alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Ibnu Teriak Thagut saat Serang Polres Banyumas
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ed5261dcd770c4078b457b/ibnu-teriak-thagut-saat-serang-polres-banyumas

Ibnu Teriak Thagut saat Serang Polres Banyumas

Ibnu Teriak Thagut saat Serang Polres Banyumas


TRIBUNNEWS.COM, PURBALINGGA - Teror terhadap anggota polisi kembali terjadi. Kali ini giliran Polres Banyumas yang mendapat serangan. M Ibnu Dar, pria berusia 22 tahun asal Purbalingga dengan penutup kepala nekat masuk ke halaman Mapolres Banyumas, jalan Letjen Sumarto, Selasa (11/4).

Menggunakan sepeda motor matic, Ibnu menggeber laju sepeda motor dengan kecepatan penuh.

Aiptu Ata Suparta, anggota Tahanan dan Barang Bukti, mencoba menghadang laju kendaraan yang dinaiki Ibnu. Namun, Ibnu tidak menggubris. Ia memilih menabrak Aiptu Suparta hingga terjatuh.

"Teriak thagut, thagut, gitu," kata Kapolres Banyumas AKBP Aziz Andriansyah saat menceritakan aksi Ibnu menerobos Polres Banyumas dan menabrak Suparta.

Bripka Irfan, anggota Identifikasi Polres Banyumas yang melihat kejadian tersebut, mencoba memberi pertolongan kepada Suparta. Belum juga memberi pertolongan, Ibnu mengeluarkan parang dan membacok Irfan.

"Pelaku membacok korban (Bripka Irfan), kena lengan kanan dan punggung," tambah Aziz.

Bripka Karsono, anggota Reskrim, berusaha membantu kedua rekannya. Ibnu pun mengambil langkah seribu menuju lobi Polres Banyumas. Saat hendak menangkap Ibnu, pelaku kembali menyabetkan parang secara membabi buta.

"Korban (Bripka Karsono) terkena (sabetan) parang di lengan," ungkapnya.

Aksi Ibnu berhenti setelah polisi mengepungnya. Pelaku lalu digelandang menuju Dokkes Polres Banyumas untuk pengobatan. Aziz menyebut, saat menjalankan aksinya tersebut, sebuah ikat kepala berlambang ISIS melingkar di kepala Ibnu. Polisi lalu menggerebek kediaman Ibnu.

Warga Berhamburan

Tiga mobil polisi khusus plus satu mobil ambulance dikerahkan ke kampung Ibnu, desa Karangaren. Puluhan polisi bersenjata lengkap turun dan menyusuri jalan desa menuju sebuah rumah bercat hijau.

Hanya berjarak 200 meter dari lokasi parkir, puluhan polisi ini berbagi tugas. Ada yang bersiaga di depan rumah, dan sebagian merangsek masuk ke dalam rumah dengan terlebih dahulu mendobrak pintu.

Muchlani, warga RT 2 RW 1 desa Karangaren mengaku terkejut saat puluhan polisi dengan senjata berada di sekitar rumahnya. Rumah Muchlani bersebelahan dengan rumah Ibnu. Ia lalu memastikan Ibnu jarang pulang ke rumah.

"Rumahnya selalu kosong. Sering ditinggal oleh penghuninya," katanya
Ia menjelaskan, sekitar tiga tahun lalu, rumah itu agak ramai saat orang tua Ibnu masih menempati rumah itu.

Ayah Ibnu yang seorang pensiunan tentara sempat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, namun gagal. Setahun kemudian, ibunda Ibnu meninggal dunia. Sang ayah lantas memutuskan tinggal dan bekerja di Jakarta bersama anaknya yang lain. Dua saudara Ibnu kini juga masih aktif menjabat sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berdinas di luar kota.

"Mereka keluarga tentara. Ibnu itu putra bungsu. Dia juga pernah daftar jadi tentara, namun tidak jadi," katanya

Dalam kesehariannya, menurut Muchlani, tidak ada perilaku yang aneh dari diri Ibnu. Pribadi Ibnu juga dikenal baik. Sikapnya dengan tetangga pun wajar. Muchlani menilai, Ibnu tekun beribadah dan selalu berjemaah di masjid yang lokasinya bersebelahan dengan rumahnya.

Hanya saja, Ibnu kurang pandai bersosialisasi. Ia pribadi pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

"Orangnya cakep putih. Dia pendiam dan jarang bergaul, tapi orangnya baik," katanya.
Usai penggeledahan, polisi mengamankan sejumlah barang pribadi Ibnu. Sedikitnya, 38 item diamankan pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Banyumas, AKP Djunaidi mengemukakan, barang yang diamankan polisi antara lain panci magicom yang telah dirajut rangkaian kabel, sebuah timbangan duduk, satu trafo penguat daya, spedometer, satu buah dekstop baterai, satu plastik sasaran latihan menembak, serta foto-foto latihan semi militer yang tempatnya belum diketahui.

Polisi juga mengamankan satu lembar kata-kata tauhid di sebuah kertas dan kain hitam dengan tulisan lambang ISIS.

"Ada juga foto dengan latar belakang di sebuah kebun-kebun hutan. Terdapat tiga orang dalam foto itu, salah satunya pelaku. Kita akan dalami hubungannya. Selain itu juga diamankan sebuah komputer, kita lihat nanti. Juga ada buku-buku tentang agama yang nanti didalami," lanjut Djuanidi. (tribunjateng)

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...olres-banyumas

---

Baca Juga :

- Pesawat Koalisi yang Dipimpin AS Menyerang Empat Kilang Minyak yang Dikuasai ISIS

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di