alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f5719362088193218b456c/9
#9
Wisang dirikan tenda, rotan canggih sudah penuh dengan rumput untuk pakan ternak milik ayahnya, rencana untuk segera pulang ia urungkan, selain ia merasa gadis tudung hijau itu masih di dekat dia, ia berfikir untuk tenangkan diri dari emosi yang kadang timbul tenggelam bila ingat kedua kakak dan ibunda nya. Ia berharap gadis itu bisa mendakat , sehingga dia bisa ucapkan terimakasih padanya.
Malam gelap di bantu terang dengan beberapa ranting pohon yang ia kumpulkan kemudian jadikan api unggun. Ia tidak miliki banyak barang peninggalan ibunya, ia hanya miliki sebuah foto ia dengan ibunya di tas selempang miliknya, foto yang sengaja ia pasang ketika ia sedang menjalani acara pramuka di sekolahya, ia berfikir ketika kecil bila jauh dari ibu dengan melihat foto itu sanggup sembuhkan rasa rindunya. Seolah akan tahu ia suatu saat akan berpisah selamanya di dunia, maka foto itu hanya bisa ia terus lihat, sembuhkan rindu namun menambah lara, di hatinya.

Air mata tanpa di sadari membasahi pipi Wisang ketika melihat foto itu, foto wanita berambut sepundak yang miliki kulit kuning langsat. Melompat lompat tidak karuan semua ia fikirkan, semua di awali dengan kalimat “bagaimana kalau”, cemas tidak menentu.

Ia merogoh daging sapi mentah yang ia bawa dari rumah tadi siang, di ambil dalam bungkusan koran di tas selempang miliknya. Bumi tidak sama seperti dulu, entah bagaimana sulit nya temukan bumbu masakan seperti garam dan merica buat barang barang ini menjadi barang mewah, Wisang dan ayahnya sudah lama makan daging atau jagung bila ada di kota, tanpa gunakan garam sedikitpun, semua hambar.

Daging sapi ia potong kecil kecil menggunakan arit hologram nya, seperti biasa untuk mempermudah proses membakar ia tusuk daging seperti sate pada salah satu ranting yang lebih kecil yang ia temukan. Malam tidak terlalu dingin bintang hanya beberapa ada di langit muncul. Dari jauh gadis berkurudung hijau perhatikan api unggun Wisang, ia seperti bersiaga menjaga dirinya, menjaga Wisang, ia tahu sesuatu yang buruk akan datang entah esok atau lusa.

Daging sudah berubah kecoklatan, ia angkat dan tiriskan sebentar, ia berfikir tentang gadis yang tadi siang muncul, kemana dia, siapa dia, mau apa dia. Semua tanya di kepala itu lagi lagi di akhiri dengan kalimat “ah yasudahlah.” Mendadak insting Wisang seperti beritahukan ada seseorang atau sesuatu yang mendekat tempat ia menyalakan api unggun, sambil menunggu daging yang ia bakar tiris sedikit, ia kemudian berdiri.

“Kamu kembali yah hey awewe tudung hejo (cewe tudung hijau) ?” Wisang berteriak pada kegelapan.

“Teterimakasih sudah selamatkan saya dari ular hitam tadi, ini ada daging sapi barangkali kau lapar mau aku bakarkan ?” kembali ia berbicara sembari berusaha melihat keberbagai arah yang gelap.

Beberapa menit tidak ada suara apapun, sunyi kemudian, “ TRAAKKKK, DAAKKK, drap drap drap,” suara orang melompat dari ketinggian kemudianberjalan cepat ke arah Wisang, dan gadis bertudung hijau kembali datang. Wajah bulat, mata sipit berkulit putih namun berambut coklat jadikan ia yang sedikit malu tapi kemudian,

“Hai, nanamaku Zero,” gadis itu muncul di kegelapan sambil menunduk malu, burung elangnya masih di pundaknya, ia lanjut bicara sambil tidak berani mentap Wisang, “aku di tugaskan lindungi kamu, pimpinan bilang kamu salah satu kunci untuk temukan Imam Mahdi, katanya besok atau lusa banyak orang berusaha cari mu, katanya engkau akan mati di bunuh”