alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f57b30dbd77097788b4567/pilkada-dinodai-politik-sembako-ini-kesaksian-bos-beras-cipinang
Pilkada Dinodai Politik Sembako, Ini Kesaksian Bos Beras Cipinang
TEMPO.CO, Jakarta - Sinyalemen demokrasi dalam Pilkada DKI 2017 dinodai dengan politik sembako semakin menguat setelah Badan Pengawas Pemilu menemukan indikasi politik uang oleh tim pasangan inkumben Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Sedangkan lawan mereka, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno, disebutkan melakukan kampanye hitam.

Investigasi Koran Tempo mendapatkan bahwa bos beras dari Pasar Cipinang mengaku menerima pesanan beras berton-ton dari politikus PDI Perjuangan. Diduga ada juga pesanan berton-ton beras dari petinggi Partai Persatuan Pembangunan.

Pengawas menerima laporan dari setidaknya tujuh tempat penyimpanan bahan pokok milik tim pasangan nomor urut dua yang hendak dibagikan ke pemilih sejak Ahad pekan lalu. Dua lokasi di Jakarta Selatan, dua di Jakarta Barat, dan masing-masing satu di Jakarta Utara, Jakarta Timur, serta Kepulauan Seribu. "Akan kami klarifikasi lebih lanjut," ujar Mimah Susanti, ketua lembaga itu, Senin, 17 April 2017.

Basuki mengklaim sejak dulu menolak politik uang dalam pilkada ataupun pesta demokrasi lainnya. Karena itu, ia menyatakan tidak terlibat kegiatan tersebut. "Saya paling enggak suka bagi-bagi sembako," kata dia di Monumen Nasional. Ia meminta masyarakat melapor ke polisi atau pengawas pemilu bila menemukan kegiatan itu oleh timnya.

Tempo mengecek ke sejumlah tempat yang disebut sebagai penyimpanan bahan pokok, di antaranya satu rumah dinas anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Penghuni rumah di Blok D IV-323, Kalibata, Jakarta Selatan, itu diduga anggota Fraksi PDIP, partai pengusung Basuki-Djarot. Tumpukan mi instan, gula pasir kemasan, dan berkarung-karung beras terlihat di dalam rumah.

Kabar Terbaru Pilkada DKI: Ini Rumah di Kompleks DPR yang Diduga Jadi Gudang Sembako Pilkada

Teguh, yang mengaku sebagai kader partai dari Banyumas, Jawa Tengah, mengatakan bertanggung jawab menjaga rumah itu. Menurut dia, distribusi bahan pokok diatur oleh orang lain yang juga berasal dari Jawa Tengah. Sayang, nomor petugas distribusi ini tak bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi.

Jejak politik sembako yang merusak demokrasi itu tercatat dari pesanan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Pedagang beras Billy Haryanto--lebih dikenal dengan panggilan "Billy Beras"--mengatakan menerima pesanan berton-ton beras dari anggota Fraksi PDIP DPR, Aria Bima. Ia merinci catatan pemesanan senilai Rp 500 juta lebih yang, menurut dia, belum dibayar. Bahan pokok lalu dibagikan ke berbagai wilayah, terutama Jakarta Timur dan Selatan, yang pada putaran pertama dimenangi Anies-Sandi.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Aria Bima mengakui pernah meminta beras ke Billy. Tapi, kata dia, permintaannya tak dipenuhi pedagang beras asal Sragen, Jawa Tengah, itu. Ia menyebut Billy adalah pendukung Anies karena "Ahok merusak distribusi di Cipinang".

Apakah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz ikut memesan berton-ton beras? Simak berita selengkapnya di http://koran.tempo.co atau baca melalui aplikasi Tempo Media di iTunes Store (iPhone) atau Play Store (Android).

Masifnya praktik bagi-bagi sembako dalam Pilkada DKI 2017 ini, menurut mantan pemimpin KPK Bambang Widjojanto, mencederai demokrasi. Politik uang dan bagi-bagi sembako ini terjadi sangat masif, sistematik dan terstruktur di seantero Jakarta. Politik uang dan bagi-bagi sembako itu bagian dari sikap perilaku koruptif. Pasti setelah itu korupsi, kolusi, kolusif dan nepotistik," katanya.

Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni, mengklaim juga memiliki beberapa bukti foto yang membuktikan dugaan kecurangan tim sukses pasangan calon nomor urut 3 pilkada DKI , Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Menurut Raja, beberapa foto tersebut memperlihatkan penjualan sembako murah yang dilakukan tim lawan. “Sebagian sudah dilaporkan. Bukti sementara foto,” kata Raja, Senin, 17 April 2017. Namun, tudingan itu dibantah oleh Pandji Pragiwaksono, "Yang dituduhkan itu terjadi pada 2016," kata Pandji.

https://m.tempo.co/read/news/2017/04/18/348866990/pilkada-dinodai-politik-sembako-ini-kesaksian-bos-beras-cipinang

Babik plus Banteng main curangemoticon-Leh Uga
Sungguh mulia di jaman susah kyk gini mau bagi bagi beras secara cuma cuma ikhlas dan tulus
cara2 licik pki udah dipakai partai merah.. emoticon-Wkwkwk
ati2 abis bagi2 sembako ntar bongkar2 rumah.. emoticon-Wkwkwk
Jaman susah ini malah bagi-bagi sembako.

Surga lah tempat kalian emoticon-Peluk
Belum dibayar tapi beras ny udah keburu disita, siap2 rugi ga dibayar emoticon-Leh Uga
woi bagi kedaerah juga paslon 0.... biar buat pilpres sekalian... masa cuman dijakarta yang dapat
Sepi...... emoticon-Stick Out Tongue

Angkat ah.... emoticon-Big Grin

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
mayan dapet 5 kilo sama minyak sama gula..., sering2 aja dah emoticon-Ultah
Yang antri nerima nasbung madesu macam tees goblok
emoticon-Ngakak
pdip mah kaga heran... emoticon-Big Grin
bagi2 sembako ato bagi duit masih bs ngamcam demokrasi di jakarta??
Klo menurut gw mobilisasi massa ke tps msh jauh lbh mengancamemoticon-No Hope
Kalo kyk gini yg salah timses atau paslon?
temenmahok pada coli di trit sebelah gan
disini gerah katanya
Quote:Original Posted By variety48
bagi2 sembako ato bagi duit masih bs ngamcam demokrasi di jakarta??
Klo menurut gw mobilisasi massa ke tps msh jauh lbh mengancamemoticon-No Hope


sama saja, tdk usah dibandingkan. yang satu salah yang satunyapun tidak benar..
Quote:Original Posted By abgsexylover
cara2 licik pki udah dipakai partai merah.. emoticon-Wkwkwk
ati2 abis bagi2 sembako ntar bongkar2 rumah.. emoticon-Wkwkwk


cARA LICIK PKI ITU Bukan begitu bray. PKI caranya intimidasi dan mengancam-ancam...
Siapa yang sering intimidasai, itu PKI. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Beras buat nyumbang korban tanah longsor kok di permasalahkan....
kek anies gak bagi2 sembako aja njing emoticon-Mad
sumber ga jelas.....emoticon-Traveller
Masuklaah wahai nasbung ....
Huuuu uuuuuuh
Ya udah lah kalo dikasih terima aja lumayan di jaman susah gini