alexa-tracking

Pedagang Pasar Senen Bawa Aneka Pakaian Dalam Demo di Tangerang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58eded2f54c07a246d8b4579/pedagang-pasar-senen-bawa-aneka-pakaian-dalam-demo-di-tangerang
Pedagang Pasar Senen Bawa Aneka Pakaian Dalam Demo di Tangerang
Pedagang Pasar Senen Bawa Aneka Pakaian Dalam Demo di Tangerang


Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Ratusan pedagang pakaian bekas Pasar Senen, Jakarta Pusat korban kebakaran, kembali mendatangi kantor pemasaran PT Jaya Real Property, di Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang, Rabu (12/4/2017).

Mereka menggelar aksi demo dengan membawa bra serta kancut melar sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pengelola.

Para pedagang datang dengan tiga bus metromini P07.

Setibanya di lokasi, mereka dihadang aparat kepolisian dan satpam PT Jaya.

Akses pintu masuk juga telah diblokade aparat kepolisian.

Alhasil, para pedagang yang terdiri dari kaum ibu-ibu dan bapak-bapak ini menggelar aksi demo di sepajang jalan, depan PT Jaya.

Goltum, perwakilan pendemo menjelaskan, aksi pedagang hari ini merupakan yang kedua kalinya.

Sebelumnya pada Senin 3 Maret 2017, ratusan pedagang juga demo di PT Jaya dan dijanjikan kesepakatan.

"Tetapi kesepakatan itu tidak pernah dijalankan. Di lapangan, kesepakatan lama tetap dijalankan. Para pedagang tetap digusur di area parkir," ujar Gultom di Tangerang Selatan pada Rabu (12/4/2017).
Pedagang Pasar Senen Bawa Aneka Pakaian Dalam Demo di TangerangSejumlah pedagang Pasar Senen saat menggelar demo di kantor pemasaran PT Jaya Real Property, di Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang pada Rabu (12/4/2017).
Ia menambahkan para pedagang hanya ingin menuntut keadilan.

Dengan jalan dilakukan pembenahan terhadap para penumpang gelap.

"Kesepakatan kemarin itu, kami diberikan kesempatan dagang sementara di area parkir. Tetapi besoknya, kami diusir lagi oleh pengelola dari Ciputra," ucap Kajol, pedagang pakaian bekas Pasar Senen.

Menurut Kajol para pedagang tidak ingin melawan pengelola.

Mereka hanya berdagang dengan tenang.

Tetapi saat ini mereka jadi tidak bisa berdagang.

Sebab dagangan mereka diobrak abrik preman.

"Kami di sana juga diintimidasi. Kawan-kawan banyak yang diusir oleh preman. Kami hanya ingin berdagang dan mencari uang makan dengan tenang," katanya.

Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolit...o-di-tangerang

---

Baca Juga :

- Pandangan Pengamat dan YLKI soal Integrasi Transaksi Tol Jakarta-Tangerang-Merak

- Kapolres Tangerang Selidiki Anggotanya yang Tampar Buruh Perempuan

- Pelapor Serahkan Kuitansi yang Diduga Dipalsukan Sandiaga Uno dalam Kasus Penipuan