alexa-tracking

Menguat Menjelang Penutupan, IHSG Hari Ini Cetak Rekor ke Posisi 5.680

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58e612429e74048e6e8b4568/menguat-menjelang-penutupan-ihsg-hari-ini-cetak-rekor-ke-posisi-5680
Menguat Menjelang Penutupan, IHSG Hari Ini Cetak Rekor ke Posisi 5.680
Menguat Menjelang Penutupan, IHSG Hari Ini Cetak Rekor ke Posisi 5.680


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bangkit dan kembali memecahkan rekor baru di menit terakhir perdagangan, Kamis (6/4/2017).

Mengacu data RTI, indeks ditutup naik 0,06% atau 3,259 poin ke level 5.680,239.

Tercatat 133 saham bergerak naik, 190 saham bergerak turun, dan 109 saham stagnan. Volume perdagangan 8,70 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,65 triliun.

Laju IHSG hari ini hanya ditopang dua dari 10 indeks sektoral. Yakni, sektor keuangan naik 1,75%, dan agrikultur naik 0,08%. Sementara, sektor yang mengalami penurunan terdalam adalah pertambangan 1,33%.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain; PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 4,41% ke Rp 12.425, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 1,90% ke Rp 6.700, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) naik 1,78% ke Rp 2.290.

Saham-saham top losers LQ45 antara lain; PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 6,55% ke Rp 12.850, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) turun 4,46% ke Rp 300, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 3,70% ke Rp 416.

Investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp 276,069 miliar. Sedangkan di pasar reguler, beli bersih asing Rp 300,839 miliar.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan performa ciamik IHSG dipicu sejumlah data kinerja emiten tahun buku 2016 serta fundamental ekonomi yang kuat.

"Salah satunya yang dilihat bagaimana baiknya hasil kinerja 2016, ekonomi kita juga bagus. Itu yang banyak dilihat investor sehingga juga memicu asing masuk ke pasar," ujarnya dikutip dari Antara.

Ia menambahkan potensi kenaikan peringkat utang oleh Standard & Poor's (S&P) juga turut mempengaruhi.

Hal itu seiring dengan tata kelola fiskal negara yang terus mengalami perbaikan.

"Tata kekola fiskal kita membaik, pertumbuhan ekonomi bagus, pasar keuangan kita juga likuid. Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menaikan peringkat. Harusnya sih sudah waktunya," ujarnya.

Sementara itu berdasarkan data BEI, IHSG sejak awal tahun hingga 5 April 2017 mencatatkan kenaikan sebesar 7,18% menjadi ke posisi 5.676,98 poin.

Reporter: Yudho Winarto

Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...ke-posisi-5680

---

Baca Juga :

- Hari Ini IHSG Cetak Rekor Baru, Apa Pendapat Analis Pasar Modal?

- Laba Garuda Indonesia Anjlok

- Kapitalisasi Bursa Efek Cetak Rekor Hingga Rp 5.900 Triliun

×