alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58fd444a96bde63e668b4568/tim-cyber-anies-sandi-sukses-gaet-pemilih-muda-lewat-kampanye-medsos
Tim Cyber Anies-Sandi Sukses Gaet Pemilih Muda Lewat Kampanye Medsos
Merdeka.com - Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro menganalisa strategi tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI di media sosial. Mereka yang disebutnya sebagai relawan digital cukup sukses mempengaruhi pilihan netizen yang mayoritas merupakan anak muda.

"Mereka berhasil mengemas kampanye dengan menarik sehingga menggugah para netizen yang didominasi anak muda," kata Siti Zuhro seperti dilansir Antara, Minggu (23/4).

Siti mencontohkan relawan digital atau tim cyber pasangan Anies-Sandi (Insider) berhasil menampilkan karakter Sandiaga Uno yang gesit, gemar berolahraga, stylish, dan penuh ide-ide kreatif. Strategi ini cukup sukses lantaran pengguna media sosial yang kebanyakan anak muda, lebih condong memilih tokoh-tokoh muda karena identik dengan menawarkan perubahan.

"Orang-orang muda, senang dengan tokoh- tokoh muda. Apalagi, bila didukung dengan tim yang mampu menyampaikan komunikasi politik dengan baik," katanya.

Dia juga mengapresiasi tim Anies-Sandi dalam menggunakan simbol unik dan mudah diingat masyarakat. Apalagi kalau dengan gerakan Oke-Oce.

Koordinator Insider, Anthony Leong mengatakan tim cyber masing-masing pasangan calon cukup aktif menyebarkan pesannya dalam menentukan kemenangan pilkada Jakarta.

Dalam sejumlah kesempatan lainnya, Anthony Leong juga telah mengutarakan harapannya kepada seluruh relawan untuk dapat memaksimalkan potensi yang ada khususnya melalui media sosial kepada warga.

"Media sosial dewasa ini memiliki peran yang sangat krusial untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi," katanya.

Menurut dia, hal tersebut karena melalui medsos bisa menyampaikan pesan yang lebih mendalam kepada masyarakat.

Diaa mengakui bahwa banyak tantangan yang dihadapi antara lain terkait masalah bully, dan kampanye hitam serta sejumlah informasi hoax yang disebar para buzzer di dunia maya. [noe]

https://www.merdeka.com/politik/tim-cyber-anies-sandi-sukses-gaet-pemilih-muda-lewat-kampanye-medsos.html

Selamat atas kemenangan Anies-Sandi yang berhasil menggagalkan upaya mengkotak-kotakan Jakarta dari tersangka penistaan agama emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Ah elah tetep faktor utama agama
emoticon-Cape d...
Jakarta Syariah, Bak ? emoticon-Embarrassment


Jgn ngeles aneh2, Lha wong kubu syariah keliatan jelas merapat kemana semua. Tapi gw salut kalo kubu makar itu ditikung
#tweetjahat nya anies garing tapi malah savage bgt buat para penyinyir... emoticon-Hansip
Selamat.. emoticon-Selamat
Abu janda , denny siregar & sumanto kurang beruntung semangat eaa...
Iya anak2 muda sumbu pendek yg nda pernah diajarin untuk mikir sendiri, adanya ngikut orang terus emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Panji tuh okeh
Dapet apa ya dia abis ini?
Tim Cyber Anies-Sandi Sukses Gaet Pemilih Muda Lewat Kampanye Medsos


nikamat alkidah manalagi yang akan kau dustai ? emoticon-Ultah
ea.. panastak kurang giat..
ahog ditolak bali tuh.. gimana tak? emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
jadi buzzer anis _ sandi kualitas dan kuantitas jauh lebih baik dari buzzer ahox _ jarot y?????_??????????????????? ??????.??????????????????::
anies sandi mana punya tim cyber,

itu tim cyber nya ahy, termasuk gip dan kroni2 nya
RIZKI yang baik. Saya ajak dan ingatkan Anda untuk gak cengeng soal isu agama ini. Saya sendiri mulai muak dengan banyak pendukung Ahok terus berkutat soal ini.

Begini cara kita melihat isu agama itu secara tak cengeng.

Jika dalam kontestasi berhadap-hadapan kandidat lelaki vs perempuan maka isu gender naik ke atas permukaan; kandidat dari suku tertentu vs dari suku yang lain, isu kesukuan mencuat ke atas; kandidatnya beda agama maka isu agama mencuat. Ini sangat biasa dalam semua kontestasi di seluruh dunia. Kita sebut ini sebagai isu kontestasi antar-golongan.

Isu itu menjadi lebih intens jika isu kontestasinya berubah menjadi kontestasi mayoritas vs minoritas. Sentimen mayoritas gampang tersulut dan kalangan minoritas yang terdesak harus "kreatif" untuk bisa memenangkan kontestasi itu. Apakah ini persoalan khas Indonesia?

Bukan! Saat John F Kennedy berhadapan dengan Nixon dan memenangkan Pilpres AS (1960), Kennedy harus kreatif karena dia minoritas Katholik yang harus melawan Nixon yang mayoritas Protestan. Sama sekali gak mudah buat Kennedy untuk sampe ke Gedung Putih. (Bahkan sampe saat saya di Columbus, Ohio dulu, masih ada orang Katholik Amerika percaya bahwa Kennedy ditembak mati karena dia berasal dari agama minoritas).

Bagaimana dengan Ahok. Ahok harus berhadapan dengan fakta kontestasi minoritas-mayoritas itu. Isu agama bukan saja mencuat tapi intens, sebab ini bukan sekadar kontestasi antar-golongan. Harusnya dia kreatif kalau mau menang. Pernyataan Ahok di Pulau Seribu soal Al-Maidah 51 itu - terlepas perdebatan bahwa itu penistaan agama atau bukan - adalah cara yang 180 derajat bertolak belakang dengan kebutuhan untuk kreatif itu.

Dengan kesembronoan tingkat dewa itu Ahok telah menjebol "bendungan sentimen agama" di Indonesia, bukan cuma di Jakarta. Jebolnya bendungan itu telah melahirkan kemarahan besar umat Islam. Kemarahan umat terbesar sepanjang sejarah Reformasi atau bahkan mungkin sejarah Indonesia modern. Pendukung Ahok selalu menyalahkan terjadinya banjir kemarahan umat ini tanpa mau introspeksi bahwa banjir ini terjadi karena Ahok menjebol bendungan itu! Apapun, kembali fokus ke diskusi kita, kesembronoan itu bertentangan secara diametral dengan kebutuhan creative campaign pihak Ahok.

Contoh lain. Membagi sembako dengan mengenakan baju kotak-kotak, didampingi orang-orang berbaju partai (bahkan di beberapa tempat sambil diamankan oleh polisi), adalah kampanye yang melanggar keharusan untuk kreatif itu. Bahkan, itu bisa disebut sebagai kedunguan yang tak terperikan. Jangan salahkan orang lain - apalagi lagi-lagi menyalahkan agama - kalau dalam empat hari terakhir menjelang 19 April 2017, basis pemilih Ahok tergerus dan terjadi penetapan pilihan (para undecided voters dan pemilih belum mantap) ke Anies-Sandi. Siapa yang bilang begini? Exit Poll PolMark Indonesia.

Ada hal lain selain isu kontestasi antar golongan dan minoritas-mayoritas itu, yaitu fakta bahwa Ahok adalah petahana, pejabat yang sedang berkuasa. Banyak (di atas 70 persen) orang Jakarta puas sama kerjanya tapi banyak di antara mereka (di atas 50 persen) nggak inginkan lagi dia sebagai Gubernur. Fakta ini sudah terlihat dari survei PolMark Indonesia Februari dan Juli 2016, jauh sebelum isu Al-Maidah 51 dihadirkan Ahok ke atas meja kontestasi.

Kenapa begitu? Rizki, saya pake istilah soal "melayani" dan "baik". Anda bilang kan Anda ingin Gubernur yang melayani dan baik. Survei-survei kami memperlihatkan bahwa Ahok itu cenderung dianggap "melayani" tapi tidak dianggap "baik". Ketika soal "baik" dianggap lebih penting daripada "melayani", mampus lah dia (secara politik) sebagai petahana. Ini hukum besi pemerintahan demokratis di mana saja. Pendukung Ahok jangan cengeng soal ini.

Sebagai penutup, saya mau kasih analogi tentang Ahok yang melayani tapi tidak baik itu. Ahok punya kewajiban membuatkan sarapan buat saya, dan saya berhak mendapatkan sarapan yang dia siapkan. Saya duduk di meja menunggu sarapan saya. Ahok datang. Sambil meletakkan piring makanan dan gelas minuman di depan saya, sambil melotot Ahok membentak saya: "baik! Maling! Itu sarapan kamu! Makan situ!".

Rizki, sarapan itu hak saya. Menyiapkannya kewajiban Ahok. Dia penuhi kewajibannya. Saya terima haknya. Tapi dengan cara dia memenuhi hak saya seperti itu, wajar kalau saya mencari pengganti Ahok. Wajar juga kalau saya muak mendengar orang-orang yang mendukung Ahok (sang mantan penyedia sarapan saya), terus-menerus bilang: "Biadab si Eep itu karena mengeksploitasi isu sopan santun buat ngeganti Ahok!"

Tabik! [***]

Eep Saefulloh Fatah
Penulis adalah CEO dan Founder PolMark Indonesia yang juga konsultan Anies-Sandi

**Ini adalah respon Eep kepada salah seorang anggota grupnya tentang Pilkada dan sudah ramai di media sosial

http://m.rmol.co/read/2017/04/27/289234/Respon-Eep-Saifullah:-Ahok-Melayani-Tapi-Tidak-Baik!-
Tim army cyber anies-sandi pake otak kampanyenya makanya bisa berhasil gaet pemilih emoticon-Angkat Beer


Nastaik pake hoax pake fitnah buat gaet pemilih yg ada malah dibully nastaik emoticon-norose
Quote:Original Posted By KangPri
Jakarta Syariah, Bak ? emoticon-Embarrassment


Jgn ngeles aneh2, Lha wong kubu syariah keliatan jelas merapat kemana semua. Tapi gw salut kalo kubu makar itu ditikung


hari gini masih kena tipu jurus fitnah kubu ahoax....anies nasionalis. sandiaga uno dari gerindra bikinan prabowo yang ortunya kristen dan islam. emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

jakarta bersyariah? hihihihihihi..