alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f59913de2cf21c7b8b4577/ada-onta-masuj-lubang-jarum
Ada Onta Masuj Lubang Jarum
Media Islam Salafiyyah, Ahlussunnah wal Jama'ah

almanhaj.or.id

NAVIGATIONHome

ORANG KAFIR TIDAK AKAN MASUK SURGA, SAMPAI ADA ONTA MASUK LOBANG JARUM!



    

ORANG KAFIR TIDAK AKAN MASUK SURGA, SAMPAI ADA ONTA MASUK LOBANG JARUM!

Oleh
Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

إِن الذِينَ كَذبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنةَ حَتىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَم الْخِيَاطِ ۚ وَكَذلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ ﴿٤٠﴾ لَهُمْ مِنْ جَهَنمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذلِكَ نَجْزِي الظالِمِينَ ﴿٤١﴾ وَالذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصالِحَاتِ لَا نُكَلفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا أُولئِكَ أَصْحَابُ الْجَنةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga onta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. [al-A’râf/7:40-42].

MUQADDIMAH
Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla telah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beriman dan beribadah kepada-Nya. Namun di antara mereka ada yang beriman dan ada juga yang kafir. Orang-orang beriman akan mendapatkan kebahagiaan, sedangkan orang-orang kafir akan mendapat kecelakaan.

Di antara kecelakaan terbesar bagi orang-orang kafir adalah mereka tidak akan masuk surga, hingga ada onta masuk ke lubang jarum, dan ini mustahil. Sebagaimana Allâh Azza wa Jalla telah memberitakan hakikat ini di dalam ayat-ayat ini.

PENJELASAN AYAT
Firman Allâh Azza wa Jalla :

إِن الذِينَ كَذبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah berkata, “Allâh Yang Maha Tinggi sebutan-Nya berfirman, ‘Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan’ hujjah-hujjah dan dalil-dalil Kami, tidak membenarkannya, dan tidak mengikuti rasul-rasul Kami, ‘dan menyombongkan diri terhadapnya,’ takabbur dari membenarkannya, enggan mengikuti dan tunduk kepadanya karena sombong.”[1]

Firman Allâh Azza wa Jalla :

لَا تُفَتحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السمَاءِ

Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit.

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah berkata, “Pintu-pintu langit tidak akan dibukakan bagi mereka untuk ruh-ruh mereka yang keluar dari jasad mereka. Perkataan dan perbuatan dalam kehidupan mereka tidak akan naik menuju Allâh Azza wa Jalla, karena perbuatan-perbuatan mereka itu buruk, sedangkan yang akan diangkat keharibaan Allâh hanyalah perkataan yang baik dan perbuatan yang shâlih, sebagaimana firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطيبُ وَالْعَمَلُ الصالِحُ يَرْفَعُهُ

Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal yang shalih dinaikkan-Nya. [Fâthir/35:10]”.[2]

Firman Allâh Azza wa Jalla :

وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنةَ حَتىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَم الْخِيَاطِ

Dan mereka tidak (pula) masuk surga, hingga onta masuk ke lubang jarum.

Imam al-Baghawi rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah mereka tidak akan masuk surga selamanya. Karena, jika (penetapan) sesuatu disyaratkan dengan perkara yang mustahil terjadi, maka itu menunjukkan adanya penekanan pada kemustahilannya. Seperti dikatakan (dalam bahasa Arab) ‘aku tidak melakukannya hingga burung gagak beruban, atau hingga aspal menjadi putih’, maksudnya, aku tidak melakukannya selamanya”.[3]

Firman Allâh Azza wa Jalla :

وَكَذلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

Syaikh Abdurrahmân as-Sa’di rahimahullah berkata, “Yaitu orang-orang yang banyak kejahatannya dan sikapnya yang melewati batas”.[4]

Firman Allâh Azza wa Jalla :

لَهُمْ مِنْ جَهَنمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ

(Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka).

Imam al-Baghawi rahimahullah berkata, “Allâh menghendaki, neraka meliputi mereka dari seluruh sisi, sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla :

لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ

Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka, dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). [az-Zumar/39:16].[5]

Firman Allâh Azza wa Jalla :

وَكَذلِكَ نَجْزِي الظالِمِينَ ﴿٤١﴾ وَالذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصالِحَاتِ

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim, dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shâlih.

Syaikh Abdurrahmân as-Sa’di rahimahullah berkata, “Setelah Allâh menyebutkan hukuman bagi orang-orang yang bermaksiat lagi zhalim, Dia Azza wa Jalla menyebutkan pahala orang-orang yang taat. Allâh berfirman, “Dan orang-orang yang beriman dengan hati mereka dan mengerjakan amal-amal yang shâlih’, dengan anggota badan mereka, sehingga mereka menggabungkan antara iman dan amal, antara amal-amal lahir dan batin, antara melakukan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan.”[6]

Firman Allâh Azza wa Jalla :

لَا نُكَلفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا

(Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya).

Syaikh Abdurrahmân as-Sa’di rahimahullah berkata, “Karena firman-Nya “mengerjakan amal-amal yang shâlih,” adalah lafazh umum yang mencakup seluruh amal-amal shâlih, baik yang wajib maupun yang mustahab, dan bisa jadi sebagiannya tidak mampu dilakukan oleh seorang hamba, (maka) Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya”, yaitu seukuran dengan kekuatannya, dan tidak berat terhadapnya. Dalam kondisi seperti ini, kewajibannya adalah bertakwa kepada Allâh sesuai dengan kemampuannya, jika tidak mampu melakukan sebagian kewajiban, yang orang lain mampu melakukannya, maka kewajiban itu gugur darinya, sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla.

لَا يُكَلفُ اللهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا

Allâh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. [al-Baqarah/2:286].

لَا يُكَلفُ اللهُ نَفْسًا إِلا مَا آتَاهَا

Allâh tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allâh berikan kepadanya. [ath-Thalâq/65:7].

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدينِ مِنْ حَرَجٍ

Dia sekali-kali Dia (Allâh) tidak menjadikan suatu kesempitan untuk kamu dalam agama. [al-Hajj/22:78]

فَاتقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Maka bertakwalah kamu kepada Allâh menurut kesanggupanmu. [at-Taghâbun/64:16].

Maka tidak ada kewajiban jika tidak mampu, dan tidak ada yang haram ketika dalam keadaan darurat.”[7]

Firman Allâh Azza wa Jalla :

أُولئِكَ أَصْحَابُ الْجَنةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

Yaitu mereka tidak akan berpindah darinya dan mereka tidak akan mencari ganti terhadap surga, karena di dalamnya mereka melihat bermacam-macam kelezatan dan perkara-perkara yang disukai yang berada pada puncaknya, dan tidaklah dicari yang lebih tinggi darinya.[8]

FAIDAH AYAT
Sangat banyak faidah, pelajaran dan petunjuk dari ayat-ayat ini, antara lain:

1. Mendustakan ayat Allâh Azza wa Jalla dan bersikap arogan terhadapnya merupakan kufur akbar (kekafiran besar).

2. Penjelasan balasan orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allâh Azza wa Jalla dan bersikap sombong terhadapnya, balasannya adalah tidak akan masuk surga selamanya.

3. Pintu-pintu langit tidak akan dibukakan untuk untuk ruh-ruh orang-orang kafir ketika mereka mati.

4. Perkataan dan perbuatan orang-orang kafir tidak diterima oleh Allâh, karena di antara syarat diterima amal adalah iman.

5. Kewajiban agama yang tidak mampu dilakukan oleh seorang hamba, maka kewajiban itu gugur darinya.

6. Iman dan amal shalih akan menghantarkan kemuliaan di dunia dan akhirat dan sebab masuk surga.

PERINGATAN
Sebagian orang beranggapan bahwa ayat ke-40 dari surat al-A’râf ini sebagai dalil bahwa “orang-orang Mukmin yang masuk neraka tidak akan keluar selama-lamanya”, maka ini merupakan kesesatan dan kebodohan yang nyata. Karena awal ayat ini jelas menunjukkan bahwa ini balasan untuk orang-orang kafir.

إِن الذِينَ كَذبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنةَ حَتىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَم الْخِيَاطِ

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allâh dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga onta masuk ke lubang jarum.

Karena perbuatan mendustakan ayat-ayat Allâh dan menyombongkan diri terhadapnya adalah kufur akbar (kekafiran yang besar). Sehingga orang-orang kafir akan masuk neraka, dan tidak akan keluar selama-lamanya. Dan ayat ini tidak menunjukkan bahwa semua orang-orang yang masuk neraka tidak akan keluar selama-lamanya.

Demikian juga anggapan bahwa “orang-orang yang masuk neraka tidak akan keluar selama-lamanya” secara umum, adalah pendapat firqah (golongan sesat) Khawarij dan Mu’tazilah. Sedangkan Ahlus-Sunnah berkeyakinan bahwa orang-orang yang akan memasuki neraka ada dua golongan, yaitu: (1) orang-orang kafir, mereka kekal di dalam neraka, (2) orang-orang mukmin yang berbuat dosa besar, mereka akan keluar dari neraka dan akan masuk surga.

Hadits-hadits yang memberitakan bahwa sebagian orang-orang mukmin akan masuk neraka dengan sebab dosa-dosa mereka, kemudian akan keluar dan masuk surga sangat banyak sekali. Dan hal itu tidak bertentangan dengan ayat-ayat al-Qur`ân.

Di antara hadits-hadits tersebut adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَما أَهْلُ النارِ الذِينَ هُمْ أَهْلُهَا فَإِنهُمْ لَا يَمُوتُونَ فِيهَا وَلَا يَحْيَوْنَ وَلَكِنْ نَاسٌ أَصَابَتْهُمُ النارُ بِذُنُوبِهِمْ أَوْ قَالَ بِخَطَايَاهُمْ فَأَمَاتَهُمْ إِمَاتَةً حَتى إِذَا كَانُوا فَحْمًا أُذِنَ بِالشفَاعَةِ فَجِيءَ بِهِمْ ضَبَائِرَ ضَبَائِرَ فَبُثوا عَلَى أَنْهَارِ الْجَنةِ ثُم قِيلَ يَا أَهْلَ الْجَنةِ أَفِيضُوا عَلَيْهِمْ فَيَنْبُتُونَ نَبَاتَ الْحِبةِ تَكُونُ فِي حَمِيلِ السيْلِ

Adapun penduduk neraka yang mereka merupakan penduduknya, maka sesungguhnya mereka tidak akan mati di dalam neraka dan tidak akan hidup. Tetapi orang-orang yang dibakar oleh neraka dengan sebab dosa-dosa mereka, maka Dia (Allâh) akan mematikan mereka. Sehingga apabila mereka telah menjadi arang, diidzinkan mendapatkan syafa’at. Maka mereka didatangkan dalam keadaan kelompok-kelompok yang berserakan. Lalu mereka ditebarkan di sungai-sungai surga, kemudian dikatakan: “Wahai penduduk surga tuangkan (air) kepada mereka!” Maka mereka pun tumbuh sebagaimana tumbuhnya bijian yang ada pada sisa-sisa banjir. [HR Muslim no. 185].

Semoga Allâh selalu membimbing kita di atas jalan yang lurus, amîn, al-Hamdulillâhi Rabbil-‘alamîn.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XVII/1435H/2013M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1]. Tafsir Thabari, 12/421.
[2]. Tafsir ath-Thabari, 12/421.
[3]. Tafsir al-Baghawi, 3/229.
[4]. Taisir Karimir-Rahmân.
[5]. Tafsir al-Baghawi, 3/229.
[6]. Taisir Karimir-Rahmân, 1/289.
[7]. Taisir Karimir-Rahmân.
[8]. Taisir Karimir Rahmân.



    

6 April 2015 editor Al-Qur'an : Tafsir Leave a Comment

← Hadits Lemah Tentang Dekatnya Kemiskinan Dengan Kekafiran

Waspadalah Terhadap Fitnah Dunia Dan Fitnah Wanita ! →

CATEGORY

 Pilih Kategori Adab Dan Perilaku Ahkam Ahkam : Hudud Ahkam : Kabair (Dosa-Dosa Besar) Akhlak Aktual Aktual : Wahhabi Al-Ilmu Al-Ilmu : Qawaid Fiqhiyah Al-Masaa’il Al-Masaa’il : Dialog Pemikiran-1 Al-Masaa’il : Dialog Pemikiran-2 Al-Masaa’il : Dialog Pemikiran-3 Al-Masaa’il : Jihad Al-Masaa’il : Politik Al-Masaa’il : Propaganda Al-Masaa’il : Terorisme Al-Qur’an Al-Qur’an : Ilmu Al-Qur’an : Tafsir Alwajiz : Haji & Umrah Alwajiz : Hukum & Pidana Alwajiz : Jenazah Alwajiz : Jual Beli Alwajiz : Makanan Alwajiz : Nikah Alwajiz : Puasa Alwajiz : Shalat Alwajiz : Shalat Sunnah Alwajiz : Sumpah & Jihad Alwajiz : Thaharah Alwajiz : Wasiat & Waris Alwajiz : Zakat Bahasan : Aqidah  Bahasan : Asmaaul Husna Bahasan : Assunnah Bahasan : Bai’at Bahasan : Bid’ah Bahasan : Hadits (1) Bahasan : Hadits (2) Bahasan : Manhaj Bahasan : Sirah Nabi Bahasan : Syakhshiyah Bahasan : Tauhid Bahasan : Uswah Nabi Dakwah Dakwah : Firaq Dakwah : Hizbiyyah Dakwah : Kepada Kafir Dakwah : Nahi Mungkar Dakwah : Perpecahan ! Dakwah : Syubhat  Fiqih : Bisnis & Riba Fiqih : Haji & Umrah Fiqih : Hari Raya Fiqih : Jenazah & Kematian Fiqih : Jual Beli Fiqih : Kurban & Aqiqah Fiqih : Makanan dan Hewan Fiqih : Media Fiqih : Nasehat Fiqih : Nikah Fiqih : Nikah & Talak Fiqih : Puasa Fiqih : Puasa Sunnah Fiqih : Shalat Fiqih : Shalat Jum’at Fiqih : Sumpah Fiqih : Waris & Waqaf Fiqih : Zakat Fokus : Fatawa Fokus : Mabhats Fokus : Waqiuna Kitab : Al-Ushul Ats-Tsalatsah Kitab : Aqidah (Syarah Aqidah ASWJ) Kitab : As-Sunnah Kitab : Dasar Islam Kitab : Hari Kiamat (1) Kitab : Hari Kiamat (2) Kitab : Kunci Rizki Kitab : Manhaj Salaf Kitab : Nikah – Sakinah Kitab : Nikah Beda Agama? Kitab : Nikah Dari A – Z Kitab : Puasa Nabi Kitab : Qadha & Qadar Kitab : Rifqon Ahlus Sunnah Kitab : Shalat Tahajjud Kitab : Tanya Jawab Al-Qur’an Kitab : Tauhid Prioritas Utama Risalah : Anak Risalah : Do’a & Dzikir Risalah : Gambar, Musik Risalah : Hukum Risalah : Keluarga Risalah : Orang Tua Risalah : Pakaian, Hiasan Risalah : Rizqi & Harta Risalah : Sakit, Obat Risalah : Sihir, Dukun Risalah : Tazkiyah Nufus Wanita : Darah Wanita Wanita : Fiqih Shalat Wanita : Kesehatan Wanita : Konsultasi Wanita : Muslimah Wanita : Thaharah Wanita : Wasiat 

ARCHIVES

 Pilih Bulan  April 2017   Maret 2017   Februari 2017   Januari 2017   Desember 2016   November 2016   Oktober 2016   September 2016   Agustus 2016   Juli 2016   Juni 2016   Mei 2016   April 2016   Maret 2016   Februari 2016   Januari 2016   Desember 2015   November 2015   Oktober 2015   September 2015   Agustus 2015   Juli 2015   Juni 2015   Mei 2015   April 2015   Maret 2015   Februari 2015   Januari 2015   Desember 2014   November 2014   Oktober 2014   September 2014   Agustus 2014   Juli 2014   Juni 2014   Mei 2014   April 2014   Maret 2014   Februari 2014   Januari 2014   Desember 2013   November 2013   Oktober 2013   September 2013   Agustus 2013   Juli 2013   Juni 2013   Mei 2013   April 2013   Maret 2013   Februari 2013   Januari 2013   Desember 2012   November 2012   Oktober 2012   September 2012   Agustus 2012   Juli 2012   Juni 2012   Mei 2012   April 2012   Maret 2012   Februari 2012   Januari 2012   Desember 2011   November 2011   Oktober 2011   September 2011   Agustus 2011   Juli 2011   Juni 2011   Mei 2011   April 2011   Maret 2011   Februari 2011   Januari 2011   Desember 2010   November 2010   Oktober 2010   September 2010   Agustus 2010   Juli 2010   Juni 2010   Mei 2010   April 2010   Maret 2010   Februari 2010   Januari 2010   Desember 2009   November 2009   Oktober 2009   September 2009   Agustus 2009   Juli 2009   Mei 2008   April 2008   Maret 2008   Februari 2008   Januari 2008   Desember 2007   November 2007   Oktober 2007   September 2007   Agustus 2007   Juli 2007   Juni 2007   Mei 2007   April 2007   Maret 2007   Februari 2007   Januari 2007   Desember 2006   November 2006   Oktober 2006   September 2006   Agustus 2006   Juli 2006   Juni 2006   Mei 2006   April 2006   Maret 2006   Februari 2006   Januari 2006   Desember 2005   November 2005   Oktober 2005   September 2005   Agustus 2005   Juli 2005   Juni 2005   Mei 2005   April 2005   Maret 2005   Februari 2005   Januari 2005   Desember 2004   November 2004   Oktober 2004   September 2004   Agustus 2004   Juli 2004   Juni 2004   Mei 2004   April 2004   Maret 2004   Februari 2004   Januari 2004   November 2003   Oktober 2003  

META

MasukRSS EntriRSS KomentarWordPress.org

Almanhaj.or.id | ISDN | BisaQu | Isyhadu


 Ayat Mutasyabihat Dan Muhkamat, Obat Cemburu, Tentang Siksa Kubur Menurut Islam, Pengertian Al Qur'an Menurut Para Ahli, Cahaya Allah Cahaya Muhammad, Manfaat Keikhlasan Dalam Beribadah, Pengertian Ahli Sunnah Wal Jamaah, Hadist Nabi Tentang Tahajud, Bacaan Sesudah Salam, Imam Shalat, Kisah Terbunuhnya Husain, Hadits Tentang Rukun Iman, Bilangan Hari Haid, Adab Taziah, Kewajiban Terhadap Al Quran, Cara Menjaga Keluarga Dari Api Neraka, Sejarah Perang Shiffin, Yaumul Bats, Hukum Beriman Kepada Rasul, Ruqyah Adalah



Sumber: https://almanhaj.or.id/4116-orang-kafir-tidak-akan-masuk-surga-sampai-ada-onta-masuk-lobang-jarum.html