alexa-tracking

Bantah Terlibat Kasus KTP Elektronik, Setya Novanto Bawa Dokumen di Persidangan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58e5b5531cbfaae47f8b4596/bantah-terlibat-kasus-ktp-elektronik-setya-novanto-bawa-dokumen-di-persidangan
Bantah Terlibat Kasus KTP Elektronik, Setya Novanto Bawa Dokumen di Persidangan
Bantah Terlibat Kasus KTP Elektronik, Setya Novanto Bawa Dokumen di Persidangan


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku sudah membawa serta dokumen untuk memnbantah keterlibatan dirinya dalam permufakatan jahat korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

"Ada ada, nanti kita lihat di persidangan. Tunggu di lihat nanti di persidangan," kata Setya Novanto di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6//4/2017).

Setya Novanto tidak banyak berkomentar mengenai dugaan keteribatan dirinya. Begitu juga ketika dia dikonfirmasi mengenai kedekatannya dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Pokoknya nanti lihat di persidangan ya," kata Setya Novanto yang pernah terlibat kasus 'papa minta saham PT Freeport Indoneisa' itu.

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Setya Novanto dan Anas Urbaningrum adalah otak dari pembagian uang korupsi e-KTP.

Dalam dakwaan tersebut disebutkan peran Setya Novanto terkait proses penganggaran. Setya Novanto mengatakan dukungannya dalam pembahasan KTP elektronik dan akan koordinasi dengan pimpinan fraksi.

Dukungan tersebut disampaikan Setya Novanto di ruang kerjanya di lantai 12 gedung DPR RI saat menerima Irman dan Andi Narogong, pengusaha yang sering wara wiri di Kementerian Dalam Negeri dan DPR RI.

Setelah beberapa kali pertemuan, diperoleh kesepakatan bahwa DPR RI akan menyetujui anggaran pengadaan KTP elektronik dengan grand design tahun 2010 yakni kurang lebih Rp 5,9 triliun yang pembahasanya akan dikawal fraksi Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Andi Narogong akan memberikan fee kepada beberapa anggota DPR RI dan pejabat Kementerian Dalam Negeri. Guna merealisasikannya, Andi Agustinus membuat kesepakatan dengan Setya Novaanto dan Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin tentang penggunaan anggaran Rp 5,9 triliun setelah dipotong pajak 11,5 persen akan digunakan:

Sebesar 51 persen atau senilai Rp 2,66 triliun untuk belanja modal dan belanja riil pembiayaan proyek. Sedangkan sisanya 49 persen atau senilai Rp 2,55 triliun akan dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri termasuk Irman dan Sugiharto mendapatkan 7 persen atau Rp 365,4 miliar, anggota Komisi II Rp 5 persen atau Rp 261 miliar, Setya Novanto dan Andi Narogong mendapatkan 11 persen atau sekitar Rp 575,2 miliar, Anas Urbaningrum dan Nazaruddin mendapatkan sebesar 11 persen atau Rp 572,2 miliar.

Irman adalah bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Irman sementara Sugiharto adalah bekas Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto.

Negara disebut menderita kerugian Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triiun anggaran penggadaan KTP elektronik atau e-KTP.

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...di-persidangan

---

Baca Juga :

- Jawaban Ade Komarudin Terkait Dugaan Menerima 100 Ribu Dolar AS Dari Korupsi KTP Elektronik

- Disebut Nazaruddin Terima Suap e-KTP, Ahok: 'Enggak Ada yang Berani Kasih Gue'