alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f570f4de2cf292578b4569/8
#8
Ia tenangkan diri, berjalan perlahan memainkan celurit hologramnya, sampai ia bertemu dengan rumput yang sekiranya masih banyak, cukup untuk makan ternak beberapa bulan kedepan, itupun kalau tidak keburu kering, semoga saja hujan yang tidak lama buat rumput ini bertahan, pikir Wisang.

Tas selempang berisikan tenda lipat, daging perbekalan dan sedikit air ia simpan di dekat pohon pinus, kemudian ia kencangkan kantung rotan yang ia kenakan tempat untuk menyimpan rumput yang ia ambil. Sebelum memulai memotong ia menekan tombol seperti mengihidupkan daya magnet di rotan itu,

“SRAAATTTT, SRAATTT SRAATTTT,” suara rumput terpotong oleh celurit hologram yang tajam milik Wisang, kemudian rumput yang sudah terpotong dengan sendirinya menyusun rapih di rotan canggih milik Wisanggeni. Seperti ada daya magnet yang membuat rumput rumput itu tertarik sendiri ke rotan miliknya, tenaga matahari ia gunakan untuk membuat rotannya miliki daya tarik kuat terhadap rumput atau apapun yang mengandung krolofil.

“SRAAATTTT, SRAATTT, SRATTTT,” masih terus memotong rumput sambil terus waspada akan seseorang yang hadir dekat dengan dirinya, ia sudah rasakan itu.

Tak terasa sudah setengah wilayah ia babat, kantung rotan nya pun sudah hampir penuh, pegal namun senang ia rasa, ia tidak perlu memasang tenda untuk bermalam kalau begini. Ia bisa segera pulang memberi makan ternak pikirnya, beberapa hari kemarin ia menginap di hutan karena kunjung tak temukan rumput untuk makan belasan sapi ayahnya. Namun sekarang rumput yang ia temukan kemarin buat ia bisa segera pulang dan beristirahat.

Sampai ia sadari, bahwa seseorang itu sudah semakin dekat berada di dekat dia, ia berusaha menenangkan diri, kemudian,

“TSSSAAAAAANGGGGGGGGGGG !!!!!!!” , celurit hologram nya ia lempar ke arah dahan pohon tempat gadis berkurudung hijau berdiam perhatikan Wisang sedari tadi. Gadis itu dengan sigap menghindari lemparan celurit Wisang yang mengarah ke kepala gadis itu, burung elang di pundaknya pun kaget dan terbang.

“Terlalu lambat mas…..he he he”, ujar gadis itu sambil tersenyum, kemudian Wisang balas dengan tersenyum juga dan menunjuk ke belakang arah gadis bertudung hijau itu. Retina mata gadis itu bergetar, namun semua sudah terlambat untuk sadari bahwa lemparan celurit Wisang adalah lemparan seperti boomerang yang sanggup berputar dan balik lagi.

“TTTTRAAAAAJLEEEEEEEEBBBBBBB !!!!”, celurit itu berputar mengenai tudung hijau gadis itu kemudian langsung menancap di batang pohon pinus kering itu, buat si gadis kesulitan bergerak, kemudian dengan sigap Wisang memanjat ke pohon itu , berdiri di depan gadis itu sambil memegang erat tanganya, akan tetapi si gadis berambut coklat itu tertunduk tidak mau menunjukan wajahnya, kemudian Wisang bertanya,

“Apa yang kau mau dari anak gembala sapi ini ?!”

Tiba tiba,,,,!
“GAAKKKKKKKKK”, Suara elang milik gadis yang tadi terbang kemudian kembali sembari menyerang Wisang yang sedang genggam erat tangan gadis itu, seolah mengusir jauh dari tuan nya. Wisang kaget dan melompat dari dahan pohon itu. Lalu tangannya mengakat ke udara celurit hologram yang menancap di pohon sekaligus menancap ke tudung hijau milik gadis itu, seketika terlepas dan kembali ke tangan Wisang. Seolah miliki kekuatan telekinesis namun bukan, itu adalah medan magnet besar yang muncul dari sarung tangan abu abu yang ia kenakan.

Gadis itu masih tertunduk, dari bawah Wisang tidak bisa melihat dengan jelas wajah gadis berambut coklat itu, ia kemudian kenakan lagi tudung hijau nya, kemudian burung Elang kembali di pundaknya. Tidak banyak bicara kemudian gadis itu melompat dari dahan satu ke yang lainnya menjauh dari Wisang.

Ia belum ucapkan terimakasih pada gadis itu karena telah selamatkan nya dari ular hitam yang tadi di bunuh oleh elang miliknya, ia mengehla nafas. Ia berfikir "apa itu reaksi refleku karena merasa terancam oleh pantauan gadis itu, ah entahlah." Menahan ribuan tanya di kepalanya yang menyedak memerintahkan diri untuk segera temukan jawabnya.
Momod mana sih...

Kok thread pecah pecah penjuru mata angin dibiarin aja...