alexa-tracking

#10

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f5720031e2e6a84d8b456a/10
#10
“Entah sejak kapan, manusia jadi lupa beribadah, termasuk aku, kamu mungkin, terakhir kamu beribadah kapan, beribadah sesuai dengan keyakinan mu ?” tanya Zero pada Wisang.

Kalimat pembuka yang sanggup buat ia tertegun berfikir sejenak. Gadis berambut coklat itu terduduk di hadapan nya, sambil membagi daging sapi yang Wisang bakarkan pada burung elangnya.

“Aku muslim, sembahyang ? hhmm aku terkadang lakukan sembahyangku, walau tidak sempurna lima waktu, kamu ?” jawab Wisang tenang,

“Aku anak adopsi, tumbuh di keluarga katolik taat, setiap minggu sesudah meletus perang dunia tiga, aku lakukan kebaktian di gereja dekat rumah ku, namun sekarang sudah jarang, Gereja di dekat rumahku sekarang jadi aneh,” jawab Zero

“Aneh gimana ?” Wisang mengejar penjelasan Zero,

“Iyah aneh, orang orang yang datang ke kebaktian, entah sejak kapan jadi sulit di ajak komunikasi, pastur yang memimpin ibadah pun seperti robot, ah pokonya tidak sama seperti dulu jemaat yang hadir seperti layaknya zombie, jawab iya dan tidak saja, pandangan kosong, itu sih terakhir yang aku ingat, itupun aku sudah lama sekali tidak ke gereja lagi, memang kamu percaya dengan kehidupan setelah mati, percaya akan adanya tuhan ?” Zero melanjutkan dengan pertanyaan

“Sebentar sebentar, kenapa namamu aneh begitu, Zero, bukan artinya nol ?” Wisang mengalihkan pembicaraan

“Iyah nol artinya,”

“lantas kenapa orang tua, hhmmm orang tua adopsi mu beri nama itu?”

“bukan beri nama itu, aku bayi yang datang bersama surat dari orang tua asli ku, surat itu berisikan nama lengkapku,” ia menelan daging yang ia kunyah sebelum lanjutkan bicara kemudian,

“ nama lengkapku Z E R O, sudah, dan semua tetek bengek alasan yang aku tidak mau tahu kenapa orang tua asliku sampai buang aku,padahal sebelum perang dunia tiga meletus rasa rasanya, ekonomi baik baik saja, ah entahlah bila bukan alasan ekonomi lalu apa coba membuang anak bayi yang tidak berdosa, di depan rumah seorang pedagang buah ber suku dayak”

Wisang kemudian tertegun dan melanjutkan pertanyaan Zero tentang percaya tentang kehidupan setelah mati dan sebagainya,

“Aku percaya adanya tuhan, dan kehidupan setelah mati, yah walau ibadahku tidak sempurna, bukan berarti jadi gambaran bahwa aku tidak percaya akan hal hal itu, sekarang aku tanya pada mu, kenapa tuhan ciptakan manusia, padahal manusia itu destruktif, merusak, dan rentan akan tidak taat pada penciptanya ?” tanya Wisang,

“HHmmmmmm kenapa yah,” Zero berfikir sambil memakan potongan dagingnya yang terakhir

“Kenapa tuhan cape cape buat mahluk yang destruktif, merusak dan tidak taat, sudah saja dari sekarang semua di binasahkan atas kehendakNya bila benar tuhan ada,ciptakan mahluk yang taat saja yang tidak destruktif” Wisang melanjutkan arugmen nya.

Zero kemudian berfikir sejenak, ia kemudian melepaskan elang di pundaknya terbang ke atas pohon untuk berjaga menjaga mereka berdua,

“Karena tuhan sudah ciptakan mahluk yang taat padanya, yang sanggup bersujud terus hingga hari kiamat tiba, itulah malaikat, lalu kenapa kita di ciptakan, itu karena nabi Adam yang harus turun ke bumi dan semua yang terjadi ini adalah proses seleksi terhadap kita, agar tuhan tahu mana yang benar taat dan tidak, bukan kah jin tidak mau bersujud pada nabi Adam akibat kan ia berjanji bahwa ia akan goda manusia hingga hari kiamat tiba, goda manusia untuk bersama sama dirinya masuk neraka,” Wisang kembali lanjutkan penjelasannya,

“hey hey apa yang kau bicarakan, aneh, kenapa kita di ciptakan kalau harus alami semua kesedihan dan kehancuran ini?” Zero sedikit kesal mendengar penjelasan Wisang yang sulit ia cerna

“Aku ciptakan jin dan manusia semata mata untuk beribadah pada Ku, kenapa hanya jin dan manusia karena malaikat sudah taat”

“Ah entahlah di tanya kamu percaya tuhan dan kehidupan sesudah mati malah jawab kesana kesini tidak jelas” Zero menjawab sedikit ketus,

“hahahaha, iyah yah jawab nya jadi kemana mana, heran aku juga," Wisang sedikit mengendalikan tawanya kemudian,

"Zero, tolong jelaskan soal pimpinan dan imam mahdi yang kamu bicarakan tadi di awal, terus siapa juga yang mau bunuh aku, salah ku apa ?”


“Kau mau tahu pimpinan dulu atau imam mahdi nya dulu ? kelak kamu tahu alasan kenapa kamu begitu penting dirimu hingga nyawa mu harus jadi taruhan nya”