alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Kisah Aipda Tatag Saat Menghindari Serangan Teroris di Tuban
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ee45a354c07a81348b458c/kisah-aipda-tatag-saat-menghindari-serangan-teroris-di-tuban

Kisah Aipda Tatag Saat Menghindari Serangan Teroris di Tuban

Kisah Aipda Tatag Saat Menghindari Serangan Teroris di Tuban


TRIBUNNEWS.COM, TUBAN - Anggota polisi Satuan Lalu Lintas Polres Tuban, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Tatag Wihatno mengaku kondisi kesehatan dan psikologinya sekarang sudah membaik, Rabu (12/4/2017).

Aipda Tatag Wihatno adalah salah satu polisi yang sempat menjadi sasaran penembakan oleh terduga teroris di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Sabtu (8/4/2017) silam.

Insiden itu dihadapinya ketika bertugas di Pos Blacspot Therapy Jati Peteng.

Meski demikian, peristiwa penembakan yang dialaminya bersama komandannya Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Yudi Suryanto sudah berlalu, sesekali suasana mencengkam saat penyerangan itu berlangsung terkadang masih membayanginya.

Sebelum terjadi penembakan itu, ia hanya berdua bersama Aiptu Yudi Suryanto di Pos Blacspot Therapy Jati Peteng. 

Saat itu suasana jalan dalam kondisi relatif sepi. Hujan gerimis yang mengguyur tempat itu membuatnya hanya bisa duduk di dalam pos polisi yang ada di sisi kanan dari arah Kota Tuban.

Ia duduk di kursi besi lipat di sebelah kiri sambil sibuk dengan ponselnya.

Saat memandang ke arah barat dari arah Semarang tiba-tiba muncul sebuah mobil Daihatsu Terios warna putih melaju pelan dan menepi di kiri jalan. Jaraknya sekitar 20 meter dari pos polisi.

Awalnya, Tatag panggilang akrab Tatag Wihatno mengira pengemudi itu adalah orang yang mau bertanya alamat.

Ia pun berujar kepada rekannya Yudi disebelah dan mengawasi mobil itu dari dalam pos seluas kurang lebih 3 meterx 2 meter itu.

Kemudian mobil itu sempat berhenti dan kembali melaju pelan di tepi jalan. Tatag mengawasi mobil yang menghampirinya itu.

Saat itu terlihat kondisi kaca mobil depan dan tengah sebelah kiri sedikit mulai terbuka.

Tepat di depan pos berjarak kurang lebih 4, 2 meter, Tatag melihat dua orang mengacungkan senjata api (Senpi) dibarengi oleh teriakan orang dari dalam mobil.

Sadar benda itu adalah senpi yang bisa membahayakan nyawanya, ia merunduk di bawah meja. Seingatnya, letusan senpi terdengar sangat keras.

Dia merunduk dan di tarik oleh Yudi ke bawah meja. Keduanya, berupaya menyelamatkan dari serangan terduga teroris itu.

Tatag menjebol dinding pos polisi yang terbuat dari kayu triplek itu dan merayap keluar. Ia bersama Yudi merayap ke selokan dan berlindung di bawah pohon jati tepat di belakang pos polisi itu.

Menyadari telah ditembaki oleh sejumlah orang tidak dikenal. Suasana kala itu sangat mencekam tidak ada pengguna jalan yang lewat.

Meski sempat panik ia berusaha untuk tenang dan menelpon Kasat Lantas Polres Tuban.

Sedangkan, rekannya Yudi sempat mencatat Nopol mobil putih itu dan mengabarkannya ke Polsek terdekat menggunakan Handy Talky (HT).

“Sebelum bantuan datang saya masih sembunyi di bawah pohon jati. Saat itu saya tidak tahu para pelaku melarikan diri ke arah mana. Pokoknya saya cepat laporan ke atasan,” ujar Tatag saat dijumpai SURYA di kediamannya.

Laporan itu sangat cepat direspon oleh anggota polisi Polres Tuban yang terus disebarkan melalui HT tersebut.

Sampai akhirnya polisi mengejar para pelaku dan mobil yang di sewa terduga teroris di Semarang ini ditinggalkan begitu saja di tepi jalan persis di depan rumah Nurul Hasanah di Dusun Bogang Beji, Desa Beji Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban.

Sampai keenam pelaku terduga teroris yang melarikan diri ke kebun jagung milik Kasmin dan Marsutik di Desa Suwalan yang berjarak tiga kilometer dari titik nol.

Akhrinya, keenam terduga teroris itu tertangkap meski dalam kondisi tak bernyawa.

“Saya bersyukur masih diberi keselamatan. Dan sekarang sudah kembali berdinas,” ungkap Tatag.

Ia mengaku masih dua bulan berdinas di Polres Tuban. Biasanya, bersama rekannya Yudi selalu berjaga dan berpatroli di seputar Pos polisi Jati Pereng.

“Peristiwa ini adalah pelajaran yang berharga untuk hidup saya. Yang terpenting sekarang saya fokus sama pekerjaan,” imbuh polisi yang pernah berdinas di Polda Metri Jaya ini.

Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...roris-di-tuban

---

Baca Juga :

- Lima Hari Pasca Penyergapan Teroris di Tuban, Pemilik Kebun Jagung Ini Masih Ketakutan

- Pasca Penyergapan Terduga Teroris di Tuban, Bupati dan Kapolda Jatim Bertemu

- Ini Nama-nama Lima Terduga Teroris Tuban yang Diambil Keluarga

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di