alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f5735a1cbfaa846f8b4569/12-end-of-chapter-1
#12 END OF CHAPTER 1
Ia tertawa bersama kedua kakaknya dan ibunda nya, sambil berlari, lagi ke arah ayah yang sedang menunggu dirinya di bawah pohon, sama seperti kali terakhir ia lakukan itu. Namun ada yang berbeda, mendadak padang rumput itu terbakar, seperti ada lidah api yang entah muncul dimana, membakar apapun yang dekat disitu kemudian,

“AHHGGG !!!!,” Wisang terbangun dengan keringat basahi dahi, padahal malam itu cukup dingin, tapi semua mimpi buruk itu buat ia gugup hasilkan keringat di dahi.

Ia melihat kesekitar di dalam tenda, ternyata masih gelap, ia keluar tenda, udara dingin menusuk tulang, ia dapati sleeping bag Zero di depan tendanya, nampaknya ia masih terlelap pikir Wisang. Ia kemudian menengadah ke langit, dari bulan yang ia liat ia bisa perkirakan bahwa itu sudah menjelang subuh. Sayup sayup terdengar satu suara Adzan yang cukup jauh dari lokasi ia mendirikan tenda, ya Adzan subuh. Di tengah gelap ia kemudian berjalan ke arah sungai yang sudah mengering, tempat kenangan ia dan kedua kakaknya bermain semenjak kecil ia berencana menyusuri sampai hulu sungai untuk dapati air.

Ia ingin ambil wudhu untuk tunaikan sembahyang subuh, berjalan melewati pinggir sungai yang sudah mengering, ia melihat, batuan kali yang besar, makin berjalan ada sedikit air mengalir, sampai akhirnya ia dapati air yang mentes dari atas seperti bekas air terjun.

Selesai ia mengambil wudhu ia kembali ke tempat ia dirikan tenda, masih ia dapati Zero yang meringkuk di sleeping bag nya, kompas dalam kantung selempangnya ia buka, ia ambil kemudian ia memastikan arah kiblat, kea rah barat di mana ia berdiam. Udara subuh yang dingin temani ia yang lakukan takbir, tunaikan solat subuh dua rakaat. Zero terbangun dengan mata sipit yang masih mencari cari cahaya di tengah subuh yang lumayan gelap.

Terdiam sebentar, kemudian Zero menuju sungai kering yang Wisang datangi untuk ambil wudhu, ingin basuh muka pikirnya. Rakaat terakhir di sujud terakhir Wisang berdoa

“TUHANKU HAMBA SADAR, HAMBA JANGANKAN JADI KHALIFAH DI MUKA BUMI, UNTUK TUNAIKAN RUKUN ISLAM DAN IMAN SAJA AKU MASIH TIDAK BECUS, MAAFKAN AKU, SELAMATKAN AKU DAN ORANG ORANG YANG AKU SAYANG DUNIA AKHERAT AMIN.”
Kemudian seperti ada suara mengendap sebentar, di akhiri dengan “BZZZZZZZDUAAARRRRRRRRR !!!!!!!!!!,” suara ledakan keras datangnya dekat dari timur, tepat di belakang Wisang menghadap kiblat. Ia terperanjak kaget, kemudian bergegas mengemas semua nya, tenda hingga rotan yang berisikan rumput untuk pakan ternak miliknya.

“ADA APA ?!” Zero datang dari hulu sungai bergegas dan bertanya pada Wisang

“ADA LEDAKAN DAN ITU DATANGNYA SEARAH DARI RUMAHKU,” Jawab Wisang sambil mengencangkan rotan dan tas selempangnya,
“Aku harus bisa menjaga dia, jangan sampai ia tertangkap tentara tentara berbaju hitam itu, ia salah satu kunci untuk temukan imam mahdi, jangan sampai ia tertangkap” ujar Zero dalam hati.

Zero pun bergegas membereskan semua perlengkapannya, kemudian dengan cepat menyesap nutrisi cair yang ia punya. Jarinya kemudian melipat, di tiup nya keras keras menghasilkan bunyi siulan yang keras pula,”SUIIIITTTTTTT !!!!” seketika itu burung elang miliknya datang. Ia seperti ucapkan sesuatu pada elang itu kemudian setelah di beri makanan kecil ia terbang dengan cepat ke arah ledakan itu.
“Fastara akan cek ledakan itu, ia lebih cepat cek di udara, sembari kita menuju kesana sembari ia cek juga lewat udara,” ujar Zero memberitahukan Wisang, Fastara adalah elang mliknya,

Wisang mengangguk, dan kemudian terus berjalan dengan tergesa gesa ke arah ledakan itu, rasa khawatir meledak ledak di ulu hati, ia khawatir ledakan itu mengancam keselamatan ayahnya.

“DZZZZUUUUARRRRRRR !!!!!!,” lagi ledakan kedua terdengar, dari arah yang sama namun lokasi yang berbeda, kepulan asap hitam terlihat di awang awang pagi itu.

Matahari muncul, Wisang dan Zero masih terus berjalan cepat ke arah ledakan, Fastara si burung elang kembali berputar putar di kepala kemudian menukik tajam ke arah tuannya. Ia kemudian seperti bisikan sesuatu pada Zero, seperti yang ia bilang bahwa ia seperti bisa bicara dengan binatang sedari kecil, kemudian,

“Sebaiknya kita tidak lanjutkan perjalanan menuju ledakan itu, potensi ada tentara berbaju hitam besar, kau tau tidak tentara apa itu ?” tanya Zero setelah mendengar bisikan elangnya,

“Tapi ayahku, ahhh persetan, aku tetap kesana ayahku, aku tidak mau kehilangan ayahku, setelah kehilangan kedua kakak dan ibu ku aku tidak mau kehilangan ayahku kali ini,” jawab Wisang sedikit kesal


“hey hey hey, kau tahu tidak itu tentara tentara bengis otak mereka seperti di program, mereka tidak segan segan habisi siapapun yang menganggu misi mereka, misi yang di perintahkan pemimpinnya, kau tahu tidak tulisan arab gundul itu tulisan apa, itu adalah tulisan KAFARA, ATAU KAFIR, tulisan arab gundul yang di tattoo di jidat pemimpin nya yang miliki satu mata tertutup”

------------------------------


AKHIR DARI CHAPTER 1 NANTIKAN UPDATE SELANJUTNYA DI 1 RAMADHAN YAH SAMBIL NANTIKAN BEBRUKA CERITA MELUNCUR SETIAP DUA HARI SEKALI PUKUL 16 SAMBIL NANTIKAN BEBRUKA BAGI YANG MUSLIM
Kok ceritanya gak masuk akal???

Gak masuk akal karena banyak kali thread tunggalnya...

Bukan satu thread tapi di update terus plus ada indeksnya...

Ditambah lagi isi threadnya berbau SARA...
wadaww banyak kali kau bikin cerita bang emoticon-Belo
mending dibikin indeks aja dan sekedar saran, jangan terlalu vulgar soal agama emoticon-Big Grin
gimana sih caranya bikin index itu duh ga ngerti, maklum kaskuser baru T-T
ngakak gue baca tread pencar" emoticon-Cool jadiin satu gan....
ini apa ya?
Banyak amat threadnya. Saranku ya mending pake thread yang awal terus minta Momod buat hapus thread yang lain.