alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58f55d1fdad77057678b4569/besok-hari-pencoblosan-30-ribu-tni-polri-kawal-13034-tps
Besok Hari Pencoblosan, 30 Ribu TNI/Polri Kawal 13.034 TPS
Besok Hari Pencoblosan, 30 Ribu TNI/Polri Kawal 13.034 TPS


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekitar 30 ribu personel Polri dan TNI bakal mengamankan seluruh tempat pemungutan suara saat pencoblosan Pilkada DKI putaran kedua, Rabu (19/4/2017) besok.

Mereka bakal dibantu 35 ribu personel dari Pemda dan Limas.

"Kami siap melakukan pengamanan dengan kekuatan lebih kurang 65.000 personel dari Polri, TNI, Pemda dan Limas. Polri dan TNI lebih kurang jumlahnya 30.000 personel," ujar Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian usai rapat koordinasi khusus tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

Menurut Tito, jumlah personel yang dikerahkan tersebut lebih banyak jika dibandingkan dengan pengamanan aksi bela Islam "212" pada 21 Februari 2017.

Seluruh personel gabungan akan disebar beberapa titik rawan termasuk di seluruh TPS di DKI Jakarta.

Setidaknya satu polisi dan satu tentara menjaga satu TPS.

Sementara total TPS yang pada hari pemungutan suara berjumlah 13.034 TPS.

"Kami perkuat pengamanan di TPS, satu polisi, satu tentara, dan linmas. Jumlah TPS ada 13.034," kata Tito.

Selain itu, Tito juga sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran Kapolda di Jawa dan Sumatera untuk mengeluarkan larangan pengerahan massa dalam jumlah besar jelang pemungutan suara.

Tito menjelaskan, saat penyelenggaraan Pilkada, kehadiran kelompok massa yang besar pasti akan memberikan kesan intimidasi.

Selain itu, penjagaan TPS oleh kelompok massa akan memengaruhi prinsip kebebasan dan kerahasiaan. Tito menjamin polisi akan melakukan pengamanan secara ketat di seluruh TPS yang ada.

"Polri sendiri akan all out, Kapolda saya sudah perintahkan membuat maklumat untuk melarang massa masuk ke Jakarta. Kalau jalan-jalan boleh. Tapi untuk datang ke TPS apalagi dalam jumlah yang besar, apalagi membawa intimidasi psikologis, itu udah kegiatan politik. Itu akan kita tindak tegas dengan diskresi yang ada," ucap Tito.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat memanggil para pembantunya yang membidangi masalah hukum dan keamanan.

Adapun menteri yang dipanggil Jokowi adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto; Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo; Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian; dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan.

Mereka tampak mengobrol santai di beranda Istana Merdeka, sekitar pukul 15.20 WIB.

Wartawan diizinkan untuk mengambil gambar dari kejauhan, namun tak terdengar apa yang diperbincangkan.

Tak lama, Jokowi lalu meminta wartawan menuju beranda Istana Kepresidenan.

Jokowi mengakui bahwa pemanggilan ini terkait putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Jokowi mengajak seluruh warga DKI untuk menggunakan hak pilihnya.

"Tadi saya sudah memerintahkan kepada seluruh aparat negara TNI-Polri untuk menjamin kelancaran dan keamanan pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta," ucap Jokowi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Polri mengubah pola pengamanan di masing-masing tempat pemungutan suara saat hari H pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua.

Sebelumnya, Polri menempatkan satu personel untuk tiga TPS. Saat ini, kata dia, setiap TPS dijaga oleh satu polisi.

"Bahkan, dua petugas keamanan dari TNI dan Polri untuk satu TPS, plus dua dari linmas. Ini baru pertama kali pola ini dalam menyikapi kerawanan," ujar Boy.

Boy mengatakan, perubahan pola pengamanan diperlukan untuk mengantisipasi ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Terlebih lagi, adanya gerakan untuk memobilisasi massa dari daerah dan menempatkan orang-orang khusus di TPS sebagai pengawas.

Boy mengatakan, sebenarnya tak perlu ada pengawas ekstra karena Badan Pengawas Pemilu sudah menerjunkan petugasnya ke masing-masing TPS.

"Mohon dipercayakan kepada aparat. Ada unsur polisi, TNI, linmas bersama KPPS. Kami jamin kepastian netralitas aparat kita," kata Boy.

Baca: KPK Kejar Aktor di Balik Keterangan Palsu Miryam

Fokus pengamanan polisi ada dua, yakni pada proses pemilihan dan keamanan Jakara secara menyeluruh.

"Masing-masing daerah, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, kita sudah bagi sektor keamanan. Ada yang fokus ke TPS, ada yang fokus ke kota Jakarta," kata Boy.

Selain itu, ada pula yang ditempatkan di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi masuknya massa yang dimobilisasi ke Jakarta.

Boy meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang merugikan pihak lain dalam proses demokrasi ini.

"Adapun kepentingan lain yang menyerupai atau tindakan seperti petugas, jangan menimbulkan suasana jadi gaduh," kata Boy.

"Kalau masyarakat merasa terganggu, harap lapor ke polisi," imbuhnya. (fer/ryo/kps)

Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolit...awal-13034-tps

---

Baca Juga :

- Ahok: Saya Paling Tidak Suka Bagi Sembako untuk Mendapat Suara

- Bawaslu Harus Tegakkan Hukum Sikapi Politik Transaksional

- Jagalah Kerahasiaan Pilihan