 3 - JULI (WEEK 2)
EPISODE 4 - JULI (WEEK 2)
EPISODE 5 - JULI (WEEK 2)
EPISODE 6 - JULI (WEEK 3)
EPISODE 7 - JULI (WEEK 3)
EPISODE 8 - JULI (WEEK 3)
EPISODE 9 - JULI (WEEK 4)
EPISODE 10 - JULI (WEEK 4)
EPISODE 11 - JULI (WEEK 4)
EPISODE 12 - JULI (WEEK 4)
EPISODE 13 - AGUSTUS (WEEK 1)
EPISODE 14 - AGUSTUS (WEEK 1)
EPISODE 15 - AGUSTUS (WEEK 1)
EPISODE 16 - AGUSTUS (WEEK 2)
EPISODE 17 - AGUSTUS (WEEK 2)
EPISODE 18 - AGUSTUS (WEEK 2)
EPISODE 19 - AGUSTUS (WEEK 3)]Terbaru!!!!
EPISODE 20 - AGUSTUS (WEEK 3)Terbaru!!!!

TETAPLAH BERSABAR WALAU ADA KENTANG DI ANTARA KITA



JADWAL UPDATE
SABTU DAN MINGGU
Minimal 8x update perbulan....
Format :
1. UPDATE MINGGU PERTAMA (1/2) DAN UPDATE MINGGU PERTAMA (2/2)
2. UPDATE MINGGU KEDUA (1/2) DAN UPDATE MINGGU KEDUA (2/2)
3. UPDATE MINGGU KETIGA (1/2) DAN UPDATE MINGGU KETIGA (2/2)
4. UPDATE MINGGU KEEMPAT (1/2) DAN UPDATE MINGGU KEEMPAT (2/2)

TS juga akan mengusahakan untuk
membuat ekstra part (Bonus update) kalau sempat
Format
1. BONUS UPDATE MINGGU KE-SEKIAN (0/2) -> (sebelum part utama)
2. BONUS UPDATE MINGGU KE-SEKIAN (3/2) -> (setelah part utama)

DEMIKIAN JADWAL UPDATE INI TS BUAT UNTUK MEMUDAHKAN PEMBACA DAN PENULIS UNTUK SALING MENJAGA KEPERCAYAAN
JANGAN ADA KATA SIDER DI ANTARA KITA
ANDA SOPAN, UPDETAN TAK TERTAHAN.

Ditunggu gan cerita'y emoticon-Cool
PROLOG

Quote:

"Adam!"

"Apa?"

"Senior yang galak tadi cantik juga ya"

"Senior yang mane? Yang gondrong tadi?"

"Bukanlah njing! Itu mah kak Joko. Gue masih doyan belahan kale bukan batangan!"

"Ye lu sih ambigu, semua senior kampret kita galak semua."

"Tapi kan yang cantik cuma satu, yang rambutnya panjang!"

"Oalah Kak Joko!"

"Astagana... lu mah diajak diskusi serius malah becanda,"

"Kalau memang cantik ngapain lu ajak gua diskusi nikmatin sendiri aje. Kaki gua pegel nih. Ngapain sih kita dihukum angkat satu kaki kayak gini, macam anak SD aja. Hukuman tidak mendidik, masak mental mahasiswa kayak gini."

"Ya udah lu protes aje sana, gue ma ogah!"

"Habis ini gua mau protes! Gue habisin tuh senior belagu!"

"Mau protes apa? Sini bilang sama saya!" suara senior cewek lantang terdengar dari belakang gue. Tiba-tiba wajahnya muncul di depan gua dan Nanang yang sedang dihukum gara-gara telat.

"Dam, senior ini maksud gue. Cantikkan?"

"Diem goblok, lu mah nambah masalah aje,"

Episode 1

UPDATE MINGGU PERTAMA BULAN JULI (1/2)
Quote:
"Masuk keruangan itu!" tunjuk seorang senior ke kami berdua.

Apes...bener-bener apes. Selama gua SMA dulu, gua sama sekali gak pernah dapat masalah apapun apalagi sampai dihukum. Gua bukan tipikal orang yang suka berhadapan dengan masalah sehingga gua selalu nurut-nurut aja apapun kata guru atau aturan sekolah. Sekarang? hari ini hari pertama gua ospek, gua sama Nanang malah telat hampir dua jam.

Gua pasrah aja nurutin kata senior, setelah kami disuruh berdiri satu kaki sambil dijemur di matahari pagi, hukuman kami bertambah karena gua sama Nanang ketahuan ngobrol saat proses hukuman berlangsung. Asem!

"Diapain lagi kita nih?" tanya gua kesal.

"Pasrah aja wis Dam, kita emang salah," kata Nanang. Pengen banget gua jedotin kepala si kampret ke tembok. Semua kejadian pagi ini hampir semua gara-gara Nanang. Kami tadi malam memang mengerjakan tugas ospek sampai tengah malam namun saat pukul 1 pagi semua kerjaan kami beres semua. Tiba-tiba aja si setan satu ini ngeluarin laptop lalu nantang gua main PES sebelum tidur, alhasil kami baru tidur jam 4 pagi padahal ospek dimulai jam 5.30. Kami berhasil bangun jam 6 pagi. Dengan penuh kepanikan kami bersiap-siap dengan buru-buru, mandi seadanya, bawa perlengkapan seingatnya saja sampai si Nanang malah masuk kedalam angkot yang salah. Alhasil bukannya kami sampai kampus kami malah sampai daerah pasar-pasar gak jelas. Terpaksa kami harus naik ojek karena sudah tidak ada cara lain lagi. Apes.

"Kenapa kalian terlambat!," tanya seorang senior setelah gua dan Nanang masuk kedalam ruangan kelas lalu disuruh berdiri di depan meja tempat seorang senior sok galak duduk dengan tegak.

"Gara-gara main PES sampai pagi kak!" jawab si Nanang jujur. Gua cuma bisa mendesah. Ini anak emang gak bisa bohong atau memang begok sih.

"Kalian tahu mau ospek pagi tapi malah main game sampai pagi?" tanya si senior. Gimana cara ngejawab pertanyaan macam gini, bukannya pertanyaan ini cuma bisa dijawab dengan jawaban "Ya" aja.

"Ya!" sahut Nanang. Nah tuh. Bener kan, Nanang malah gak ragu sama sekali menjawab "Ya".

"Kamu kenapa diem aja?" Senior itu langsung menatap gua dengan tajam.

"Karena kami satu kos jadi jawaban kami sama kak," jawab gua jujur. Si senior malah tersenyum kecut.

"Oh jadi anak ini kacung kamu yang kamu suruh jawab semua pertanyaan sedangkan kamu diem aja gak ngomong, gitu?" kata si senior. Gila.. Gila... Gua padahal gak ngomong begitu malah dia sendiri yang buat kesimpulan macem-macem. Gua milih diem aja. Semakin gua ngomong semakin panjang urusannya.

"Fan, dipanggil pak ketua," tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing datang dari pintu ruangan itu. Gua dan Nanang langsung menoleh dan mendapati senior cantik yang tadi mergokin kami berdua bicara saat dihukum.

"Oke, kalau gitu kamu urus nih dua maba bermasalah," kata si senior tadi. Namanya Fan, mungkin panjangnya Fantat... bodo amat. gua kagak peduli.

"Oke deh," kata si senior cantik.

Gua dan Nanang langung saling melirik, senyuman licik kami langsung tersimpul indah di mulut kami berdua.

"Jadi nama kamu siapa?" tanya si senior cantik seraya berjalan menuju meja di depan kami. ia lalu duduk tanpa mengalihkan pandangannya kepada kami berdua

"Saya Adam kak,"

"Saya Nanang kak,"

"Kalian tahu kan salah kalian apa?"

"Tahu kak," kata kami berdua kompak.

"Jadi menurut kalian hukuman apa yang pantas untuk kalian berdua."

"Apa Dam?" tanya Nanang berbisik kepada gua.

"Mana gua tahu," jawab gua bingung.

"Apa aja kak," kata Nanang tegas.

"Kalau saya suruh meminta tanda tangan ke semua panitia ospek, kalian mau?" tanya si senior.

"Siap kak, kami mau!" samber Nanang tanpa berfikir. Kampret, hukuman begini bukan masalah mencari tanda tangan doang, pasti si senior minta yang macam-macam sebelum mau memberikan tanda tangannya.

"Kamu kok diem aja? Kamu gak setuju,"

"Ya, saya setuju kak," jawab gua pasrah.
Lanjut gan

Episode 2

UPDATE MINGGU PERTAMA BULAN JULI (2/2)

Quote:"Rokok Dam?" Nanang menyodorkon sebungkus rokok dengan merk yang bertuliskan angka 234. Gua sempat mengerutkan dahi, anak muda macam apa yang selera rokoknya kayak gini.

"Kagak, gua kagak ngerokok," jawab gua. Nanang menatap gua dengan tatapan aneh, ia lalu kembali menghisap rokoknya dengan khidmat.

Kami berdua sedang bersantai menghabiskan malam selepas ospek yang melelahkan. Masih ada tiga hari lagi namun kami merasa tidak ingin terlalu serius dengan ospek ini. Kalau memang kami akan dihukum seperti tadi pagi lagi kami akan ikhlas asal kami tidak stres dengan tugas-tugas aneh yang harus kami buat. Kami udah menyiapkan akting pura-pura begok yang akan kami perlihatkan kepada senior besok pagi. Mungkin ini kali pertamanya gua berani mencoba melanggar aturan, tidak ada pemicu yang jelas tapi gua hanya merasa tugas ospek dan aturan-aturannya sangat tidak masuk akal.

Gua dan Nanang memutuskan untuk bersantai di kursi teras kosan kami. Kosan kami ini termasuk kosan yang tenang. Letaknya di dalam perumahan. Bangunannya berbentuk letter U, masing-masing sisi ada dua kamar. Setiap kamar memiliki teras yang lengkap dengan tempat duduk dan meja kayu. Fasilitasnya lumayan lengkap, wajar saja karena kami harus membayar lebih dari satu juta untuk satu bulan berada di sini.

"Gua masih kepikiran sama senior cantik tadi, Dam," kata Nanang sambil menyemburkan asap dari mulutnya.

"Kenapa? Lu naksir sama kakak itu?" tanya gua penasaran. Gua masih tidak tahu watak Nanang sebenarnya. Kami baru bertemu seminggu yang lalu, kami bertemu di kosan ini yang ternyata kami sama-sama mahasiswa baru jurusan fisika di kampus yang sama. Kadang ia tampak konyol, begok, kadang tampak serius, apalagi kalau sudah ada satu batang rokok di tangannya. Gua seolah sedang bicara dengan orang yang berbeda.

"Mungkin gua jatuh cinta, Dam." kata Nanang. Gua bisu. Gua benar-benar bingung harus merespon apa atas pernyataan itu. Nanang tampak misterius di mata gua. Orang yang konyolnya minta ampun, sekarang mengatakan sedang jatuh cinta dengan nada suara yang tampak benar-benar serius.

"Namanya Anisa Dam, anak biologi semester lima," lanjut Nanang. Gua gak akan menanyakan dia tahu dari mana info itu karena gua melihat Nanang kayak orang kesetanan bertanya kesana kemari mencari info tentang senior itu. "Lu beneran gak mau ngerokok?" tanya Nanang kembali.

"Kagak,"

"Oke," jawab Nanang. Entah apa maksudnya.

"Gua gak sabar ketemu lagi sama Anisa," Nanang senyum-senyum menjijikan. Gua mulai curiga dengan ucapan Nanang. Ketemu lagi?

"Nang!" panggil gua.

"Apa?"

"Jangan-jangan tujuan lu ngajak gua gak ngerjain tugas ospek biar bisa dihukum lalu ketemu kak itu kan?" tanya gua penasaran. Nanang gak ngejawab gua. Ia malah lanjut merokok dengan santai.

"Sial, gua kira lu setuju sama pendapat gua kalau tugas ospek itu kagak penting eh lu malah punya modus tersendiri," protes gua. Gua udah kejebak sama ide si kampret ini.

"Apapun alasannya tapi prosesnya sama aja kan, Dam. Jadi selama kita lakuin bersama apapaun tujuan kita yang penting kita kompak, ya kan?" kata Nanang semangat.

"Bangke!"

Saat gua ngobrol ngalur ngidul dengan Nanang tiba-tiba orang yang ada di sebrang kamar gua keluar dari kamarnya dengan seorang cewek. Cewek itu hanya menggunakan celana pendek dengan kaos yang cukup minim.

"Anak baru ya?" sapa pemilik kamar itu.

"Ya mas," jawab kami berbarengan. Kami mencoba tidak canggung dengan kejadian yang kami lihat.

"Gua David, anak hukum semester 7. Ini cewek gua Claudia," katanya memperkenalkan diri.

"Gua Adam Mas, ini Nanang. Kami berdua mahasiswa baru jurusan fisika," jawab gua.

"Wih anak pinter toh," kata David.

"Gak juga mas," jawab gua.

Setelah beberapa percapakan basa-basi kami kembali dengan aktivitas kami masing-masing. David melanjutkan bermesraan dengan Claudia pacarnya. Gua lanjut bercuap-cuap dengan batangan bernama Nanang.

Jujur, gua cukup kaget dengan kejadian tadi. Gua dibesarkan di lingkungan yang normal atau mungkin cenderung aman. Keluarga gua tidak ada yang merokok, gua adalah anak yang nurut orang tua. Gua orang sayang selalu patuh aturan, mungkin tipikal anak yang ikut aja sama arus yang sudah ada. Sebuah hubungan pacaran yang super mesra seperti yang gua lihat sekarang bukanlah hal yang normal buat gua. Gua masih menganggap hal ini adalah hal tabu. Yah mungkin memang karena gua anak ndeso yang tiba-tiba harus kuliah di kota guna menuntut ilmu.


hawa tercipta di duniaaa
untuk menemani sang adam
begitu juga dirimu
tercipta tuk temani aku


ijin nenda bre emoticon-Big Grin
Bangun tenda dulu emoticon-Toast
cerita nya lumayan, cuman rasa nya pendek bgt, coba dipanjangin cerita nya bray
ijin nenda n keep update yah bray
Quote:Original Posted By jin.bolo.bolo
cerita nya lumayan, cuman rasa nya pendek bgt, coba dipanjangin cerita nya bray
ijin nenda n keep update yah bray


pendek ? ente baca judulnya doang kali emoticon-Wkwkwk

maaf OOT bre TS emoticon-Nyepi
Quote:Original Posted By tikus.celurut


pendek ? ente baca judulnya doang kali emoticon-Wkwkwk

maaf OOT bre TS emoticon-Nyepi


kaga lah, kurang panjang cerita nya menurut aneemoticon-Cool

sorry oot bray ts emoticon-Nyepi
Ijin bangun tenda dulu deh.......
ijin jadi sr dimari ya bre,, keep apdet gapake kentang bre
Rame nih kek nya

injin gelar tiker gan
ijin gelar tiker gan,Calon top thread nih
ijin gelar tiker...
masih dapet pejwan gak niii 😂😂
Permisi bang...
Ijin gelar spring bed...
Semangat update gannn

banyak cendol kayaknya nih

Lanjut gan