alexa-tracking

KPU DKI: Sembako Gadaikan Kedaulatan Pilihan dan Menghina Masyarakat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f5761a582b2ee95f8b4569/kpu-dki-sembako-gadaikan-kedaulatan-pilihan-dan-menghina-masyarakat
KPU DKI: Sembako Gadaikan Kedaulatan Pilihan dan Menghina Masyarakat

News Megapolitan

KPU DKI: Sembako Gadaikan Kedaulatan Pilihan dan Menghina Masyarakat

Nursita Sari
Kompas.com - 17/04/2017, 17:38 WIB


KPU DKI: Sembako Gadaikan Kedaulatan Pilihan dan Menghina Masyarakat
Kompas.com - 17/04/2017, 17:38 WIB

Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, pembagian sembako sebagai bagian dari politik uang merupakan hal yang mencederai demokrasi di DKI Jakarta. Selain itu, pembagian sembako juga seolah menggadaikan kedaulatan pemilih.

"Ini kan mencederai demokrasi kita dan pemilih seolah-olah digadaikan kedaulatan pilihannya hanya dengan sembako yang sangat murah. Itu menghina masyarakat," kata Sumarno di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

Sumarno mengatakan, masyarakat memiliki kedaulatan untuk menentukan pilihan mereka pada Pilkada DKI Jakarta. KPU DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat menolak pembagian sembako atau materi lainnya terkait politik uang.

KPU DKI Jakarta juga meminta masyarakat aktif untuk melaporkan dugaan politik uang tersebut kepada Bawaslu DKI Jakarta.

"Kalau memang masyarakat mengetahui, dalam rangka menjaga kesehatan demokrasi kita, segera melaporkan ke Bawaslu, disertai bukti, ada fotonya, ada videonya, sampaikan ke Bawaslu untuk ditindak pelakunya," kata Sumarno.

KPU DKI Jakarta mengingatkan, sanksi pidana tidak hanya dikenakan kepada pemberi sembako atau politik uang. Warga yang dengan sengaja menerima sembako juga akan dikenakan sanksi yang sama sesuai Pasal 187A ayat 2 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Sanksi dipidana sesuai UU tersebut yakni hukuman penjara 36-72 bulan dan denda Rp 200 juta - Rp 1 miliar.

"Kepada penerima juga sama. Jadi sebenarnya penerima itu juga tidak aman, harus menolak karena Anda terancam potensi pidana juga," kata Sumarno. http://megapolitan.kompas.com/read/2...ina.masyarakat

Gubernur DKI dijabat selama 5 tahun, masih mau kita memilih Ahok???? emoticon-Big Grin
Bawaslu DKI Minta Tim Ahok-Djarot Hentikan Bagi-bagi Sembako

Ari Sandita Murti

Minggu, 16 April 2017 − 16:01 WIB

KPU DKI: Sembako Gadaikan Kedaulatan Pilihan dan Menghina Masyarakat
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 dalam debat jilid 2 di Hotel Bidakara, Jakarta. Foto/Isra Triansyah/SINDOnews


A+ A-
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta mencatat tim pemenangan Ahok-Djarot paling banyak melakukan dugaan pelanggaran dalam bagi-bagi sembako kepada masyarakat. Baik itu putaran pertama maupun putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu DKI Muhammad Jufri. Dia juga meminta, tim pemenangan pasangan nomor urut dua untuk menghentikan kampanye tersebut.

"Pembagian sembako paling banyak dilakukan paslon dua, itu hampir merata ke semua wilayah Jakarta, termasuk Pulau Seribu. Makanya, kami sarankan paslon (nomor urut) dua untuk menghentikan praktik tersebut," pinta Jufri di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Minggu (16/4/2017).

Jufri mengaku kesulitan dalam menelusuri dalang kasus pembagian sembako tersebut. Sebab, Bawaslu hanya bisa mengklarifikasi dan saat di klarifikasi, tim paslon kerap berdalih kalau pelanggaran itu tak dilakukan timses, tapi oleh pendukungnya.

"Untuk sembako modusnya macam-macam, salah satunya pasar murah. Kalau jualnya dengan harga wajar tak masalah, tapi kalau yang sudah dijual dengan kelewatan, misal harganya Rp30.000 di jual Rp3.000, nah ini yang kelewatan," jelasnya.

Dia menambahkan, soal laporan pembagian sembako itu, memang kerap disampaikan berbagai pihak dan masyarakat kepada Bawaslu, khususnya Bawaslu kota. Terakhir, yang melibatkan artis Giring Nidji. Saat diklarifikasi, tim Ahok-Djarot dan Giring Nidji mengaku tak terlibat dalam kegiatan bagi-bagi sembako itu.

"Jadi dalam kasus Giring itu, hanya warga atau pendukung nomor dua yang terlibat. Saat dilimpahkan ke polisi, ternyata pelapor tak meneruskannya dengan alasan khawatir orangtuanya juga kena karena sembako itu diterima orangtuanya," tuturnya.

Maka itu, kata dia, Bawaslu DKI terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan semua elemen masyarakat, agar masa tenang ini bisa dimanfaatkan publik untuk memilih pada Rabu 19 April 2017.

"Di Bawaslu selama masa tenang, belum ada laporan sejauh ini karena mungkin lebih banyak dilaporkan ke Panwaslu kota, karena lebih dekat yah. Soal temuan pembagian sembako yang marak, saat ini sedang kita tindak," katanya.



(mhd) https://metro.sindonews.com/read/119...ako-1492333278
selamat anda berhak atas kupon ini
KPU DKI: Sembako Gadaikan Kedaulatan Pilihan dan Menghina Masyarakat

silahkan ditukar dengan hadiahnya
KPU DKI: Sembako Gadaikan Kedaulatan Pilihan dan Menghina Masyarakat
KPU DKI: Sembako Gadaikan Kedaulatan Pilihan dan Menghina MasyarakatKPU DKI: Sembako Gadaikan Kedaulatan Pilihan dan Menghina Masyarakat
Quote:


Itu dokumentasi bagi2 sembako tgl 22 Desember 2016 itu ya??? Hahaha.... emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Quote:


asal quote ga dibaca, tu tanggalnya 13-15 april 2017.
namanya juga nasbung. gajah di pelupuk mata ga keliatan emoticon-Traveller
Quote:

Bisakan itu direkayasa seword atawa gerpol, karena selain media abal2an itu gak ada tuh media laen yg memberitakannya, padahal detik,com, kompas.com, beritasatu.com, metro tv itu media pro Ahok loh, hehehe... emoticon-Wink emoticon-Wkwkwk
Quote:


kl pendapatnya gitu, berarti bisa dibalik jg dong. bisa aj yg katanya relawan paslon 2 bagi2 sembako direkayasa jg. emoticon-Big Grin
Quote:


Mantap ya kalo begitu, media pro Ahok ikut merekayasa, hahahaa....... emoticon-Wink emoticon-Wkwkwk
Quote:


media anti ahok yg merekayasa, gagal paham ente. byk jg tu blog, media abal2 yg anti ahok
Quote:

Wah, berarti detik.com, kompas dan metro tv itu sekarang telah jadi media anti Ahok ya??? Hahaha....