alexa-tracking

#5

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f56d67c1d770fa278b4569/5
#5
Dengan sigap lelaki kekar itu menerima Wisang yang pingsan yg di lempar oleh ayahnya, lalu menidurkan nya di dekat wanita yang menyetir mobil itu, kemudian ketika ayahnya akan menyerah memelankan larinya, lelaki itu berteriak,
“MAU KEMANA LU, KATA GUA HARUS HIDUP YAH HIDUPPPP !!!! ARRRGGGGHHH !!!!” , setengah badan lelaki kekar itu tengkurap di belakang mobil jeep terbuka itu, kemudian dengan sekuat tenaga menarik ayah Wisang, tergesek aspal, berkali kali namun selamat walau darah bercucuran dari lutut ayah Wisang.

Mobil jeep melaju kencang menjauh dari monumen nasional, menjauh dari kawanan macan berkaki enam itu menjauh. Ayah Wisang memandang penuh arti lelaki kekar itu dengan darah yang bercucuran dari lututnya dan nafas yang memburu, seolah ucapkan terimakasih berulang ulang.

“Macan berkaki enam itu hasil rekayasa genetika, oleh ilmuwan gila, entah siapa yang ciptakan, kami memanggilnya tigres,” ujar lelaki kekar yang baru saja selamatkan seorang ayah dan anak kecil. Di barengi dengan mobil jeep yang melaju mengarah menuju luar Jakarta.

“Akan kemana kita ini ? tanya Ayah Wisang pada lelaki kekar itu,

“Kita akan kembali ke markas, ke markas owl, laporkan apa yang terjadi, laporkan bahwa kita berhasil hentikan tragedi satu kepala di Jakarta,” wanita pirang itu memotong pertanyaan ayah Wisang yang di ajukan pada pria kekar yang duduk di belakang mobil jeep,

“Tragedi satu kepala ?” ayah Wisang bertanya keheranan,

“Kejadian seperti di monas seperti itu terjadi dalam kurun waktu berulang ulang, dan terjadi hampir di setiap ibu kota provinsi, tadinya akan di lakukan di Bandung namun kesulitan mencari yang selamat jadinya semua di kumpulkan di Jakarta, gua heran orang seperti kehilangan akal pikiran seperti tidak punya agama, tidak akui adanya tuhan demi terus hidup, bukan nya bakalan mati syahid menurut kepercayaan seorang muslim bila mati kaya gitu, ah entahlah, gua ke gereja, yang jelas pemenggalan kepala seperti itu bukan hanya sekali, dan terjadi di setiap kota,” pria kekar berkemeja hijau lusuh itu coba jelaskan pada ayah Wisang

Mendadak Ayah Wisang menangis tidak karuan, ia teringat akan istri dan kedua anaknya yang telah tiada. Yang menjadi korban di tragedi satu kepala itu.

“Sudah pa, yang penting lu ama anak lu selamat, saya Marko Tan dan ini Ani Srikandi Shepard , saya dari Angkatan Darat dan dia utusan dari PBB, kita sudah bergerak dari perang dunia tiga, sampai hal bodoh ini terjadi, oia bapa siapa ?” tanya Marko

“Saya Arjuna Halasaf, ini anak bungsu saya Ahmad Wisanggeni,” sambil mengusap air matanya ayah Wisang perkenalkan diri.


Mobil melaju perlahan memasuki jalan menanjak seperti akan masuk ke puncak bogor, matahari menyengat panas sekali, udara dingin puncak sudah hilang, hanya terik yang bisa berkurang dengan angin yang terhembus dari laju mobil jeep itu. Kemudian mereka terlelap di belakang mobil itu sambil saling mendekap.

Seribu tanya hinggap di kepala ayah Wisang, tentang siapa para tentara berseragam hitam itu, apa arti tulisan arab gundul yg terbentang di spanduk di masing masing sisi monumen nasional, sampai siapakah yang sanggup buat lelaki berjenggot itu jalan kembali. Tanya yang melompat lompat di kepala tenggelam bersama ia dan anaknya yang terlelap.
image-url-apps
Lanjut gan.
Seru cerita'y emoticon-Jempol
×