alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Dan anak-anak itu pun berucap, "Pak Jokowi, minta tas"
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58eddbbb620881cc7a8b456d/dan-anak-anak-itu-pun-berucap-quotpak-jokowi-minta-tasquot

Dan anak-anak itu pun berucap, "Pak Jokowi, minta tas"

Dan anak-anak itu pun berucap, "Pak Jokowi, minta tas"
Tangkapan layar dari akun Instagram Anggit Purwoto (@anggitpurwoto) menunjukkan Anggit dan empat anak Sekolah Dasar Negeri 04 Sungkung yang rekaman videonya terunggah di sejumlah akun media sosial.
Dari empat anak yang muncul di video unggahan Anggit Purwoto, mungkin hanya nama Heri Apriyanto yang terdengar galib. Tiga nama lain punya bunyi seperti dicuplik dari fiksi terjemahan: Revan, Jhembo, dan Eligen Thomas.

Namun, nasib keempatnya agaknya telah menjadi cermin lazim atas suratan banyak warga berdiam di perbatasan. Bagi orang-orang itu, kemiskinan dan sulitnya akses ke pelbagai hal mendasar seperti pendidikan dan kesehatan bukan kisah di buaian.

Gambar sebegitu pun memantul pada diri anak-anak itu ketika rekaman video Anggit--terunggah di akun Instagram @anggitpurwoto dua pekan lalu--menyebar.

Di video yang direkam di ruang kelas, kuartet bocah mengajukan permintaan sembari memamerkan air muka mendung, senada dengan tulisan di papan catat "siang ini langit terlihat gelap/hujan turun dengan deras".

"Pak Jokowi, minta tas," demikian keempatnya berbicara.

Kamera menapaki satu per satu wajah mereka tanpa ketelatenan. Dalam waktu kurang dari 11 detik, lensa juga mengarah ke celana nan kehilangan ritsleting dan kaki tanpa alas.

Warna kemeja mereka sudah beranjak dari putih ke cokelat muda. Mungkin para pemakainya punya pikiran seperti tokoh Kusno dalam prosa pendek karya Idrus, "Kisah Sebuah Celana Pendek": tiap hari adalah harapan untuk dapat memakai yang baru.
"Pak Jokowi Minta Tas" Dengan suara lirihnya, mereka berkata "Pak Jokowi Minta Tas" Tidakah kalian merasa kasihan...masih adakah hati nurani kalian... Mereka hanya minta tas, untuk membawa buku,buku yang mungkin bertuliskan mimpi-mimpi kecil mereka, agar mimpi yg mereka tuliskan tidak hancur , hancur terkena lumpur atau koyak kena hujan.... Tidakkah kalian iba....ilmu yg kau dapat di bangku perkuliahan adalah hak mereka!!!!..gaji yg kau dapat adalah hak mereka... Tidakkah kalian iba, melihat baju kotor mereka...berjam-jam jalan melewati jalan lumpur... Tidakkah kalian iba ketika perjuangan mereka, mimpi mereka terhapus sia-sia oleh kejamnya negeri perbatasan... Dengarlah suara lirih mereka Pak..... #jokowi #jokowipresiden #pendidikan #tapalbatas #jokowidodo #sm3tinspirasiindonesia #sm3t #presidenindonesia
A post shared by Anggit Purwoto (@anggitpurwoto) on Mar 22, 2017 at 3:21am PDT

Pada unggahan lain di akun Instagram Anggit--pengajar di SMA Negeri 1 Siding sekaligus guru sukarela di SDN 04 Sungkung--terdapat foto memacak wujud para siswa kelas satu Sekolah Dasar Negeri 04 Sungkung itu penuh seluruh. Dua anak menenteng kantong plastik sebagai tas sekolah, dan seorang menggenggam buku catatan tergulung.

Keterangan foto berisi kata-kata yang potongannya sebagai berikut: "Keadilan sosial bukan bagi seluruh rakyat Indonesia".

Dengan akun yang dikuntit nyaris 12 ribu pengikut, video "Pak Jokowi Minta Tas" telah dilihat lebih dari 32 ribu kali. Itu tidak menghitung capaian lain di Facebook dan laman berbagi video YouTube.

Gema dari dunia siber kemudian sampai ke ruang kerja Presiden Joko Widodo. "Presiden telah melihat video itu dan langsung memerintahkan Sespri (sekretaris pribadi) untuk mengirim bantuan," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi Saptopribowo, Rabu (12/4), dikutip Kompas.com.

Menurutnya, seperti ditulis Pontianakpost.co.id, keterpencilan lokasi target menghambat laju paket bantuan.

"Tim sudah di sana sejak tanggal 6, perkiraan sampai tanggal 9," ujarnya.

Rute pengiriman: Jakarta-Pontianak-Entikong-Sungkung.

Meski masuk Kabupaten Bengkayang, secara geografis Sungkung lebih dekat ke Entikong. Untuk mencapai Entikong, truk perlu waktu sekitar enam jam. Kemudian, berganti moda transportasi menyusuri sungai selama 7-8 jam. Setelahnya, berganti perjalanan darat selama satu jam.

Anggit, pengikut program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mengabdi bagi kemajuan pendidikan di daerah terpencil, lewat Kumparan.com, juga bercerita mengenai payahnya akses ke Sungkung.

Pada hematnya, masyarakat jika membawa barang harus berperahu lewat sungai.

"Waktu tempuh jalur laut 10 jam. Jalur laut harus melewati air terjun yang mana harus berhenti dan perahunya diangkut. Kalau bawa barang banyak harus naik perahu, dan sekali carteran 4,5 juta," katanya.

Kondisi ini melambungkan harga-harga. Anggit melukiskan, harga semen di Entikong berkisar Rp 80 ribu. Jika dibawa ke Sungkung, harganya bisa sampai Rp 450 ribu. Gas LPG bisa mencapai Rp 80 ribu.

Keberadaan alat tulis juga minim.

"Harga pulpen dan pensil Rp5 ribu, harga buku tulis satunya Rp8 ribu. Jarang ada yang menjual tas," ujarnya.

Menurutnya, masing-masing anak hanya punya satu buku tulis dan satu pensil.

Paket bantuan Jokowi akhirnya dibagikan secara serentak pada Senin (10/4), dan tidak saja berisi tas sebagaimana permintaan Revan, Heri, Jhembo, dan Eligen.

Mereka mendapatkan 10 buku tulis, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, rautan, buku gambar, krayon, tempat pensil, tempat makan dan minum, sandal, serta satu set seragam sekolah (termasuk topi dan dasi).

Hadiah-hadiah itu bukan hanya dikirimkan kepada mereka, tapi pula pelajar SD lain di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Dalam tayangan Kompas TV Pontianak lewat YouTube pada 11 April, sudah kentara anak-anak SDN 04 Sungkung tak lagi mengenakan seragam berona murung.
Selamat pagi... Ini adalah senyum kebahagiaan, senyum ceria dari anak-anak tapal batas.... Terimakasih Pak Presiden @jokowi ... Terimakasih Pemerintah Pusat, Terimakasih Pemerintah Daerah dan seluruh warga Indonesia atas segala doa, dukungan serta Kepeduliannya.. Saya yakin ini adalah awal kebangkitan pembangunan pendidikan di pedalaman !!!! Jaya selalu Desa Sungkung, jaya selalu Kabupaten Bengkayang , jaya selalu Indonesia... Salam cinta dari kami... Dari batas negeri.....
A post shared by Anggit Purwoto (@anggitpurwoto) on Apr 11, 2017 at 8:57pm PDT
Dan anak-anak itu pun berucap, "Pak Jokowi, minta tas"


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-minta-tasquot

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Dan anak-anak itu pun berucap, "Pak Jokowi, minta tas" Panduan menonton debat cagub-cawagub DKI Jakarta putaran kedua

- Dan anak-anak itu pun berucap, "Pak Jokowi, minta tas" Setya Novanto, pencegahan di kasus e-KTP, politisi licin dan bantuan kolega

- Dan anak-anak itu pun berucap, "Pak Jokowi, minta tas" Teka-teki motif penyerangan Novel Baswedan

Urutan Terlama
kasihan sekali mereka emoticon-Mewek
Hmmm udah dikasih tas kan adik adik


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di