alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58fe1286d89b098e5f8b456e/warga-ciliwung-potong-rumah-agar-tak-digusur
Warga Ciliwung 'Potong' Rumah Agar tak Digusur
Warga Ciliwung 'Potong' Rumah Agar tak Digusur

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga tiga kampung di sekitar bantaran kali Ciliwung, Jakarta nekat memotong rumahnya masing-masing. Pemotongan dilakukan agar tidak digusur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.


'Kita buktikan pada Pemprov sebelum digusur, kita berbenah,' kata Andi Amir, Ketua RT 08 RW 01 Kampung Kerapu, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin 24 April 2017.


Tiga kampung itu adalah Kampung Tongkol, Kampung Kerapu, dan Kampung Lodan. Andi menjelaskan pemotongan yang dimaksud adalah warga mengikhlaskan lima meter bagian rumahnya dari arah kali untuk kepentingan pelebaran kali.


'Jadi enggak cuma ngomong, enggak mau dibongkar (kampungnya), enggak mau digusur, tapi enggak ada usahanya,' ujar dia.


Andi mengatakan bahwa pembongkaran lantaran keberadaan kampung disebut sebagai penyebab banjir. Pemberitahuan pun sudah berkali-kali dilakukan kepada tiga kampung di sekitar Ciliwung itu.


Namun warga memilih bertahan. Karena warga kebingungan dengan kompensasi yang didapatkan, jika harus pindah.


'Waktu itu (2015) enggak dikasih tahu ganti rugi berapa, atau dipindahin ke mana,' kenang Andi


Alhasil warga satu RT di Kampung Kerapu, akhirnya jadi digusur pada 2015. Mereka dipindahkan ke Rusun Marunda. 


Kampung Mandiri


Andi mengungkapkan, warga lainnya yang belum digusur, berpikir keras agar terdapat jalan tengah. Di samping memotong lima meter bagian rumah, juga mempertimbangkan lokasi kampung yang berpotensi menjadi kampung wisata.


Menurut Andi, lokasi ketiga kampung itu sebenarnya berdekatan dengan tiga tempat wisata. Yaitu Kota Tua, Museum Wisata Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa.


Andi menegaskan pihaknya ingin membangun kampung mandiri. Artinya, warga kampung sepakat membuat terobosan agar banjir tidak terjadi dan nilai kampung menjadi bertambah.


Di antaranya, tak akan ada lagi rumah yang membelakangi kali. Akan tetapi rumah menghadap ke kali.


Warga juga mendapatkan edukasi. Andi mengklaim tak ada lagi warga membuang sampah ke kali. 


Kemudian, pihaknya membangun septictank komunal dan menjadikan limbah makanan sebagai kompos.


'Kita dituduh, rumah di bantaran kali penyebab banjir. (Faktanya) tidak semua terbukti. Kampung kita tidak kena banjir,' ujar Andi.


Legalitas


Namun warga masih tidak tenang. Karena terus terbayang penggusuran. 'Kita terbatas legalitas,' kata Sekjen Komunitas Anak Kali Ciliwung Salijan.


Salijan berpendapat sewaktu-waktu kampungnya dapat digusur. Padahal warga setempat telah berupaya membuktikan, bahwa keberadaan kampungnya tidak menjadi penyebab banjir.


Salijan juga menegaskan bahwa pihaknya juga memiliki dana terbatas. Pihaknya masih membutuhkan pendanaan agar kampung mandiri ini, sempurna. Seperti jalan dan water way.


Perjalanan membangun kampung ini turut dibantu sejumlah LSM dan Universitas Indonesia. 'Kampung ini harusnya jangan digusur, tapi dilestarikan,' tandas dia.

Sumber : http://news.metrotvnews.com/metro/4K...ar-tak-digusur

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Warga Ciliwung 'Potong' Rumah Agar tak Digusur Buang Sampah ke Kali, Warga Didenda Rp500 Ribu

- Warga Ciliwung 'Potong' Rumah Agar tak Digusur Kali Biru Pancoran Juga Jadi Tempat Main Anak-anak

- Warga Ciliwung 'Potong' Rumah Agar tak Digusur Cara Pasukan Oranye Meneror Warga Pembuang Sampah Sembarang

×