alexa-tracking

Terungkap, Arahan SBY untuk Anas Urbaningrum terkait Proyek e-KTP

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58e5e0e91ee5df6a768b4583/terungkap-arahan-sby-untuk-anas-urbaningrum-terkait-proyek-e-ktp
Terungkap, Arahan SBY untuk Anas Urbaningrum terkait Proyek e-KTP
Terungkap, Arahan SBY untuk Anas Urbaningrum terkait Proyek e-KTP


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, tak ada atensi khusus Partai Demokrat selama proses pembahasan dan pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Namun, Anas mengaku menerima arahan dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

SBY meminta Anas sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat, mendukung proyek tersebut.

Saat itu, selain sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY juga menjabat Presiden RI.

"Memang ada arahan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, presiden, setiap kebijakan pemerintah harus didukung Fraksi Demokrat dan partai koalisi," ujar Anas saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Anas mengatakan, yang ia ketahui, program penerapan e-KTP merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang paling disorot saat itu.

Proyek ini diperlukan untuk memperbaiki administrasi kependudukan nasional, sehingga perlu modernisasi.

"Itu yang jadi pengetahuan saya soal kebijakan ini. Pengadaannya saya tidak tahu," kata Anas.

Anas juga mengaku tak pernah mengikuti pembahasan pengadaan proyek ini.

Padahal, dalam dakwaan disebutkan ada pertemuan yang dihadiri Anas, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Pertemuan itu dimaksudkan untuk mencari dukungan representasi partai Golkar dan Demokrat dalam pelaksanaan proyek e-KTP.

Selanjutnya, dalam kesaksian Nazaruddin, Anas memberi arahan untuk mendukung pengadaan tersebut.

"Apa memberi pesan tertentu kepada fraksi?" tanya hakim.

"Tidak ada persan khusus, atensi khusus, karena tidak ada laporan yang membutuhkan atensi khusus," kata Anas.

Fiksi, fantasi dan fitnah

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjawab mengenai surat dakwaan korupsi yang menyebutkan dirinya ikut menerima uang dari proyek e-KTP.

"Itu tidak terlepas dari tiga hal, fiksi fantasi fitnah. Maaf kalau terkait saya, kalau terkait (orang) lain saya tidak tahu," kata Anas Urbaningrum saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Menurut Anas, apabila benar dia menerima uang di DPR dan bertemu dengan pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong pastilah terekam dalam CCTV yang terpasang di DPR RI.

"Di DPR itu ada CCTV. Saya kira dengan teknologi bisa dilacak apa betul ada pertemuan di ruang siapa, jam berapa," kata Anas Urbaningrum.

Sebelumnya, dalam surat dakwan Irman dan Sugiharto, disebutkan adanya kesepakatan angara Anas Urbaningrum yang saat itu menjabat sebagai ketua fraksi Partai Demokrat dengan Setya Novanto sebagai ketua fraksi Partai Golkar dan Nazaruddin.

Ketiganya sepakat agar anggaran e-KTP kurang lebih Rp 5,9 triliun setelah dipotong pajak 11,5 persen. Dari anggaran tersebut, 51 persen atau Rp 2,662 miliar akan digunakan untuk belanja modal atau pembelanjaan riil proyek, sementara sisanya 49 persen atau Rp 2,558 miliar akan dibagi-bagi.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri mendapatkan 7 persen atau Rp 365,4 miliar, anggota Komiisi II sebesar 5 persen atau Rp 261 miliar, Setya Novanto bersama Andi Angustinus sebesar 11 persen atau Rp 574, 2 miliar dan Anas Urbaningrum berserta Nazaruddin juga mendapatkan 11 persen.

KOMPAS.com/Ambaranie Nadia Kemala Movanita/Eri Komar Sinaga

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...t-proyek-e-ktp

---

Baca Juga :

- Anas Urbaningrum Mengaku Menerima Arahan dari SBY

- Dituding Terima Uang e-KTP, Anas Urbaningrum: Ini Fiksi, Fantasi dan Fitnah

- Novanto Jadi Saksi e-KTP, Rapat Paripurna DPR Tetap Jalan