alexa-tracking

DPD AMTI Kepri: Jangan Datang ke Kepri, Sekdanya Primordialisme, Ngeri!

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58eddda3642eb62a5e8b4575/dpd-amti-kepri-jangan-datang-ke-kepri-sekdanya-primordialisme-ngeri
DPD AMTI Kepri: Jangan Datang ke Kepri, Sekdanya Primordialisme, Ngeri!
DPD AMTI Kepri: Jangan Datang ke Kepri, Sekdanya Primordialisme, Ngeri!


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Thareqat Islam (AMTI) Provinsi Kepulauan Riau melakukan aksi bentang spanduk sejak tanggal 10 hingga 11 April 2017 kemarin di depan kantor Ombudsman Republik Indonesia, Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

DPD AMTI membentangkan spanduk untuk mendorong pemerintah melalui Ombudsman RI mengusut pelanggaran administrasi pengangkatan aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Kepri.

Salah satu spanduk bertuliskan "Jangan Datang ke Kepri, Sekdanya (Sekretaris Daerah) Primordialisme, Ngeri".

Ketua DPD AMTI Kepri, Baharudin Ahmad menjelaskan bahwa kehadiran sekitar 20 massa AMTI Kepri ke Jakarta sebagai respon atas laporan yang mereka layangkan ke Ombudsman RI pada 24 Maret 2017 lalu.

"Kami kembali ke Jakarta bersama DPP AMTI Pusat dan beberapa ASN Pemprov Kepri hadir untuk menjalani pemeriksaan berkas laporan dan alhamdulillah sudah dinyatakan lengkap," ujarnya kepada Tribunnews.com, Rabu (12/4/2017).

AMTI Kepri sendiri rencananya akan terus melakukan aksi serupa dalam beberapa hari ke depan untuk mendesak pemerintah Indonesia agar memberi perhatian kepada kasus yang melanda provinsi yang diresmikan tahun 2002 tersebut.

Baharudin Ahmad menjelaskan kekisruhan di Kepri diakibatkan adanya kolusi yang dilakukan Gubernur Nurdin Basiru dan Sekda TS Arif Fadillah dalam mengangkat pejabat di lingkungan Pemprov Kepri.

"Kami ingin pemerintah Indonesia memberi perhatian atas maladministrasi yang dilakukan pejabat Kepri yang dikenal dengan "Karimunisasi" yakni mengangkat pejabat-pejabat untuk Pemprov dari Kabupaten Karimun di Kepri. Selain itu Gubernur Kepri juga tidak segera mengangkat wagub baru pasca meninggalnya almarhum HM Sani."

"Kami ingin semangat revolusi mental dan reformasi birokrasi merata sampai ke daerah," kata Baharudin Ahmad.

Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...dialisme-ngeri

---

Baca Juga :

- Wapres JK Minta Pembocor Soal UN Dipecat

- Kecele Pembunuh Sadis Dibawa Pergi, Massa Ngamuk, Mobil Tahanan Jadi Sasaran

- Mal-Administrasi, Ombudsman Bakal Panggil Pimpinan MA

×