alexa-tracking

Penyerang Mapolres Banyumas pernah melamar pendidikan TNI

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ed62cd56e6af136d8b4575/penyerang-mapolres-banyumas-pernah-melamar-pendidikan-tni
Penyerang Mapolres Banyumas pernah melamar pendidikan TNI
Penyerang Mapolres Banyumas pernah melamar pendidikan TNI
Polisi membawa tersangka penyerangan Mapolres Banyumas di Polres Banyumas, Purwokerto, Banyumas, Jateng, Selasa (11/4/2017).
Seorang lelaki bercadar nekat menerobos masuk Mapolres Banyumas dengan sepeda motor dan menabrak Aiptu Suparta. Lelaki yang teridentifikasi dengan nama M Ibnu Dar (22) ini juga menyerang satu anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Banyumas lainnya dengan parang yang dibawanya.

Penyerangan terjadi sekitar pukul 10.10 WIB. Saat itu halaman Mapolres Banyumas tengah ramai oleh sejumlah wartawan yang hendak meliput gelar perkara kasus pencurian dengan kekerasan.

Seorang wartawan Harian Kedaulatan Rakyat yang dikutip ANTARA mengatakan, saat melakukan penyerangan, pelaku meneriakkan kalimat takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar" sambil mengacungkan pedang.

Setelah melakukan penyerangan di halaman, pelaku kemudian berlari ke dalam Mapolres Banyumas. Petugas kemudian melakukan pengejaran hingga pelaku berhasil ditangkap.

Kepada penyidik, pelaku enggan membuka perihal motif dan latar belakangnya dan memilih untuk tetap bungkam. Petugas kemudian melakukan penelusuran sidik jari hingga didapatkan nama dan tempat tinggal pelaku.

Dari penelusuran, pelaku diketahui beralamat di Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Anggota kepolisian bersenjata lengkap bersama Densus 88 tak lama menggerebek tempat tinggal yang dimaksud. Penggerebekan dipimpin langsung Kapolres Banyumas, AKBP Aziz Adriansyah.

Dari informasi yang diwartakan detikcom, pelaku tinggal sendiri. Sang ibu telah meninggal dunia dua tahun lalu, sementara ayah dan saudara kandungnya sudah berpindah ke Jakarta dan daerah lainnya.

Dari keterangan tetangga sekitar, ayah pelaku adalah seorang purnawirawan dengan jabatan akhir Peltu dan pernah mencalonkan diri sebagai kepala desa. Bahkan, dua dari tiga kakak pelaku adalah anggota TNI.

Pelaku sendiri pernah mencoba mendaftar pendidikan TNI, namun gagal dan akhirnya bekerja pada sebuah pabrik pengolahan kayu di Desa Purbasari, Kecamatan Padamara, Purbalingga. Pelaku sendiri dikenal sebagai sosok yang jarang bersosialisasi.

Dalam penggerebekan, polisi mengamankan beberapa buku serta barang milik pelaku. Polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi R 3920 SV yang digunakan dalam penyerangan. Hingga kini, polisi belum membuka perihal pelaku yang terlibat dalam jaringan kejahatan tertentu.

Menyusul penyerangan, sejumlah kantor polisi di wilayah sekitar memutuskan untuk meningkatkan pengamanan sebagai antisipasi adanya serangan serupa.

Kejadian penyerangan terhadap anggota polisi ini hanya berselang tiga hari dari serangan enam orang terduga teroris di dekat pos polisi lalu lintas di Jenu, Tuban, Jawa Timur. Keenam terduga teroris yang tewas dalam baku tembak itu diduga kuat terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansaru Daulah (JAD).
Penyerang Mapolres Banyumas pernah melamar pendidikan TNI


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...pendidikan-tni

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Penyerang Mapolres Banyumas pernah melamar pendidikan TNI Penolakan Hizbut Tahrir di berbagai kota

- Penyerang Mapolres Banyumas pernah melamar pendidikan TNI Kerusakan situs Majapahit akibat lemahnya pengawasan

- Penyerang Mapolres Banyumas pernah melamar pendidikan TNI Video viral penumpang diseret dan dipaksa keluar pesawat

image-url-apps
kasian mungkin dia stres gara" gamasuk TNI
×