alexa-tracking

"Bingkai Semester Nika"

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f5d08fc1cb17b80e8b4567/bingkai-semester-nika
Love 
Bingkai Semester Nika
Quote:


Quote:


Quote:

Spoiler for Index Cerita:


Nika
Mungkin dari banyaknya nama di lingkungan ini, Cuma namaku yang agak kejepang-jepangan di lingkunganku. Atau memang orangtuaku dulu adalah pecinta anime ato manga ato j-drama (tapi setauku mereka adalah penyuka film rambo) emoticon-Big Grin. Aku biasa dipanggil Nika. Seorang mahasiswi yang tidak tahu diri karena sering mengabaikan omongan orang-orang, suka main game, setiap hari selalu telat kalau ada kelas. Namanya juga belum siap jadi mahasiswi, hahaha

OSPEK telah selesai dilaksanakan seminggu lalu dan aku kembali ke kampus untuk antri tanda tangan KRS (Kartu Rencana Studi) emoticon-Cape d... (S) . Pukul 10.15 aku berjalan ke kampus, meski ini sudah terlambat. Wali kelasku adalah orang yang super galak. Telat sedikit aja, mungkin 2 menit dari jadwal. Kalian akan langsung diusir keluar.
Quote:

Meninggalkan teman-temanku yang sedang sibuk berkenalan. Aku berjalan mengelilingi lantai 1 kampusku. Di kelasku yang baru ini terdiri dari 10 cwe dan 12 cwo. Kelasku sedikit istimewa daripada kelas atau jurusan lainnya. Tapi ini bukan kelas akselerasi kok, haha. Memang mahasiswa disini dikit banget, biar efektif kalau kata pak/bu dosen. emoticon-Wink

Nggak ada yang menarik di kampus ini selain berisiknya mahasiswa baru saling berkenalan, membentuk kelompok, maupun yang udah akrab banget nempel kaya paku sama tembok. Bosan berkeliling, aku kembali ke teras kampus untuk berkumpul.emoticon-Ngacir Mereka semua sedang asyik mengobrol.

Aku melirik ketua kelasku yang bernama Arif yang sedang memberikan penjelasan. Dia yang rajin mengirimkan kami semua sms kemarin malam hanya untuk mengingatkan agar tidak lupa untuk antri tanda tangan dosen. Sedangkan kulihat cewe disebelah sana yang sedang berbicara dengan Arif adalah Ida. Beberapa temanku sudah datang, begitu juga dengan ibu wali kelas kami. Mukanya galak, badannya gendut, tatapannya mematikan, tapi suaranya aduhai.. Kecil banget. (Maafkan aku bu, untung aku udah lulus emoticon-Metal)

Kebayang nggak dosen galak dan mata kuliahnya itu Matematika? Udah kebayang aku adalah orang paling bego dalam pelajaran ini. Matematika itu bukan sekedar pelajaran untuk berhitung. Otak kita dipersiapkan untuk menyelesaikan problem solving dan lagi matematika itu kumulatif! Nggak bisa dihafal lagi. Mati dah kemudian.. emoticon-Amazed

Daritadi aku sibuk mencatat apapun penjelasan Arif. Ketua kelas yang super bawel dan berisi ini ngoceh tanpa henti menjelaskan mata kuliah yang akan kami tempuh. Karena kami adalah mahasiswa baru yang taat maka semua jadwal mata kuliah semester satu diambil semuaaanya… Iya semuanyaaaa, dan nggak taunya.. Itu adalah petaka buat kita kedepannya emoticon-Busa .

Matematika

Katanya matematika itu bukan ilmu menghafal. Benar! Itulah petaka bagi kami sekelas karena kami mengambil dua mata kuliah matematika pada semester ini emoticon-Frown. Aku melangkahkan kakiku yang sepertinya berat untuk berjalan ke ruangan kelas. Mengambil tempat duduk nomor 2 dari belakang, meletakkan tas ransel disamping dan menunggu teman-teman datang adalah kegiatanku di pagi hari ini. emoticon-Cape d... (S)
Tanpa sadar di semester ini aku telah berteman akrab dengan beberapa manusia. Terdiri dari 3 wanita bernama Ida, Via, dan Marwah. emoticon-Kiss (S) Sedangkan 2 orang lainnya adalah Herman dan Rian emoticon-Thinking . Berkenalan secara tidak sengaja saat kami mendapatkan tugas kelompok matematika pada awal semester. emoticon-Ngacir

Untunglah, aku sekelompok dengan manusia yang agak pintar dalam matematika. Rian adalah salah satu cowok paling pintar matematika di kelas ini emoticon-Blue Guy Peace . Maklum dia pernah menjuarai lomba matematika antar sekolah saat sma dulu. Sedangkan Ida termasuk cewek yang multitasking meskipun dia agak sedikit ceroboh. emoticon-Big Grin

Quote:


Sementara omongan itu mengalir dengan sukses ke telinga kanan dan keluar ke telinga kiriku, aku melihat teman-temanku lainnya mendengarkan penjelasan Rian dengan seksama meskipun mereka tidak mengerti juga, hahaha.emoticon-Ngacir Tubrukan
Aku memandang sekeliling, terlihat masing-masing anggota kelas sibuk dengan kelompok mereka masing-masing.

Quote:


Aku mengangguk kemudian melemparkan tipex yang ada di mejaku. Yang barusan meminjam tipex ku adalah Ikam. Cowok tinggi dan jago bermain musik ini memang terlihat keren, aku penyuka cowok yang bisa memainkan alat musik mungkin itulah kenapa dia terlihat keren emoticon-Wowcantik . Dia tersenyum kepadaku, aku membalas senyuman itu sambil mengangguk. emoticon-Wink

Aku kembali ke posisiku semula mendengarkan Rian menjelaskan soal yang harus kami kerjakan. Aku melihat teman-temanku sibuk mengerjakan soal dari papan tulis di depan kelas. Aku pun larut mengerjakan soal nomor 4 yang terlihat seperti bentuk tali dengan rumah dan memaksa angka-angka di dekatnya untuk kabur.emoticon-Amazed

Quote:


Aku mengangguk dan tersenyum melihat Ikam mengembalikan tipexku. Tanpa sengaja aku melihat tatapan mata dari 3 orang berbeda di dalam kelas ini. Ntahlah apa masalah mereka denganku, hanya saja perasaanku tiba-tiba menjadi tidak enak.emoticon-Amazed
***
image-url-apps
widih bru mulai kiranya emoticon-Embarrassment pertamax kah? emoticon-Big Grin
KASKUS Ads
image-url-apps
Serius sis diambil semuanya itu?wkwkwkwk muntah ini mah...emoticon-Ngakak (S)
Eh itu poto propilnya sis sendiri kah?bagus warna rambutnya merah...rambutnya sering kejemur matahari ya? emoticon-Ngakak (S)
Quote:

Quote yang lama terpaksa diapus soalnya, jadi buat baru hahaha.. Dikira bensin om, pertalite emoticon-Big Grin

Quote:

emoticon-Busa ini pengalaman paling bego mengambil mata kuliah mematikan sekaligus.
Iya. Tapi ini dulu waktu masih belum tobat. Salah itu... Jarang keramas, emoticon-Ngakak
image-url-apps
Sama sis ane juga puyeng ma Mtk emoticon-Hammer2
Quote:


Kepala menguap ye kalau belajar matematika.. wkwkwk . Keliatannya enak itung-itungan, lha kok.. Tambah rumit makin lama wkwkemoticon-Amazed

matematika emang mumet bre emoticon-Hammer2

Senar Gitar

Bel yang berbunyi seusai mata kuliah yang membuat isi kepala menguap selama 3 jam itu bagaikan surga emoticon-Kiss (S) . Aku bergegas membereskan semua peralatan alat tulis dan buku ku. Aku merasakan ada seseorang yang berjalan mendekatiku dari belakang, dan dia adalah..

Quote:


Cewek centil yang memiliki badan agak melebar dariku ini adalah temanku ketika kami OSPEK. Sebut saja dia Dian. Dian, aku, dan Ikam telah mengenal sejak OSPEK. Jadi kami bertiga cepat akrab. Aku berpamitan kepada kelompokku dan bergegas pergi dengan Dian dan… Ikam. Kebetulan kos mereka berdua berdekatan.emoticon-Ngacir

Quote:


Kami bertiga sampai di depan kos Dian. Dian segera masuk ke dalam kamarnya dan menyuruh kami berdua menunggunya di teras depan. Aku duduk dengan Ikam. Diam dan hening. Aku memang bukan orang yang suka membuka percakapan. Mungkin Ikam juga sama.

Quote:

Aku hanya tersenyum menanggapi ajakan dari Dian. Kami bertiga menunggu angkutan umum untuk menuju mall terdekat yang mungkin berjarak 20menit dengan angkutan dan 30menit dengan berjalan.

Sementara melimentara melihat Dian yang sudah lapar mata begitu kita sampai di depan mall, aku dan Ikam hanya tersenyum geli melihat kelakuan Dian. Taulah kalau cewe belanja seperti apa. emoticon-Wink

Aku bosan menunggu Dian, begitu juga dengan Ikam. Aku berpamitan kepada Dian untuk pergi ke toko buku, dan Ikam ikut bersamaku untuk sekalian melihat-lihat apakah ada senar gitar. 2 jam itu cukup kan buat cewek berbelanja?

Quote:


Menyebalkan.. Dasar bambu jalan! emoticon-Big Grin Aku melihat banyak sekali buku-buku terutama novel yang akan siap membuat dompetku menjerit. Toko buku adalah salah satu tempat yang bisa membuat dompetku menjeritemoticon-Frown. Menjerit karena akan kehilangan teman setianya yaitu uang dan kartu kredit emoticon-Big Grin

20 menit berlalu dan aku selesai melihat-lihat buku namun belum ada yang membuat perhatianku tertarik. Aku sudah punya banyak novel karangan Luna maupun Esti. Belum ada novel yang bagus lagi.

Quote:


Aku mendorong Ikam ke arah alat musik yang tadi dia kunjungi. Dan benar saja banyak sekali senar gitar dari model D'addario, martin, elixir, dean, fujie, ernie, dll. Perhatianku tertuju pada pemandangan senar gitar yang agak unik. emoticon-Thinking

Quote:


Kami berdua, lebih tepatnya Ikam telah mendapatkan apa yang dicarinya. Dan kami berdua berjalan menuju tempat Dian berbelanja. Namun, kami tidak melihat dian disana.

Quote:

Tidak ada jawaban. Kemana ya? emoticon-Nohope
Aku berbicara dengan Ikam bahwa Dian tidak bisa dihubungi. Dan kami sepakat menunggunya dengan berkeliling, sapa tau dia gelap mata ke tempat belanja lainnya di mall iniemoticon-Belo . Namun nihil. Tidak ada tanda-tanda dian. Kami pun memutuskan untuk kembali ke kos.

Belum sampai 10 langkah, hujan deras mengguyur kamiemoticon-raining . Dan membuat kami terpaksa berhenti di depan mall ini dengan berteduh. Sembari mendengarkan Ikam bercerita. Aku pun merasakan tanda-tanda kehadiran orang lain dibelakang kami. emoticon-Thinking
Siapa sih orang yang sejak tadi mengikuti kami? Eh? Ada lebih dari 1?emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
***
Quote:


Lebih enak pelajaran yang terlihat gitu ya, macem olahraga. Nggak ribet emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Iya sis emoticon-Ngakak
eh cerita baru emoticon-Big Grin
mejeng ganteng dulu yaa buuk emoticon-Big Grin
Quote:


benernya melanjutkan cerita yang dulu pernah di close karena sibuk tugas akhir hahaha emoticon-Big Grin selamt membaca emoticon-Big Grin

Mulut Wanita

Keesokan harinya aku tidak melihat Dian di kelas, setelah memberitahu kami bahwa dia sedang sakit setelah kemarin menyantap mie instan di pinggir mall emoticon-Shutup . Mungkin itu adalah kutukan kepadanya karena berbelanja begitu lamanya dan membuat kita berdua berdiri di depan mall emoticon-Big Grin. Aku duduk di bangku nomer 2 dari depan. Bangku di belakangku telah terisi penuh dengan wanita-wanita yang berbeda jauh sekali denganku.

Quote:

Ketua kelasku yang bernama Arif ini memang salah satu makhluk ajaib yang selalu duduk di depan. Ya, bangku paling depan dekat dengan meja dosen. Ntah apa yang membuatnya betah duduk disitu emoticon-Nohope . Tak lama kemudian Ikam datang dan duduk di depanku. Sedangkan bangku disebelahku diisi oleh Arwan. Laki-laki yang mempunyai postur tinggi, kulit sawo matang, dan berbakat ini adalah salah satu kebanggan di kelasku. Dia selalu dipuja oleh wanita-wanita dibelakangku sebagai seseorang yang perfect sebagai pacar emoticon-EEK! . Dan satu persatu teman sekelasku pun datang berhamburan 5 menit sebelum bel masuk berbunyi.

Aku mengikuti penjelasan dosen yang super membosankan ini selama 4 jam kedepan. Aku tidak begitu akrab dengan teman-teman sekelasku. Mungkin hanya kepada Dian dan Ikam saja aku terlihat akrab. Lainnya? Tidak. emoticon-Big Grin
Kemudian kami terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk presentasi. Aku berkelompok dengan Arwan, tentu saja karena dia duduk disebelahku.emoticon-Big Grin Kami mulai membagi tugas dalam kelompok kecil ini yang nanti harus dikumpulkan setelah mata kuliah ini selesai.

Tidak terdengar gosip maupun ketawa yang biasanya nyaring terdengar dari kelasku. Hanya terdengar gesekan kertas yang menandakan bahwa tugas ini benar-benar susah emoticon-Big Grin . Aku dan Arwan melewati tugas ini dengan begitu santai. Meskipun aku tidak pintar, namun aku rasa kemampuanku mengingat sesuatu secara detail cukup membantu dalam hal ini. Kalau arwan, dia mungkin adalah cowok komplit selain tampan dengan otak sedikit encer. Ya, memang dalam beberapa mata kuliah mahasiswa terlihat begitu menonjol bukan? emoticon-Cool

Aku meminta ijin kepada dosen untuk ke toilet. Sebenarnya aku hanya ingin mencuci mukaku agar terlihat lebih segar saja, mukaku sudah cukup kusut dengan mendengar ocehan dosen yang begitu membosankan membahas tentang ilmu ekonomi emoticon-Gila . Aku hampir saja masuk ke dalam kamar mandi sebelum aku mendengar adanya suara…

Quote:


Aku hanya terdiam mendengar ocehan mereka diluar dinding kamar mandi ini. Aku hanya menunduk sambil tersenyum pahit. Namun dari suara dan perkataaan itu semua, aku sudah mengetahui siapa yang berbicara seperti itu. Aku memang nggak liat wajah mereka, tapi ingatanku akan suara mereka dari awal kita semua berkenalan di kelas itu sudah cukup membantu. Aku berjalan menuju kelas, sepertinya aku tidak ingin memasuki kamar mandi dan mengagetkan mereka sambil berkata "OH HELLO, MUKA AKU PAS-PAS AN NYET!emoticon-Kagets ".

Quote:


Aku tersenyum. Senyum pahit mendengar bahwa belum-belum aku sudah mendapatkan musuh di semester awal ini. Musuh dan penguntit. Sedangkan si pelaku ini semua mungkin sedang tersenyum telah berhasil membuat namaku tercoreng dengan gosip-gosip murahan itu. Awal yang sempurna bukan?

Karena aku...

Seminggu berlalu dari kejadian pahit itu. Aku menjadi orang yang sedikit-sedikit mulai menjauhi anak-anak di kelas, kecuali Ikam dan Dianemoticon-Thinking . Bukan menjauhi dengan tiba-tiba g menggubris mereka ketika mereka mengajak ato apa. Hanya membatasi diri dari kegiatan kelas dan berkumpul dengan mereka.
Kami sekelas menghadiri acara yang wajib bagi maba. Bersama dengan kakak tingkat yang telah mengospek kami dulu. Kami akan dikirm ke sebuah desa perbatasan.emoticon-Ngacir

Tujuannya untuk membantu kegiatan para warga, membangun desa itu, dan tentunya sekaligus mengenal kegiatan mereka. Karena banyak dari mahasiswa/i yang ada di kampusku adalah anak perkotaan. Perjalanan menggunakan mobil berwarna warni bersama dengan teman-teman seangkatan mungkin adalah hal yang pernah kalian alami saat menjadi maba emoticon-Ngacir . Tidak semua tapi hampir beberapa kampus mengadakan acara ini. Kami bertemu para maba lainnya. Aku kira kami akan membagi lahan bersama dengan kampus lain, ternyata kami masih harus melanjutkan perjalanan ke desa yang lebih dalam lagi.emoticon-Belo

Berada di tempat yang jauh dari kebisingan adalah hal yang sangat aku sukai. Aku menyukai tempat yang tenang. Aku memandang sekeliling, pandanganku tertuju pada beberapa wanita yang telah berbicara buruk tentangku di toilet. Masih terasa sebal karena aku tidak mengerti apa salahku. Cantik tapi mulutnya nggak terawat.emoticon-Mad

Quote:

Aku mengangguk dan bergegas menyusul Dian untuk menuju tempat di pinggir desa ini. Sudah ada Ikam dan beberapa anak lain yang sibuk membersihkan sungai ini dari sampah-sampah. Aku membantu mereka sembari bermain air bersama Dian dan Ikam.

Air sungai yang tadinya berwarna seperti es milo sekarang sudah kembali jernih karena kami menyaring dan mengambil sampah-sampah yang terendam cukup lama di dasar sungai emoticon-Big Grin . Lelah kami terbayar ketika makan siang sudah datang. Aku menyantap makananku bersama dengan Dian dan Ikam plus Rian. Kemudian disusul dengan Arif dan Arwan yang bergabung bersama kami. Aku melirik ke arah para wanita yang sudah mempunyai wajah sebal kepadaku, dan entah kenapa Dian tak pernah kena omel ato gosip itu emoticon-Confused . Aku hanya tersenyum memandangi muka kesal mereka.

Tempat ini bisa dibilang adalah daerah di desa yang jauh dari kata bersih. Selain kotornya sungai, masih banyak sekali para penduduk yang membuang ampasnya di sungai emoticon-Busa , dan bahkan kami harus mandi bersama dengan sapi ataupun kerbau dalam satu tempat emoticon-Big Grin . Uniknya adalah, kami masih harus menimba air untuk mandi. Kami semua tidur di tenda pada malam ini. Setelah tenda telah terpasang, kami semua berkumpul di alun-alun untuk menyaksikan acara dari kakak tingkat.emoticon-clock

Panggung yang tak begitu besar itu terlihat mewah. Kami semua menyaksikan acara pembagian hadiah, menyanyi, sembutan dan tidak lupa berdoa juga. Acara terakhir adalah acara yang diisi oleh angkatan kami. Aku kaget melihat Ikam telah berada di atas panggung. Aku bertanya kepada Dian, namun Dian juga terlihat kaget sama sepertiku.emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

Quote:


Mengalirlah suara lembut Ikam yang belum pernah aku dengar, lagu dari Sheila on 7 - Pemuja Rahasia itu benar-benar menusuk dan enak untuk didengarkan emoticon-Malu (S) . Tapi, siapa yang disukai oleh Ikam?emoticon-Bingung (S) Aku pun bertanya kepada Dian, dan dia hanya tersenyum kepadaku mengatakan bahwa nanti aku akan mengetahuinya. Aku hanya mengangguk dan bersama Dian, malam ini kami mendengarkan Ikam menyanyikan suara hatinya. emoticon-Malu (S)
dari tata bahasa udah keren bray, cuma dialognya bikin ilang feel soalnya bikin bingung
mending diginiin aja ya ane kasih contoh

dialog aseli:
Quote:


coba ane edit jadi:
Quote:


semoga membantu bray emoticon-Cool

image-url-apps
ijin nongkrong di mari ya gan emoticon-rose
image-url-apps
ini cerita pastinya seru emoticon-Kiss (S)

tak baca selengkapnya dulu emoticon-Ngacir
aku sih yess..
cuman satu yang agak ngeganjel kedepannya dalam perjalanan menuju titel "trit lejen". emoticon-Ngakak (S)

"Judul"

kalau bisa dipikirin kembali gan judul yang "pas", yang bakal bikin pembaca kepikiran terus buat mantau terus updetan terbaru disini.

emoticon-Angkat Beer
Quote:

Makasih kakak. Udah saya edit. Semoga kedepannya bisa lebih rapi dalam menulis emoticon-Malu (S)

Quote:

Oke om. Semoga betah emoticon-Belo

Quote:

Seru kaya ada manis2nya gitu ya om hahaha emoticon-Big Grin

Quote:

Iya nih gan, ngmg2 saya cewe. Lagi mikirin judul yang pas karena mau dibuat film pendeknya juga. Makasih masukannya kakak emoticon-Belo
×