alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f62b45ded7703c5b8b457b/untuk-perempuan-yang-sedang-di-pelukan
Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan..
Gw berdiri terdiam di ambang pintu, masih menatap lelaki yang sudah mulai berjalan jauh meninggalkan wangi tubuhnya.

Gw tau, cepat atau lambat dia pasti kembali..
Sekalipun harus menunggu hingga 1000 tahun..
Kepingan cinta akan terus gw susun hingga menjadi sempurna..

--------------

"Mir, liat deh" gw menyikut lengan tangan mira yang sedang menyeruput es jeruknya..

"Iihh apaan sih, jangan nyikut-nyikut nanti tumpah minuman gw"

"Yang mana?" Dengus mira

"Itu arah jam 1"

"Lucu yaa" gw memberikan isyarat kepada mira untuk melihat sosok lelaki yang menggangu mata gw siang ini.

"Yang pake kaca mata?" Tanya mira

"Enggak banget, kucay"

"bukan.." sewot gw

"Baju belang2?" Tanya mira lagi

"Ngaco lo, itu mah cewe " kesal gw

"Yang mana donk...?" Mira terlihat kesal

"Gw bilang arah jam 1 kan.."

"Yang bawa tas?" Mira excited

"Iihh kampret lo yaa, itu mah maho" gw bergidik sendiri..

"Hahaha" tawa mira menggema

Dua sosok lelaki yang di maksud mira sedang bergandengan tangan, satu di antaranya sedang mengapit tas berwarna merah dengan kemayu.

"Auu amat ahh, tuh arah jam 1 ada bazar. Mesti gw sebutin semua orang yang ada di sana"

Gw tersenyum kecut mendengar pernyataan mira barusan.
Tapi Sosok laki2 itu masih menyita perhatian gw, entah berapa lama gw masih memperhatikannya.

Tidak tinggi, tidak juga putih, rambutnya tidak ikal ataupun lurus.
Ahh susah di ungkapkan dengan kata2..
Tapi dia berhasil menarik perhatian gw.

1 menit
5 menit
15 menit
25 menit berlalu, hingga sosok itu pergi dan meninggalkan punggung badannya yang kini menjauh

"Ayooo" mira sudah beranjak dari bangku

"Bentar dulu, belum habis" gw menarik gelas di atas meja dan menyeruput sisa es jeruk yang masih setengah..

"Gw mesti balik kantor, absen"

Dengan tergesa, gw dan mira meninggalkan food court yang semakin ramai pengunjung..

"Parkir dimana?" Tanya gw berpamitan..

"Basement, nanti calling2 lagi yaa."
sambil cipika cipiki, mirapun tergesa meninggalkan gw.

Jarak dari kantor hingga ke food court mall tidaklah jauh, kurang lebih setengah jam perjalanan. Tapi jangan di tanya apabila macet ataupun office hour..
Bisa tua di jalan.. emoticon-Sorry

Hari ini, setelah sudah disibukan dengan meeting dan reschedule klien gw sengaja menyempatkan makan siang dengan mira..

Rasanya hampir tidak ada waktu untuk hang out dengan teman2.
Macet yang tidak berkesudahan di tambah mencocokan waktu untuk bertemu di kota metropolitan seperti jakarta sangatlah susah..

Weekend biasanya hanya gw habiskan untuk tidur. Yah hibernasi panjang, karna senin setumpuk pekerjaan sudah menunggu..

Gw mendengus di balik kemudi, perjalanan ke kantor terasa panjang. Ratusan mobil di jalan thamrin sudah berebut mencari celah untuk mendapatkan jalan..

"Shit, macet apa sih nih" gw mendengus

Gw melirik jam yang berada di dashboard mobil.. 13.20
Telat deh, batin gw..

Sesampainya di kantor, terlihat wajah wajah kusut di balik layar monitor.
Gw berjalan ke arah meja yang di batasi partisi ruangan, sambil mengamati teman teman sejawat..

Ada yang sibuk tlp sambil senyum2, ada yang bolak balik mesin fax, ada yang buka kaskus, bahkan ada juga yang sedang belanja di salah satu situs online terkemuka..

"Mikha"

Seseorang dengan suara yang cukup nge"bass terdengar memanggil nama gw. Gw menoleh, mencari sumber suara.

"Bimo?" Gaya kaget dan menjulurkan tangan ke arah bimo..

"Mikha..aa..aa..aa" bimo melakukan slow motion dengan juga menjulurkan tangannya.

"Bimoo..oo..oo..oo" saut gw sambil menggapai tangannya

"..Plakkkkk.."

"Apaan sih ahh" gw menepuk tangan bimo

"Hahaha, lagian lo dari mana?" Tanya bimo

"Nih ada bunga"

Bimo memberikan bucket bunga mawar berwarna putih dengan pita yang di ikat di tengahnya..

" ada suratnya loh" bisik bimo di kuping gw yang sambil ngeloyor pergi..

"Ciiiieeeee mikhaa ada yang kirim bungaaa... ciiieeeeee"

"Ssssttttttttt"

Gw berusaha membekukan teriakan bimo yang nyaring, sayangnya terlambat..
Teriakan bimo sukses membuat semua teman2 di ruangan langsung mencari pandang ke arah gw..

Asem bimo, bikin gw malu..

Dengan cepat gw segera berjalan menuju meja kerja yang kini sudah menopang setengah badan gw.

Bucket mawar putih masih ada dalam genggaman tangan, ada amplop berwarna putih terselip di dalamnya..

Terlihat nama "Ray" disana.
Gw mendengus..

Mau apalagi Ray??

Perasaan kecewa, marah, sedih, terluka mulai bergemuruh di dalam dada..
Tanpa pikir panjang, bucket bunga yang berisi amplop di dalamnya sudah meluncur mulus di dalam tong sampang di sudut ruangan..

Air mata kembali tumpah..........





- Aku, Mikha -
wih baru nih ijin baca y bree emoticon-Angkat Beer
Ijin nenda emoticon-Cendol Gan
Ijin nenda bre emoticon-Big Grin kayaknya asik nih cerita
Keren nama'y Ray sis emoticon-Cool
mejeng ganteng dulu ya paak emoticon-Cool
Ok, jemur beha dulu yaa kak
keep update emoticon-Kiss (S)
Lanjut dong sis mikha emoticon-Belo
Enak banget bahasanya untuk dibaca
Padahal bagus ceritanya tapi kok sepi yah emoticon-linux2

Tentang RAY..

Mikha berdiri di depan cermin, menatap lekat lekat sosok dirinya utuh yang berdiri persis di hadapannya..
Ia masih mengingat bucket mawar yang diberikan ray untuknya.

Masih dengan menggunakan kemeja dan celana jeans, serta rambut yang di ikat ke atas, baluran bedak yang hampir pudar serta lipstik yang di mewarnai bibirnya.

Tepat pukul 20.00 ia baru pulang kantor.
Mikha menghela napas, ia memang bukan wanita yang sempurna yang tampil dengan rok pendek ketat dan sepatu high heels.
Wajahnya memang tidak secantik bintang sinetron di tv, tapi mikha memiliki mata yang lebar, dengan bibir tipis serta lesung pipi yang menambah manis senyumnya.

Mikha masih saja memikirkan ray.
Ray adalah sosok pria dewasa yang mampu mengayomi mikha, dia seperti hujan yang menyirami hati mikha dengan kasih sayang.

Ray pernah berkata, bahwa ia mendambakan perempuan seperti mikha yang perhatian dan penyayang. Ia menginginkan keluarga yang harmonis dengan mempunyai 2 anak kembar..

Bagi mikha, setiap orang yang dewasa dan sama sama mencintai akan berlanjut dengan pernikahan yang utuh.
Apa lagi yang di tunggu?

Mikha menghela napas.

Bayangan ray selalu menjadi hal yang membuatnya senang dengan segala rasa sakitnya..

Siang tadi, mikha memang belum sempat membuka amplop putih yang terselip di bucket bunga. Ia tidak tau ucapan apa yang ray berikan lagi kepadanya..

"PING!!!"

Blackberry mikha berbunyi dari dalam tasnya. Dengan malas malasan ia menghampiri tasnya yang tergeletak di lantai kamar.

"Besok weekend belanja kay, temenin gw ke tanah abang"

Tertera nama mira disana

"Ogah, gw mau tidurrrrrr" balas mikha message send

Mikha merebahkan diri di atas kasur, membiarkan rasa lelahnya hilang. Selang berapa menit kemudian, hpnya kembali berbunyii..

"Oke fixs.. lo tega 😂" terlihat message mira dengan icon sad disana.

Ia tersenyum melihat pesan dari satu sahabatnya tersebut.
Mira sahabatnya sejak masih SMA di bandung, ia dan mira sama2 merubah nasib di jakarta.
Hanya saja mira menyewa kost2an dekat dengan tempat kerjanya, sedangkan ia mengikuti kedua orangtuanya dinas ke jakarta.

Mira selalu memanggil "kay" untuk menyebutkan nama mikha. Panggilan sayang katanya..

Di umurnya yang menginjak 28th, mira sudah menemukan tambatan hatinya. Sedangkan mikha?
Mikha masih asik menikmati masa lalunya bersama ray. Sosok yang pernah mengisi ruang hatinya yang selalu ia harapkan akan menjadi pendamping hidupnya kelak.

"Pizza hut?" send message mira

"Okeey, gw beliin sekalian sama mas2nya yang jual. Kali aja jodoh lo" balas mira

"Kampreeetttt" send message mira

Mikha membanting hp'nya di atas kasur, sambil tersenyum sendiri.
Ia beranjak kembali ke depan cermin, sambil melepaskan satu persatu pakaian yang masih di kenakannya.

Hampir setengah jam ia membersihkan diri di kamar mandi..
Membisu dalam keheningan..
Ia meratapi nasib percintaannya yang selalu berakhir tragis.

SMA dulu dia pernah merasakan cinta monyet dengan seniornya, ricky.
Ricky sempat ketahuan menduakan cinta mikha kala itu.
Pertama kala jatuh cinta, dan pertama kali juga sakit hati..

Sedang ray??
Ray masih terselip dalam lubuk hatinya yang paling dalam.
Ia tidak bisa menghapus bayangan ray walaupun sekejap mata.
Kenangan yang indah, berhasil ray buat untuk membuat mikha selalu tersenyum..

Pagi INDAH

lagu all my live dari kci and jojo terdengar sebagai ring back tone di hp mikha.
tertera nama "ray" di layar hp, dengan setengah sadar mikha mengangkat tlpnya.

"molning yank" ucap mikha sambil mengusap kedua matanya yang setengah terbuka

"hai cantik, masih bobo ya?" tanya ray

" baru bangun yank, semalem sampai pagi di kantor." jawab mikha yang sejujurnya masih ingin berselimut di pagi ini

" belum kelar juga kerjaannya? " suara ray terdengar terkejut di ujung tlp

" udah beres semalem, cuma ya gitu deh sampai jam 2 pagi ngerjain laporan untuk dateline minggu depan"

" yaudah siap-siap ya, aku udah otw mau jemput."

kamu mau sarapan apa? aku mau mampir beli bubur ayam, kamu mau?" tawar ray

"boleh, kamu udah sampai mana yank?"

"aku siap-siap dulu ya" jawab mikha yang langsung bangun dari atas tempat tidurnya.

" 10 menit sampai dear" lembut ray

"yaudah aku mandi, bhay yank.. muaaaccchh" dengan cepat mikha menutup tlp ray dan segera bergegas bersiap.

setelah hampir 15 menit dengan menyiapkan diri di depan cermin, mikha siap untuk ke kantor pagi ini. suara mamahpun di ruang tamu sudah terdengar memanggil-manggil namanya. sepertinya ray sudah sampai di rumah sejak tadi, entah nasib bubur yang di bawanya pastti sudah dingin..

" lama sekali kamu, ray sudah menunggu dari tadi " ucap mamah

" iya, aku jalan ya." sambil mencium punggung tangan mamah

" gak mau sarapan dulu?" tanya mamah

"udah kesiangan mah" jawab mikha sambil ngeluyur ke arah ray dan menarik tangannya.

" ayo yank" ajak mikha kepada ray

ray yang terduduk di bangku ruangan tamu segera berdiri dan menghampiri mamah.

" saya berangkat tante" ucap ray sopan sambil ikut mencium punggung tangan mamah

" hati-hati di jalan ya" kata mamah sambil mengiringi kepergian kami berdua di depan teras rumah

setelah membukakan pintu untuk mikha, dan melihat mikha sudah menyandarkan dirinya di bangku mobil.
ray segera beranjak ke arah kemudi.
ia memang mempunyai sifat yang romantis, bahkan dari hal terkecil sedikitpun.
mikha benar-benar di buat melayang oleh sikap ray.
wangi tubuh ray menguasai seluruh kabin mobil, dia memakai parfum yang sama dan mikha selalu suka wangi ini.
badan ray yang profesional memang membuat daya tarik sendiri, bahkan banyak orang yang iri dengan mikha karna bisa mendapatkan ray..

di dalam mobil, ray mengecup kening mikha. memegang erat tangannya bahkan ketika mobil pun sedang melaju.
tangan kanan mikha tidak pernah terlepas dalam genggaman ray.
ia selalu menciumi punggung tangan mikha seolah tidak ingin terlepas.
mikha selalu senang dengan sifat ray..
ia hanya berharap ray tidak pernah berubah mencintainya..
sama seperti cintanya yang setiap hari bertambah untuk ray..

"bubur udah dingin kayanya" ucap ray, sambil melirik ke arah mikha

mikha hanya tersenyum, melihat dia pagi ini saja sudah membuat mikha kenyang. tidak perlu lagi sarapan pagi untuk menambah tenaga.

"suapin" manja mikha kepada ray sambil bersandar di pundaknya

" gimana mau nyuapnya yank? apa mau berhenti dulu? tanya ray sambil sesekali memandang mikha

"gak usah deh" ucap mikha tersenyum

ia mulai membuka sterofoam berisi bubur yang di belikan ray untuknya..
ray punya 1001 cara untuk mikha melayang, entah dengan sikapnya maupun kata-katanya
sosok ray yang terlihat hormat kepada kedua orantua mikha pun tidak luput dari point pertama mikha

"kamu udah makan yank?" tanya mikha kepada ray

"udah tadi sekalian beli bubur kamu" jawab ray

" nanti sore aku jemput lagi ya, kamu jangan pulang naik taxi" ucap ray

"serius? kalau aku lembur gimana?" tanya mikha dengan penuh bubur di mulutnya

"kapan sih aku gak serius yank, mau sampai kapanpun buat kamu aku ready terus" canda ray

yaa, tawa ray memang selalu terdengar renyah dan itu pula yang membuat mikha jatuh cinta.
jatuh cinta berkali kali dengan orang yang sama, Ray









ye ye yee update emoticon-Hammer