alexa-tracking

Museum Tutup akibat Konflik Keluarga Keraton Solo, Wisatawan Kecewa

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58e5c30e1854f7fb708b4569/museum-tutup-akibat-konflik-keluarga-keraton-solo-wisatawan-kecewa
Museum Tutup akibat Konflik Keluarga Keraton Solo, Wisatawan Kecewa
SOLO, KOMPAS.com - Museum Keraton Kasunanan Surakarta, Rabu (5/4/2017), ditutup untuk kunjungan wisatawasan nusantara dan mancanegara akibat konflik antara keluarga keraton tersebut.

Sejumlah wisatawan yang sudah terlanjut berkunjung di Keraton Surakarta banyak yang kecewa karena mereka tidak bisa masuk ke museum yang dibuka untuk umum tersebut.

Wahono (40) salah satu wisatawan asal Jawa Timur mengatakan, pihaknya bersama rombongan dari Jatim hendak berkunjung Keraton Surakarta untuk melihat museum yang menyimpan benda-benda peninggalan raja-raja zaman dahulu di Solo.

Namun, kata Wahono sayang museum ditutup untuk sementara, sehingga pengunjung hanya melakukan foto-foto di depan pintu masuk keraton ini.

Pengageng Museum dan Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta KGPH Poeger mengatakan, pihaknya minta maaf karena museum untuk sementara ditutup sudah dua hari ini.

KGPH Poeger mengakui Museum Keraton Kasunanan biasa ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Namun, kraton jika kondisi sudah kondusif nanti dapat dibuka kembali.

Manager museum dan perpustakaan Keraton Surakarta KRMH Suryo Adimidjoyo mengatakan, museum jika dalam kondisi sepi jumlah pengunjung rata-rat sekitar 100 hingga 150 orang per hari. Namun, pengunjung saat hari libur dapat meningkat hingga sekitar 600 orang per hari.

Menurut Suryo Adimidjoyo akibat museum ditutup pemasukan kraton dari destinasi wisata otomatis menjadi menurun.

"Hal itu, mau bagaimana lagi, semoga suasana dapat kembali kondusif," kata KRMH Suryo Adimidjoyo.

Konflik Kraton Surakarta sebelumnya sempat dilakukan perundingan antara tim lima atau Panca Narendra pimpinan KGPH Benowo dengan Dewan Adat yang diwakili KGPH Poeger di tempat netral markas Pusat Pendidikan Topografi (Pusdiktop) TNI Angkatan Darat atau tidak jauh dengan keraton, pada Selasa (4/4/2017).

Perundingan dari dua pihak tersebut mendapat penjagaan ketat oleh pihak keamanan di areal Keraton Surakarta. Ratusan orang anggota kepolisian dilengkapi kendaraan taktis Baracuda berjaga-jaga di lokasi.

Menurut salah seorang putra PB XII, GPH Soeryo Wicaksono yang menyaksikan negoisasi dua kubu mengatakan awalnya kubu GPH Benowo mengajak kubu Dewan Adat bertemu di Kamandungan, tetapi ditolak. Dewan Adat mengajak bertemu di Kasentanan, tetapi juga ditolak Gusti Benowo dengan alasan yang bertemu itu putra dalem bukan sentana.

Namun, kedua pihak akhirnya dipilih di tempat netral di Pusdiktop TNI atau yang berjarak sekitar 500 meter dari Kraton Surakarta.

Menurut GPH Benowo pada pertemuan sesama putra PB XII tersebut membahas tentang menginventarisir kunci-kunci sejumlah ruang yang dibutuhkan untuk keperluan prosesi jumenengan. Kedua membuka akses Raja Kraton Kasunanan Surakarta PB XIII agar dapat masuk ke ruang semedi di Ndalem Ageng termasuk ke Sasana Sewoko lokasi jumenengan.

Namun, ruangan tersebut kuncinya masih dibawa pihak Dewan Adat. Ketiga membuka akses pintu utama Kraton Surakarta agar abdi dalem dapat sowan ke PB XIII dengan lancar tanpa hambatan pihak lain.

Pada acara perundingan kedua pihak akhirnya menemui jalan buntu, kata Gusti Benowo, akan dilanjutkan perundingan babak kedua yang menurut rencana difasilitasi oleh Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.



Keluarga Keraton Solo Kembali Berseteru

Quote:SOLO, KOMPAS.com - Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solokembali memanas.

Perseteruan antarsaudara dari Tim Lima bentukan Paku Buwono XIII dengan Dewan Adat yakni KGPH Puger dan saudara lainnya kembali terjadi akhir-akhir ini.

Konflik bermula dari pembongkaran paksa sekat pembatas di area dalam keraton yang menghubungkan Sasana Narendra dan Langen Katong oleh Tim Lima, Minggu (2/4/2017) lalu.

Hal itu berimbas pada penutupan akses wisata keraton. Penutupan telah berlangsung selama dua hari sejak Selasa (4/4/2017) hingga Rabu (5/4/1017).

"Suasana masih kurang kondusif, kita tutup akses wisata ke keraton, museum dan perpustakaan tutup sementara," ujar Plt PB XIII, KGPH Puger, saat dijumpai wartawan di Magangan, Keraton Solo Rabu (5/4/2017).

Puger menerangkan, akses wisata keraton ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

"Kita tahu, banyak polisi berjaga di sekitar keraton, penutupan sampai nanti kondusif biar wisatawan nyaman," papar Puger yang juga adik PB XIII ini.

Sementara Manajer Museum Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta, Surya Adimijaya, menambahkan dampak penutupan area wisata tidak terlalu merugikan bagi keraton.

"Situasi seperti ini (tidak kondusif), pasti tidak nyaman untuk wisata, maka saat nanti kondusif (museum) akan kita buka lagi," tutur Surya.

Pihaknya mengharapkan situasi aman dan nyaman sesegera mungkin diciptakan agar wisatawan lokal maupun mancanegara dapat berwisata sejarah dan kebudayaan di Keraton Solo.

Kendaraan taktis di keraton

Pada Selasa (4/4/2017), sejumlah kendaraan taktis kepolisian terparkir di area Keraton Solo.

kendaraan taktis Baracuda berada di sebelah barat pintu Kori Kamandungan Lor, pintu masuk area keraton.

Sementara di sekitar timur Kori Kamandungan Lor terdapat dua truk pengangkut milik polisi dan berjejer pula mobil-mobil polisi, satgas polisi, maupun mobil milik pribadi.

Di parkiran timur sekitar Kamandungan, berjejer puluhan motor termasuk belasan motor trail Polresta Solo.

Tidak hanya itu, di parkiran Kamandungan sebelah barat terdapat mobil dokpol (dokter polisi) dan truk pengangkut.

Ada juga dua anjing pelacak berjenis Rottweiller dan Herder tertambat di pepohonan

Petugas kepolisian tersebar berjaga di sekitar keraton. Pengamanan ini untuk mengantisipasi benturan dari pertemuan dua kubu keluarga keraton. (Tribun Solo/Chrysnha Pradipha)


sumber 1
sumber 2

damai itu indah
gak ada akur2nya ene keluarga
wissssss ... usir aja semua penghuni keraton kecuali petugas kebersihannya ... ribut mulu ... bikin malu emoticon-Gila
×