alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f5c24fdbd7709b438b456b/licik-setelah-intimidasi-cucu-pendiri-nu-fpi-fitnah-banser-serang-rumah-ketua-fpi
Licik, Setelah Intimidasi Cucu Pendiri NU, FPI Fitnah Banser Serang Rumah Ketua FPI
Licik, Setelah Intimidasi Cucu Pendiri NU, FPI Fitnah Banser Serang Rumah Ketua FPI

Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas membantah pihaknya menyerang rumah ketua FPI DKI Jakarta. Itu hanya upaya fitnah yang dilakukan pihak tertentu agar situasi di Ibu Kota tak kondusif menjelang pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua.

"Jadi tidak benar jika banser menyerbu. Itu fitnah dan upaya adu domba untuk membuat Jakarta tidak kondusif menghadapi Pilkada," ujar Yaqut melalui pesan singkatnya kepada dilansir Sindonews, Selasa (18/4/2017).

Kejadian bermula ketika ada acara isthighosah di kediaman Ibu Hisbiyah (putri pendiri NU, Kyai Wahab Chasbulah), doa bersama menyambut Pilkada DKI. Istighosah ini dianggap sebagai pengerahan masa untuk mendukung AHOK-Djarot.

Pada sore hari, pukul 15.00 (17/04/2017), truk untuk pemasangan tenda dihadang warga dengan alasan tak ada ijin penutupan jalan.

Sementara itu Ita Rahmawati, putri ibu Hisbiyah yang rumahnya didatangi Relawan ACTA mengklarifikasi peristiwa tersebut dan bagaimana peristiwa ribut itu terjadi.

"Rumah bu hisbiyah didatangi relawan ACTA yg mengatakan bhw ada aduan warga bahwa saya membagi2 sembako. Saya bertanya mana bukti dan saksinya. Kantong plastik itu berisi 2 nasi box. Apakah itu sembako?" tuturnya, Selasa, (18/04/2016)

Ita menuturkan saksi yang dibawa mereka seorang ibu-ibu malah bilang bahwa dia tidak tau apa-apa dan baru kenal dengan bapak tersebut.

"Teman saya yang bernama Ibu Musliha baru pulang dari pengajian di Masjid jl. Talang dan mampir ke rumah ibu Hisbiyah. Angkotnya berisi 6 org ibu yang diintimidasi oknum berseragam kaos hitam. Ibu-ibu dimaki mereka menggebrak angkot bahkan mengancam akan membakarnya." terang Ita lebih lanjut.

"Agar tidak berkepanjangan kami mengajak ACTA ke Polres. Menunggu selama 1 jam tapi pihak acta tidak muncul-muncul." ungkapnya.

Di Polres Ita Rahmawati bertemu dengan bapak Edi Prasetio (ketua DPRD) dan beliau mengawal kami dengan Banser untuk pulang. Namun di perjalanan diprovokasi sehigga terjadi keributan.

Licik, Setelah Intimidasi Cucu Pendiri NU, FPI Fitnah Banser Serang Rumah Ketua FPI

Ibu Hisbiyah adalah ketua Muslimat NU DKI Jakarta sehingga banser merasa terpanggil utk mengamankan rumah orang tua mereka. Selain itu juga mengingat bu Hisbiyah putri pendiri NU, KH. Wahab Hasbullah.

Ita Rahmawati menambahkan semuanya akan diselesaikan dengan prosedur hukum yang berlaku.

Sumur Jetpump

emoticon-Wow

Sungguh barokah sekali ya akhi

emoticon-Ultah
emoticon-Sorry

Klarifikasi Resmi atas Berita Fitnah Terhadap Ansor Maupun Banser

Licik, Setelah Intimidasi Cucu Pendiri NU, FPI Fitnah Banser Serang Rumah Ketua FPI

PERNYATAAN SIKAP GP ANSOR TERKAIT FITNAH, BERITA BOHONG DAN PROVOKASI TERHADAP ANSOR MAUPUN BANSER

GP Ansor perlu menyatakan sebagai berikut:
1. Berdasarkan analisis dan pemantauan berita dan sosial media yang dilakukan di War Room Ansor, GP Ansor menemukan fakta-fakta adanya fitnah, berita bohong dan provokasi terhadap Ansor maupun Banser, terutama sejak GP Ansor dengan tegas menolak penyebaran ideologi HTI yang ingin merubah Pancasila, maupun ketegasan sikap GP Ansor untuk tidak mendukung siapa pun yang selingkuh dengan kelompok radikal.

2. GP Ansor menegaskan bahwa kami bukanlah organisasi politik, da dengan tegaknya nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, keutuhan NKRI, dan martabat konstitusi kita.

3. GP Ansor merasakan bahwa fitnah, berita bohong dan provokasi terhadap sahabat-sahabat Ansor maupun Banser, baik individu maupun organisasi semakin menggila menjelang Pilkada DKI ini, di mana fitnah, berita bohong dan provokasi itu berupa perobekan spanduk penolakan GP Ansor terhadap HTI - yang juga disebar di sosial media, berita bohong bahwa ada Ketua Cabang Ansor yang mengundurkan diri untuk kemudian memilih menjadi Ketua Pimpinan Wilayah FPI, dan terakhir, terkait berita bohong - yang berawal dari fitnah di sosial media bahwa sahabat-sahabat Ansor dan Banser melakukan penyerangan terhadap rumah Ketua FPI DKI Jakarta dini hari tadi.

4. GP Ansor menyatakan kekecewaan yang mendalam, mengutuk dan mempertimbangkan untuk melakukan langkah-langkah hukum terhadap media-media yang secara khusus menyebarkan berita bohong terkait penyerangan rumah Ketua FPI DKI Jakarta, karena berita tersebut tidak sesuai dengan etika dan kaidah jurnalistik yang berimbang (cover both sides) dan hanya mengutip cuitan sepihak di twitter tanpa verifikasi yang ketat.
;
5. GP Ansor sekali menegaskan bahwa TIDAK BENAR, sahabat-sahabat Banser menyerang rumah Ketua FPI DKI Jakarta dini hari tadi, dan menilai bahwa itu fitnah dan upaya adu domba untuk membuat Jakarta tidak kondusif menghadapi Pilkada esok hari.

6. GP Ansor memandang perlu untuk memberikan klarifikasi bahwa sahabat-sahabat Ansor dan Banser dini hari tadi sekitar jam 1 pagi, baru saja selesai melakukan Rapat Pleno di Konferensi Besar di Markas GP Ansor, dan mendapatkan laporan bahwa rumah cucu perempuan KH Wahab Chasbullah, salah satu pendiri NU dan juga Pahlawan Nasional, dikepung oleh gerombolan orang tak dikenal, namun patut diduga dari atribut-atribut yang dipakai berasal dari FPI.

7. GP Ansor berdasarkan laporan tersebut, sahabat-sahabat Banser di bawah koordinasi sahabat Ibadullah (Komandan Banser Riau) didampingi oleh aparat Kepoolisian melakukan pengawalan dan pendampingan cucu perempuan KH Wahab Chasbullah tersebut, yang dini hari itu menyelamatkan diri di Kantor Polres Jakarta Pusat untuk menghindarkan diri dari intimidasi dan hal-hal yang tak diinginkan, khususnya pasca adanya fitnah yang keji bahwa beliau membagi sembako sejak kemarin sore, agar bisa pulang kembali ke rumahnya dengan selamat.

8. GP Ansor perlu menegaskan bahwa saat pengawalan cucu perempuan KH Wahab Chasbullah tersebut, tidak ada seorang pun anggota Banser yang menyadari dan mengetahui bahwa di dekat lokasi tersebut ada markas atau rumah Ketua FPI Jakarta, maka sangatlah tidak mungkin sahabat-sahabat Banser melakukan serangan, hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Polda Metro Jaya bahwa tidak ada serangan terhadap Rumah Ketua FPI DKI (http://www.muslimoderat.net/2017/04/...ixzz4eZyWxsKT) bahkan justru sebaliknya, sahabat-sahabat Banser justru diserang membabi buta dengan lemparan batu dan lain-lainnya, hingga akhirnya cucu perempuan KH Wahab Chasbullah dan sahabat-sahabat Banser yang mengawal beliau justru terpaksa terperangkap di dalam salah satu rumah di Gang Kramat Lontar tersebut selama kurang lebih satu jam.

Licik, Setelah Intimidasi Cucu Pendiri NU, FPI Fitnah Banser Serang Rumah Ketua FPI

9. GP Ansor memandang bahwa evakuasi perlu dilakukan segera untuk menyelamatkan cucu perempuan KH Wahab Chasbullah dan sahabat-sahabat Banser yang terperangkap tersebut, dengan cara berkoordinasi dengan pihak Kepolisian setempat, dan bukan dengan pengerahan massa serta main hakim sendiri.

10. GP Ansor sekali lagi menegaskan dan menyerukan kepada seluruh sahabat-sahabat anggota, kader maupun pengurus Ansor dan Banser untuk siaga satu komando, tetap mencintai republik ini, mengawal Pancasila dan kebhinnekaan, serta tidak tinggal diam terhadap semua fitnah, berita bohong dan fitnah.

Sumur Sanyo

emoticon-Motret
sudah mulai kan mappingnya emoticon-Embarrassment

kaum Nasionalis + Religius Agamis Moderat (Islam Rahmatan lil Alamin) + Reformis vs FPI + HTI + FUI (Islam Garis Keras + Konservatif Najd tanduk setan) + sisa2 Anasir Orba + Group Mafia emoticon-Embarrassment

btw emoticon-Embarrassment

Tamasya AL Marinir sudah tiba emoticon-Leh Uga emoticon-Embarrassment

Licik, Setelah Intimidasi Cucu Pendiri NU, FPI Fitnah Banser Serang Rumah Ketua FPI

panasbung dari kalangan santri2 kurus idiot dari Ciamis yang berhasil digoblogin untuk kedua kali dengan suruh jalan kaki dan santri2 Bogor silahkan tamasya dan hadang tuh marinir emoticon-Leh Uga emoticon-Embarrassment
ada apa ini??? gara ahok ni pasti!!!
Kalo gak jokowi!!
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Ormas goblok emoticon-Big Grin
Astajim, kaum nasbung bani fitnah alumni 212, kerjaannya klo ga bikin hoax, putar balik fakta, play victim, sambil makan nasi bungkus berjemaah saat kesurupan spirit 212 emoticon-Kagets
Skenario mancing mancing itu...
FPI dihajar trus teriak teriak kedunia islam dizalimi, jadi dah Syria kedua....

Apalagi maksudnya kalo ga bikin Pilkada kacau sekaligus sabotase kedatangan Mike Pence dengan bikin kekacauan ibukota?

ohh ada yg ketauanemoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Quote:Original Posted By nenen.binal
sudah mulai kan mappingnya emoticon-Embarrassment

kaum Nasionalis + Religius Agamis Moderat (Islam Rahmatan lil Alamin) + Reformis vs FPI + HTI + FUI (Islam Garis Keras + Konservatif Najd tanduk setan) + sisa2 Anasir Orba + Group Mafia emoticon-Embarrassment

btw emoticon-Embarrassment

Tamasya AL Marinir sudah tiba emoticon-Leh Uga emoticon-Embarrassment

Licik, Setelah Intimidasi Cucu Pendiri NU, FPI Fitnah Banser Serang Rumah Ketua FPI

panasbung dari kalangan santri2 kurus idiot dari Ciamis yang berhasil digoblogin untuk kedua kali dengan suruh jalan kaki dan santri2 Bogor silahkan tamasya dan hadang tuh marinir emoticon-Leh Uga emoticon-Embarrassment


nanti skenario rusuh nya pasti ada nih..
Semua gara2 babi seekor doang emoticon-Embarrassment
Karakteristik Ashabul Fitnah

Dalam Bahasa Arab, Al-Buthi menyebut kelompok ekstrem yang menggunakan strategi fitnah sebagai Ashabul Fitnah. Ada tiga karakter yang menandai kelompok ini.

Pertama, mudah mengafirkan kelompok yang berseberangan baik secara agama dan politik. Dalam Islam, tindakan mengafirkan Muslim lain sangat dilarang; bahkan secara keras Nabi Muhammad pernah mengingatkan bahwa barang siapa mengafirkan Muslim lain maka tuduhan itu bisa berbalik pada dirinya sendiri. Mereka yang suka mengafirkan bisa jadi dia sendirilah yang kafir.

Kedua, sifat takfiri ini berkaitan dengan dengan karakter kedua yakni kecenderungan untuk menciptakan polarisasi berdasarkan aliran (mazhab) dan identitas keagamaan. Polarisasi ini dianggap penting karena pada umumnya tidak ada bangsa yang sepenuhnya homogen. Sejarah sebuah bangsa biasanya dibentuk oleh proses negosiasi dan kompromi di antara kekuatan-kekuatan sosial politik yang berbeda. Dengan demikian dimungkinkan terjadinya koeksistensi damai antar masyarakat yang berbeda identitas dan keyakinan. Di Suriah, menurut Al-Buthi, relasi antar warga tidak dipengaruhi oleh perbedaan agama dan aliran. Adalah hal yang biasa bahwa satu apartemen menjadi tempat tinggal bersama warga yang berbeda keyakinan.

Ashabul Fitnah menyadari pentingnya legasi koeksistensi ini bagi keberlangsungan sebuah bangsa. Karena itu, mereka menyasar pondasi ini dengan menyebarkan rumor dan cara pandang sempit untuk membangun tembok yang membelah masyarakat berdasarkan perbedaan agama dan aliran.

Ketiga, tantangan utama kelompok ekstrem dalam menciptakan polarisasi adalah tokoh atau ulama moderat. Ulama moderat menjadi kekuatan penting karena merekalah yang memberikan basis legitimasi bagi koeksistensi damai. Dalam teori perdamaian tokoh moderat mewakili salah satu prasyarat koeksistensi damai yang disebut “critical mass of peace enhancing leaders.” Dalam sebuah masyarakat multikultur, selalu ada kekuatan yang kritis dan ekstrim. Tokoh pembawa damai dalam jumlah yang cukup kuat (critical mass) menjadi kunci keberlangsungan pluralitas dalam masyarakat tersebut karena merekalah yang bisa membendung rumor dan agitasi yang mengancam kemapanan basis koesistensi.

Karena itu, ashabul fitnah menjadikan tokoh moderat sebagai sasaran. Dalam situasi ekstrim seperti Suriah upaya ini bisa dilakukan dengan membunuh ulama-ulama moderat; tetapi di negara di mana kekerasan fisik beresiko secara hukum, upaya menyerang tokoh moderat bisa dilakukan dengan membunuh karakter mereka misalnya dengan memberikan label-label antagonis seperti liberal, syiah, dan sekuler.
sekalian turunkan unit K-9 di masing2 tpsemoticon-Ngakak
Inilah yg dinamakan strategi asbak ala mbah ben.

Sulut bara->bara nyala-> padamkan.

Dan akhirnya,dia yg bikin ulah dia pula yg dapat nama baik. emoticon-Ultah
Otak sumbu pendek emang paling doyan play victim dan fitnah keji emoticon-Marah
adu domba kah, atau gank fetamburan emang gitu kelakuannya emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


patek celeng
Quote:Original Posted By nenen.binal
sudah mulai kan mappingnya emoticon-Embarrassment

kaum Nasionalis + Religius Agamis Moderat (Islam Rahmatan lil Alamin) + Reformis vs FPI + HTI + FUI (Islam Garis Keras + Konservatif Najd tanduk setan) + sisa2 Anasir Orba + Group Mafia emoticon-Embarrassment

btw emoticon-Embarrassment

Tamasya AL Marinir sudah tiba emoticon-Leh Uga emoticon-Embarrassment

Licik, Setelah Intimidasi Cucu Pendiri NU, FPI Fitnah Banser Serang Rumah Ketua FPI

panasbung dari kalangan santri2 kurus idiot dari Ciamis yang berhasil digoblogin untuk kedua kali dengan suruh jalan kaki dan santri2 Bogor silahkan tamasya dan hadang tuh marinir emoticon-Leh Uga emoticon-Embarrassment


Yg di Bold bener banget, yg ngumpul di belah sono, BSH+Sisa Orba+Mafia+Pendukung Khilafah+dll
Ga sabar nunggu tanggal 19 emoticon-Cool



Benar2 NAJIS sekali cara2 FITNAH Nasbung ONTAIK IDIOT..emoticon-No Hope
Quote:Original Posted By KangPri
Skenario mancing mancing itu...
FPI dihajar trus teriak teriak kedunia islam dizalimi, jadi dah Syria kedua....

Apalagi maksudnya kalo ga bikin Pilkada kacau sekaligus sabotase kedatangan Mike Pence dengan bikin kekacauan ibukota?

ohh ada yg ketauanemoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk


Ntar Fuhrer marah lho!emoticon-Mad

Quote:Original Posted By victorducatisti
Karakteristik Ashabul Fitnah

Dalam Bahasa Arab, Al-Buthi menyebut kelompok ekstrem yang menggunakan strategi fitnah sebagai Ashabul Fitnah. Ada tiga karakter yang menandai kelompok ini.

Pertama, mudah mengafirkan kelompok yang berseberangan baik secara agama dan politik. Dalam Islam, tindakan mengafirkan Muslim lain sangat dilarang; bahkan secara keras Nabi Muhammad pernah mengingatkan bahwa barang siapa mengafirkan Muslim lain maka tuduhan itu bisa berbalik pada dirinya sendiri. Mereka yang suka mengafirkan bisa jadi dia sendirilah yang kafir.

Kedua, sifat takfiri ini berkaitan dengan dengan karakter kedua yakni kecenderungan untuk menciptakan polarisasi berdasarkan aliran (mazhab) dan identitas keagamaan. Polarisasi ini dianggap penting karena pada umumnya tidak ada bangsa yang sepenuhnya homogen. Sejarah sebuah bangsa biasanya dibentuk oleh proses negosiasi dan kompromi di antara kekuatan-kekuatan sosial politik yang berbeda. Dengan demikian dimungkinkan terjadinya koeksistensi damai antar masyarakat yang berbeda identitas dan keyakinan. Di Suriah, menurut Al-Buthi, relasi antar warga tidak dipengaruhi oleh perbedaan agama dan aliran. Adalah hal yang biasa bahwa satu apartemen menjadi tempat tinggal bersama warga yang berbeda keyakinan.

Ashabul Fitnah menyadari pentingnya legasi koeksistensi ini bagi keberlangsungan sebuah bangsa. Karena itu, mereka menyasar pondasi ini dengan menyebarkan rumor dan cara pandang sempit untuk membangun tembok yang membelah masyarakat berdasarkan perbedaan agama dan aliran.

Ketiga, tantangan utama kelompok ekstrem dalam menciptakan polarisasi adalah tokoh atau ulama moderat. Ulama moderat menjadi kekuatan penting karena merekalah yang memberikan basis legitimasi bagi koeksistensi damai. Dalam teori perdamaian tokoh moderat mewakili salah satu prasyarat koeksistensi damai yang disebut “critical mass of peace enhancing leaders.” Dalam sebuah masyarakat multikultur, selalu ada kekuatan yang kritis dan ekstrim. Tokoh pembawa damai dalam jumlah yang cukup kuat (critical mass) menjadi kunci keberlangsungan pluralitas dalam masyarakat tersebut karena merekalah yang bisa membendung rumor dan agitasi yang mengancam kemapanan basis koesistensi.

Karena itu, ashabul fitnah menjadikan tokoh moderat sebagai sasaran. Dalam situasi ekstrim seperti Suriah upaya ini bisa dilakukan dengan membunuh ulama-ulama moderat; tetapi di negara di mana kekerasan fisik beresiko secara hukum, upaya menyerang tokoh moderat bisa dilakukan dengan membunuh karakter mereka misalnya dengan memberikan label-label antagonis seperti liberal, syiah, dan sekuler.

mereka yg menerapkan strategi taqiya ala PKI akan berhadapan dengan tamasya laskar AL Marinir ya akhi emoticon-Matabelo