alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ee4fe1c1d77007798b456c/a-piece-of-mind

A Piece Of Mind

Pernahkah kalian merasa seluruh dunia meninggalkan kalian?
Membenci, mengutuk dan menjauhi kalian?
Seakan semua yang kalian perbuat hanyalah kehinaan di mata mereka
Seakan semua senyuman dan keramahan yang kalian berikan begitu tak ada harganya di mata mereka
Jika iya.. Kalian mungkin tinggal di dunia yang sama denganku
Di dunia yang busuk penuh penjilat liur-liur anjing biadab
Jika iya.. Mungkin kita hidup di lingkungan yang sama
Lingkungan yang membuang semua moral hanya demi kepalsuan yang mereka sebut "Kehormatan dan Martabat"

Dengarlah kisahku ini, cerita seekor hewan kecil yang berusaha mati-matian menjadi penjilat hina sampai datanglah tangan yang mengulurkan cahayanya
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Berat'y pasti perjalanan hidup kayak gitu gan emoticon-No Hope
Diubah oleh sayabaik46
gan ini curhat apa maw bkin story..
Diubah oleh muthiaalre
Quote:


Story gan emoticon-Cendol (S)

Btw ada yang bisa ngajarin buat index via hp kagak?
Quote:


emoticon-Big Grin ane juga nyubi gan, kga taw..

01. Seandainya

Hening... Kepalaku terasa berat, rasanya damai disini
Banyak suara bersahutan di sekitarku
Penglihatanku mulai pulih meski masih gelap

Spoiler for :


Ahh.. Entah kenapa semua seperti bergerak lambat. Ada apa ini?
Ditambah cewek satu ini masih mengguncang-guncang lenganku berlinangan air mata

"Haha..jelek banget nih anak kalo nangis" pikirku

Kulihat mobil berlampu merah biru menyala-nyala berhenti di sampingku membubarkan kerumunan orang-orang

Salah seorang keluar dan berusaha menggotongku ke dalam mobil bersama temannya
Nia masih setia menemaniku meski sudah mulai tenang
Dia menggenggam tanganku, kubalas senyuman tipis seakan berkata "I'm allright"
Ketika aku mencoba duduk tiba-tiba kepalaku terasa berputar-putar, jauh lebih hebat dari yang kurasakan tadi
Semua terlihat semakin gelap dan gelap
Semakin hening...
Hanya suara Nia yang bisa kudengar sayup-sayup

Spoiler for :


Tiba-tiba tangisnya pecah lagi membuatku tak tega. Ingin kuacak-acak rambutnya seperti biasa agar dia tak khawatir namun apa daya, menggerakkan satu jari saja aku tak mampu

Di tengah lamunanku, aku merasakan kalau mobil ini berhenti. Suara pintu tertutup kudengar samar
Pintu di bawah kakiku terbuka dan masuklah dua orang tadi
Mereka menurunkanku dibantu temannya yang lain berpakaian senada
Ketika mereka mendorongku melewati lorong, aku lihat lampu di atas bergantian yang membuatku semakin pusing
Nia berlari kecil di samping dengan wajah paniknya yang lucu itu

"Seandainya aku bisa melindungimu" hanya itu yang kupikirkan kala itu melihatnya sangat khawatir

Sampai di suatu ruangan, mereka memisahkan kami. Yaa sudah diduga kalau Nia tak mau dan tetap kekeuh masuk bersamaku
Namun mereka lebih tegas dan berhasil membujuknya untuk menunggu di luar
Salah seorang berkaca mata memasangkan suatu alat ke mulutku
Aku semakin kehilangan kesadaran dan semua gelap

xXx

Aku membuka mataku perlahan..
Kusapu pandangan mengitari ruangan

"Bukan di rumah" batinku

Agak lama aku memandangi ruangan ini hingga aku agak terperanjat ketika menyadari ada seseorang di sampingku
Ya, dia adalah Nia. Gadis mungil nan manis ini menggenggam tanganku sambil terpejam di samping kiriku
Aku sedikit menarik tanganku tak mau mengganggunya

Ketika setengah jalan tiba-tiba dia menggeliat lalu menguap
Dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya menahan air mata yang hampir tumpah

Spoiler for :


Aku berusaha mengangkat tanganku lalu mengelus rambutnya. Dia hanya tersenyum

Tak lama datanglah pria berseragam putih yang sepertinya adalah dokter
Dia memeriksaku dan bertanya beberapa hal kepadaku
Aku hanya menjawab sekenanya

xXx

Dokter itu keluar meninggalkan kami berdua
Nia mendekat lalu menatapku penuh harap

Spoiler for :


Nia masih menatapku dengan tatapannya yang membuatku agak risih

"Everything's allright dear" aku tersenyum lalu menengadah, mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi padaku hingga membuatku sampai dirawat begini
Diubah oleh korban.internet
Ok, jemur beha dulu yaa
keep update emoticon-Kiss (S)

02. Sekolah Baru

2 tahun yang lalu

Tok tok tok

"Permisi"

"Iya..ada apa dek" mempersilahkanku duduk

"Maaf saya murid baru, saya pindahan dari SMP xXx"

"Oh iya saya dengar kamu datang hari ini, sebentar saya panggilkan wali kelas kamu"
"Bu Nah, ini anaknya sudah datang"

"Baru datang nak?" katanya tersenyum lalu duduk di sebelahku
"Hari ini kamu langsung ikut pelajaran ya, untuk seragamnya besok atau lusa ibu kasih"

"Iya bu"

xXx

TEEET TEEEET TEEEEETT

Sedang asik ngobrol bel sekolah berbunyi, Bu Nah mengajakku ke kelas baruku

"Pagi anak-anak"

"Pagi buuu" jawab mereka serempak

"Hari ini kita kedatangan teman baru, dia pindahan dari kota tetangga. Untuk lebih jelasnya kalian langsung tanya yang bersangkutan saja. Silahkan nak masuk" aku melangkah menuju samping Bu Nah

"Silahkan perkenalkan diri"

"Selamat pagi, nama saya Anji, saya dari SMP xXx salam kenal"

"Ada pertanyaan anak-anak?" mereka berbisik-bisik

"Ya..silahkan" seorang anak perempuan mengangkat tangannya

"Hmm..rumahnya mana? Hehe" tanyanya memerah

"Wuuuuu" seisi kelas jadi ribut

"Anggap saja rumah saya di dekat sini"
"Ada pertanyaan lagi?" mereka berbisik-bisik lagi

"Baik anak-anak kalau tidak ada pertanyaan lagi kita mulai pelajarannya. Anji kamu duduk di bangku kosong itu ya"

Aku hanya mengangguk lalu melangkah menuju bangku nomor 2 dari belakang

DUGH

Belum sempat aku sampai kakiku dijegal, nyaris saja aku terjatuh

"Songong banget lu anak baru" kata seorang cowok yang menjegalku tadi

Aku segera bangkit tanpa mempedulikannya

xXx

Tak terasa bel pulang sudah berbunyi dan anak-anak segera beranjak keluar kelas
Aku yang sedari tadi hanya melihat mereka dikagetkan oleh tepukkan di pundakku

"Hei, kamu nggak pulang?"

"Iya, ntaranlah"

"Oh iya kita belum kenalan, aku Caramel" dia tersenyum menjulurkan tangannya

"Anji"

"Kamu kok cuek banget sih"
Aku hanya meliriknya

"Huh..yaudah aku pulang aja"

"Thanks" kataku lalu membenamkan wajah ke lengan

Spoiler for :


xXx

Hari sudah agak sore, aku membereskan buku yang sedari tadi berserakan
Ketika melangkah keluar aku mendengar 2 orang anak sedang mengobrol

"Udah abisin aja Wen"

"Yoi sob, anak baru aja udah belagu liat aja abis ini dia bakalan nyesel sekolah disini"

"Hahahaha" mereka tertawa

Ketika aku melewati mereke tiba-tiba tasku ditarik

"Heh anak baru mau lu apa, ngajakin ribut hah?" wajahnya dekat banget

"Woi kalo ditanya jawab, bisu lu? Tuli? Hahaha" aku masih diam

Dia menarik kerahku yang reflek membuatku mengeluarkan pisau lipat yang biasa kubawa kemana-mana lalu kutempelkan ke lehernya

"Mau mati lu?" tanyaku tenang, dia menelan ludah

Keadaan mendadak hening karena tidak ada pergerakkan dari kita berdua

"Hah..emang bisa apa lu?"

"Oke kalo itu mau lu" aku tersenyum dan menekankan pisauku ke lehernya

Sontak dia melepas kerahku dan loncat agak jauh ke belakang

"Kenapa? Nggak jadi ngabisin gue?"

"Anj*ng selamet lo hari ini" dia pergi bersama temannya

Aku menjilati darah segar yang mengotori pisau kesayanganku ini
Memasukkannya dan melanjutkan perjalanan

xXx

Aku memandangi foto ibuku di atas rak buku

"Mah aku berangkat dulu" kataku tersenyun

Sesampainya di sekolah aku bertemu kedua anak yang mengancamku kemarin, mereka memandangku sinis lalu membuang pandangan seketika
Aku hanya bersikap biasa saja langsung masuk ke kelas

"Hai" kata cewek di sampingku

"Hai, pagi banget datengnya"

"Iya dong, aku kan anak bahasa"

"Bahasaa apaan? Nenek moyang?"

"Ish" dia menyenggol lenganku
"Kamu nyebelin ya kalo udah kenal"

xXx

"KAMU, BANGUN!!? MAJU KE DEPAN"

"Salah saya apa pak?"

"Masih nanya? Kamu pikir ini sekolah nenek kamu" aku diam

"Hihihi.." sial nih cewek malah ngetawain gue

Akhinya setelah nego sana nego sini aku diperbolehkan istirahat
Selesai istirahat aku melihat Caramel sudah di bangkunya senyum-senyum gak jelas

"Kesambet neng?" sindirku

"Hahaha.." emoticon-Nohope kesambet bener nih anak
"Haha sori-sori, salah sendiri udah jelas waktunya Pak Mistar eh malah molor, disetrapkan?"

"Bukannya bangunin emoticon-Mad"

"Ya abis baru juga masuk sini udah aneh-aneh aja kamu"

"Iye-iye serah dah" aku duduk menunggu pelajaran selanjutnya

xXx

Pulang sekolah aku lewat warung sebelah lapangan
Kulihat anak yang kemarin menjegalku
Aku melewatinya tanpa melihat

BUGH

"WOI ANJ*NG!!"
Mejeng ajah ah males ngomentarin emoticon-Ngakak
Lanjut dong gan... Kayaknya seru nih kentangnya..
kayaknya ts berdarah dingin nihh emoticon-Leh Uga emoticon-Stick Out Tongueeace
ditunggu gan part selanjutkan emoticon-army
Quote:


Quote:


Ntar malem update gan emoticon-Cool
Quote:


emoticon-Cendol (S)

03. Buah Kelakuan

Spoiler for :


Tubuhku agak terdorong ke depan karena benda keras yang menghantam tasku
Aku lihat batu seukiran bola tenis menjauh ke belakang

"WEISSH KETEMU LAGI KITA"

Salah satu anak yang kutahu bernama Weni mendekatiku
Dia melangkah diiringi keempat temannya
Semakin dekat tangannya kini sudah di pundakku "Abis ini kelar idup lu jagoan" katanya tersenyum yang diikuti tawa teman-teman di belakangnya

Aku mengamati mereka yang kutaksir 2 diantara mereka adalah anak SMA
Dari gerak-gerik mereka sudah pasti akan ada pengroyokan dan sudah pasti pula akulah targetnya
Lama kami saling bertatapan, "Udah sikat bro" kata salah satu anak itu yang membuat ricuh suasana

xXx

Lumayan, bibir pecah, pelipis sobek, baju udah gak karuan
Aku mencoba bangkit, Weni memegang rahangku

"MAKANYA JANGAN BELAGU LU JADI ANAK BARU ANJ*NG!!"

Dia lantas berbalik dan pergi diikuti temannya yang lain

"Nama gue Anji bukan anj*ng" aku bergumam lalu merogoh sakuku mengambil pisau
Aku berjalan mendekati mereka lalu menepuk pundak Weni

"Hmm?" dia menoleh, dan tanpa buang waktu langsung kutancapkan pisauku ke pipi kirinya lalu kutarik sampai bibirnya
Dia terduduk menahan sakit

Teman di sebelahnya mencoba memukulku tapi kutahan dengan pisau yang berakibat darah dimana-mana
Namun sayang tiba-tiba kedua temannya yang lain menegang erat lenganku, aku tak bisa bergerak
Salah satu dari mereka maju mendekat, dengan sekuat tenaga kutendang ulu hatinya sampai tumbang
Ketika kedua anak yang memegangku masih shock aku langsung melepas tangan kananku dan menendang keras kemaluan anak di sebelah kiri
Aku tersenyum, "Tinggal satu" anak yang tersisa meraih balok kayu di dekatnya
Dia mengangkat balok itu untuk memukulku tapi aku lebih cepat, kutusuk pergelangan sikunya
Dia mengaduh kesakitan

Aku menghampiri Weni dan mengangkat kepalanya menghadapku

"Beneran cari mati lu kayaknya, haha"

"A a ampun nji ampun" wajahnya ketakutan

Aku mengangkat pisauku untuk menakutinya, matanya terpejam ketakutan
Kuoles sisa darah di pisau ke seragamnya sampai bersih lalu memasukkannya ke kantong lagi

Ketika beranjak pergi aku melihat tatapan orang-orang melihatku ngeri

Spoiler for :


Kupercepat langkah ke rumah tak ingin melihat tatapan itu lagi

xXx

PLAK

PLAK PLAK PLAK

"Adaw, woi siapa nih ganggu orang tidur aja?"

"Hehehe" Caramel cengengesan

"Apaan? emoticon-Mad Dah langsung ke intinya aja, ngantuk gue"

"Ish..kamu mah, eh tau nggak si Weni nggak masuk lo katanya kemarin abis dipukulin orang sampe' bibirnya sobek gitu serem deh pokoknya"

"Terus hubungannya sama gue apaan?" tanyaku sewot

"Curhat aja sih, eh bentar kok wajah kamu kayak bengep gitu, kamu abis ngapain sih?"

"Urusan cowok, cewek dilarang tau"

"Ih tuh kan nyebelinnya keluar, tau ah ngebo lagi sono"

Akupun melanjutkan tidur pagiku di kelas

xXx

TOK TOK TOK

Aku yang sedang bersantai di kamar dikagetkan oleh suara pintu

TOK TOK TOK

"Iya pak ada apa?" kudapati tiga orang berseragam polisi

"Permisi dek kami dari kepolisian kota, apa benar ini rumah Anji anak dari ibu Lani?"

"Saya sendiri pak, ada apa ya?"

"Mohon maaf bisa ikut kami sebentar ke kantor, cuma mau ngobrol sebentar kok" katanya tersenyum

Aku menatapnya, "Bullshit, pasti mau interogasi nih orang" batinku

"Sebentar pak" aku menutup pintu dan berganti baju

"Ayo pak" aku mengunci pintu dan mengikuti mereka masuk ke mobil

xXx

Seperti dugaanku mereka menanyakan perihal kejadian kemarin
Aku beralibi kalau mereka mengeroyokku dan aku hanya membela diri

Setelah sesi interogasi yang menurutku sangat lama, aku dipersilahkan pulang
Aku tak kena masalah tapi pihak sekolah harus tau mengenai hal ini

xXx

Keesokan harinya

"Pengumuman bagi murid yang bernama Anji ***** **** mohon segera ke ruang guru"

Sontak mata anak-anak mengarah padaku, aku bangkit dan berjalan malas keluar kelas setelah izin ke Bu Rini

Spoiler for Hari ini:
Diubah oleh korban.internet
Cerita yg menarik,lanjut gan
gan kentangnya jangan kelamaan nanti gosong..emoticon-Ngakak (S)

04. A Day With Her

"Duduk"

"Kamu tau kan kenapa ibu manggil kamu kesini?"

"Tau bu"

"Coba jelaskan, ibu mau tau dari yang bersangkutan langsung"

Aku menjelaskan kronologi kemarin hari kepada Bu Nah, tentu saja dengan alibi versiku

"Huff..ibu gak nglarang kamu membela diri tapi ada baiknya kalau kamu menghindari masalah, minta tolong ke orang lain bukan berarti banci"

"Iya bu"

"Yasudah kamu kembali ke kelas, lekas diobati luka kamu biar gak tambah parah" aku mengangguk dan beranjak

"Oh iya Nji, hati-hati" aku hanya tersenyum lalu keluar dari Ruang Guru

xXx

"Kamu kenapa? Kok dipanggil?" Caramel berbisik

"Biasa anak muda" kataku nyengir

"Huu kamu tuh, udah kuduga pasti kamu abis berantem kan sampe' bengep gini. Dasar cowok"

"Aw..aw sakit mel main noyor aja"

"Eh eh sakit ya, maaf" tangannya mengelus kepalaku

Aku menatapnya cukup lama, entah hanya ingin saja

"Apa?" katanya membangunkan lamunanku

"Hmm? emoticon-Belo"

"Dih malah bengong, kenapa liat-liat? Aku cantik ya? Dari dulu kok hehe emoticon-Embarrassment"

"Yah pede gila"

"Emang kenyataannya aku cantik kok emoticon-Stick Out Tongue"

"emoticon-Nohope iya deh yang cantiknya gak ketulungan. Yaudah ya tuan putri YANG CANTIIIK gue tidur dulu, bye"

"emoticon-Embarrassment ih bisa aja, yaudah sana jangan bangun-bangun ya"

"emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) heh yang bener aja"

"Hahaha..bye" katanya langsung pindah ke teman ceweknya

emoticon-Nohope emoticon-Nohope

xXx

TEET TEEET TEEEEETT

"Kamu kenapa sih kalo pulang nungguin sepi dulu?"

"Mau tau aja apa mau tau banget nih emoticon-Big Grin"

"Ish.."

"Adaw adaw sakit mel, tangan nih kalo putus gimana? emoticon-Frown"

"Khakah khenggighi khegheghi"

"emoticon-Frown lepas dulu kali"

"Fuah emoticon-Big Grin" tersenyum dengan polosnya tanpa mempedulikan betapa sakitnya tanganku

"Gila lu"

"Eleuh eleuh digigit gitu aja sakit, tapi berantem gak sakit, iya?" katanya sambil geleng-geleng berkacak pinggang

"Hehehe"

"Ayok ah" tiba-tiba menggandeng tanganku

"Lah..kemana?"

"Pulang lah" katanya enteng

"Ya terus napa pakek narik tangan gue segala?"

"Kamu kan sakit, aku anterin ke rumahmu"

"Emang kamu tau rumahku dimana?"

"Tau dong, Caramel emoticon-Big Grin" emoticon-Nohope

"Gak gak, gue pulang sendiri aja dikira bayi apa pake di'baby sitter'in segala"

"Harus mau emoticon-Mad" emoticon-Nohope

xXx

Apalah aku ini, sekuat apapun seorang lelaki tetep aja kelemahannya....isi sendirilah

Setelah kalah debat dengan Caramel kini kita berdua sudah sampai di depan rumahku, di depan pagar lebih tepatnya, dengan tangan Caramel masih menggandengku enggan dilepas emoticon-Nohope

"emoticon-Belo"

"Woi sadar neng" kataku menggoyangkan tangan di depannya

"emoticon-Belo ini beneran rumah kamu nji?"

"Ya terus rumah siapa lagi? Udah ah yuk masuk" aku membuka pagar lalu masuk rumah diiringi Caramel

"Mau minum apa tuan putri?"

"Apa aja deh asal gak ada obat tidurnya" emoticon-Nohope

"Bentar"

xXx

Suasana di rumah lagi adem-ademnya, mungkin karena mendung di luar plus ada cewek di sebelahku yang dari tadi nyerocos gak ada titik komanya

"Udah neng ngomongnya"

"..tunggu aku belum cerita soal kucingku yang kemarin abis nyalon di xxxxx, mahaaal banget tau' dan katanya, bentar minum dulu.." gitu aja terus sampe bosen dengernya

"Gak capek apa ngomong terus dari tadi?"

"emoticon-Big Grin"

"emoticon-Nohope"

"Eh aku pulang dulu ya udah sore nih takut dimarahin papa"

"Lu pulang naek apaan, mana ada angkot jam segini"

"Woo meremehkan sekali anda ini, saya punya sanak saudara disini jadi anda tidak perlu khawatirkan keselamatan saya" emoticon-Nohope

"Iye-iye, apa lu kata aja yang penting lu seneng"

"Hehehe..bye Anji, ketemu lagi ya besok" aku tersenyum dan menutup pintu

xXx

"Jam 2" aku terbangun karena mendengar suara menangis

Sebenernya bukan hal aneh sih tapi tetep aja lama-lama risih juga
Aku turun ke bawah dan membuka pintu berwarna coklat tua

"Kenapa lagi sekarang?" tanyaku datar

"Itu" katanya menunjuk sesuatu di lemari, tangannya bergetar

Aku menghampirinya lalu memeluknya

"Udah, gak ada apa-apa kok kan ada gue disini" kataku tersenyum

Dia masih terisak di dalam dekapanku

"Mama kok jadi serem? Mama gak sayang lagi ya sama kita?"

"Hussh gak boleh ngomong gitu" aku mengelus kepalanya

Bermenit kemudian dia tertidur, aku beranjak lalu mendekat ke depan lemari. Kutatap lekat-lekat dan kubuka pelan
Aku tersenyum melihat wajah ibuku, mengelusnya, lalu kurapikan sekelilingnya

"Mama tidur yang nyenyak ya emoticon-Smilie"
Diubah oleh korban.internet
Quote:


Quote:


Udah mateng gan kentangnya emoticon-army
wah nji jangan-jangan mamah lu udah mati trus lu taruh dalem lemari ya..??emoticon-Takut
wih itu kenapa sama mamah ?
lanjutkan jadi penasaran
wahhh horor euyy, keep update gann seru nihh emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di