alexa-tracking

Jadi Tersangka Pungli dan Pencucian Uang, Aset Anggota DPRD Samarinda akan Disita

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58e5bdc81854f70e048b4568/jadi-tersangka-pungli-dan-pencucian-uang-aset-anggota-dprd-samarinda-akan-disita
Jadi Tersangka Pungli dan Pencucian Uang, Aset Anggota DPRD Samarinda akan Disita
Jadi Tersangka Pungli dan Pencucian Uang, Aset Anggota DPRD Samarinda akan Disita


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Direktorat II Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) terus melakukan penelusuran aset (asset tracing) empat tersangka kasus pemerasan atau pungli di Pelabuhan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. Ini dilakukan karena diduga hasil kejahatan keempat tersangka disamarkan ke bentuk lain.

Penyidik juga akan melakukan penyitaan jika ditemukan cukup bukti aset-aset pribadi dari Tersangka anggota DPRD Kota Samarinda sekaligus Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudra Sejahtera (Komura), Jafar Abdul Ghafar, bagian hasil pemerasan.

"Iya, nanti itu kami akan lihat dari transaksinya," ujar Direktur Tipideksus Bareskrim, Brigjen Pol Agung Setya, Rabu (5/4/2017) malam.

Menurut Agung, dalam penyidikan kasus ini, pihaknya telah menyita sejumlah kendaraan dan temuan uang Rp6,1 miliar dari kantor Koperasi Komura pada saat operasi tangkap tangan (OTT) di Pelabuhan Palaran pada 17 Maret. Dalam pengembangan, pihaknya juga sudah memblokir deposito Koperasi Komura bernilai Rp326 miliar.

Pemblokiran deposito tersebut dilakukan karena diduga dana yang disimpan merupakan bagian hasil kejahatan pemerasan.

Apakah rekening pribadi Jafar Abdul Ghafar juga akan diblokir?

"Semua aset kan dia kelola dengan nama Komura. Sekarang itu dulu yang sedang kami dalami. Untuk rekening pribadi nanti kami juga akan telusuri," ujarnya.

Pada Rabu, 4 April 2017, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan Jafar Abdul Ghafar sebagai tersangka pemerasan atau pungli di Pelabuhan Palaran, Samarinda, Kaltim.

Penyidik telah mempunyai cukup alat bukti dugaan keterlibatan Jafar dalam praktik pemerasan beromset miliaran di Pelabuhan Palaran.

Jafar Abdul Ghafar selaku Ketua Koperasi Komura bertanggung jawab atas praktik pemerasan atau pungli yang terjadi di Pelaburan Palaran. Sebab, dia sebagai pihak utama yang mengelola dan memanfaatkan Koperasi Komuran untuk kepentingan pribadi berupa pengenaan tarif tidak sah kepada pengguna jasa bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Palaran, Samarinda.

"Dia berperan secara aktif dalam melakukan pemerasan terhadap pengelola dan pengguna jasa di Pelabuhan Palaran. Dia memanfatkan Koperasi Komura untuk kepentingannya," beber Agung.

Dalam kasus ini, selain Jafar Abdul Ghafar, penyidik lebih dulu menetapkan tiga tersangka. Ketiganya adalah, Heri Susanto Gun atau Abun alias HS selaku ketua ormas Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB), Nur Arsiansyah alias NA selaku sekretaris PDIB dan Dwi Harianto selaku Sekretaris Koperasi Komura.

Ketiganya diduga melakukan pemerasan atau pungli terhadap para pengusaha pengguna jasa bongkar muat, di antaranya pungutan uang parkir kontainer yang mengantre.

HS alias Abun selaku ketua ormas dan pemilik lahan parkir berperan mengkoordinir pungutan ke pengguna jasa, NA berperan sebagai membuat dan menentukan besaran tarif retribusi, serta DH selaku sekretaris menjadi tenaga administrasi untuk pencatatan masuk dan keluarnya uang hasil pungutan. DH juga diduga banyak mengetahui siapa saja yang menikmati pungutan-pungutan tersebut.

Lima rumah tersangka Dwi Harianto juga sudah digeledah. Dan penyidik menemukan sejumlah dokumen berisi catatan diduga sejumlah orang yang menerima aliran dana dari Komura.

Keempat tersangka dijerat pasal pemerasan, Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-undang tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...da-akan-disita

---

Baca Juga :

- Jadi Tersangka Pungli Pelabuhan, Anggota DPRD Samarinda Langsung Diperiksa

- Bareskrim Tetapkan Anggota DPRD Samarinda Tersangka Pungli di Pelabuhan

×