alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58fdd3c7162ec2ec338b456e/bagaimana-kalau-tiap-daerah-di-indo-hukumnya-boleh-beda
Bagaimana kalau tiap daerah di indo hukumnya boleh beda?
Ahok tidak menang pemilu karena bukan muslim. Lalu di Bali ada yang mau dia jadi gubernuer. Ditolak juga karena orang Bali lebih suka gubernur hindu.

Kalau yang seperti ini saya agak setuju juga. Memang orang yang terlalu berbeda seharusnya tidak tinggal di tempat yang sama atau terlalu berdekatan.

Biar tiap daerah milih pemimpin sesuai selera masing masing. Mau syariah, mau komunist, mau capitalist, mau apa, cobalah. Ntar liat daerah mana yang lebih makmur. Kalau mau pindah ya musti bayar ijin kependudukan pemprov daerah masing masing yang policynya tentu sudah ditentukan oleh daerah masing masing.

Saya kira pelan pelan bisa dicoba.

Saya juga susah mau ngomong kalo nggak bener majoritas warga nggak pilih Ahok. Ya mereka mau pilih berdasarkan apa saja ya suka suka mereka. Justru kalo kamu boleh pilih tapi pilihannya musti ini atau itu ya nggak democrasi dong.

Tapi kita setuju pilihan kita beda. Buat saya yang penting korupsi ilang sungai lancar nggak banjir lagi dan duit larinya ke pengusaha productive bukan pejabat koruptor. Meskipun anies juga nggak jelek dan banyak ide ide dia cukup bagus, saya juga milih berdasarkan hasil. Semua juga bisa janji. Yang bisa kasih hasil sedikit.

Buat orang lain mungkin yang penting pemimpin sopan seagama? Sesuatu yang tidak ada artinya buat saya.

Buat orang lain, gubernur itu pemimpin. Negara itu pemerintah.

Buat saya negara hanyalah suatu organisasi yang menyediakan jasa proteksi dan infrastructure. Sebagai warga negara kita bukan saja konsumen dari PT republik indonesia, tapi kita ikut pegang saham. Ikut punya gitu lho.

Saya melihat negara seperti saya melihat firstmedia, MNC, uber, gojek. Saya tidak melihat negara sebagai pemimpin saya sama seperti saya tidak melihat direktur indomaret dan alphamart, tempat saya beli macam macam pemimpin saya.

Dunia sudah seperti ini. Ada banyak negara dan tiap negara bermacam macam ideologynya. Ya mungkin tiap indonesia hukumnya beda juga. Jadi setiap orang bisa tinggal di negara dimana mereka memang majoritas. Seleranya sama. Nilai nilainya sama. Yang lain sendiri ya pilihlah daerah yang kamu suka.

Kan tidak harus kita bersatu lalu culture kita sama kebiasaan kita sama semua harus sama? Masak semua tourist bule yang telanjang dibali musti pake burqa karena orang islam nggak setuju? Dan masak turis yang sama boleh jalan jalan telanjang di aceh, dimana penduduknya tidak terbiasa? Buat apa? Doyan syariah? Ke aceh sana.

Doyan cw telanjang, ke bali. Sono belajar kamasutra tiap hari ama bule.

Saya pun juga pikir pikir propinsi di indo yang mana yang lebih cocok dari saya. Jakarta ya nggak terlalu parah.

Dulu di kerjaaan otoman juga tiap daerah memimpin sendiri sendiri. Ya meskipun otoman akhirnya bubar, tapi kan itu pernah lumayan gede.
ya, negara & bangsa adalah 2 hal yg beda..
negara bisa diartikan simpel sebagai organisasi, badan yg dipercaya untuk menjalankan sistem..

perbedaan aturan hukum di tiap daerah? konstitusi tidak mengijnkan itu kejuali dalam kasus tertentu seperti daerah keistimewaan, dan itu hanya beberapa aturan saja yg berbeda

negara2 (termasuk union&federasi) yang luas dan multi etnis, biasanya memang membolehkan perbedaan hukum menyesuaikan kondisi daerahnya.
contoh (abad 21):
- USA
- Uni Eropa
- India
- Indonesia
- Persemakmuran Inggris

China ? kayaknya enggak sebebas negara2 disebut diatas (CMIIW)
*edit : untuk hongkong, makau, dan taiwan*** memiliki hukum yang berbeda

tapi berbeda bukan berarti boleh anarki dalam membuat hukum dan uu.
lembaga legislatif di masing2 daerah tentunya harus mengikuti aturan dasar yang ada.
bila ada masalah dalam produk UU nya, bisa di selesaikan di lembaga yudikatif, baik tingkat daerah ato pusat.
Iya saya mikirnya gitu. Jangan terlalu beda dari yang "mainstream" tapi boleh beda.

Contoh kenapa di Bali musti diberlakukan undang undang anti pornography? Jelas orang bali nggak suka. Agama mereka tidak melarang (inget kama sutra). Dan turis juga nggak merasa rugi.

Dan kalau daerah tertentu maunya syariah, ya kenapa tidak?

Saya jujur tidak pro atau anti islam. Di negara barat juga masalahnya banyak.

Eropa bisa maju dan menjajah seluruh dunia karena tiap negara punya aturan sendiri. Magelan ditolak oleh Spanyol karena mau cari india dengan berlayar ke arah barat. Menurut ilmuwan saat itu, bumi jari jarinya terlalu besar magelan tidak akan sampai india. Lalu? Magelan atau colombus ke portugis. Dapet modal. Jalan deh dia. Dan eropa jadi maju.

Cina? Kapalnya lebih gede. Penduduk lebih banyak. Lebih suka dagang. Tapi kaisar ming bilang nggak boleh berlayar lagi. Nah lho? Udah. Cina jadi negeri tertutup. Akhirnya ketinggalan jauh dari bule.

Orang cina, 100 tahun terakhir, per kapita, paling miskin, di cina. Nggak bisa milih negara. Negaranya komunis ya mampus deh miskin semua. Sekarang menlen pun banyak yang kaya. Itu karena tiap daerah bisa jalan sendiri.

Indonesia mustinya gitu. Biarkan tiap komunitas lokal milih mereka mau aturan apa. Kalau tidak terlalu extreme ya sudah.

Indonesia negara kepulauan. Banyak pulau bisa "coba coba".


Ntar hukum dan perda yang bagus kita tiru. Kalo argument doan nggak bakal keliatan yang mana yang bener dan yang mana yang ngaco. Tapi kalo udah ada hasil beres.

Kalo nggak coba nggak bakal tau.
Nih contohnya orang papua mau bikin patung Yesus

https://news.detik.com/berita/d-3483...ah-dari-brasil

Mau gimana?

Di wikipedia ada article tentang natural segregation

https://en.wikipedia.org/wiki/Geogra...al_segregation

Jadi ini natural. Pasar ngatur sendiri. Orang yang suka tinggal di tempat yang orang sama ama dia ya tinggal pindah. Kalo minoritas ya tinggal kasih waktu pindah atau kalau tidak merasa terlalu terganggu ya stay aja.
Quote:Original Posted By septiadi434

Indonesia mustinya gitu. Biarkan tiap komunitas lokal milih mereka mau aturan apa. Kalau tidak terlalu extreme ya sudah.

Indonesia negara kepulauan. Banyak pulau bisa "coba coba".


Ntar hukum dan perda yang bagus kita tiru. Kalo argument doan nggak bakal keliatan yang mana yang bener dan yang mana yang ngaco. Tapi kalo udah ada hasil beres.

Kalo nggak coba nggak bakal tau.


kan indonesia udah gitu. beberapa daerah diberi otonomi khusus dalam perda. dengan berbagai alasan
misal jogja, aceh, papua dst.

semua menyesuaikan budaya dan sejarah daerah tersebut.
sangat tidak pantas orang aceh protes patung yesus di papua, begitu pula sebaliknya, ato orang DKI protes perda aceh dst.

tapi semua tetep ada batasnya.
misal: tidak boleh perda membolehkan sesuatu yang dilarang UU >> misal tradisi kanibal & penggal kepala, mau dilegalkan dengan alasan ajaran leluhur.
sekalian aja buat negara sendiri2 emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By k4ktus


kan indonesia udah gitu. beberapa daerah diberi otonomi khusus dalam perda. dengan berbagai alasan
misal jogja, aceh, papua dst.

semua menyesuaikan budaya dan sejarah daerah tersebut.
sangat tidak pantas orang aceh protes patung yesus di papua, begitu pula sebaliknya, ato orang DKI protes perda aceh dst.

tapi semua tetep ada batasnya.
misal: tidak boleh perda membolehkan sesuatu yang dilarang UU >> misal tradisi kanibal & penggal kepala, mau dilegalkan dengan alasan ajaran leluhur.


Iya ya. Bali juga tuh. Bagus bagus.

Kalo orang udah punya pilihan tinggal pergi ke propinsi yang cocok mereka juga nggak bakal terlalu ngotot negara musti sekuler atau musti syariah atau gimana.

Yah pelan pelan saja. Begitu.

Nggak semua orang "jodoh" cocok jadi teman cocok hidup satu kota dll.
ya kalo hukum yg ga berkaitan dgn ibadah 'vertikal' menurut ane harus disamaratakan.

tp kalo hukum yg mengatur ato berkaitan dgn ibadah 'vertikal' sebaiknya gausah disamaratakan, dgn 1 catatan jangan menghentikan atau mengganggu seseorang yg mau beribadah dgn taat a.k.a sungguh2.

misal : a. Tony mau ke gereja tiap hari, ya jangan sampe ada PP yg melarang dibukanya gereja tiap hari.
b. keluarga Luthfi dan masyarakat yg beragama Islam ingin sering2 mengadakan kajian di masjid misal seminggu 2x, ya jangan sampe ada PP ya melarang.
c. jualan makanan yg mengandung babi, ular, biawak di provinsi A (yg mayoritas muslim) itu wajib menuliskan logo tidak halal di dpn resto nya. tp kalo di provinsi B (yg mayoritas nya non muslim) ya ga wajib menuliskan logo itu, tp setiap pemilik dan pegawai restoran wajib terbuka bila ada yg bertanya ttg ingredients nya.

itu baru 3, sisanya bisa lah pahami sendiri.
Setuju bro. Karena benar dan salah tiap orang beda. Pelacuran, aliran "sesat", judi, pornography, narkoba, bahkan korupsi pun ada yang bilang betul. Ada yang bilang pajaki saja. Ada yang bilang basmi. Ada yang bilang legalkan murni.

Yang bener yang mana? Nggak tau. Kita semua cuman manusia. Apa sih yang kita tau tentang apa yang terbaik buat semua orang lain? Ya tanya aja kamu sukanya gimana, kamu minggat ke daerah yang kamu suka.

Mesjid megaphonenya mau ngadep keluar atau ke dalam? Ya liat sikon. 80% muslim keluar nggak apa apa. 50% ya kedalam lah.

Kalo perlu kependudukan tiap daerah bisa diperjual belikan. Mau pindah dari Aceh ke Jakarta bayar kependudukan Jakarta tapi bisa jual kependudukan aceh. Begitu sebaliknya. Kita mau tau ini daerah beres kagak tinggal liat harga pasar kependudukan. Banyak orang mau ke satu tempat artinya daerah itu dipimpin dengan baik. Laku pemerintahnya.
Dah pernah nyet jaman Soekarno dulu

namanya Republik Indonesia Serikat wkkwkwkemoticon-Busa

Hasilnya???? acakadulemoticon-Shutup
Quote:Original Posted By asymptote
Dah pernah nyet jaman Soekarno dulu

namanya Republik Indonesia Serikat wkkwkwkemoticon-Busa

Hasilnya???? acakadulemoticon-Shutup


Kalo di pelajaran PSPB nggak pernah dijelasin plus minusnya. Yang ada system yang waktu itu (pancasila, demokrasi terpimpin, suharto presiden terus) adalah yang "terbaik" untuk seluruh bangsa indonesia.


Quote:Original Posted By septiadi434


Kalo di pelajaran PSPB nggak pernah dijelasin plus minusnya. Yang ada system yang waktu itu (pancasila, demokrasi terpimpin, suharto presiden terus) adalah yang "terbaik" untuk seluruh bangsa indonesia.




Gitu aje masih disembah2 si Karno sampe sekarangemoticon-Busa


emoticon-Gila
×