KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / ... / Soccer & Futsal Room /
★ Forum Diskusi Sepakbola Nasional ★ - Part 4
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5934f2b5dbd7705e2a8b4569/forum-diskusi-sepakbola-nasional----part-4

★ Forum Diskusi Sepakbola Nasional ★

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 91 dari 503
Kalo gw , dream team liga 1 versi pemaen asing

Lopipic
Compailus
Rohit chan
Pluim
Quote:


Ente yakin gan?? emoticon-Malu

Memang peluang terbesar masih di PSM,
Tapi menurut ane, peluang terbesar ke2 masih di Persipura.
- Madura masih harus berhadapan sama Bhayangkara, PSM , Barito
- Bali masih harus main bertandang ke Barito & PSM
- Bhayangkara masih harus berhadapan sama Madura, Kukar, Persija
- PSM punya peluang terbesar karna punya sisa 3 match di kandang
- Persipura sisa lawan PS TNI (T), Arema (K), Sriwijaya (K)

Dari item2 itu, pendapat ane kalo PSM terpeleset, Persipura masih punya peluang lebih besar dari Tim lainnya.
Cmiiw gan.. emoticon-Toast
Quote:


Nah itu dia masalahnya bray

Perispura bisa juara
Dengan mengharapkan tim laen kepleset

Jarang bisa juara kalo ngarepin tim laen
Quote:


Hahaha
Iya gan, ane ngerti maksud ente.
Tapi poin yang ane sampain di komen ane itu bukan masalah juara atau tidaknya persipura.
Tapi ke komen yang ane quote gan, dimana persipura dianggap habis dari persaingan gelar juara gan.
Peluang Madura > Peluang Persipura : ???

Sebelum baca komen ane, baca yang ane quote gan, biar tau poin yang mau disampaikan apa.
Btw, thanks respon nya gan. emoticon-Toast
Diubah oleh yoan1925
Quote:


Bhayangkara itu tim jadi-jadian kuadrat gan hasil perpaduan dua klub jejadian yaitu PS POLRI + Persikubar alias Persebaya DU alias Persebaya United alias Bonek FC alias Surabaya United menghasilkan Bhayangkara Surabaya United alias Bhayangkara FC. Mohon dikoreksi oleh suporter setianya barangkali ane salah emoticon-Malu

Kalau dipikir lagi sistem penamaan klub2 di Indonesia lebih mirip tim-tim peserta F1 dibandingkan klub-klub sepakbola di Eropa sana. Begitu ganti kepemilikan bisa sekonyong-konyong ganti nama emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh dwibi
Quote:


Nah
Masalahnya tuh persikubar ma persebaya DU
Itu klup jelmaan sim salabim jadi apa prok prok prok semua bray

Beda ma PS TNI or Bali United
Yg di akuisisi emang tim yg sebelumnya di liga super
Quote:


Zaenal Haq ini dulu maen di penarol bareng syamsir, yg satu jadi pemain average (rata2 aja) yg satu nyungsep emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


Hahaha.. Intinya sih gajelas..


Quote:


Iya bener ketika Club di Akuisisi sebenernya ga bisa gtu aja ganti nama..

Club Bangkrut aja kalo di Italy walaupun udah di take over ga bisa langsung main di Serie A ato Serie B kudu main di Serie D dulu kaya Parma..

Di Indonesia mah enak banget, bangkrut jual ke orang Ganti Nama+Homebase main di Divisi terakhir dia berkompetisi..

emoticon-Ngakak
persib sriwijaya fc kok di papan bawah emoticon-norose
Quote:


IMO
sriwijaya gambling mengandalkan bintang lama. okelah Beto dan Hilton ini dulu predator tapi ya liat aja rivalnya skrg, smua pada diupgrade
sedangkan sriwijaya gambling dgn predator yg makin menua.
liat aja yg di papan atas. mayoritas pakek nama2 baru dan tentu saja kualitas lebih baik
sriwijaya mirip SP sebenarnya ga banyak perubahan. yg direkrutpun pemain yg udah familiar diliga indonesia

Persib, skuad bagus sayang ga dihandle pelatih yg tepat. denger kan bung towel bilang pergantian pemain yg dilakukan persib sperti 'otomatis' emoticon-Ngakak (S). bedakan dgn Bali Utd salah satunya waktu lawan PS TNI, pertama widodo mencoba menguasai lini tengah dgn pemain agak lamban namun punya skill bagus sperti markos. tapi dgn pressing ketat PS TNI, widodo sadar dia lebih butuh pemain cepat, maka masuklah Yabes

Quote:


Kalo Parma sih bukannya karena gak bisa bayar tunggakan sampe deadlineya? Kalo misalkan di masa tersebut masuk investor yang mau nombokin semua hutang Parma, mereka sah-sah aja untuk kemudian rebrand tanpa harus mulai ulang dari Serie D.

Jadinya pas mereka harus mulai dari Serie D, status mereka sebagai sebuah tim, ada dibawah naungan PT baru, dengan semua tunggakan sebelumnya diputihkan. Makanya kenapa, mereka gak bisa pake nama lama mereka sebagai Parma F.C. S.p.A, dan ganti nama jadi Parma Calcio 1913. Karena itungannya adalah tim baru.

Kebanyakan tim-tim luar susah untuk ganti nama karena ada pertentangan dari fans selaku salah satu sumber pendapatan utama mereka. Tapi meskipun begitu, ada beberapa diantaranya yang berhasil mengubah budaya sebuah tim yang secara eksplisit, adalah tim yang berbeda dengan tim yang sebelumnya dikenal, tetapi secara legal mencatut nama tim tersebut.

Contohnya, Cardiff City.

Kalau misalkan fans entah gimana caranya menyetujui adanya perubahan didalam tim tersebut, bukan gak mungkin lewat kendali investor yang mereka punya, Cardiff CIty secara nama bisa diubah jadi Tan Malaysia FC.

Tentunya, tanpa harus menabrak aturan yang ada di EPL.


Quote:


Quote:


Kalo Sriwijaya, udah dijelasin sama agan elcavancuk.

Kalo Persib, nambahin dikit, masalah tahun ini adalah akumulasi dari masalah-masalah yang sudah ada dari tahun-tahun sebelumnya tentang intervensi manajemen. Singkatnya, terlalu banyak tangan yang ikut campur, dari urusan non-teknis, sampai ke masalah teknis yang sifatnya mikro, seperti starting line-up, pergantian pemain, dll.

Jadinya pemain di lapangan sifatnya autopilot. Mau siapapun pelatihnya, ya cara bermainnya suka-suka mereka yang ada di lapangan, tanpa ada komando khusus tentang kapan harus bertahan, kapan harus menyerang, kapan harus jaga tempo, kapan harus bermain lebih ke tengah, dst..
Quote:


loh kok ga boleh?? pemegang saham dan direksi klub mau ganti nama kok ga boleh?
mereka yg keluar modal untuk perusahaan, kok ga boleh ganti merek punya sendiri
Quote:


wah ada bobotoh sepuh nih emoticon-Smilie

Umuh Muchtar yah emoticon-Big Grin

cukup mengejutkan sbenernya skuad kayak persib tapi terpuruk. modal (skuad) mereka bagus

diskuad banyak pemain label senior eks timnas : toncip, made, supardi, jufriyanto, atep, bahkan Maitimo, Hariono, Kim, Dado

marki pleyer? Essien! emoticon-army

pemain muda berbakat : Febri, Henhen, Dede Natsir, Zola,

belum lagi nama nama sperti Flado, Matsunaga, Wildansyah

Kejutan ada Billy

bahkan buangan persib sperti Taufik, Agung Pribadi, Marcos Flores, justru tampil bagus diklubnya skrg
makanya menjadi pertanyaan besar kenapa justru pemain yg menggantikan mereka tidak bisa tampil optimal

jd emang wajar sih kl pada heran dgn performa monoton, serangan balik slalu hilang momentum

bedanya tim lain meski slalu terlihat menurunkan tim yg sama tapi pasti ada perubahan kecil yg disesuaikan dgn calon lawan
contohnya Widodo pada Bali Utd tadi
Quote:


Sepuh apanya? join dateaja beda sebulan kekeke emoticon-Wakaka

---

Diatas kertas, skuadnya bagus. Cuma kalo mau di breakdown satu-satu, keliatan amburadulnya.

Toncip, performanya sejak dua tahun kebelakang mulai inkonsisten. Gak jarang Persib kebobolan lewat posnya yang sering ditinggal dan telat track-back. Pas lawan SPFC kemaren, Riko Simanjuntak enak banget acak-acak posnya Toncip lewat long-pass, sampe kepaksa harus terima skor imbang. Padahal maen di kandang.

Bli Made, usia. Belum lagi performa Deden Natshir yang sering kasih progress dan lumayan sering ngelakuin saves. Yang awalnya jadi pilihan utama, mulai kegeser jadi pelapis.

Supardi, juga usia. Selain itu, dia lebih moncer kalo ketemu sama tandemnya, M. Ridwan. Sekarang, dengan Febri Hariyadi yang posisinya ada didepannya, ngebuat permainan gak sepadu sebelumnya. Tau sendiri Febri lebih sering dribbling sambil akselerasi sama tekak-tekuk.

Achmad Jufriyanto, dia gak ada masalah sih. Cuma tandemnya aja yang udah tua, jadinya dia lumayan kerja ekstra keras.

Atep, inkonsisten. Dia yang paling sering bikin pace permainan jadi off-form, lewat umpannya yang sering kepotong, ataupun akselerasinya yang sering kebentur sama bodycharge pemain lawan. Di 2014, dia masih sering kasih kejutan. Tapi makin kesini, makin turun.

Maitimo, dia lumayan bagus, bahkan jadi top-skor Persib. Cuma ya itu, pos utamanya bukanlah SS ataupun AMF.

Hariono, sebagai anchor dan destroyer lini tengah masih lumayan bertaji. Cuma performanya mulai menurun gara-gara mulai sering dicadangin, efek kebanyakan gelandang.

Kim, gak jelek juga. Malah, dia yang sering muncul dimana-mana, dengan khasnya sebagai box-to-box. Cuma ya itu, atribut defense-nya gak sekuat Hariono, atribut menyerangnya gak sekuat Maitimo.

Dedi Kusnandar, dia awalnya diplot untuk jadi pengatur tempo permainan, menggantikan posisi Firman Utina yang secara usia sudah mulai tua dan cuma sanggup bermain sampe menit 60-an. Tapi lagi, rolenya dia membutuhkan destroyer sama pembuka ruang supaya dia bisa leluasa kasih umpan. Masalahnya, disitu. Hariono lebih sering jadi filter lini pertahanan ketimbang cover Dekus, dan Maitimo sering kali berada jauh dari range supaya dia bisa terima pass.

Essien, Sebagai box-to-box, staminanya udah gak menunjang, belum lagi riwayat cedera yang ngebuat dia lumayan prone untuk kena cedera. Tapi gimanapun, pengalamannya masih lumayan dibutuhkan. Gak jarang, Essien malah mainin peran ala-ala Pirlo dengan key-pass yang enak banget jadi bahan olahan flanker seperti Matsunaga ataupun Febri.

Febri, dia punya akselerasi. Tapi ya cuma itu. Mirip-mirip Andik zaman muda. Intelejensi tentang kapan dia harus kasih long-pass, kapan back-pass, kapan through-pass, masih kurang. Makanya seringnya kita diliatin dia akselerasi untuk kemudian dilanggar bek lawan, dengan harapan Persib bakal dapet free-kick. Semenjak masuk timnas dan dididik Luis Milla, role-nya pelan-pelan mulai berubah dan gak lagi terlalu mengandalkan akselerasi.

Henhen, dia produk regulasi. Di awal musim, dia tipikal RB yang terlampau text-book, dan gak mau bantu penyerangan. Baru setelah masuk paruh musim, performanya mulai menanjak. Gak seprogressif Febri, tapi dia yang paling konsisten dan stabil dalam urusan cover area. Dan kelebihan lainnya adalah, dia tenang, gak mudah terpengaruh tempramen.

Zola, dia kurang jam terbang.

Matsunaga, sama dengan Atep. Atau sedikit diatasnya. Sedikit.

Billy, dia rising star. Cuma, lagi-lagi dia minim jam terbang.

---

Overall, Diatas kertas Persib banyak pemain bagus. Cuma untuk maksimalin skemanya, disitulah salah satu kekurangan terbesar yang dimiliki Persib. Terbukti, beberapa eks-Persib yang dulu dianggap kurang berkontribusi, sekarang malah jadi key-player di tim barunya seperti Taufiq, Agung Pribadi, Samsul Arif, Flores, ZZ, Dias Angga, dll.
Quote:


Hmm, Wimbledon tuh diakuisisi truh pindah homebase dan ganti nama jadi Mk Dons, fans yang ditinggal bikin klub baru pakai nama Wimbledon dari divisi bawah tapi MK Dons tetap aja lanjut di divisi sebelumnya.
Pemilik Hull City pingin rubah nama klubnya jadi Hull Tigers tapi karena diboikot fans aja jadinya batal kalau nggak mungkin sudah ganti nama itu.

Kalau gagal administrasi keuangan mah bakal banyak klub liga Indonesia yang dipaksa degradasi di tahun-tahun yang dulu tapi cuma karena muka tebal aja mereka jalan di musim berikutnya karena utang dibiarin menumpuk sampai ketemu donatur, paling parah sih pemain yang sering gak dapat hak gajinya secara penuh dan gak bisa nuntut karena asosiasi pemain gak jalan karena gak diakui PSSI.

Kalau gw sih lebih smart yang emang gak sanggup bertahan dijual saja sama yang memang mampu menjalankan manajemennya.

Lebih baik ngomong mapan dulu sebelum ngomong sejarah. Klub sini umur dah puluhan tahun tapi pengelolaan baru beberapa yang mulai mendingan beberapa tahun terakhir. Misal kalau dibanding Jepang yang mulai di 90-an, mereka ngutamain klub bisa mapan dulu dibanding menuhin kuota peserta dan tetangga Thailand aja juga fokus supaya klub di sana berjalan profesional dan akhirnya liganya melesat dibanding tetangga lainnya.
Diubah oleh snowmaru
tapi ga semua tim dengan pemain lama gitu emoticon-Big Grin
contoh persipura aja diawal musim paling pasif soal transfer pemain bahkan media ramai membahas kegagalan persipura di piala presiden saat itu dikatakan wajah wajah lama dalam tim persipura ditambah masalah sponsor yg ditinggal pt freeport akan buat Persipura sulit bersaing dibanding tim2 yg aktif di bursa transfer.. pernah dibahas juga di galery sepakbola Tr**7 saat itu tentang kekuatan tim peserta, hanya persipura, perseru dan persegres yg adem ayem..
alhasil hanya perseru dan persegres yg sesui prediksi sedang persipura yg dikatakan akan kesulitan bersaing mampu mematahkan segala pengamatan para pengamat emoticon-Ngakak (S)

Quote:


Persipura putaran 1 sebenarnya nda terlalu bagus pertahanannya setelah nda ada pengganti bio paulin. cuma karena pertengahan musim mereka beli Mauricio makanya sekarang agak mendingan
FT: Mitra Kukar 0-4 Borneo FC

3 dari 4 gol Borneo dicetak lewat skema konter ketek, asli rapuh banget pertahanan Mitra Kukar malam ini terutama pas gol ketiga lewat solo run Terens.
emoticon-Big Grin

MOTM hari ini M. Ridho, asli berasa lihat Courtois KW Indo yg jaga gawang Borneo.
emoticon-Belo

Satu2nya pemain Borneo yg main goblok hari ini cuman Smeltz, udah masuk dari bangku cadangan gak ada impact sama sekali malah dapat 2 kartu kuning yg berakibat kena kartu merah.
emoticon-Cape d... (S)
Diubah oleh adityajt26
Quote:


marcio leal masuk udah putaran kedua gan emoticon-Big Grin
itu juga karena ricardo salampesy dan ruben sanadi sering keluar masuk cidera..
masuknya leal juga karena diputusnya kontrak fakdawer.
sebenarnya kedatangan leal juga ga bawa angin segar buat lini pertahan dia malah ga beda jauh sama fakdawer sering blunder dan kalah sprint dengan striker cepat..
tapi setidaknya 5 besar sejauh ini mampu mematahkan analisis para pengamat bola yg bilang tim ini akan susah bersaing di 10 besar emoticon-Big Grin dibanding tim dengan jasa marki player serta upgrade pemain baru..
Quote:


realistis:
andritani
dutra pacheco vujovic
klok fadil
riko pluim rizky pora
marclei comvalius

cadangan: abk, samsul, hamka, boaz, m.ridho, yoo jae hoon, kyotaro, slamet, ferdinand, yamazaki, lopicic

nama2 diatas ane pilih karna mereka bisa jdi pembeda di tim masing2 dan saat mereka ga main langsung berasa efeknya
Diubah oleh ancientforce
Halaman 91 dari 503
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di