alexa-tracking

Pengembang Bilang DP Nol Persen Bukan Masalah Rumit

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58edaf37a2c06ea4518b4573/pengembang-bilang-dp-nol-persen-bukan-masalah-rumit
Pengembang Bilang DP Nol Persen Bukan Masalah Rumit
Pengembang Bilang DP Nol Persen Bukan Masalah Rumit


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kalangan pelaku usaha properti memberi dukungan terhadap program kerja perumahan rakyat yang akan dilakukan pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pasangan ini dinilai memberi perhatian serius terhadap sektor perumahan dan permukiman di Ibukota.

Hal itu dibuktikan dari berbagai program yang ditawarkan, mulai dari program pembiayaan perumahan berupa uang muka (Down Payment/DP) nol persen, hingga mengaktifkan kembali program kampung deret serta menginisiasi pendirian Bank Tanah.

Pelaku usaha properti, Alwi Bagir Mulachela, mengatakan program pembiayaan DP nol persen sebenarnya satu terobosan inovatif dari calon kepala daerah yang peduli dan berpihak kepada rakyat berpenghasilan rendah, sehingga perlu didukung. Meski ramai menjadi perdebatan publik, namun pengembang senior ini menegaskan kalau program DP nol persen sangat mungkin dilakukan.

Menurut dia, program seperti ini lumrah dilakukan pada bisnis properti swasta yang membangun rumah komersial. Apalagi untuk rumah subsidi, tentunya sangat mungkin dilakukan asal ada keberpihakan kepada rakyat. Sekarang saja, ujar Alwi, uang muka rumah subsidi dari pemerintah sudah 1 persen, sehingga tidak sulit kalau dijadikan nol persen.

“Rumus yang paling mudah, harga rumah ditambahkan inflasi terus dibagi lama cicilan 10 tahun, selesai enggak perlu DP. Pemerintah tidak bisa berpikir komersil terus, tapi tunjukkan keberpihakan kepada rakyat. Ini tinggal persoalan mau atau tidak, itu saja. Kalau mau, pasti jalan, kata Alwi pada acara "Sarasehan Pemangku Kepentingan Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta" di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017) malam.

Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Endang Kawidjaja mengungkapkan pendapat yang sama. Menurut pengembang ini, dengan uang muka rumah subsidi yang sudah 1 persen, sangat mudah untuk dijadikan nol persen.

"Dari 1 persen ke nol persen itu tipis sekali, apa sulitnya? Tinggal kemauan dan kekuatan dari pemerintah, saya yakin program ini bisa jalan. Kami sudah hitung-hitung secara matematika program nol persen ini bukan hal mustahil, dan perangkatnya juga sudah jelas," papar dia.

Selain subsidi dari pemerintah yang 1 persen, perangkat lain yang sudah siap adalah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Dimana badan tersebut memiliki program pinjaman uang muka dengan bunga hanya 3 persen berlaku flat. Maksimum pinjaman untuk DP ini bisa mencapai Rp 50 juta. Ditambahkan Endang, BPJS tidak minta agunan apapun, kecuali syarat keanggotaan.

Pola Sewa-Beli

DP nol persen atau warga membeli rumah tanpa uang muka juga bisa diterapkan dengan pola sewa-beli terutama untuk rumah susun. Istilahnya rumah susun sederhana sewa beli atau Rusunawali.

Endang mengungkapkan, Apersi sudah mengusulkan kepada pemerintah agar pola ini bisa direalisasikan secepatnya, sehingga meringankan masyarakat berpenghasilan rendah untuk menjangkau kepemilikan rumah.

Lewat pola ini, masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 7 juta per bulan dapat langsung menghuni unit dan membayar sewa bulanan selama dua tahun yang dinilai sebagai uang muka. Ditambah biaya-biaya awal dan bunga kepada pemberi talangan.

Lalu siapa yang bisa menjadi pemberi talangan? Yang sudah jelas adalah BPJS, yang memberi talangan kepada anggotanya.

"Kalau rusunawa yang dibangun Pemprov DKI sebagian dialihkan jadi pola sewa-beli, maka kemudian dana talangan BPJS untuk anggotanya tadi selanjutnya bisa digunakan untuk membangun lebih banyak rusunawa maupun rusunawali," ujar Endang.

Dewan Pakar Anies-Sandi, Adhamaski Pangeran mengatakan masukan dan saran dari pelaku usaha, pengamat, aktivis serta penggiat di bidang perumahan dan permukiman sangat dibutuhkan untuk memperkuat komitmen pasangan Anies-Sandi terhadap program rumah rakyat.

"Terutama program DP nol persen perlu didukung dengan persiapan matang karena kami berencana membangun Badan Layanan Umum (BLU) Perumahan sebagai bentuk keseriusan pasangan calon Anies-Sandi dalam pelayanan hunian terjangkau kepada seluruh rakyat Jakarta," ujar alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...-masalah-rumit

---

Baca Juga :

- Jelang Debat, Kapolda Metro Instruksikan Jajaran Sekat Pendukung Pasangan Calon

- Djarot Antusias Hadapi Debat Terakhir Malam Ini

- Pasukan Pemukul TNI-Polri Dibentuk untuk Jaga Pilkada DKI

yg bilang susah siapa?

masalahnya adalah tujuan dari peraturan BI yg melarang DP 0

Hal itu juga berkaitan dengan prinsip kehati-hatian perbankan. Semakin tinggi uang muka maka akan semakin murah cicilannya, begitupun sebaliknya. Justru, jika tanpa DP, maka cicilan akan lebih tinggi dan ini tentu memberatkan konsumen.

Terlepas dari itu, membeli rumah tanpa uang muka juga bisa jadi ajang para spekulan. Ketika ada program rumah murah tanpa uang muka, orang akan berbondong-bondong mengajukan kredit ke perbankan. Mereka membeli rumah bukan untuk tempat tinggal namun sebagai tempat memutar uang, artinya rumah ini akan dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.
×