alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/591c0aebd89b09f25d8b4567/si-anu
Love Kisah Si Anu [^.^]
"ANU... ANU... ANU.... SIAPA? (REBORN)"

Menjadi cowok biasa-biasa mungkin sudah menjadi takdir Danu. Pemuda ini menganggap bahwa dirinya adalah model "Default" dari manusia. Dia dilahirkan dengan segala kenormalan yang dia punya. Dia tidak ganteng,dia juga tidak jelek. Dia tidak pintar namun dia juga tidak bodoh. Dia bukan orang jahat namun dia juga bukan orang yang bersikap layaknya malaikat. Namun sebuah kejadian memaksanya berubah, dia mulai mendapat perhatian dari seluruh siswa yang ada di sekolahnya. Bagaimana Danu menghadapainya? Apakah kedua sahabatnya akan bisa membantunya dalam masalah ini ataukah malah akan membuatnya tambah sengsara.

Baca ya

Bagi yang bingung TS cowok , cewek , atau hasil pesilangan.
Sehingga bingung mau manggil, agan, sista, atau Mahluk primata
panggil aja TS KaBe ok, singkatan dari Kawan Betina.
KaBe



Si Anu [^.^]
ndemprokkkk sek gan hehe

~INDEX~

Sudah dipesan. mohon menunggu......
Sudah dipesan mohon menunggu

1. Dua insan Dua Dunia

Quote:“Hai Danu, kamu sudah sarapan?”

Satu kalimat singkat yang membuat dunia ini terasa seakan berhenti bergerak. Ingin rasanya aku memandang langit di luar sana untuk memastikan bahwa matahari belum terbit dari arah barat atau memang trompet sangkakala sudah saatnya dibunyikan. Tomi memandangku dengan sedikit takjub. Spesies satu ini adalah teman sekelasku sejak masih duduk di bangku SMP. Ketika Tomi melihat peristiwa ini, dia tahu peristiwa ini adalah peristiwa langka yang mungkin hanya akan dia lihat sekali seumur hidupnya.

Mata Tomi bukan satu-satunya yang memandang aneh kearahku tapi hampir semua anak di kelas itu memandang takjub dengan apa yang terjadi. Aku sangat paham apa yang ada di fikirkan mereka, apalagi kalau bukan hewan memamah biak apa yang disapa oleh Viola.

Siapa Viola? Spesies jenis apakah Viola ini? Oke, aku akan mendefiniskan secara singkat dan jelas siapa itu Viola. Viola adalah sesosok gadis yang diciptakan dari tanah dengan ukiran yang sempurna lalu ditiupkan roh yang begitu putih dan bersih sehingga membuatnya menjadi sosok gadis yang memiliki kebaikan yang luar biasa. Viola mempunyai badan yang mungil tapi siapa yang tidak terpesona dengan gadis mungil, berkulit putih dengan rambut hitam agak bergelombang. Wajahnya oval dengan lesung pipi yang selalu menghiasi setiap senyumnya, matanya coklat ditambah hidung yang mancung. Sudah jelas?

Apa yang membuat peristiwa ini istimewa? Apa yang membuat Tomi begitu kaget? Kalian akan tahu kalau aku mendefinisikan siapa Danu?

Danu adalah sejenis manusia yang di-setting default oleh tuhan. Mahluk ini tidak diberkati otak yang pintar tapi juga tidak bodoh, tidak jelek tapi minim ciri-ciri orang ganteng. Danu juga bukan anak yang nakal tapi dia juga bukan orang yang tergolong saleh. Apa yang dimiliki Danu sangat bertolak belakang dengan syarat dan ketentuan menjadi orang populer. Untuk menjadi populer ada dua pilihan. Kamu bisa memilih menjadi orang yang baiknya meyerupai malaikat atau nakalnya ngalahin anak setan. Memilih menjadi anak pintar yang langganan juara atau menjadi anak bodoh yang lebih hafal mars partai politik daripada lagu kebangsaan sendiri. Memilih menjadi anak yang bakat olahraga atau menjadi anak yang mendengar kata olahraga saja sudah pingsan. Itulah aku Danu, manusia dengan settingan default. Sekarang sudah jelaskan duduk permasalahannya?

Viola melangkah mendekati mejaku yang berada di pojok kanan belakang. Bisikan-bisikan mahluk dengki mulai terdengar mengaum. Awalnya bisikan itu hanya terdengar samar-samar namun semakin dekat langkah Viola menuju mejaku, bisikan itu malah berubah menjadi sumpah serapah yang bahkan bisa terdengar sampai kantor kepala sekolah. Aku hanya bisa berdoa dalam hati, membaca semua doa yang aku hafal. Dari doa makan, doa keselamatan sampai doa mandi junub. Alhasil, mereka sekarang meneriakiku dengan sebutan maling. Viola bahkan tidak tahu bahwa sumpah serapah itu ditujukan untukku, hatinya terlalu suci untuk menangkap omongan kotor dari para pemuda yang haus belaian. Aku yakin kini malaikat sedang menutup telinganya agar gadis suci ini tidak terkontaminasi dengan sumpah serapah duniawi.

Viola kini tepat berada di depan mejaku. Sebagai pemuda yang baik hati aku harus segera menjawab pertanyaan gadis cantik ini.

"Belum Viola,” kataku agak grogi. Agak? mungkin lebih tepatnya sangat sangat sangat Grogi. Viola memiringkan kepalanya sambil tersenyum kepadaku. Otakku langsung mencair melihat pemandangan surgawi di depanku. Sudut ini memang sudut terbaik untuk melihat Viola dari dekat.

"Sarapan sama aku ya. Aku nggak sengaja bawa bekal lebih," kata Viola dengan suara lembut dan senyuman yang membuat otakku sudah mulai mengeluarkan asap.

"Aduh, jangan repot-repot Vi." Aku mencoba menolak dengan sopan. Senyuman licik mulai terlihat dari pemuda pemuda iri hati yang sejak tadi mengamati kejadian langka ini dengan seksama. Mereka sepertinya berharap Viola meludahiku lalu menyiramiku dengan air keras gara-gara menolak ajakannya.

"Nggak apa-apa kok Danu. Ini bekalnya, kita makan sama-sama ya?" kata Viola. Gadis itu lalu duduk di kursi kosong di dekatku, kursi itu milik Tomi yang sedang berkelana ke kursi-kursi lain mencari pulpen yang tertinggal pemiliknya. Melihat kejadian itu, pemuda-pemuda dengki itu mulai mengelurkan ilmu hitam mereka untuk menyantetku.

Viola memberiku kotak makan berwarna biru yang dia claim adalah bekal yang kebetulan dibuatnya. Walaupun sebenarnya aku belum mengerti bagaimana seorang bisa kebetulan membuat bekal lebih? Apa mungkin saat memasak dia tidak sengaja memasak dengan bahan yang terlalu banyak dan tidak sengaja memasukkan ke dua tempat makan yang berbeda lalu saat sampai di sekolah ternyata dia baru sadar kalau dia bukan amoeba yang bisa membelah diri, melainkan hanya manusia dengan satu tubuh. Lalu dengan polosnya Viola berkata, "Oh iya, kok bisa bisanya aku bawa bekal dua biji, aku lupa aku tidak bisa membelah diri." Cukup, jangan terlalu serius dengan imajinasiku.

Dengan IQ yang terbatas, otak ini mulai berfikir terlalu kritis. Aku berfikir bagaimana aku harus bersikap saat memakan setiap butir dari nasi goreng yang dibuat Viola. Apakah aku akan memakananya dengan santai sambil menikmati momen-momen langka ini, tapi aku takut Viola mengira makanan yang dibuat tidak enak. Atau aku akan makan dengan lahapnya sebagai bukti bahwa makanan ini memang benar-benar enak. Bodohnya, antara saraf otak dan pengendali motorik badanku tidak berjalan sinkron seperti biasanya, yang terjadi malah aku mendengus sambil melahap makanan ini dengan cepat, mungkin aku hanya cukup menggonggong sekali saja maka 100% aku sudah mirip anjing kelaparan.

Viola tertawa melihat cara makanku, entah dia senyum karena lucu atau sedang menahan muntah.

"Sorrl Vihola, Guuaa' lagiiie lapeerrr, makhlumm jarrranng sarrrapaaan enaQQ"

Akhirnya mulut ini bisa bicara walaupun suaraku tadi malah terdengat seperti suara robot kehabisan solar.

"Ya nggak apa-apa kok, Aku senang makanan yang aku buat dilahap habis, emang biasanya kamu sarapan apa?" kata Viola sambil tersenyum.

"Sarapan angin Vi. Hehe maksudku, aku nggak pernah sarapan," kataku lebih jelas walaupun masih terdengar seperti orang mabuk.

"Kamu ada-ada aja, besok aku buatin lagi ya?" tanya Viola dengan senyum manisnya.

"mbulmshmllamamahamaha," itulah yang terdengar dari mulutku yang artinya, "Wah, anu Viola, eh… jangan repot repot."

"Sama sekali enggak ngerepotin kok. Kalo gitu udah ya, makasih ya saat MOS udah banyak bantuin aku " jawab Viola. Aku takjub dengan kemampuan Viola menerjemahkan suara kumur kumurku.

"Sama sama V iola," jawabku yang masih kagum dengan kemampuan telepati gadis manis ini.

Viola akhirnya kembali kemejanya dan entah kenapa suasana berubah menjadi hawa-hawa yang tidak mengenakkan. Baru satu langkah Viola menjauh dari mejaku, tiba-tiba matahari terasa mulai meredup. Dua langkah Viola menjauhi mejaku, awan mulai menutupi mentari lalu disanalah aku baru sadar bahwa ada hawa-hawa pembunuh dari semua cowok-cowok yang sejak tadi memandangiku dengan seksama.

Saat Viola melangkah untuk ketiga kalinya, cowok-cowok beringas itu mulai berdiri. Di tangan mereka sudah siap senjata yang akan digunakan untuk menghujani tubuhku yang lemah ini. Silet berkarat, buku LKS yang belum dibayar, pensil 2B yang sudah berpindah tangan lebih dari 10 kali, bahkan kotak pensil yang berisi pulpen-pulpen curian sudah siap siap menyantap tubuhku. Aku hanya pasrah akan takdir yang akan aku lewati, Namun tiba-tiba Tomi menarikku dari tempat duduk, dengan sebuah mantra ampuh dia berhasil mengalihkan perhatian cowok cowok beingas itu. “Gila! Bu Kadek pake rok pendek”

Pemuda-pemuda dengan masa depan suram itu langsung menoleh kejendela mencari sosok guru bernama Bu Kadek. Seorang guru yang lebih pantas tampil di layar kaca dari pada harus mengajar pemuda-pemuda mesum tentang proses terjadinya fotosintesis. Agak suram melihat ekspresi pemuda-pemuda itu yang bisa terangsang hanya gara gara dijelaskan proses bagaimana proses penyerbukan terjadi. Entah kenapa jatuhnya benang sari keputik bisa membuat celana mereka sempit hanya gara-gara dijelaskan oleh seorang guru cantik bernama Bu Kadek.

Pemuda-pemuda itu langsung celingak-celinguk mencari sosok Bu Kadek, hormon testosteron mereka langsung diproduksi dengan cepat. Seolah-olah mereka bagai sekelompok benang sari yang siap mendarat di kepala putik. Sosok yang mereka tunggu-tunggu akhirnya melintas, kaca jendela kelas yang selalu bersih siap meneruskan gambaran indah tanpa pembiasan. Gambaran indah dari sang mempesona bernama Bu Kadek.

Suara istigfar terdengar begitu khusuk, nama-nama tuhan terus berkumandang dengan jelas. Doa dari berbagai bahasa terlantun lantang. Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika-nya bisa terlihat disini. Mereka kompak shock dengan pemandangan yang mereka lihat. Kaca jendela mereka memang menampilkan sosok Kadek, namun Kadek satu ini tidak seperti yang mereka bayangkan. Kulit hitam, hidung mancung rambut sedikit bergelombang dengan brewok tebal menghiasi wajahnya. Dengan celana kain hitam dan kemeja rapi sudah dipastikan dia adalah seorang guru disekolah kami, namun warna kemaja yang berwarna Pink cerah dan suara yang mendayu membuatnya menjadi salah satu spesies guru unik di sekolah ini.

Pak Kadek yang merasa diperhatikan oleh segerombolan siswa dari dalam kelas langsung merespon, guru muda itu langsung menutup wajahnya dengan buku paket yang dibawanya. Dengan langkah yang gemulai Pak Kadek langsung mendekati salah satu jendela lalu membukanya.

“Hayio hayio, kalian terpesonah yah sama kemeja kece yang Pak Kadek pakai. Butuh dua jam loh agar kemejanya licin selicin wajah bapak,” Shock terapy ini yang Tomi manfaatkan untuk membawaku kabur. Aku bisa mendengar suara mual teman-teman kelasku akibat khayalan jorok mereka tentang keseksian Bu Kadek ternyata berganti dengan penampakan Pak Kadek yang membuat bulu kuduk mereka mengeras sekeras tekad Pak Kadek, yah tekad bukan yang lain.

“Ada apa sih Tom sampai kabur segala?” tanyaku penasaran. Padahal aku sadar bahwa Tomi sudah menyelamatkanku dari gerombolan pemuda yang overtestoron yang siap mencincang tubuh lemahku ini. Aku bicara seperti ini karena aku sangat malas mengucapkan terima kasih kapada Tomi, satu kata terima kasih bisa saja dia convert menjadi bakso gratis selama satu minggu.

“Ada apa? Nyawa kamu itu sudah aku selamatkan, harusnya kamu berterima kasih kepadaku,” kata kutu kupret ini sok berjasa.

“Terima,” belum selesai ucapanku Tomi langsung menyamber.

“Pecel gratis seminggu,” kata mahluk tak tau diri itu.

“Oke aku traktir tapi utangmu selama ini bayar dulu.ya”

“Pemilu sebentar lagi kan, enggak sabar mau nyoblos” kata Tomi mengalihkan pembicaraan dengan sangat bodoh.

“Pemilu masih dua tahun lagi, Kita belum 17 punya KTP mau nyoblos pake apa?” kataku kesal, Entah kenapa aku malah menangapi ucapan Tomi. Namun Tomi tampak tidak peduli dengan kata-kataku

“Jadi sudah berapa bulan usia kehamilan Viola Nu?”

“Whhhaat?”

komen dulu baru baca gan emoticon-Big Grin
Kayaknya gw dulu pernah baca deh...
Pas gw cari threadnya ternyata udah ga ada.. gw udah agak lupa sama ceritanya..
Judulnya "Anu anu anu siapa" yg covernya itu dari anime Tari Tari emoticon-Big Grin tokoh utamanya sama sama Danu

Welcome back lah kalo ternyata penulisnya sama.. emoticon-nyantai
Jangan dikentangin lagi yah...
yg tentang cawat pink udah tamat ya bre emoticon-Big Grin
mejeng pejwanemoticon-Cool
numpang nenda dimari emoticon-Cool . btw page 1 ye
mejeng dimari om kabe, eh btw yang sempak pink udah seleseai
Btw nicknya ts, di akun fb ane juga ada yg namanya sama kyak ts

Salken emoticon-Toast
Keren gan cerita'y emoticon-Jempol
anu..

hmmm..

ko kek dejapu ya..

lancroootkan gaaaaan

emoticon-Wakaka
Penting nangkring dipejwan emoticon-Ngakak
celana dalam si anu... anu... anu... ada dimari
Si kabe raja kentang.

Kisah si yopan di novel.id dah kelar blm be?
absen di pejwan...

nunggu updatan selanjutnya
Pejwan anu nya anu anuan.
Selamat berkarya huuu, smoga menarik dan sampai tamat