alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58fda7a3902cfe87608b456d/pelaut-indonesia-diperlakukan-dengan-baik-oleh-nikkatsu-jepang
Pelaut Indonesia Diperlakukan dengan Baik oleh Nikkatsu Jepang
Pelaut Indonesia Diperlakukan dengan Baik oleh Nikkatsu Jepang


Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sedikitnya 1.200 pelaut Indonesia bekerja di 200 kapal milik Nikkatsu atau Asosiasi Perikanan Jepang yang beranggota sekitar 80 perusahaan Jepang, di antaranya 10 perusahaan besar termasuk Maruha Nichiro Corporation.

"Selama empat tahun saya sebagai ketua Nikkatsu ini hanya satu orang saja yang kabur. Lainnya tetap bekerja dengan baik dan memang karena pekerjaan berat di atas kapal laut yang kadang berombak tinggi, kalau ada yang celaka langsung kita bawa ke rumah sakit terdekat dengan lokasi kapal," kata Jun Yamashita, Presiden Asosiasi Koperasi Perikanan Tuna Jepang (Nikkatsu) yang juga CEO Japan Tuna Fisheries Corporation kepada Tribunnews.com, Senin (24/3/2017).

Hal ini juga sesuai permintaan Menteri Susi Pudjiastuti yang bertemu dengan Yamashita saat makan malam di Tokyo dua minggu lalu.

"Asuransi sudah pasti diberikan kepada semua pelaut Indonesia dan 90 persen pelaut di Nikkatsu ternyata diambil dari warga Indonesia. Sisanya orang Jepang dan orang asing lain," kata Jun Yamashita.

Baca: Korea Selatan Siapkan 11.000 Tempat Pengungsian Antisipasi Rudal Korut

Mereka yang dari Indonesia, dilatih dan belajar di sekitar Puncak antara Bogor-Bandung selama sekitar 3 bulan termasuk belajar bahasa Jepang.

"Setelah itu barulah dikirimkan ke Jepang. Tiba di Bandara Narita atau Bandara Haneda, lalu kita yang akan jemput," tambahnya.

Satu orang nelayan Indonesia mendapatkan sekitar 550 dolar AS termasuk makan, asuransi dan tempat tidur di kapal.

"Itu masih pendapatan yang paling kecil sesuai upah pokok minimum standar Jepang. Bagi yang telah lama dan berpengalaman tentu bisa lebih besar lagi. Mereka bisa sampai 10 tahun bersama Nikkatsu," kata dia.

Dengan demikian asosiasi ini tidak mengambil warga Indonesia sebagai pemagang atau Gino Jishusei. Dengan visa jishusei hanya bisa tiga tahun di Jepang dan dianggap merugikan perusahaan Jepang.

Sebagai pelaut (nelayan) yang dipekerjakan kontrak jangka panjang oleh perusahaan Jepang lalu dijadikan pelaut (nelayan) bisa pergi ke berbagai samudera (Pasifik, Hindia dan sebagainya) antara satu sampai tiga tahun tidak balik ke Jepang.

"Selain tentu ada pula yang menangkap ikan di Jepang saja. Kadang-kadang kapal pun menuju ke Indonesia. Lalu dari sana ke Samudera Hindia sehingga banyak pelaut Indonesia berkelana ke tengah laut Hindia dari dermaga Benoa Bali," jelasnya.

Sumber : http://www.tribunnews.com/internasio...ikkatsu-jepang

---

Baca Juga :

- Keempat Kalinya Takashi Kawamura Terpilih Lagi Jadi Wali Kota Nagoya Jepang

- Viral di Medsos, Kelakuan Buruk Turis Indonesia di Jepang

- Empat Pria Bawa Uang Tunai 735 Juta Yen dari Jepang, Tujuannya Beli Mobil Ferrari di Hong Kong