alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58fd7994dad770652d8b4568/ahok-kalah-saham-pengembang-proyek-reklamasi-berdarah
Ahok Kalah, Saham Pengembang Proyek Reklamasi Berdarah
Ahok Kalah, Saham Pengembang Proyek Reklamasi Berdarah

Jakarta, CNN Indonesia -- Usai kemenangan Anies-Sandi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) putaran kedua dalam perhitungan cepat kemarin, seluruh harga saham emiten properti yang ikut serta dalam proyek reklamasi teluk Jakarta terpantau melemah.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) anjlok pada sesi pertama sebesar 6,19 persen ke level Rp212 per saham, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melemah 3,46 persen ke level Rp1.675 per saham, dan PT Intiland Development Tbk (DILD) turun tipis 0,93 persen di level Rp426 per saham.

Seperti diketahui, Anies-Sandi berbeda pendapat dengan Ahok-Djarot yang mendukung proyek reklamasi teluk Jakarta. Jika memang proyek itu tidak diteruskan, maka tentu akan berpengaruh terhadap pengembang yang mengerjakan proyek tersebut.

Analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada menjelaskan, penurunan harga saham ketiga emiten itu memang berhubungan dengan kemenangan Anis-Sandi. Pasalnya, pasar saat ini terus menghubung-hubungkan kondisi politik yang ada dengan pergerakan pasar.

"Iya pelaku pasar banyak melakukan aksi jual, pelaku pasar menghubungkan dengan Pilkada akhirnya memilih untuk lepas terkait dengan terancamnya proyek reklamasi," ucap Reza kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/4).

Hal ini tentu berbeda jika kemenangan diraih oleh Ahok-Djarot yang mendukung pengembangan proyek tersebut. Pasar justru akan memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi beli di ketiga saham tersebut.

Bahkan, jika ditelisik lebih jauh, hal ini akan mempengaruhi juga perusahaan jasa keuangan karena sejatinya proyek reklamasi ikut membutuhkan pinjaman perbankan.

"Ini kalau mau dilihat lagi malah perbankan juga kan ikut terlibat. Tapi memang kalau dilihat kasat mata itu sektor properti," terangnya.

Secara keseluruhan, Reza berpendapat, pasar mulai menghubungkan kondisi politik dengan pergerakan pasar sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 lalu. Sebelumnya, siapa pun yang memenangkan Pilkada maupun Pilpres tidak akan mempengaruhi pasar, kecuali jika pemilihan itu berlangsung tidak kondusif.


"Ritme pasar itu terus terbawa hingga saat ini, kalau Anies-Sandi saham mana saja yang naik, begitu juga jika Ahok-Djarot kalah saham mana saja yang turun. Padahal sebenarnya tidak demikian, tidak secara langsung," papar Reza.

Maka dari itu, Reza yakin harga saham Agung Podomoro, Pembangunan Jaya, dan Intiland Development berpeluang bangkit (rebound) pada pekan depan. Terlebih lagi, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) nya sore ini terkait suku bunga.

"Jika tetap di level 4,75 persen, maka ada indikasi bank menurunkan suku bunga kredit. Nah itu bisa menjadi sentimen positif," tandasnya. (gir/gen)


http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/...masi-berdarah/
Gue masih gak percaya Anies-Sandi mau gagalin reklamasi.
Mereka ngomong gitu cuma buat narik simpati warga aja.

Karena proyek reklamasi Jakarta ini udah ada Keppres-nya dari zaman Pak Harto-Jokowi.
Gak bisa batalin gitu aja.

Gue yakin Anies-Sandi juga tau hal ini, tapi mereka tetep aja jualan "kecap no.1" pas kampanye.
Mereka gak berani jujur.
gw juga ragu sm gubernur baru tp ga terlalu suka sama gubernur lama.

emoticon-Leh Uga

ini proyek tua yang baru terealisasi sekarang dan tau sendiri dah diknas gmn dulu

emoticon-Leh Uga