alexa-tracking

[SHARING] Is He/She really the ONE?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ee59e8e05227f51c8b4571/sharing-is-he-she-really-the-one
[SHARING] Is He/She really the ONE?
Selamat malam agan dan aganwati yang berbahagia emoticon-Hai

Aku cewek 22 th, sedang menjalani hubungan dengan cowok 24 th. Hubungan kami cukup serius dan kami ada niat untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Sbenarnya aku buat thread ini mau minta saran/masukkan dari agan/aganwati yang budiman (dan berpengalaman) Pertanyaan aku ada dua.

1) Gimana sih agan/aganwati bisa menentukan pasangan kalian itu "really the ONE"?
2) Apakah yang agan/aganwati rasakan saat itu sampai agan/aganwati yakin 'doi' betul-betul orang yang tepat untuk agan/aganwati nikahi atau ajak serius?

Jika berkenan, agan/aganwati boleh share pengalaman, aku dengan senang hati akan membaca setiap reply. Thank you so much, emoticon-Kiss

emoticon-Peluk
image-url-apps
Quote:


sebelum gue jawab, gue ada pertanyaan... elu bedua pacaran dah berapa taon? dan lu bedua kenalnya gimana? di kenalinkah sama temen? di jodohin kah sama hansip kampung karena lu bedoa kepergok pacaran di pos ronda?

okay start coba jawab yeh.

1) Gimana sih agan/aganwati bisa menentukan pasangan kalian itu "really the ONE"?

gue jawab berdasarkan pengalaman gue (entire post gue di dunmay berdasarkan gue alamin). gue menentukan istri gue lewat pacaran, gue pacaran sama istri kurang lebih 5 tahun.

ngak butuh 5 tahun untuk tahu THE ONE, sebenernya beberapa bulan elu bedua jalan juga bisa tahu. tahunya itu adalah elu tuh enjoy berada di samping dia, everthing just seems easy, and you still missing him or her even you dating for years.

2) Apakah yang agan/aganwati rasakan saat itu sampai agan/aganwati yakin 'doi' betul-betul orang yang tepat untuk agan/aganwati nikahi atau ajak serius?

pertanyaan ini sering temen temen gue nanya dan jawaban gue biasanya ngak kena (dimengerti) sama temen gue.

gue yakin istri gue is the one karena gue mau punya anak dari dia, just from her. simple.

gue pernah pacaran sebelum kenal istri, bahkan punya beberapa seks friend sewaktu sma (sesama teman kelas), tapi yah namanya juga masih sma (taon 90) yahhhh gimana yah.... masih suka fooled around. ngak ada perasaan feel click.

pas kuliah di oz kenal sama istri juga biasa biasa ajah, jalan juga biasa biasa aja tapi yang gue inget pikiran gue ngak bisa lepas dari dia. i dont know why juga... semua terasa benar, semua terasa gimana yah.... duduk di samping dia waktu berjalan pun ngak berasa... dan kita sering duduk menikmati pemandangan and just talk, talk and talk. and we still doing it...

yah itu perasaan gue soal the one.

oh iya gue sama istri sempet ldr selama 3 tahun cukup sulit karena jarak jauh, but hey... i have 3 childs from my wife. emoticon-Smilie
Quote:


ini mau dimasukan ke sebelah mana gan ..? emoticon-Bingung (S)
KASKUS Ads
Gak ada yang gak mungkin di dunia ini...


Mungking Langgeng


Mungkin Pisah


Tergantung yang menggantung...eh..maksudnya tergantung komitmen keduabelah pihak yang kuat..

Karena cinta jelas dapat pudar....dan bahkan berubah jadi benci.

kalo liat teman - temanku ,

hubungan itu tumbuh dari yang cuma pegang tangan samapai yang keganggu naro handuk dimana sampai kesel piring ga di cuci ,,,,
Jadi ga selamanya manis ada paitnya semua berjalan dan juga ga bisa direncanain.
Selama bisa mengimbangi satu sama lain dan memeberikan ketenangan dan kenyaman satu sama lain
Dan terus sampai usia menua
Mungkin dialah yang THE ONE
di h2h lebih tepat gak tanya nya? emoticon-Confused
image-url-apps
entahlah... pacar aja aku ga punya.. hehe.. :v
Quote:


Thanks banget gan buat sharingnya emoticon-2 Jempol aku sebenernya buat thread ini mau metik pelajaran dr sharingan agan/aganwati yang sudah menikah dan mungkin untuk jd bahan pengetahuan dan perenungan. Jawaban aku atas pertanyaan agan, aku dan dia ketemu "di tempat sampah" yang nggak sama sekali bisa aku bayangin aku akan ketemu dia. Aku pacaran baru aja masih seumur jagung banget, tapi entah kenapa terlintas di kepala aku "Aku cma mau nikah sama orang ini, kalau nggak sama orang ini aku nggak akan nikah", gatau ini normal atau engga apa yang aku rasain (nggak pernah kaya gini sebelumnya). Jdi makanya aku minta tolong buat agan/aganwati yang sudah pernah menikah mungkin bisa bagi pengalaman aja sih hehe.

Quote:


mana aja boleh~

Quote:


kayaknya ini nggak jawab pertanyaanku deh, tapi makasih udah reply :3

Quote:


okay.. kenyamanan ya, makasih ya sharingnya emoticon-Jempol

Quote:


kayaknya h2h lebih ke orang-orang yang lagi banyak masalah gitu deh, aku ga curhat kok cuma butuh sharing dari agan/aganwati yang sudah menikah :3

Quote:


duh sabar ya gan.. nanti pasti akan ada yang terbaik, semangat emoticon-Shakehand2

image-url-apps
Quote:


1. Yg di maksud dgn "the ONE" sama sis mungkin ane terjemahkan seperti ini:

Pasangan hidup yg memang di ciptakan oleh Allah khusus untuk kita.Dan menjalani hidup dgn dia segala hal terasa ringan & bahagia mudah di peroleh dalam kondisi terburuk sekalipun.

Gampangnya dari pengalaman ane pribadi menjalin beberapa hubungan dgn wanita berbeda,selalu akan ada konflik besar yg akan mengakhiri hubungan apabila memang pasangan itu bukan "the ONE". Begitu pun sebaliknya,ketika menemukan sang terpilih.Bagaimanapun di hadang sampai pada situasi impossible to get married, ya di permudah jalan untuk akhirnya bersatu di pelaminan.

2. Seperti yg ane sebutkan di atas, inti yg di rasakan apabila kita ketemu dgn "the ONE" ini.Hal paling mustahil sekalipun selalu terbuka jalannya tanpa kita harus memaksakan nya.Memaksakan di sini konteksnya luas ya, tetap diperlukan usaha keras juga.Tapi hasil usaha selalu berbuah manis,bantuan selalu menghampiri tanpa di duga.Orang yg paling sulit untuk di taklukkan (calon mertua pria) pun akhirnya memberi restu.

Sekian sharing dari ane,semoga membantu sis untuk memantapkan hati dalam menentukan pilihan.
image-url-apps
Masi bocahh banget uda keburu nikah aja.
Nafsu apa gimana?
Cowok ente sudah mapan belum?

Umur ideal menikah itu diatas 25, resiko perceraian plg kecil.
Apalagi kalo masi bocah dan ga ada duit.
Kalo kebelet ml, bli kondom aja daripada buru2 nikah.
Quote:


well, kalau aku simpulkan dari jawaban agan, kalau dia benar-benar orang yang tepat maka jalan untuk bersatu itu dimudahkan sama yang diatas disertai dengan usaha juga. Thanks banget gan sharingnya emoticon-2 Jempol

Quote:


Agak triggered sama jawaban agan, begini alasannya:

Pertama karena aku nggak pernah merasa menulis kapan akan menikah, aku hanya nulis aku dan pasanganku ada rencana ke jenjang yang lebih serius, disitu aku rasa udah jelas maksud tulisan aku adalah aku punya komitmen dengan dia, tapi itu bukan berarti aku ada hasrat menikah sekarang kan? Maaf ya gan, memang umur aku mungkin masih bocah 22 tahun, tapi memang ada yang salah kalau aku sudah punya komitmen dengan seseorang kalau aku akan tetap sama dia dalam keadaan suka maupun duka? Lagipula kapan kami mau menikah itu bukan urusan agan. Umur itu angka tapi dewasa itu pilihan. Aku rasa menikah di usia berapapun bila tidak ada komitmen satu sama lain akan berakhir dengan perceraian.

Kedua karena aku merasa direndahkan karena dari jawaban agan terkesan aku berniat menikah hanya karena ingin menghalalkan perbuatan zinah. Nafsu memang tidak bisa dipungkiri tetap ada gan, apalgi kami berdua seperti yang agan bilang masih bocah, masih menggebu aplg kita berdua sama-sama minim pengalaman ranjang, masih bodoh, wajar kan kami penasaran? Apalagi skrg memang marak gaya hidup bebas yang dianut banyak anak muda, tapi bukan berarti kami jadi ikutan. Semua kembali ke pengendalian akan diri sendiri dan kami yakin semua akan ada waktunya untuk nikmatin itu semua. Lagipula dalam agama yang aku dan pasangan anut menjaga tubuh tetap kudus itu wajib gan karena tubuh itu bait Allah dan juga menikah hanya sekali seumur hidup karena bercerai itu dosa lalu kalau menikah lagi itu menjadi zinah jadi prinsipnya, aku menikah apabila sudah yakin dan matang secara usia dan materi, that's why aku buat thread ini untuk minta sharing dari agan/aganwati kaskuser yang sudah menikah mengenai gimana mereka bisa yakin pasangannya itu betul-betul "the one".

Ketiga karena agan tidak menjawab pertanyaan aku tp malah accuse dengan asumsi agan sendiri. Kenapa harus nyinyir gan kalau anggota tubuh kita bisa dipakai untuk memperkatakan hal yang baik dan memberkati orang lain? Aku mengerti kekhawatiran agan akan generasi muda jaman skrg tapi nggak semua bocah jaman skrg hanya mikir nafsu/zinah kok. Masih banyak anak-anak yang tumbuh dengan baik karena orang tuanya mendidik dengan benar.

Btw, makasih banyak atas replynya gan, Tuhan memberkati emoticon-Jempol
image-url-apps
Quote:


gua sebagai orang yg lebih berpengetahuan kasih tau. Nikah diatas umur 25 itu paling baik karena resiko cerai berkurang.
Ente boleh saja berkilah kilah dewasa itu bukan umur, faktanya ga gitu kok. Lagian ngapain nanya ttg nikah kalo masih mau nikah 3-4 tahun lagi.

Kalau memang nafsu ga perlulah kejer2 nikah. Kondom durex murah. Ga ada resiko cerai2 kalo emang ga cocok.
emoticon-Hansip emoticon-Hansip gembok
image-url-apps
Quote:


cuman numpang koreksi:

jangan durex bahannya tebel kayak karung goni, merek sagami lebih tipis harga diatas durex.
memang harga ngak bisa bo'ong. emoticon-Peace

sekian, silahkan di lanjut.
image-url-apps
Quote:


kalo okamoto sama sagami gimana reviewnya gan? emoticon-Big Grin
Mana yang lebih mencengkram?
image-url-apps
Quote:


sagami 0,1 harganye yang mencengkram emoticon-Frown

okamoto okay tapi yang versi biasa aja, jangan yg premium. emoticon-Big Grin
Quote:


Ya udah gan, makasih sarannya, kalau soal itu aku udah tau gan, ada researchnya juga. Makanya pertanyaan aku bukan "umur berapa aku harus nikah?". Kalau agan ada masalah sama aku krn nanya tentang nikah pdhl mau nikah masih 3-4 tahun lg, japri aja gan. Ga usah ribut di lapak orang, ngotor2in aja pake bawa2 durex segala. OOT banget.

Quote:


noted. hahahaha emoticon-Wakaka
Quote:


okedeh emoticon-Embarrassment

jawabannya sih kagak ada...

gw dah gagal di pernikahan pertama... padahal dulu gw yakin banget she's the one...

kalo menurut gw sih calon pasangan itu gak pernah "the one"... tapi dengan komunikasi dan interaksi yang baik, semua orang bisa dijadikan "the one"

it takes 2 to tango... itu aja sih jawabannya emoticon-Embarrassment
Quote:


istilahnya friends with benefits emoticon-army
Quote:


got it, gan. Thanks buat sharingnya emoticon-2 Jempol