alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
[Cinta Sejati] Perjuangan seorang suami ini layak untuk dijadikan contoh
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58e60e16a09a39d8758b4568/cinta-sejati-perjuangan-seorang-suami-ini-layak-untuk-dijadikan-contoh

[Cinta Sejati] Perjuangan seorang suami ini layak untuk dijadikan contoh

emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek

Asa Ganja demi Istri Berujung Lara Tiada Tara

INI bukan drama, bukan pula opera. Ini kisah nyata walau memang banyak dijadikan cerita layar lebar yang mengundang air mata dan mempertanyakan logika. Kisah tentang Fidelis Ari Sudarwoto dan narkoba golongan I jenis ganja berakibat hukuman penjara.

Kisah yang terjadi pada medio Februari 2017, bulan yang katanya “Bulan Cinta”. Demi cintanya pada sang istri, Yeni Riawati, Ari nekat menanam Cannabis Sativa di (ganja) di rumahnya sebagai obat, agar sang pendamping hidup bisa terus melihat indahnya dunia.

Kisah yang terjadi pada medio Februari 2017, bulan yang katanya “Bulan Cinta”. Demi cintanya pada sang istri, Yeni Riawati, Ari nekat menanam Cannabis Sativa di (ganja) di rumahnya sebagai obat, agar sang pendamping hidup bisa terus melihat indahnya dunia.

Sayangnya hal itu bertentangan dengan hukum. Hukum yang dibuat manusia untuk melindungi manusia meski ironis, tak jarang mengabaikan kasus-kasus yang berkaitan dengan kemanusiaan.

Kalau menilik tentang kisahnya, butuh catatan panjang dan makanya, akan coba dirangkum Okezone sesingkat mungkin tanpa mengurangi esensinya. Esensi di mana semestinya ada kasus-kasus tertentu, hukum mempertimbangkan nilai-nilai humanis.

Yeni Riawati, istri Ari, warga Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mengidap penyakit Syringomyelia, tak lama setelah melahirkan anak kedua pada 2014. Penyakit yang tergolong langka, di mana tulang sumsum belakangnya tumbuh kista yang terdapat syrinx atau cairan di dalam sumsum tulang belakang.

Berbagai upaya medis dan pengobatan alternatif coba diupayakan Ari, pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupatan Sanggau itu buat istrinya. Mulai dari Sanggau, Singkawang, hingga ke Pontianak tanpa hasil.

Kondisi istrinya kian memburuk. Wanita yang sebelumnya berprofesi sebagai guru bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Mukok itu, susah makan, minum, hingga tidur. Buang air kecil pun sakitnya minta ampun. Kadang bisa kencing dengan sendirinya, kadang tak dapat keluar.

[Cinta Sejati] Perjuangan seorang suami ini layak untuk dijadikan contoh

Hampir setiap makanan yang coba dimasukkan ke mulut, dimuntahkan lagi. Ditambah, di beberapa bagian tubuh mulai dipenuhi luka. Yeni juga sulit tidur dan pernah suatu ketika tiga malam berturut-turut tak tidur saking merasakan sakitnya.

Medio 2016 setelah kembali dipastikan terdiagnosa menderita Syringomyelia di RSUP Soedarso, Pontianak, pasien disarankan dioperasi. Tapi karena kondisinya yang sudah terlampau lemah, operasi urung dilakukan dan disarankan pasien dirawat di rumah.

Ari belum menyerah. Usaha menyembuhkan sang terkasih terus dialihkan dengan “berselancar” di internet dan berbagai buku. Suatu ketika, dia menemukan kasus penyakit yang sama di Kanada dan bisa bertahan dengan ekstrak ganja.

Entah dari mana, kemudian Ari mendapatkan tanaman ganja yang ditanam di rumahnya. Keluarganya pun sama sekali tidak tahu akan hal itu. Tapi seiring pengobatan “mandiri” dengan ekstrak ganja yang dipelajarinya dari internet dan buku itu, sang istri ajaibnya membaik.

Selera makan Yeni mulai meningkat dan bahkan luka-luka dekubitus pada tubuhnya mengering dengan sendirinya. Yeni juga akhirnya bisa merasakan “nikmatnya” tidur berhari-hari dengan nyenyak.

[Cinta Sejati] Perjuangan seorang suami ini layak untuk dijadikan contoh

Padahal dengan obat tidur yang legal sebelumnya, Yeni tetap tak bisa tidur. Siklus buang air Yeni juga berangsur normal, penglihatan kembali jelas dan ingatannya sembuh, hingga bisa diajak ngobrol biasa dengan suami, anak dan keluarganya.

Namun asa Ari untuk terus melihat istri kembali cerita, pupus setelah Ari diciduk aparat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau yang di-back up kepolisian pada 19 Februari 2017.

Saat lelaki kurus itu meringkuk di penjara di hari ke-32, lara tiada tara dirasakannya saat menerima kabar istrinya, Yeni Riawati, meninggal, tepatnya 25 Maret 2017. Sebelum meninggal, istrinya seolah kembali menderita meski dirawat di RS M Th Dhaman Sanggau tanpa ekstrak ganja yang biasa diberikan suaminya pada sang istri.

Sementara Ari, harus menghadapi kenyataan dipenjara dan dihadapkan pada Pasal 111 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2009 tentang Narkotika karena menyimpan dan menyediakan narkotika golongan I (ganja) sebanyak 39 pohon dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Di Indonesia, memang Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyatakan, belum ada penelitian medis, apakah ganja bisa digunakan untuk pengobatan. Makanya Kepala BNN RI Budi Waseso, apapun alasannya tetap harus menerima konsekuensinya.

“Nah itu (menanam ganja demi pengobatan istri) tetap tidak ada maaf. Tidak ada pengampunan,” ketus Budi Waseso di Gedung DPR RI, Jakarta, 31 Maret 2017.

“Itu dari mana penyembuhannya? Kan harus dibuktikan penyembuhannya. Itu harus melalui medis. Kata siapa itu (ganja) menyembuhkan?,” imbuhnya bersikeras.

Padahal kalau menengok negara-negara lain, ganja bahkan sudah dilegalkan dengan standar tertentu yang pastinya, juga khusus untuk pengobatan. Sebut saja Australia, Kanada, Cile, Kosta Rika, Republik Ceko, Jerman, Meksiko, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Spanyol, Uruguay dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat.

Oleh karenanya, penangkapan Ari mulai mendatangkan simpati dan bahkan dukungan nyata. Seperti dari Yayasan Sativa Nusantara, LBH Masyarakat, hingga Lingkar Ganja Indonesia.

“Justru pada kasus ini sarat nilai kemanusiaan. BNN atau Kejaksaan bila meneruskan kasus ini, dapat menampilkan wajah hukum yang tidak humanis,” tutur Yohan Misero, Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Minggu 2 April 2017.

Terlepas dari ketetapan hukumnya, kadang sisi manusia kita tak boleh dikesampingkan. Terlebih jika memang si pelaku benar-benar hanya untuk obat istri, bukan untuk dijual.Toh dari tes urine dalam kelanjutan proses hukumnya di kepolisian, hasil tes sang pelaku negatif.


Quote:


sumber :

Google News

Spoiler for Sumur : :


Spoiler for Sumur : :


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
kasihan ya emoticon-Mewek
Quote:


Selamat ente pertamax emoticon-Leh Uga

Iya gan, kasian gan, mudah-mudahan aja dikasih kesabaran, aamiin emoticon-Mewek
Jadi terharu nih emoticon-Mewek
Smoga mas nya diberi keringanan deh, kan niatnya baik buat ngobatin istrinya
Apalagi yg ane denger dia juga punya anak kecil emoticon-Frown
Baper emoticon-Mewek
ekstrak ganja bisa jadi obat emoticon-Wow
Ah gila..barang harampun diizinkan kok oleh Allah kalo itu menyelamatkan nyawa mah..
Quote:


ganja sebenarnya gak haram gan tapi selalu disalahgunakan jadi haram emoticon-Mewek
konspirasi tembakau
#legalitasganja
mungkinkah ada yg buat petisi?
Quote:


Si istri bapak ini sampe meninggal karena ketika masih dalam tahap pengobatan..si suami digrebek..

Kalo begini kasusnya..ini sama aja pembunuhan..pembunuhan yg disebabkan oleh penelantaran pengobatan..dan pelaku utama penyebab kematian jelas yg ngegerebek..

Emang ga ada hukum yg sempurna kecuali hukum Allah..

Hukum negeri ini telah kehilangan sisi humanistisnya..
Diubah oleh lantis0749
kasihan ari.. keinginan melihat istri sehat kembali tapi malah menerima kenyataan istrinya wafat karena pemerintah melalui BNN menganggap ganja adalah barang ilegal dan melanggar UU

baper emoticon-Mewek
Diubah oleh blackwo0d
Setau ane sih ganja untuk keperluan medis itu beda jenisnya dgn ganja yg biasa dipake narkoba (sama kek pisang misalnya, ada pisang raja, pisang ambon, dll.)
Kita kan juga gak tau ganja jenis mana yg ditanam si bapak...

Lagipula secara hukum, indonesia belum mengenal ganja untuk keperluan medis, jadi seenggaknya untuk saat ini, mau pake ganja jenis apapun tetep aja ilegal...
Mungkin kalo ada dari pihak kedokteran (IDI misalnya) yg mau mengajukan legalisasi ganja untuk keperluan medis, bisa dibuat undang2 untuk mengatur itu...
emoticon-Angel hukum tetap hukum bray gmn lg
Cek ig kita qq
Kasihan ya,udah istri meninggal trus harus dapat hukuman.emoticon-Bingung
Ancaman hukuman seumur hidup ya..kasian emoticon-Turut Berduka
hukum itu dibuat untuk membantu manusia dan tidak melupakan sisi kemanusiaan.
begitu juga semua sistem/aturan yg pernah dibikin manusia, sejatinya diperuntukkan untuk sebaik2nya kehidupan manusia.

kasus2 begini adalah contoh manusia diperbudak hukum/sistem/aturan.
dan selalu manusia lakukan dari zaman sebelum masehi sampe skrg.

ironis, goblok tepatnya
udah baca ini kemarin emoticon-Cool
selalu ada pro dan kontra, ane ikut hukum positip indonesia saja


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di