alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f58a2296bde616538b4583/kpu-dki-klarifikasi-soal-pertemuan-dengan-fui-sebelum-debat-calon-gubernur-jakarta
KPU DKI Klarifikasi soal Pertemuan dengan FUI Sebelum Debat Calon Gubernur Jakarta
KPU DKI Klarifikasi soal Pertemuan dengan FUI Sebelum Debat Calon Gubernur Jakarta


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno dikabarkan kembali bertemu dengan Forum Umat Islam (FUI) pada Rabu (12/4/2017) siang, sebelum pelaksanaan debat pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Pada Senin (17/4/2017) sore, netizen bernama Mohamad Guntur Romli melalui akun Twitter-nya, @GunRomli, menulis, "Wowow! Ketua KPU DKI Sumarno brsama FUI & GMJ di siang hari sebelum debat final 12/04/2017."

Tulisan tersebut dilengkapi dengan foto Sumarno bersama FUI. Selain Mohamad Guntur Romli, Ulin Yusron melalui akun @ulinyusron juga menggunggah foto yang sama.

"FUI GMJ di KPU DKI siang hari sebelum debat final 12/04/2017. Lagi-lagi Sumarno sendirian. Audit Sumarno," demikian tulisan yang melengkapi unggahan foto Ulin Yusron tersebut.

Saat Kompas.com mengecek kedua foto yang diunggah tersebut, tidak hanya Sumarno yang ada di dalam foto.

Komisioner KPU DKI Jakarta Moch Sidik juga turut berfoto. Dia tampak berdiri di belakang seorang pria yang mengenakan baju berwarna biru dan peci putih.

Saat dikonfirmasi, Sidik membenarkan pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu siang sebelum debat. Dia juga mengaku mengikuti pertemuan itu bersama Sumarno.

"Ada, ada (saya). Mungkin saya enggak dikenal. Pak Ketua yang dikenal, he-he-he," ujar Sidik di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin malam.

Sidik menjelaskan, saat itu Sumarno tengah menerima tamu. FUI yang hadir kemudian bertemu Sidik. Dia mengaku mengetahui salah satu dari mereka, yakni Egi Sudjana.

Setelah Sumarno selesai bertemu tamu sebelumnya, Sidik dan Sumarno pun menemui mereka sekitar pukul 13.00 WIB.

"Akhirnya kami terima, semacam konsultasi, waktu itu dia ingin jadi pemantau, bagaimana tata cara untuk jadi pemantau, dijelasin sama Pak Ketua," kata Sidik.

Selain itu, Sidik menyebut mereka juga menanyakan soal penggunaan Kartu Keluarga (KK) yang tidak lagi diwajibkan pada putaran kedua ini untuk para pemilih tambahan (DPTb).

Sidik menyebut tidak ada pembahasan apapun selain dua hal itu. Mereka tidak membahas soal debat.

"Enggak sama sekali. Pokoknya kepentingan dia hanya ingin wajib KK dan jadi pemantau, itu aspirasi mereka yang saya tangkap," ucapnya.

Setelah Sumarno dan Sidik menjelaskan pertanyaan-pertanyaan mereka, Sidik menyebut FUI meminta foto bersama.

"Kalau mereka minta foto, siapa sih yang ditolak kalau foto bareng-bareng. Siapa pun boleh bertamu ke KPU, kami terima. Enggak pilih-pilih tamu-lah," kata Sidik.

Sidik menyebut mereka tidak mempermasalahkan jika siapa pun ingin berfoto bersama. Sidik mengatakan, semua komisioner KPU DKI Jakarta, termasuk Sumarno, tidak memiliki kepentingan politis apa pun.

"Pak Marno kan berpikirnya lurus-lurus aja, kami enggak ada semacam politik. Ketua kami kan orangnya lurus-lurus aja, jujur-jujur aja-lah. Kami enggak bisa dibeli, enggak bisa diapa-apain, itu yang kami buktikan," ujar dia.

Sementara itu, Sumarno juga membenarkan kedatangan Egi Sudjana yang meminta izin untuk menjadi pemantau di TPS. Ia mengatakan, pihaknya telah menjelaskan bahwa menjadi pemantau ada syaratnya, misalnya harus independen.

"Saya bilang ada syarat-syarat untuk menjadi pemantau. Jadi harus mengajukan permohonan menjadi pemantau, menyerahkan berkas-berkas, kemudian organisasinya harus independen, macam-macamlah ya," ujar Sumarno saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Egi datang sebagai tim advokasi Tamasya Al Maidah. Setelah KPU DKI Jakarta menjelaskan berbagai syarat tersebut, panitia Tamasya Al Maidah belum juga menyerahkan berkas persyaratan untuk memenuhi kualifikasi. Sumarno tidak mengatakan apakah panitia Tamasya Al Maidah memenuhi kualifikasi atau tidak sebagai pemantau.

"Enggak bisa disebut enggak memenuhi kualifikasi atau enggak, orang tidak mengajukan. Jadi tidak ada pengajuan resminya," ujar Sumarno.

Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolit...bernur-jakarta

---

Baca Juga :

- Disangka Bagikan Sembako, Pria Ini Didatangi Massa

- 'Tak Perlu Memobilisasi Massa ke Jakarta, Biarkan DKI Mengurus Rumah Tangganya Sendiri'

- Setya Novanto Ingin Warga Jakarta Mencoblos Bukan karena Dipaksa