alexa-tracking

Hanya Modal Kepercayaan, Yasa Singgih Sukses Bangun Bisnis Fesyen

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f579cf642eb619348b456f/hanya-modal-kepercayaan-yasa-singgih-sukses-bangun-bisnis-fesyen
Hanya Modal Kepercayaan, Yasa Singgih Sukses Bangun Bisnis Fesyen
image-url-apps
Hanya Modal Kepercayaan, Yasa Singgih Sukses Bangun Bisnis Fesyen

Tak ada rumus pasti yang bisa meramalkan kesuksesan seseorang. Yasa Paramita Singgih misalnya. Ia sudah berhasil mendirikan bisnisnya sendiri di usia 22 tahun. Yasa sendiri mengaku sudah mulai belajar mandiri sejak usia 15 tahun.

Berbagai peluang usaha ia coba, mulai dari mencoba peruntungan dan bekerja di sebuah event organizer hingga akhirnya terjun ke dunia bisnis dan sukses dengan bisnis daring (online) dengan menjual fesyen pria.

Hanya Modal Kepercayaan, Yasa Singgih Sukses Bangun Bisnis Fesyen


“Penghasilan saya pertama kali bukan datang dari bisnis, melainkan kerja di event organizer ketika saya masih SMA, kurang lebih usia 15 tahun. Kemudian, pada usia 16 tahun saya mulai mencoba bisnis menjual lampu hias, menjajal bisnis fesyen, membuka kedai kopi, hingga akhirnya kembali ke bisnis fesyen, dan fokus di dunia sepatu,” jelas Singgih melalui surel pada Smart-Money.

Undangan demi undangan pun menghampiri Yasa untuk menjadi pembicara di sebuah seminar atau talkshow. Lebih lanjut, simak hasil wawancaranya dengan Smart-Money.

Hanya Modal Kepercayaan, Yasa Singgih Sukses Bangun Bisnis Fesyen


Usia berapa mulai merintis usaha sendiri?

Usia 16 tahun barulah saya mulai bisnis pertama, yaitu menjual lampu hias yang saya ambil dari teman saya yang bekerja di sebuah toko di Glodok, Jakarta. Saat itu saya masih berjualan di lingkungan teman saja.

Tidak cuma itu, pada saat yang sama saya juga menjual kaos secara daring. Saya ambil barang dari Tanah Abang, kemudian menjualnya lewat toko daring Men’s Republic. Pada usia 17, saya sempat buka bisnis kuliner berupa kedai kopi, namun setahun kemudian bangkrut dan tutup hingga akhirnya saya memulai kembali bisnis kaus Men’s Republic dari nol.

Hanya Modal Kepercayaan, Yasa Singgih Sukses Bangun Bisnis Fesyen


Mengapa akhirnya memutuskan fokus di bisnis fesyen pria?

Jujur, sebenarnya saya tidak punya alasan apa-apa, selain tidak sengaja. Pada awalnya, saya tidak punya rencana ataupun ide untuk memulai bisnis fesyen daring pria ini. Saya hanya menjalani bisnis ini mengalir begitu saja.

Nah, tidak tahu kenapa ketemu dan klopnya dengan bisnis fesyen daring pria ini, maka saya jalani terus hingga sekarang.

Berapa modal awal membuka Men’s Republic dan berapa lama balik modal?

Ketika saya memulai Men’s Republic pertama kali pada usia 16 tahun, modalnya sedikit, tidak sampai Rp500 ribu. Kemudian, ketika untuk kali kedua saya menggeluti Men’s Republic setelah bangkrut dari usaha kedai kopi, bisa dibilang saja memulai usaha tanpa modal.

Saat itu, saya sudah punya banyak kenalan di Tanah Abang sehingga dengan mudah dapat barang untuk jualan kembali. Saat masuk ke dunia sepatu juga tanpa modal karena punya kenalan di industri sepatu sehingga dapat kemudahan dalam pembayaran yang dapat mundur.

Bisa dibilang Men’s Republic dibangun bukan dengan modal materi melainkan modal keberanian, relasi, dan kepercayaan.

Brand image seperti apa yang ingin ditampilkan Men’s Republic?

Men’s Republic punya tiga nilai utama, Simple, Excellent & Gentlemen. Simple dalam hal desain, excellent dalam hal kualitas, dan gentlemen dalam hal rasa bangga bagi pemakainya. Kami ingin pemakai Men’s Republic merasa LAKI banget karena menggunakan merek kami.

Ada kemungkinan untuk diversifikasi produk?

Untuk saat ini Men’s Republic tetap ingin fokus ke sepatu pria dengan jenis formal dan kasual. Namun tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke produk pria lainnya. Sekarang kami sudah menggarap sandal, apparel, dan tas. Namun tetap 90% penjualan berasal dari sepatu pria.

Untuk urusan harga, apa yang membuat harga sepatu Men’s Republic bisa terjangkau?

Dulu, saat pertama kali mulai bisnis sepatu memang lebih banyak menjual sepatu dengan harga murah, paling murah Rp195.000. Sangat terjangkau. Tujuannya saat itu agar bisa masuk ke pasar dengan lebih mudah, lebih cepat laku, dan lebih cepat dikenal luas.

Sampai akhirnya perlahan lahan kami menaikkan harga, hingga sekarang produk kami paling mahal ada yang sampai Rp750.000 dan rata-rata produk yang terlaris ada di kisaran harga Rp300.000 sampai Rp400.000.

Mengapa harga produk kami bisa bersaing dengan produk serupa adalah karena model bisnis yang digunakan berbeda dengan merek sepatu konvensional. Dalam operasionalnya, Men’s Republic menggunakan kanal penjualan daring, tidak memerlukan toko, tidak memerlukan SPG/SPB, tidak melakukan konsinyasi, dan tidak memerlukan biaya pengiriman ke toko-toko sehingga harganya bisa ditekan menjadi terjangkau.

Kami hanya membutuhkan kantor sebagai tempat tim kami bekerja dan gudang sebagai tempat penyimpanan barang. Biaya yang kami keluarkan jauh lebih sedikit sehingga harga produk bisa lebih murah.

Tapi bukan berarti kami tidak ada rencana ingin membuka toko. Mudah-mudahan tahun ini kami bisa membuka toko fisik pertama kami.

Mengutip @MensRepublicID “Kalo udah order dan pake produk @MensRepublicID artinya Anda udah tergabung di pria pria yang limited. Produknya kan limited! emoticon-Big Grin”. Maksudnya?

Terdapat tiga jenis produk sepatu Men’s Republic:

Exclusive edition: Produk sepatu yang diproduksi sangat terbatas, kualitas bahan kulit asli yang terbaik, dan desain sangat berkelas. Diproduksi tidak sampai 50 pieces per SKU-nya dengan harga jual di atas Rp600.000.
Signature edition: Produk sepatu yang kelasnya berada sedikit di bawah exclusive edition. Diproduksi kurang lebih 100 pieces per SKU-nya dengan harga jual di rentang Rp400.000 sampai Rp500.000.
Sedangkan yang terakhir adalah edisi yang biasa. Menggunakan material kulit sintetis dengan harga jual Rp195.000 sampai Rp259.000. Biasanya, diproduksi lebih banyak karena permintaannya juga paling banyak. Kurang lebih di atas 200 pieces per SKU setiap produksi.

Untuk produk baru, biasanya setiap bulan kami memiliki edisi baru, kurang lebih 3-5 edisi.

Seperti metode pemasaran Men’s Republic?

Kami sadar produk yang kami jual ini sangat mudah ditiru dan bahkan juga sudah mirip dengan merek lain. Ya, karena memang di dalam dunia sepatu, menurut saya tidak ada hal yang benar benar baru. Desainnya berputar di situ-situ lagi.

Namun yang membedakan, orang rela membeli A dibanding B adalah karena kekuatan merek. Maka dari itu, Men’s Republic sebenarnya tidak menjual sepatu melainkan menjual EMOSI. Kami menjual cerita di balik merek.

Sehingga di media sosial kami tidak hanya berisi foto produk melainkan ada konten konten tentang gaya hidup pria yang kami sajikan untuk followers kami. Men’s Republic mengedukasi mereka untuk menjadi the real gentlemen.

Untuk saluran pemasaran, berbagai cara kami gunakan untuk menarik pelanggan mengunjungi situs kami. Baik secara organik, dari mulut ke mulut, sampai sistem referral yang kami bangun lewat media sosial hingga iklan berbayar. Intinya semua strategi kami gunakan untuk meningkatkan penjualan.

Mengapa konsumen harus mempertimbangkan produk fesyen Men’s Republic?

Wah, ini agak susah ya. Penjual kecap ‘kan selalu bilang kecapnya nomor satu. Hehehe. Namun, yang pasti Men’s Republic tidak hanya menawarkan sepatu, tetapi juga menawarkan emosi dan rasa bangga. Satu poin lebih kami dari mata pelanggan adalah pelanggan kami mengatakan bahwa kami ini memiliki sistem pembelian di situs yang sangat sederhana dan mudah.

Kemudahan ini kemudian menjadi penting karena pria cenderung tidak mau repot dalam belanja daring.

Apa rencana untuk Men’s Republic dalam 5 tahun ke depan?

Saya selalu katakan bahwa Men’s Republic ingin menjadi merek, e-dagang, dan media asli Indonesia terbesar se-Asia Tenggara. Saya tidak ingin Men’s Republic menjadi sekadar merek, juga sebagai e-dagang dan media.

Jadi nantinya, setiap pria kalau mau pakai brand yang keren ya Men’s Republic, mau belanja daring ya di Men’s Republic, mau cari konten tentang gaya hidup pria juga di Men’s Republic. Ini untuk Men’s Republic.

Namun setelah sukses di Men’s Republic, visi jangka panjang ke depan adalah saya ingin menciptakan dan mengakuisisi banyak merek lokal Indonesia. Saya berharap, nanti, perusahaan saya akan menjadi kumpulan puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan merek produk konsumen asli Indonesia yang bisa merajai pasar Tanah Air.

Sumber : http://smart-money.co/bisnis/hanya-m...-bisnis-fesyen