alexa-tracking

Industri Telematika Tumbuh dengan Investasi Rp 7 Triliun

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ee5354c1cb171a128b4567/industri-telematika-tumbuh-dengan-investasi-rp-7-triliun
Industri Telematika Tumbuh dengan Investasi Rp 7 Triliun
Industri Telematika Tumbuh dengan Investasi Rp 7 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan industri telekomunikasi dan informatika (telematika) dalam negeri mengalami pertumbuhan signifikan terutama setelah penerapan kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

"Saat ini, terdapat 23 electronics manufacturing service (EMS), 42 merek dan 37 pemilik merek baik global maupun nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp 7 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13.000 orang," ungkap Menperin saat pameran industri telematika di Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Menurut Menperin, produk telematika memberikan ruang pasar yang luar biasa di Indonesia. Misalnya saja, seperti terlihat pada penjualan smartphone yang mencapai 60 juta unit per tahun.

"Siklus teknologi sangat cepat, khususnya smartphone, yang setiap enam bulan selalu ada update produk, sehingga memerlukan kekuatan riset dan inovasi teknologi,” tuturnya.

Menperin mengatakan, saat ini beberapa merek nasional yang telah memiliki branding kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas, antara lain Polytron, Evercoss, Advan, dan Digicop.

"Selain tumbuhnya industri hardware, Pemerintah juga tengah mendorong pengembangan industri software, konten dan animasi," paparnya.

Untuk itu, lanjut Airlangga, pihaknya menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 65 tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet.

“Regulasi ini tidak hanya menekankan pada skema TKDN hardware, tetapi TKDN software dan investasi. Melalui software ini, kami memacu untuk inovasi sehingga pengembangan industri bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Kemenperin mencatat, nilai impor telepon seluler (ponsel) pada 2015 mencapai 2,2 miliar dollar AS dengan jumlah 37,1 juta unit ponsel, dan alami penurunan menjadi 773,8 juta dollar AS dengan jumlah 18,4 juta unit pada tahun 2016.

Sedangkan, untuk jumlah produksi ponsel di dalam negeri sebesar 24,8 juta unit pada 2015, naik menjadi 25 juta unit pada 2016.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...i.rp.7.triliun
×