alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f56c97620881c7678b4575/polda-metro-jabar-dan-banten-keluarkan-maklumat-larangan-mobilisasi-massa-ke-tps
Polda Metro, Jabar dan Banten Keluarkan Maklumat Larangan Mobilisasi Massa ke TPS
Polda Metro, Jabar dan Banten Keluarkan Maklumat Larangan Mobilisasi Massa ke TPS


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat dan Polda Banten, mengeluarkan maklumat larangan mobilisasi massa ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Putaran Kedua DKI Jakarta yang akan berlangsung pada Rabu, 19 April 2017.

Ketiga surat maklumat dikeluarkan pada Senin, 17 April 2017 dan ditandatangani ketiga kapolda.

Khusus Maklumat Bersama Polda Metro Jaya, Nomor MAK/01/IV/2017, Nomor: 345/KPU-Prov-010/IV/2017, dan Nomor 405/KJK/HM.00.00/IV/2017, dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Sumarno, dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti.

"Sudah beredar maklumat Polda Metro Jaya intinya larangan pengerahan massa. Sistem keamanan tidak hanya melibatkan Jakarta. Pengamanan juga melibatkan unsur kepolisian serta TNI," Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihaknya tidak ingin ada kumpulan massa, yang ikut mengawasi pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Kepaka Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 putaran kedua di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Ada rencana gerakan massa dari luar dengan alasan macam-macam, kampanye untuk mengawasi kecurangan, misal Tamasya, prinsip kami tidak ingin ada pengelompokan massa," ujar Tito Karnavian di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

Kelompok tamasya yang dimaksud Tito Karnavian adalah Tamasya Al Maidah, yang dipimpin pelaksanaannya oleh Ansufri Idrus Sambo atau yang akrab dipanggil Ustaz Sambo.

Rencanannya panitia acara hendak mengerahkan minimal seratus orang untuk sekitar 13.034 TPS di Jakarta, pada pencoblosan 19 April mendatang.

Sebelumnya, Ustaz Sambo mengklaim acara tersebut didukung oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

Kapolri mengingatkan kembali, setiap TPS sudah ada pengamanannya sendiri, untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan pada pelaksanaan pilkada, mulai dari lembaga pemerintah hingga perwakilan masyarakat.

Baca: Besok Hari Pencoblosan, 30 Ribu TNI/Polri Kawal 13.034 TPS

Oleh karena itu munculnya kelompok baru di TPS, akan menimbulkan kesan tidak baik.

"Keberadaan massa yang terlalu besar di satu TPS pasti memberikan kesan intimidatif, baik psikis, paling tidak psikologi. Mempengaruhi prinsip kebebasan dan kerahasiaan pemilih, pemilih harus bebas dari rasa takut dari apapun, inilah esensi dari demokrasi," katanya.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan pada 19 April mendatang, ada lebih dari 65 ribu petugas, yang terdiri dari anggota Polri, TNI dan sejumlah lembaga negara lainnya.

Jumlah tersebut menurut Tito Karnavian jauh lebih banyak dari personel yang mengamankan aksi 212. Ia memastikan ada satu anggota Polri untuk setiap TPS di Jakarta.

"Tolong jangan terjadi pengumpulan massa apapun alasannya di TPS, apalagi jumlahnya besar, kalau jumlahnya besar pasti kita angkat," tegasnya.

Boy Rafli Amar menambahkan, dikeluarkannya maklumat tentang larangan mobilisasi massa ke TPS pada saat pencoblosan bukan untuk menggunakan hak pilihnya berpotensi terintimidasinya fisik dan psikis calon pemilih serta dapat menimbulkan gangguan kamtibmas.

Di sisi lain, sudah ada KPUD dan Panwaslu DKI Jakarta yang berwenang sebagai penyelenggara dan pengawas pemungutan suara di TPS.

Boy menegaskan kembali, maklumat ini tidak berlaku bagi masyarakat yang ingin datang ke Jakarta untuk beraktivitas seperti biasa, di antaranya bekerja dan berlibur.

Boy meminta masyarakat mempercayakan penyelenggaraan pemungutan suara di TPS kepada pihak panitia penyelenggara dan pengawas. Kepolisian akan melakukan tindakan pencegahan jika ada mobilisasi massa.

"Diimbau masyarakat di luar Jakarta, yang tidak berkepentingan dengan pilkada untuk tidak melajukan hal yang menganggu kenyamanan masyarakat Jakarta. Kepolisian akan melakukan upaya di lapangan, langsung membantu dan mendukung agar suasana Jakarta dalam keadaan aman," tegas Boy.

"Apabila memang ingin melakukan kegiatan yang sifatnya traveling, itu normal. Bila kehadiran tidak baik, menghambat, mengganggu atau berupaya membuat kekacauan dalam konteks pilkada itu tentu sesuatu tidak diharapkan, maka akan dilakukan pencegahan," lanjut Boy.

Sementara itu, pimpinan Badan Pengawas Pemilu RI, Rahmat Bagja mengungkap, dua pasangan calon Pilkada DKI Jakarta, akan mengerahkan sejumlah massa saat pencoblosan.

Keduanya, kata dia, akan memasukkan sejumlah massa dari luar Jakarta untuk melakukan pengawasan di sejumlah TPS.

"Kami melihat memang kemungkinan besar dua pasangan calon ini akan mengerahkan massa dalam jumlah besar untuk mengawasi TPS di Jakarta dan massa berasal dari luar Jakarta," ungkapnya.

Rahmat mengatakan terdapat kekhawatiran akan adanya pertemuan dua kelompok massa yang berseberangan dalam satu TPS tertentu.

"Ini jadi kekhawatiran sebenarnya kalau ada dua massa yang bertemu. Oleh karena itu, kami harap masyarakat di luar Jakarta, tidak perlu untuk melakukan pengawasan di TPS," kata dia.

Selain itu, dia juga berharap kepada tim pasangan calon dan partai politik pengusung untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain dan pasangannya sendiri.

"Ini kami minta betul, supaya warga DKI Jakarta bisa memilih secara nyaman dan aman. Kepada pihak kepolisian, kami juga meminta agar dapat melakukan pengamanan yang baik," ujar Rahmat. (tribun/acoz/den/rio)

Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolit...i-massa-ke-tps

---

Baca Juga :

- Foto Sensual Carles Puyol dengan Vanesa Lorenzo

- Robert Lewandowski Siap Perkuat Bayern Muenchen Hadapi Real Madrid

- Zinedine Zidane Minta Pemain Fokus Hadapi Bayern Muenchen