alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
NEWS STORY: Sepak Terjang Kakek Anies Baswedan di Balik Layar Eksistensi Republik
4.27 stars - based on 11 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58edf3261cbfaae4558b4567/news-story-sepak-terjang-kakek-anies-baswedan-di-balik-layar-eksistensi-republik

NEWS STORY: Sepak Terjang Kakek Anies Baswedan di Balik Layar Eksistensi Republik

NEWS STORY: Sepak Terjang Kakek Anies Baswedan di Balik Layar Eksistensi Republik


Sabtu, 8 April 2017 - 10:48 wib

NEWS STORY: Sepak Terjang Kakek Anies Baswedan di Balik Layar Eksistensi Republik

AR Baswedan (kedua dari kiri)

TIDAK sedikit nama-nama tokoh yang sarat perannya di balik layar tegaknya negara kita, namun jarang terdeteksi radar pengetahuan generasi muda sekarang. Abdurrahman (AR) Baswedan contohnya.

Kalau mendengar nama belakangnya, mungkin banyak yang mengira bahwa beliau punya hubungan keluarga dengan Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta 2017 Anies Baswedan. Hmmm, Anda enggak salah kalau mengira demikian.


Sedikit menguraikan biodatanya, AR Baswedan lahir di Surabaya pada September 1908 dari peranakan Arab. Tepatnya berasal dari Syibam, Hadramauth, Yaman Selatan.

Bicara sosoknya terbilang lengkap. Sastrawan iya. Wartawan iya. Budayawan iya. Diplomat juga iya. Sejak era 1930-an, AR Baswedan sudah gencar berusaha menyatukan para peranakan Arab untuk membantu perjuangan Indonesia.

AR Baswedan juga sempat mendirikan Partai Arab Indonesia (PAI) di Semarang. Bahkan sampai tercetus Sumpah Pemuda Keturunan Arab pada 5 Oktober 1934 yang berbunyi:

1. Tanah Air Peranakan Arab adalah Indonesia

2. Peranakan Arab harus meninggalkan kehidupan menyendiri (mengisolasi diri)

3. Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah air dan bangsa Indonesia


Namun bukan pekerjaan gampang buat AR Baswedan mengajak komunitas peranakan Arab untuk mendukung Indonesia. Negara yang dicanangkan dengan beragam opsi bentuk negara seperti di negara-negara barat. Bagi masyarakat Arab kala itu, apapun yang berbau barat itu kafir.

Pun begitu bukan berarti AR Baswedan patah semangat dan justru, terus menggencarkan pemikiran-pemikirannya lewat berbagai tulisan yang kemudian juga mengarahkan kariernya di dunia jurnalistik di surat kabar Sin Tit Po.

Di masa pendudukan Jepang, AR Baswedan terlibat sebagai wakil peranakan Arab dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1945. Dalam salah satu sidangnya, AR Baswedan menegaskan kembali soal “posisi” peranakan Arab sebagai salah satu elemen bangsa Indonesia.

“Waktu itu di sidang BPUPKI saat agenda soal kewarganegaraan, semua perwakilan keturunan itu berbicara. Perwakilan dari peranakan Tionghoa, ada ada juga dari kelompok pemuda Indo-Belanda yang diwakili PF Dahler dan dari peranakan Arab yang mewakili AR Baswedan,” ujar sejarawan muda Jaka Perbawa kepada Okezone.

NEWS STORY: Sepak Terjang Kakek Anies Baswedan di Balik Layar Eksistensi Republik


“Di situ dia (AR Baswedan) menyatakan bahwa di mana saya lahir, di situ tanah airku. Sudah enggak ada hubungannya lagi dengan Hadramauth karena sudah turun-temurun tinggal di sini (Indonesia),” imbuh Kurator Museum Perumusan Naskah Proklamasi itu.

Setelah proklamasi dibacakan pada 17 Agustus 1945, AR Baswedan juga membubarkan PAI dan sementara tokoh-tokoh Arab lainnya masuk berbagai partai, AR Baswedan justru masuk kabinet Perdana Menteri Sjahrir sebagai Menteri Muda Penerangan.

AR Baswedan juga ikut dalam rombongan delegasi RI yang dipimpin Menteri Luar Negeri H Agus Salim ke Kairo, Mesir pada 19 April 1947. Sekira 4 bulan mereka di Mesir hingga mendapatkan pengakuan kedaulatan resmi Mesir kepada RI secara de facto dan de jure, di mana pengakuan ini yang pertama didapat Indonesia kala itu.

Sepanjang hidupnya hingga wafat pada 16 Maret 1986, AR Baswedan hidup dalam kesederhanaan. Rumah yang ditempatinya di Kompleks Taman Yuwono, Yogyakarta saja, merupakan rumah pinjaman dari H Bilal.

Ya, meski sudah punya sepak terjang yang sarat jasa, AR Baswedan tak pernah memanfaatkan jabatannya sedikit pun. Mobil tua yang dimilikinya pun, merupakan mobil hadiah atau kado ulang tahunnya yang ke-72 dari Wakil Presiden RI Adam Malik yang juga sahabatnya.

AR Baswedan meninggal pada 16 Maret 1986 di usia 77 tahun karena kondisi kesehatannya yang menurun. AR Baswedan menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan dan berdasarkan wasiatnya, memilih disemayamkan di TPU Tanah Kusir, sebagaimana para pejuang lain yang menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Sumber Berita

===================================================

Komentar TS

Tidak ada keraguan lagi bagi seluruh warga DKI Jakarta untuk memilih paslon Cagub bapak Anies Bawedan dan cawagub Sandiaga Uno demi eksistensi dan kemajuan DKI Jakarta.

Sumpah Mengleng tidak ada, cuma Sumpah Pemuda Keturunan Arab yang mengikrarkan janji setia kepada NKRI dan Pancasila.

bapak Anies Baswedan adalah cucu salah satu pendiri NKRI

Mahok adalah cucu antek penjajah

Anies Baswedan dan Novel Baswedan tuh sepupu, satu kakek kandung.... keduanya cucu kandung AR Baswedan, salah satu pendiri NKRI

emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Om Telolet Om!
Diubah oleh l4d13put
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
Warga DKI yang cerdas yakin hanya bapak Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang bisa mengatasi segala macam permasalahan di Jakarta.
Ada gitu kilafah di UUD 1945?
Quote:


Nasbung panuan nggak perlu kalpanax lagi dong.
mantap kakek anis seorang pejuang,beda sm yg sebelah bapak nya kerja sma penjajah Belanda,kebayang kan ras itu g ada nasionalis nya sama sekali aka penghianat
wih harusnya dimakamkan di makam pahlawan yah,berarti pahlawan tuh.

yah masalah pilih mana yah terserah masing-masing ajalah.
Quote:


Ada yang terguncang berat nih...

Anies Baswedan tuh dari keluarga yang tulus memperjuangkan kemajuan NKRI

Anies Baswedan dan Novel Baswedan, cucu dari AR Baswedan salah satu pendiri NKRI

Mahok cucu antek penjajahemoticon-Wakaka

Quote:


Kakeknya memang pahlawan.

itu aja emoticon-Embarrassment
Yg sebelah? emoticon-Malu
Quote:


betul sekali, bapak Anies Bawedan disingkirkan dari kabinet karen mereka tidak suka ada orang yg tulus berjuang demi kemajuan Negara ini

Ga nyangka.. ternyata bapak Anies Baswedan adalah cucu dari salah satu pendiri NKRI..

Salut ane sama bapak Anies Baswedan yang selama ini ga pernah koar-koar dan ga mengumbar kalo beliau adalah cucu salah satu pendiri NKRI. Ga kayak si Mahok yang banyak bacot ini-itu, ngaku inilah, ngaku itulah tapi HOAX semua bacotnya si Mahok.

Ga salah selama ini ane dukung bapak Anies Baswedan.emoticon-I Love Indonesia


Quote:


Gw warga dki ga yakin 100% sama mereka emoticon-Ngakak
Quote:


Mahok cucu antek penjajahemoticon-Leh Uga

btw, nastak tiarap semua nih... nastaik mahoker buka thread langsung merayap ngacir .. pada ga mau nyundulemoticon-Wakaka

Quote:


Partai Arab Indonesia emoticon-Ngakak
beda sama ahog yg keturunan antek kompeni
makanya seneng banget adu domba, najisnya bawa2 kata bhineka mulu
seolah2 yg nggak dukung ahog itu anti NKRI & anti pancasila emoticon-Cape deeehh
Kakekny ahok jg pejuang....
Tapi dia ikut sama belanda..

emoticon-Wkwkwk
Quote:


Kakek ya yg berjasa,lo pikir cucunya dipecat dari jabatan menteri kenapa tong? emoticon-Big Grin
suruh kakeknya si pe aenis ajah untuk jadi gub dki sekalian...


emoticon-Traveller


Quote:


setuju gan.. saya sbg warga jakarta sangat kagum dengan program2 dan ide brilian bapak Anies, dan juga yakin hanya bapak Anies yang sanggup membuat perubahan besar pada Jakarta menjadi lebih maju dalam segala bidang

Quote:


Partai Tionghoa Indonesiaadalah sebuah partai politikdi Indonesiayang didirikan pada tanggal 25 September 1932. emoticon-Salaman
terus apa hubungan sama pilkada DKI yang diikuti cucunya? apa harus milih dia karena kakeknya? ini negara republik bukan dinasti, cuma usaha sendiri yang dihitungemoticon-Bingung
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di