alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58fe193f529a4559298b4575/enggan-berlalu-di-pagi-haluu
Enggan Berlalu Di Pagi Haluu
Spoiler for Novel Cover:





PROLOUGE

Mungkin semua yang sulit untuk dicari, tak semua ingin di temukan. Ia kadang semakin menghilang. Melawan semua Rindu.

Sendiri bersama kopi, pasti banyak orang yang pernah merasakannya. Di pagi hari yang dingin atau disenja hari yang hangat, di keramaian rutinitas mesin kota dan dimanapun itu. Mungkin banyak orang yang pada saat ini sedang merasakannya. Terkecuali untuk sebagian orang yang tidak suka minum kopi. Mereka pasti sedang khusyuk sendiri bersama teh, air putih, bir item, bir putih, aer oksigen,atau apapun itu. Tetapi minuman hanya sebuah minuman. Karena lembaran lembaran suatu kenanganlah yang membuat kita tidak bosan untuk menikmati kopi hangat ditengah kerinduan. Bagi saya, kenangan adalah teman sejati untuk tersenyum di dalam hati yang sedang kesepian.

Suatu pagi, di bulan juli th.2016
Usman duduk disebuah teras, menatap cangkir kopi yang dari tadi tidak bosan ia aduk aduk dan aduk.. Bukan untuk melarutkan kopi, tapi untuk melarutkan kesedihan di hatinya. Ia buka sebuah surat yang tergeletak di atas meja. Surat yang seminggu lalu diantarkan oleh seorang petugas ekspedisi pengiriman.

Isinya :

Hei Usman
.Kita sekarang mungkin seperti dua buah anak sungai yang terpisah. Yang dahulu kita adalah satu. kini kita harus menjalani alur sungai kita masing-masing. tapi akan ada saatnya bagi kita tuk bertemu lagi, Yaitu di lautan lepas... yang dapat membuat kita menyatu kembali.. Dan kita pun sadar.. bahwa perjalanan alur sungai yang kita lalui dengan kesendirian telah membawa kita ke Muara yang kita punya masing-masing. Muara, sebuah tempat indah yang kita sebut cinta terakhir.. maka bertemunya kita dilautan lepas itu hanya sekedar berbagi cerita tentang perjalanan arus sungai kita sampai kita bertemu dengan muara kita yang berbeda, Seorang cinta terakhir yang membahagiakan kita. Meskipun itu bukan kamu, aku bersyukur karena kita telah menukar unsur air didalam sungai kita dikala sungai kita masih bersama.


Adela arashya
Berlin,23/07/2016

Setelah membaca itu. Usman tersenyum. Senyumnya seakan ingin menjadi sebuah talang untuk air mata nya yg jatuh meski hanya satu tetes. Ia memejamkan mata, seakan baru kemarin adalah tahun 2005. Tahun pertama kali ia rasakan jatuh cinta.




INDEX


Sekedar Info & Saran :

1. Kedepannya, cerita ini akan update setiap hari minggu tapi gak tentu jam berapa. Maklum senin s/d sabtu gue mesti nguli dan urus Reallife.

2. Biasakan berdoa sebelum membaca.

3. Semoga Enjoy dan terima kasih sudah mampir. Salam.




Part 1 - Bidadari aneh yang banyak makan.

Part 2 - Jemari yang Mungil.

Part 3 - Mengenalnya

Part 4 - Perjanjian Kelingking.

Part 5 - Lilin di siang hari dan something

(Masih) Part 5-

Part 6 - Senyum di balik hujan

Part 7 - Malam Keakraban.

(Masih) Part - 7
Woah lapak baru neh emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan

Lanjutkeun gan
Newbie ato bukan ga masalah sih buat gw
Asal ceritanya kaga nanggung aja alias kentang emoticon-Hansipemoticon-Hansip
Yg sabar ya Usman emoticon-Smilie
Prolog'y bikin baper gan emoticon-Mewek
kayaknya cocok sama ceritanya, ikut mantengin gan
wew, baru prolog aja agan udah sukses membangun sebuah chemistry antara pembaca dan karakter di story agan


akankah cerita ini akan membuat hati pembaca mendayu dayu seperti perasaan si usman?


Keep update broo



-=salam satu jiwa=-




woww.. emoticon-Matabelo

trit ente , eh salah.. isi surat adela sukses mencuri perhatian.
dan kelihatan kedepannya bakalan jadi trit yang keren, asal:

- rutin updet
- setiap updet jangan pelit (jangan terlalu singkat)
- jangan ngambeg kalau sepi komen

silahkan dilanjut agan TS

ps: tolong diquote kalau sudah nyampe part 30 emoticon-Peace
weitttzzzz di UP dulu

ceritanya menarik
Ada yg baru lagi nih, ijin nyimak gan.. Semoga ampe tamat nih cerita & gak kebanyakan nanem kentang
Ditunggu part mewek2nya bang emoticon-Leh Uga
cerita Yg cetar membahana emoticon-Matabelo

Part 1 - Bidadari aneh yang banyak makan.

Suatu pagi, di pertengahan tahun 2005. Usman masih tertidur dengan lelap. Padahal hari ini adalah hari pertama untuknya memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia baru lulus dari SMP dan masa liburan pun telah usai. Kini ia harus melanjutkan masa mencari ilmu di sekolah baru.

"Bangun banguuuuun... Ni anak udah siang masih molor aja". Teriak seorang ibu ketika melihat usman putranya masih tertidur dengan lelap. Namun sekian usaha, wanita itu belum berhasil membangunkan anaknya. Alhasil usman pun dicubit oleh nyokapnya.

"Aduuhh.. Sakit tau mah". Ucap Usman yang saat itu terbangun dari dunia mimpi.

"Hei ! Kamu lupa ya kalo hari ini hari pertama kamu masuk sekolah, kamu tuh kebiasaan tidur tengah malem terus, begadang terus, jadi gini deh paginya"

"Iyaaa maahh iya, ni usman bangun kok" ucapnya dengan mata yang masih merah mengantuk dan belum beranjak dari kasur."

"Sana cepetan mandi !!!!!"

Bukannya langsung bergegas kekamar mandi, Usman malah kembali memejamkan kedua matanya. Seakan ia tertarik mengikuti kantuk untuk memasuki kembali alam mimpinya. nyokapnya berlalu keluar kamar membiarkan anaknya yang masih terbuai oleh alam bawah sadar.
Dan setengah jam kemudian, Brrrrrrr !!!!!! Suara air yang disiram oleh seorang ibu kepada anaknya yang malas. tak perlu waktu lama Usman langsung terbangun dengan kagetnya. Memang air yang digunakan untuk membangunkannya tidak terlalu banyak. Hanya sekitar setengah gayung. Yaaa setengah gayung, setengah gayung yang di ambil dari botol air dingin didalam kulkas.

"Mama udah gilaa kali ya, anak sendiri pake disiram begini". protes Usman dengan intonasi kesalnya.

"Hahaha.. Kamu itu kalo ga diginiin ga bakal bangun pagi ini, kuping kamu juga kayaknya udah kesumpel tuh sama ampas kopi. Mamah teriak sekenceng apapun kamu tetep aja tidur, emang kamu tuh skali kali harus kena siraman rohani, biar cepet sadar otaknya". ujar nyokapnya membaweli usman sambil bercanda.

"Ini sih namanya bukan siraman rohani, tapi siraman air dingin dari nenek nenek bawel". balas Usman.

"Eh kamu itu bukannya nurut sama orang tua malah ngeledek, cepetan sana mandi udah jam 7 sekarang, jangan sampai mama siram lagi nih, pake air panas kali ini. Mau ?"

"Waduh kejam amat sih maa, iya deh iya iya iya ni usman mandi dulu dasar bawel." ucap Usman sambil mengucek kedua matanya yang masih ngantuk.

"Gitu dong... Huh dasar pemalas". ucap nyokapnya sembari menepuk pelan usman pakai bantal. dan usman pun langsung bergegas kekamar mandi.

Yaa begitulah suasana pagi seorang ibu yang lumayan bawel dengan anaknya yang rada pemalas dan susah untuk bangun pagi pula. Namun di balik kebawelannya, nyokap Usman adalah orang yang sangat menyayangi anaknya dan merawat anaknya dengan baik. Meski terkadang 'jahil' juga kalo nyokapnya lagi bercandain si Usman dan begitu pun sebaliknya. Maklum, nyokapnya usman itu dulu waktu mudanya jogress juga, sering main musik rock, nongkrong bareng anak rock, jalan sama anak rock, bahkan belajar ngaji solat sama anak rock. Whattt ???? hehehe begitulah kenyataan masa muda nyokapnya Usman dulu. mangkanye walau hubungan mereka adalah ibu dan anak, mereka tidak pernah bersikap kaku dalam hal apapun. Termasuk dalam beberapa obrolan dan candaan sekalipun. Namun meski begitu, tetap ada etika dan adab seorang anak terhadap orang tua yang harus Usman patuhi. Begitupun sebaliknya.

Bawel dan suka teriak. Tetapi perhatian dan baik terhadap keluarganya, adalah sosok seorang ibu yang merawat Usman. Ya kalo diliat liat foto nyokapnya Usman waktu masih muda tuh rada mirip sama Nike Ardila, penyanyi legend thn 90an. Lumayan kece lah untuk seorang ibu yang pernah melewati masa muda sebagai Rocker hehehe. Dan jika berbicara takdir, nyokapnya Usman memilih menikah dengan bokapnya Usman yang ngefanss berat(1ton) sama Bob marley. Ya bokapnya Usman itu penggemar beratnya(1ton) Bob marley. U know Bob marley ? Kalo lo gak tau, bisa jadi keseharian lo slama ini kurang damai hehe

Sementara Usman ? Dia adalah seorang pemuda yang masih berusia 16 tahun. Seorang remaja yang saat itu masih belum bertemu jati dirinya. Ia baru saja lulus SMP dua bulan lalu, kulitnya putih, badannya agak krempeng, dan penampilannya sangat jauh dari kata rapi. Rambutnya sering terlihat kusut berantakan. Dan jika di tanya soal model rambut, ia dengan bangganya selalu mengakui bahwa model rambutnya itu terinspirasi dari seorang musisi bernama JIM MORRISON (widiiiw) it's ok.
Sebenarnya ia juga memiliki anugrah wajah yang cukup manis, tetapi sampai saat ini ia tidak pernah menyadarinya. Dia belum pernah jatuh cinta, ia belum pernah dekat dengan wanita, pokoknya ia belum mengerti apa-apa sama yang namanya 'pacaran'. Dan masa-masa SMP nya Usman terlalu sering nongkrong dan bergaul dengan teman-temannya yang cowok. Selain dari keperluan belajar kelompok, atau tugas di sekolah ia sangat jarang berbaur dengan teman wanita. Indikasinya di umur yang masih segitu, ia sudah resmi menjadi perokok aktif dan terkadang juga mengkonsumsi minuman ber alkohol walaupun kedua orang tuanya belum mengetahuinya.

"Aku berangkat dulu mahhh...." kata usman kepada nyokapnya sambil mencium tangan nyokapnya.

"Iyaa, belajar yang benar ya, jangan bikin ulah di hari pertama."

Usman hanya tertawa pelan dan lalu pergi meninggalkan gerbang rumahnya yang mungil dan sederhana itu. Rumah sederhana yang di tempati oleh sebuah keluarga bahagia dimana Usman hanya tinggal bertiga dengan ayah dan ibunya. Karena Usman adalah anak pertama dan anak satu-satunya di dalam keluarga tersebut.

Pagi yang cerah, di sebuah daerah bernama Bintaro. Usman pun berangkat ke sekolah yang berjarak tiga kilometer dari rumahnya dengan mengendarai sepeda Kumbang, Eh sorry maaf . . . Sepeda Sport maksudnya. Kasian kalo sepeda kumbang, takutnya dia masuk ke jalan berlubang nanti hehe.. Dan akhirnya ia sampai di sekolah ketika waktu tlah sampai pada pukul 08.00. Ia sudah telat sekitar 1 jam. Dengan buru-buru ia memarkir sepedanya dan mencari kelas tujuannya. Sesampai dikelas ia langsung disambut oleh pemandangan seorang guru perempuan yang sedang asyik berbicara kepada murid-murid di kelas tersebut. Usman melangkahkan kakinya memasuki kelas dan.........

"Assalamulaikum.. Pagi bu." ucap Usman diiringi wajah nervous akibat baru datang jam segitu.

"Walaikumsalam, kamu murid di kelas ini juga ?"

Sekejap keadaan di kelas menjadi berubah. Pandangan 30 pasang mata sekarang tertuju pada seorang Usman yang berdiri di antara pintu masuk dan hening pun muncul seketika.

"Iya bu." Jawab Usman.

"Kenapa baru datang jam segini ? hari pertama aja udah telat, kayaknya kamu juga gak ikut mos ya ? Saya baru ini lihat muka kamu.". tanya gurunya dengan wajah tegas yang menyelidik.

"Iya bu, maaf bu, saya sakit demam kemarin selama empat hari, hari ini saya telat karna harus ngambil obat resep di apotik.". jawab Usman dengan kebohongannya, seakan-akan alasannya itu tak butuh waktu lama untuk hadir di benaknya, mengikuti birama jantungnya yang sudah memasuki partiture 1/32 dengan tempo 220 dikarenakan perasaaanya yang sedang panic and the disco. Paan sihhhh????????

"Bohong bu, kemarin dia main ps dirumah saya.". Sahut seorang anak laki-laki yang duduk di barisan belakang sambil tertawa dengan santainya.

"Sssssstttt... yang lainnya tenang dulu". Ucap gurunya sambil menempelkan jari telunjuk di bibirnya dan menoleh ke arah murid tersebut.

Sesaat Usman juga menengok ke anak yang berbicara tadi dan ia terkejut karena itu adalah Chandra, teman dekatnya saat SMP dan rumah mereka berdua pun tidak terlalu jauh. Mangkanye Usman memang sering main kerumah Chandra dan sebaliknya. "Wah sial, si kampret pake sekelas sama gue lagi, Ah payah lo lagi lo lagi". Gerutu Usman dalam hati.

"Yaudah sekarang kamu perkenalkan diri kamu, kamu kan ga ikut mos, anggap aja sekarang kamu anak baru". Perintah gurunya.

"Met pagi teman-teman semuanya, kenalin nama gue Usman, seneng bertemu sama kalian, smoga gue bisa jadi teman yang baik buat kalian di kelas ini, makasih". Ucap Usman yang sedang berdiri menghadap ke arah teman-temannya, dan tak lupa menghadirkan senyum manisnya.

Murid murid di hadapannya pun merespon dengan baik perkenalan barusan.

"Dan nama panjang kamu?". Tanya gurunya.

"USMAN GROHL". jawab usman masih di posisi yang sama menghadap tatapan tatapan yang menatapnya, dan ia mengucapnya seolah itu memang asli nama panjangnya.

Si ibu guru itu pun langsung melihat selembar kertas daftar absen yang dari tadi di genggamnya.

"Disini tertulis nama kamu itu USMAN EMBARA SAMUDERA, nama bagus bagus kok enak banget kamu ganti". Heran gurunya.

"Hehehhe maaf bu saya kebiasaan, ga serius kok". Jawab usman diiringi dengan jurus ling-lung dan senyuman bodoh.

"Ywisslah gapapa kalo emang kamu mau ganti nama gpp, tapi besok pagi kamu harus bawa nasi merah sama nasi kuning ya buat kita semua". Canda gurunya.

Murid-murid yang sedari tadi memperhatikan percakapan tersebut pun tertawa, kelas mendadak menjadi euphoria oleh suara ramai dan tawa yang disebabkan percakapan usman dan gurunya.

Yaa di pagi hari pertama belajar ini Usman sedikit memberikan warna di kelas yang tadinya hening hening saja.

"Kamu boleh panggil saya bu Nisa, saya wali kelas kamu disini".

"Siap bu". Kata Usman

"Lain hari kalo kamu sakit atau ada keperluan telpon ya, sekarang silakan duduk, cari tempat yang masih kosong".

Usman langsung menuju tempat duduknya, yang tersisa hanyalah 2 kursi kosong yang bersebelahan, diantara 1 meja. Dan itu pula di barisan paling belakang.

"Oiiii.. Suitt oiii.. Grohl grohl". Suara seseorang memanggil usman yang saat itu sedang merapikan tas di mejanya.

"Knape chan?". Tanya Usman saat menoleh ke orang itu yang ternyata adalah Chandra.

"Bu Anissa cantik juga ya, seksii parah". Ucap chandra, dengan suara pelan agak berbisik.

"Ah ngeres lo mah, gile kali yee".

"Ye si bego, ga normal kali lu ye". ucap Chandra.

"Sial lo, eh chan lu pindah sini ja duduk bareng gue". Pinta Usman.

"Gak ah man, gue udah betah disini ma temen baru di sebelah gue, wangi soalnya". Ucap Chandra pelan.

"Ah kaco lo ya, malah milih teman baru, mentang" dia cewek kali, ahhhh mau nya enak mulu lo!!". Kata Usman agak sedikit kesal.

"Bodo amat, lu ngobrol aja tuh ma bangku kosong di sebelah elo". Hahahaha

Usman lalu memandangi kursi di sebelahnya yang masih kosong tanpa seorang pemilik, entah siapa yang akan mendudukinya nanti. Entahlah, ia tak terlalu memikirkan hal itu. Pelajaran sekolah pun dimulai sampai jam istirahat, di kantin usman dan teman teman barunya saling berkenalan dan berbincang. Dan dengan sifat Usman yang apa adanya, ia mulai beradaptasi dan berbaur di sekolah itu.

Hari hari selanjutnya di sekolah berjalan lancar, meskipun belum ada hal yang terlalu spesial bagi seorang Usman. Ia masih duduk sendiri tanpa ada teman se-meja. Usman sesekali melihat sahabatnya, Chandra. Sedang asyik ngobrol bersama Vera teman se mejanya. Dan Usman hanya lebih sering menekkukan lengannya di atas meja lalu menempelkan wajah dan kepalanya untuk tertidur di kelas sampai jam pulang tiba.














Seminggu kemudian.,
Di pagi hari. Tepatnya di hari kamis.
Saat sedang asyik mengayunkan pedal sepedanya dalam perjalanan ke sekolah. Tiba tiba Usman merasakan sentuhan sentuhan gerimis yang sebentar lagi akan terjadi hujan deras. Ia langsung mencari tempat berteduh sampai akhirnya ia memparkirkan sepedanya di depan sebuah warung makan dan langsung masuk kedalam untuk berteduh dari hujan yang menghujani dirinya. Ia lalu membuka jaketnya yang telah basah sedikit terkena air hujan.

"Pak, kopi item dong satu. Sama rokok f*lt*r 2 batang". Kata usman memesan kepada penjaga warteg tersebut, seusai membuka dan merapikan jaketnya yang basah.

Dan di tempat itu Usman melihat seorang cewek yang sedang memasukan sebuah jaket basah kedalam plastik. Sepertinya cewek itu sampai di sini lebih dulu. Seragam sekolah yang ia kenakan pun sama dengan yang dipakai Usman. Kemeja batik warna hijau khas SMA k*rtik* , mungkin ia adalah seorang kakak kelas atau murid di kelas lain. Pikir Usman.
Cewek itu memiliki rambut yang panjangnya sebahu dengan poni di dahinya, terlihat agak basah rambutnya mungkin karena kehujanan, kulitnya putih, tubuhnya langsing namun agak pendek, dan wajah juga lumayan manis. (Manis muuluuu.... Kngen makan gulali ape?)

"Pak, kalo aku makan dong". Kata cewek itu ke abang warteg.

"Pake apa neng?". Tanya abang wartegnya.

"Pake piring aja deh, kalo pake gelas mah minum". Becandanya garing tapi dengan suara yang cukup kencang.

"Si eneng bisa aje, maksud bapak tuh mau pake lauk apaa?".

"Ooouuuuouuhhh....". Sambil mengangguk-anggukan kepalanya. "Pake ayam aja deh pak, sama lalapannya ya". Sahutnya lagi.

Usman yang sedang menunggu kopi pesanannya hanya terdiam melihat prilaku cewek itu. Tak lama pesanannya pun sudah jadi. Secangkir kopi panas dan dua batang rokok diletakkan di atas etalase oleh abang warteg, dan usman langsung menyambutnya dengan sehat gembira. Lalu disulutlah sebatang rokok oleh Usman sebagai pendamping kopi panas ditengah hujan pagi yang dingin, hujan yang pagi ini bersuara sangat indah bersaing dengan pemandangan seorang perempuan cantik yang sedang makan dengan lahapnya.

Selang waktu sepuluh menit, cewek itu pun baru menghabiskan sarapannya, waktu yang terbilang cepat bagi seorang perempuan untuk menghabiskan sepiring nasi di pagi hari. Usman yang tadinya sedang asyik melamun menikmati suara derasnya hujan membasahi kehidupan, terkejut ketika mendengar.....

"Pak, nambah dong nasinya, tapi kali ini pake telor ya".

"Nambah neng? oke deh tunggu ya". Kata abang warteg, dan langsung menyiapkan kembali pesanan cewek itu yang kedua kalinya.

"Lapar banget ya ka?". Kata usman bertanya pada cewek itu.

Namun dia yang sedang duduk menunggu pesanannya itu hanya diam seperti pura-pura tidak mendengar suara Usman. Padahal posisi mereka berdua hanya berjarak satu meter. Usman baru saja merasakan sesuatu yang berbeda. Baru kali ini ia melihat cewek makan banyak banget, diwarteg pula. Apakah karena dia lagi laper berat(1ton),,, apa karena masakan di warteg ini memang lezat,,, entahlah ... .... ..
Kini pandangan mata Usman sesekali melirik sosok cewek yang ada di sebelahnya, sambil menyeruput kopi yang tadinya panas namun dipaksa menjadi hangat oleh romantisnya udara hujan.

"Lo ngapain ngeliatin gue?". Tanya cewek itu tanpa sedikit pun menoleh ke arah Usman. Matanya hanya lurus menghadap ke depan dan ke piring makannya.

Ternyata cewek itu merasa sedang di perhatikan oleh Usman dan ia mengetahuinya lewat bayangan pantulan kaca etalase di depan mereka berdua.

Usman pun tersentak kaget, "Eh enggak kok, gue cuma lagi ngeliatin tembok di belakang lo". Jawabnya ngelantur.

"Kalo lo laper juga, pesen aja, lo pasti mau makan tapi gapunya uang ya".

"Sembarangan lo, gw ga laper kok, gw juga ga biasa makan pagi". Ujar Usman.

"Oiyaa ? Habisnya lo dari tadi kayak merhatiin gw gitu". Kata si cewek sambil menyantap hidangannya.

"Kalo lo ngerasa terganggu, sorry ya, gw ga bermaksud ganggu lo lagi makan kok". Usman mencoba menjelaskan ke cewek itu sambil tangannya mematikan rokoknya di asbak.

Cewek itu hanya melanjutkan makan, dan tak bicara lagi sampai acara makannya telah usai.

"Hahahaha,,,,, gw gak terganggu kok, gw tau, lo pasti heran ya liat gue makan banyak banget". Ucap cewek itu. Tapi kali ini ia menghadap ke arah usman dan tangannya sedang membersihkan bibirnya dengan tisu makan.
"Di langit, gw gabisa makan yang beginian, jadi pas gw diturunin kebumi yaa gini deh". Lanjutnya dengan mimik wajah sok serius. tapi tetap keliahatan manis

Usman heran karena tadi dia diem aja, sekarang malah mulai ngomong lagi.
"Emang lo siapa bisa ke langit ?". Tanya usman menanggapi omongan ngawur cewek itu.

"Bidadari". Jawabnya tanpa ekspresi apapun.. Seolah dia sedang tidak bercanda..

Usman hanya terdiam, gak tau harus ngomong apa lagi dan nanya apa lagi. Dia seperti orang yang mendadak kena hipnotis.

Sekejap hujan pun berhenti, cewek itu pun mulai bersiap berangkat dengan memakai tas nya dan membayar semua yang ia makan ke abang warteg. Setelah itu ia pun pergi menaiki sepeda motornya menuju sekolah. Usman yang tak sadar kalau hujan sudah reda, masih memikirkan cewek itu. "Baru kali ini gue liat bidadari pake seragam sekolah, tuh cewe lagi error kayaknya"

Tak lama suara abang warteg membuyarkan lamunan usman, dan mengingatkan untuk berangkat sekolah agar tidak telat, usman pun tersadar dan langsung membayar kopi rokok yang di belinya.

"De pulpennya awas tuh ketinggalan". Kata abang warteg sambil menunjuk jarinya ke pulpen yang tergeletak di meja makan.

"Kayaknya bukan punya saya pak"

"Oh berarti punya si eneng barusan, bawa aja dek, adek satu sekolah kan sama dia? Seragamnya sama tadi". Kata abang warteg.

Usman pun mengambil pulpen yang tertinggal itu, dilihat olehnya ada tempelan label yang bertuliskan ADELA ARASHYA . mungkin ini nama cewek tadi. Pikir Usman.

"Oke pak, nanti kalo di sekolah saya ketemu dia lagi, saya kasih, sekarang saya berangkat dulu pak".

"Yaa hati hati de dijalan".

Usman pun bergegas menghampiri sepedanya yang terparkir didepan, dan melanjutkan kembali perjalanan ke sekolah. Sebelum jalan, kedua mata Usman tak sengaja terarah ke sebuah plang di atas pintu warteg tersebut, nama warung makan itu adalah "Warung Makan Kenangan". Usman tersenyum dan mulai berjalan ke arah sekolahnya.

Sesampai di sekolah ia langsung meletakan tas di kursinya, menatap kursi di sebelahnya yang masih kosong. Hari ini ia sama sekali tidak belajar, karena pikirannya masih tertinggal di sebuah warung makan tempat ia berteduh dari hujan pagi ini. Tempat ia bertemu oleh bidadari aneh yang banyak makan.


-bersambung-
Quote:Original Posted By ribet.amat
Woah lapak baru neh emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan

Lanjutkeun gan
Newbie ato bukan ga masalah sih buat gw
Asal ceritanya kaga nanggung aja alias kentang emoticon-Hansipemoticon-Hansip


iya gan. mudah mudahan sampe kelar hehehehe makasih udah mampir salam kenal..
Quote:Original Posted By jason.bourne55
Yg sabar ya Usman emoticon-Smilie


hehe iya gan
Quote:Original Posted By sayabaik46
Prolog'y bikin baper gan emoticon-Mewek


selamat baperbaperan dah gan
Quote:Original Posted By lastdesination
kayaknya cocok sama ceritanya, ikut mantengin gan


moga aja cocok ya . silakan hehe
Quote:Original Posted By lintar1992
wew, baru prolog aja agan udah sukses membangun sebuah chemistry antara pembaca dan karakter di story agan


akankah cerita ini akan membuat hati pembaca mendayu dayu seperti perasaan si usman?


Keep update broo



-=salam satu jiwa=-


ah agan bisa aja mujinya
Quote:Original Posted By fenrirlens
weitttzzzz di UP dulu

ceritanya menarik


silakan. terima kasih emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By mirzazmee
Ada yg baru lagi nih, ijin nyimak gan.. Semoga ampe tamat nih cerita & gak kebanyakan nanem kentang


oke ane janji ampe tamat nih..
dibacanya asik. lanjuttt gan
×